Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar

Cowok Cupu Vs Cewek Bar Bar
Menginap Dirumah Bastian


__ADS_3

"Bastian? Kok dia bisa tau nama aku?" ucapnya bingung. Tangannya perlahan terangkat untuk membuka topeng milik Bella.


"Bella? Jadi ini kamu?"


"Bastian" ucap Bella manja sambil memeluk Bastian dengan erat.


"Kayanya Bella mabuk dan dia nggak sadar sekarang. Kalo aku bawa dia pulang, bisa-bisa Bu Sari jadi kepikiran liat dia kaya gini. Biar aku bawa aja dia pulang ke rumah, semoga Ibu nggak marah" batin Bastian.


Dia pun memberhentikan taxi yang lewat lalu membawa Bella masuk ke dalam taksi.


--Di_Dalam_Taksi.


Di dalam taksi, Bella masih memeluk Bastian dengan manja, sesekali Bastian memperbaiki posisi Bella yang tidak bisa diam hingga akhirnya, dia membuat kepala Bella berbaring di pangkuannya.


"Bastian, kita mau pulang ya?" Tanya Bella sambil memainkan jemari Bastian.


"Iya. Kita mau pulang."


"Aku nggak mau pulang. Soalnya di rumah ada Kakak yang nggak suka sama aku" ucap Bella sedih.


"Kenapa?"


"Karena aku ini udah bunuh Ayah, jadi Kakak marah sama aku. "


"Tapi kan ada Bunda sama kembaran kamu yang sayang sama kamu kan?"


"Mereka nggak sayang aku. Mereka juga benci sama aku" ucap Bella.


"Itu nggak benar. Mereka sayang banget sama kamu Bel. Bahkan sekarang Bunda kamu lagi khawatir sama kamu" batin Bastian sambil mengusap kepala Bella dengan lembut.


Beberapa saat kemudian, taksi yang mereka tumpangi sudah sampai di depan rumah Bastian dan ibunya tinggal. Setelah membayar, Bastian turun dari taksi sambil menggendong Bella yang sudah tertidur pulas.


"Bu, Bastian udah pulang" panggil Bastian. Tak lama Lilis membukakan pintu rumah untuk Bastian. Dia terkejut melihat Bastian membawa seorang gadis.


"Astagfurullah Bas, ini siapa yang kamu bawa pulang?" tanya Lilis.


"Ini BellaBu. Bastian nggak bisa bawa dia pulang karna takut Bu Sari khawatir sama dia, makanya Bastian bawa dia ke sini" ucap Bastian.


"Tapi dia kenapa Bas?"


"Dia lagi tidur Bu. Nanti Bastian ceritain gimana Bastian nemuin dia. Dia boleh tidur di sini kan Bu?"


"Iya Bad. Bawa ke kamar Ibu aja" ucap Lilis. Lalu Bastian membawa Bella ke kamar Lilis kemudian membaringkannya di atas tempat tidur lalu menyelimutinya. Setelah itu, dia dan Lilis mengobrol di luar.

__ADS_1


"Dia mabuk ya Bas?"


"Mungkin dia mabuk karena obat Bu. Soalnya Bastian nggak nyium bau alkohol di mulut dia Bu."


"Tapi Gimana caranya kamu nemuin dia?"


"Tadi di jalan, Bastiannggak sengaja liat ada cowok yang maksa Bella untuk ikut dia. Awalnya Bastian nggak tau kalo itu Bella Bu, soalnya dia pake topeng. Setelah itu, cowok itu pergi ninggalin kami Bu."


"Apa kamu tau siapa orang itu?"


"Nggak tau Bu, soalnya cowok itu juga pake topeng" ucap Bastian.


"Yaudah, sekarang kamu tidur gih. Besok kan kita mau jualan mumpung hari libur.


"Iya Bu. Kalo gitu Bastian ke kamar dulu" ucap Bastian berlalu menuju kamarnya.


--Skip_Pagi


Mata cantik itu perlahan terbuka saat sinar mentari pagi menyentuh wajahnya. Dia menatap sekeliling kamar yang terasa asing baginya.


"Gue dimana? Ini kan bukan kamar gue. Gue harus pergi dari sini" ucap Bella. Saat dia akan turun dari tempat tidur, tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing hingga membuatnya kembali terduduk di tempat tidur.


"Gue kenapa sih? Kenapa kepala gue pusing banget kaya gini" ucap Bella.


"Bagaimana keadaan kamu nak?" tanya Lilis.


