
Byuurrr!
Seseorang langsung bangun dari tidurnya saat ada yang menyiramnya denga air. Dia menatap tajam pada orang yang sedang berkacak pinggang di depannya.
"Bellaa!"
"makanya, jangan suka ngunci kamar orang seenaknya. Dapat karmanya kan lo?" ucap Bella tersenyum puas melihat Siska yang sudah basah kuyup di atas tempat tidurnya.
"Awas ya lo. Gue bakal aduin lo ke Bunda" ucap Siska dengan marah.
"Silahkan"
"Bundaaa!" teriak Siska.
Tak lama, pintu kamar itu pun terbuka. Tapi bukan Sari, melainkan pembantu mereka yang masuk.
"Maaf Non, Nyonya dan Non Feli sudah berangkat ke sekolah.
"Yaudah makasih ya Bi. Bibi lanjutin kerjanya ya" ucap Bella.
"Baik Non Bella" pembantu mereka pun keluar dari kamar Siska.
"Lo--"
"Udah deh, gue nggak mau debat ama lo lagi. Gara-gara lo, gue telat ke sekolah" ucap Bella lalu mengambil kunci kamar nya yang ada di atas nakas.
"Daah Kak Siska. Terlanjur basah, ya sudah mandi sekali" setelah itu Bella keluar dengan tawa mengejek. Sedangkan Siska, mukanya sudah merah padam karna marah.
"AWAS YA LO . GUE BALAS LO ENNTAR" teriaknya.
"Nggak takut. Wlee" ucap Bella
yang muncul dari balaik pintu sambil menjulurkan lidahnya, lalu dia pun segera berlari ke kamarnya.
"Ihh! Nyebelin lo" umpat Siska yang merasa jengkel.
*****
Kini Bella sudah melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata. Jam di pergepangan tangannya kini sudah menunjukkan pukul tuju lewat lima menit. Itu artinya, dia sudah telat lima menit.
Tak butuh waktu lama, diapun kini sudah sampai di depan gerbang sekolah. Sepertia biasa, Pak Satpam tidak akan membiarkan Bella untuk lewat.
"Maaf neng, kali ini juga neng nggak bisa masuk, ini perintah langsung dari guru BP dan kepala sekolah."
Karena tak ingin mencari masalah dengan sang Bunda, Bella akhirnya pasrah dan menunggu guru BP.
"Yaudah deh Pak" ucap Bella.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, beberapa saat kemudian seseorang memberhentikan sepedanya di samping motor Bella. Dia pun menoleh pada orang tersebut.
"Eh! Lo telat juga Bas?" ya, orang itu adalah Bastian.
"Iya Bel. Semalam aku begadang karena bantuin Ibu aku kerja" ucap Bastian tersenyum ke arah Bella.
"Oh gitu" ucap Bella manggut-manggut.
"Best banget ni cowok. Dia rela terlambat ke sekolah demi bantuin orang tuanya. Ck, ck emang cowok idaman" batin Bella. Tanpa sadar senyum manis terukir dari bibirnya.
"Bella" sontak Bastian dan Bella menoleh pada seseorang yang berlari menghampiri mereka.
"Ana? Kok lo juga telat, tumben?" tanya Bella saat Ana sudah di depannya.
"Ini juga karena semalam, makanya gue bangunnya kesiangan. Mana harus antarin motor Bang Daniel lagi, jadi telat kan gue" ucap Ana..
"Yaudah terima aja. Lagian gue juga telat" ucap Bella.
"Eh btw, lo cowok yang kemarin itu kan? Yang di bully sama Jack dkk?" tanya Ana pada Bastian.
"Iya" jawab Bastian.
"Ohya kita belum kenalan loh. Kenalin, gue Ana. Gue sahabatnya Ana" Bastian membalas uluran tangan Ana dengan tersenyum.
"Bastian" ucap Bastian.
Pak Guntur berjalan sambil memasang wajah garangnya. Bella tampak biasa saja saat melihatnya. Berbeda dengan Ana yang kini sudah menunduk ketakutan begitu pun dengan Bastian.
