D Ganti

D Ganti
Adthya dan adnan


__ADS_3

"tidak tuan" jawab adthya


"jo bawa dia, beli seluruh perusahaannya atas nama Bianca jangan ada yang menerima nya bekerja dimanapun" perintah Andra


"sedang apa kalian disini" tanya Andra


"aku tertarik dengan perhiasan disini" jawab bianca


"pilih lah mau yang mana" ucap Andra


"saya mau yang ini, mbak ada kalung yang bisa tulis nama itu kan?" tanya Fenina


"ada mbak"


"saya mau 5 atas nama Bianca, fenina, reina. Atas nama reina di buat jadi 3 kalung" punya bianca


"baik mbak silahkan di ambil besok"


"baik"


"siapa reina apa gunanya kalung itu? Kenalan aku pada temanmu reina itu" pinta Andra. Mendengar ucapan Andra wajah Bianca langsung pucat. Dia pergi menemui rey


"dasar bodoh" tekak Fenina pada Andra sambil menyusul Bianca. Fenina menemukan Bianca di toko ponsel.


"sedang apa?" tanya fenina


"fen kirimkan pada mas ini foto kita bersama reina"

__ADS_1


"iya, emang buat apa sih?" tanya fenina penasaran


"aku pesan casing hp pakai foto kita" jawab Bianca penuh semangat. Sementara fenina hanya geleng geleng dengan tingkah sahabatnya itu. Setelah slesai mereka makan di semua restoran. Bianca tidak makan karena harus pakai tangan, sementara dia tidak bawa sarung tangan.


"cuci tangan dulu fen" perintah bianca


"iya" jawab Fenina sambil berdiri mencuci tangan. Setelah selesai cuci tangan Bianca mengelap tangan fenina dengan tisu basah dan menyemprotkan ansoseptik. Andra yang menyaksikan Bianca hanua melongo melihat Bianca yang begitu sensitif terhadap kebersihan.


Setelah selesai dengan ritual ritual sebelum makan milik Bianca Fenina pun makan dengan lahap dilihatnya Bianca tidak menyentuh makanannya sama sekali Menyuapi Bianca sesekali. Andra melihatnya cukup cemburu pasalnya Bianca tidak mau disuapi olehnya. Fenina tau bahwa Bianca tidak akan makan dari tangan yang menurutnya tidak steril. Bianca mengambil bubur milik keyn dam Menyuapi keyn.


Fenina memberikan kentang goreng pada keyn namun seperti biasa Bianca membersihkan tangan keyn dengan tisu basah dan antiseptik. Fenina hanya tersenyum karena dia tau alasan dari tingkah Bianca. Sementara Andra semakin penasaran dengan sosok raina dan tingkah Bianca. Setelah selesai makan mereka pulang namun tidak dengan Fenina.


"aku tidak ikut aku ada janji dengan pacarku adnan"ucap bianca


" ok"


Setelah pulang Bianca menidurkan kedua adiknya yang lelah bermain. Dia menemani Andra yang duduk di sofa. Andra memeluk pinggang Bianca dan menyadarkan bahu Bianca pada dadanya. Bianca hanya pasrah karena dia mulai terbiasa dengan tingkah Andra yang sedikit manja padanya. Bianca juga bingung dengan Andra yang dikenal kejam tetapi manja padanya.


**********


"bagaimana apa ada perkembangan?"


"untuk adiknya belum menemukan apapun. Sementara nona Bianca, seminggu yang kalau dia memutuskan Pacarnya dengan sepihak. Kemudian hari ini seorang pengusaha perhiasan membuat masalah dengan nya tuan muda pratama mengatakan bahwa nona Bianca adalah pacarnya. Tua muda pratama juga membeli perusahaan itu atas nama nona Bianca.


Sementara pria yang mengganggu nona Bianca adalah teman nona Bianca yang sedari SMA telah menyukai nona Bianca. Namun saat di sekolah nona tidak merespon sama sekali. Dia bahkan menampar nona Fenina berkali kali sma menjambak nona Bianca.


"dimana dia sekarang?"

__ADS_1


"sekarang dia sudah pindah rumah dan menjadi miskin"


"baiklah hancurkan dia, berani sekali menyentuh Bianca. Asasi terus lindungi dia. Satu lagi cari terus keberadaan adiknya"


"baik tuan"


**********


Hari sudah hampir malam. Hp milik Bianca bergetar nampak pesan dari Fenina.


"tolong aku di hotel xx cepat" pesan Fenina membuat panik Bianca dia langsung memanggil Andra yang berada di kamar mandi. Mereka bergegas menuju hotel yang ternyata milik Andra. Disana mereka leluasa melakukan apa saja. Andra berhasil menemukan kamar. Milik Fenina. Pengawal Fenina mendobrak pintu hingga pintu roboh dan terlihat Fenina sedang menangis dan berteriak. Andra memukul pria tersebut dan membawa Bianca dan Fenina ke mobil. Sementara sekretaris jo membawa pria tersebut yang merupakan pacar Bianca ke markas milik Andra.


Setelah sampai di rumah fenina menceritakan semuanya Bianca dan Andra. Andra mengepalkan tangannya mendengarkan cerita Fenina. Jujur dia sebenarnya menganggap Fenina seperti keluarganya meski mereka suka tidak akur. Bahkan bila dia tidak bertengkar dengan Fenina maka dia akan tidak nyaman pasalnya dia sudah terbiasa.


***


Flashback


"Hay ad " sapa Bianca pada kekasihnya itu


"Hay lama tak jumpa beb aku kangen" peluk adnan


"jalan jalan yuk " ajak adnan


"emmm"


Mereka pergi menonton sebuah film romantis yang terdapat beberapa adegan dewasa. Itu membuat nafsu adnan meningkat. Dia berusaha mencium Fenina namun Fenina menolak. Setelah selesai menonton mereka rencana pulang namun adnan tidak berfikir begitu. Dia ingin tidur dengan Fenina. Tubuh Fenina memang seksi namun dia tidak pernah melakukan hal hal yang merusak nama baik nya. Adnan berusaha menggoda Fenina namun tidak tergoda.

__ADS_1


Bahkan sampai adnan memindahkan tangan Fenina masa depannya milik nya. Fenina Langsung menarik tangannya kembali. Karena kesal adnan membawa Fenina ke hotel xx Fenina sudah merasakan dirawat buruk dia langsung mengirim pesan pada Bianca saat adnan dikamar mandi. Adnan berbohong pada Fenina bahwa dia ada janji dengan temannya di sebuah hotel untuk memperkenalkan Fenina pada temannya. Saat adnan keluar kamar mandi adnan hanya mengenakan jubah mandi.


Kemudian dia mendekat dan menindih Fenina. Fenina hanya memberi tak dan berteriak minta tolong. Namun adnan mengatakan bahwa ruangan itu kedap suara. Adnan mulai gila dia berusaha merobek pakaian Fenina namun Fenina sudah memukul ya. Kemudian dia menahan kuat kedua tangan Fenina dan berusaha mencium Fenina namun Bianca sudah datang dan menggagalkan rencananya.


__ADS_2