Bella hanya diam. Dia hanya menatap Lilis dengan tatapan penuh tanya.


"Ibu tau kamu pasti bertanya siapa Ibu kan?"


"Siapa?" tanya Bella.


"Nama Ibu Lilis. Ibu ini orang tuanya Bastian. Semalam kamu mabuk dan Badtian yang nemuin kamu, makanya dia bawa kamu pulang ke sini" ucap Lilis sambil tersenyum.


"Apa Bu? Aku mabuk?"


"Iya nak, semalam kamu mabuk."


"Pantas aja kepala gue pusing banget, ternyata gue mabuk. Tapi kok gue nggak tau ya kalo gue mabuk? Ini pasti kerjaannya si King. Awas aja lo King, gue balas lo entar" batin Bella.


"Nak"


"Eh, iya Bu" ucap Bella kaget.

__ADS_1


"Ibu tau pasti kamu pusing kan? Makanya Ibu bawain kamu teh hangat. Diminum ya nak" Lilis memberikan teh itu pada Bella. Lalu Bella segera meminumnya.


"Terima kasih ya Bu. Karna Ibu dan Bastian udah mau nerima aku tidur di sini. Pasti semalam aku ngerepotin kalian ya? Kalo iya, maafin ya Bu. Soalnya aku nggak tau kenapa aku bisa mabuk" ucap Bella.


"Kamu nggak ngerepotin kok nak" ucap Lilis membelai wajah Bella.


"Kalo gitu aku mau pulang dulu ya Bu, sekali lagi terima kasih untuk semuanya" ucap Bella.


"Sama-sama nak" ucap Lilis yang memeluk Bella.


Setelah itu, Bella pun keluar dari kamar. Di luar, dia berpapasan dengan Bastian yang sedang mencuci sepedanya.


"Hai Bel!" Kamu udah bangun?" tanya Bastian.


"Iya Bas. Makasih ya, karena kamu dan Ibu kamu udah mau nerima aku disini" ucap Bella.


"Iya Sama-sama. Oh ya, kamu Tunggu di sini ya aku mau ngambil sesuatu dulu" ucap Bastian berjalan ke dalam rumah. Tak lama dia pun kembali menemui Bella.


"Ini tas kamu Bel" ucap Bastian menyerahkan tas milik Bella.


"Oh iya. Makasih ya Bastian."


"Bella tunggu" cegah Bastian pada Bella yang akan pergi. Bella pun berbalik menghadap Bastian.


"Kenapa? Lo mau ngomong sesuatu sama gue?"


"Iya Bel. Aku mau bilang, kalo gue udah tau kalo kamu dan Feli saudara kembar" ucap Bastian membuat Bella terdiam. Lalu dia membalikan badannya.


"Aku mau bilang, kamu nggak seharusnya jadi kaya gini Bella. Dengan menjauh dari keluarga nggak akan bisa nyelesaiin masalah."


"Lo nggak tau apa-apa. Jadi jangan sok nasehatin gue. Ini hidup gue, biarin gue yang ngurus hidup gue sendiri" ucap Bella datar.


"Aku emang nggak tau apa-apa. Yang aku tau, Feli sama Bunda kamu itu sayang sama kamu. Jadi kamu harus kembali sama mereka dan perbaiki hubungan kalian. Kasian Bu Sari, Bella setiap hari dia terus saja mikirn anak-anaknya yang selalu bertengkar setiap hari. Bisa-bisa dia mati liat kalian ribut terus" ucap Bastian membuat Bella terpaku.


Perlahan Bella kembali melangkah meninggalkan Bastian. Baru beberapa langkah, sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Feli yang keluar dari mobil itu, segera menghampiri Bella lalu memeluknya.


"Kak, kamu kemana aja kemarin? Kenapa kamu pergi nggak bilang sama aku atau Bunda? Kalo Kak Bella marah sama aku gara-gara kejadian kemarin, aku minta maaf Kak. Tapi jangan bikin Bunda khawatir mikirin kamu" ucap Feli.


Bella tak menjawab, justru dia malah mendorong Feli untuk menjauh darinya., lalu masuk ke dalam mobil.


Feli yang melihat itu hanya menghapus air matanya melihat perlakuan Bella yang belum berubah. Dia pun mendekati Bastian yang sedang berdiri menyaksikannya.


"Terima kasih ya Bas, kalau nggak ada kamu aku sama Bunda nggak tau nasib Kak Bella selanjutnya" ucap Feli.

__ADS_1


__ADS_2