"Ayo ikut saya" ucap Pak Guntur.
"Kemana Pak?" tanya Bella.
"Saya mau hukum kalian karna udah telat. Ayo ikut saya" Bastian dan Ana mengikuti Pak Guntur sang sudah berjalan lebih dulu. Sementara Bella menghampiri pos Satpam.
"Pak. Tolong parkirin motor saya ya. Jangan sampe motor saya lecet awas aja kalo ada yang lecet, Bapak habis sama saya" ucap Bella sambil memelototi Pak Satpam.
"Iya neng Bella, siap."
Setelah memberikan kunci motornya, Bella segera menyusul Ana, Bastian dan Pak Guntur.
*****
"Kamu ini benar-benar bikin Papa malu Fin. Ucap Papa Findi. Kini Findi dan Papanya sedang berada di kantor kepala sekolah. Hari ini Sari mengundang Papa Findi dan juga kedua orang tua dari Sara dan Aril.
Setelah mengetahui apa yang sudah di lakukan anak mereka selama di sekolah, sang orang tua pun marah besar pada anak mereka.
"Kami sudah memutuskan untuk mens kors anak-anak ini selama satu minggu Pak, Bu" ucap Sari.
__ADS_1
"Saya setuju dengan keputusan ini Bu" ucap Papa Findi.
"Kami juga setuju" ucap orang tua Aril dan Siska.
"Nggak Pa, aku nggak mau di skors. Bu, ibu nggak boleh skors saya gitu aja dong, karena Papa saya donatur terbesar di sekolah ini. Jadi Ibu nggak ada hak buat skors saya" ucap Findi yang tak terima.
"Tutup mulut kamu Fin. Karena tau si Bu Sari? Bu Sari ini adalah pemilik perusahaan tempat Papa kerja. Jadi kamu harus sopan sama Bu Sari" bentaknya.
Findi yang merasa kesal keluar dari ruangan iru, di ikuti Aril dan Sara.
"Maafkan sikap anak saya Bu. Saya benar-benar nggak tau, ternyata selama ini dia berbuat salah di sekolah ini. Atas namanya saya minta maaf Bu" ucap Papa Findi."
"Tidak masalah Pak. Saya bisa mengerti sikap anak Bapak seperti itu karena kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. Karena saya juga punya anak yang sikapnya sama seperti anak Bapak" ucap Sari.
"Yasudah, kalau begitu, kami permisi Bu, selamat pagi.
"Selamat pagi Pak, Bu" kemudian orang tua Findi dan kedua temannya pun keluar dari ruang Guru.
--Findi_Cs
"Aaaa ini semua gara-gara Bella. Gara-gara dia bokap gue berani bentak gue hari ini. Liat aja apa yang akan gue lakuin sama dia" ucap Findi dengan marah.
"Lo berdua gimana? Udah tau apa hubungan Bella sama cewek cupu itu?" tanyanya pada kedua temannya.
"Udah Fin. Setelah kemarin kita berdua ngikutin mereka, dan mereka ternyata tinggal serumah" ucap Aril.
"Dan lo tau apa yang bikin kita berdua kaget?" tanya Aril.
"Apa?"
"Mereka berdua saudara kembar" ucap Aril dan sara bersamaan.
"Hah! Kembar? Serius lo berdua" tanyanya tak percaya.
"Iya serius, ngapain coba kita boong. Iya kan Sa?"
"Iya, benar Fin, kita nggak boong" ucap Sara.
"Pantas aja dia selalu ada saat kita bully si cupu itu, ternyata mereka sedarah. Kayanya kita harus balas dendam ke Bella lewat Feli nih" ucap Findi tersenyum miring.
"Caranya?"
"Gue nggak tau, tapi kita harus cari rencana yang bagus" ucap Findi.
"Kita juga akan bantu cari idenya" ucap Aril.
"Yaudah, ayo kita pulang. Percuma kita di sini, kita kan udah di skors"
__ADS_1
Aril dan Sara mengangguk kemudian mereka bertiga meninggalkan parkiran sekolah.