
"maju lah dan lihat"
"tidak usah! " ucap Bianca
"gitu aja takut gimana mau membunuh" ejek Andra
"aku tidak takut" ucap Bianca
"dasar bodoh" ucap Andra tersenyum
Seisi ruangan melihat bos mereka tersenyum semua heran, takut, dan senang
Pasalnya semanjak kamatian orang tuanya dia jarang tersenyum bahkan tidak pernah.
Andra mendekati pria yang diikat tersebut,diikuti Bianca di sampingnya.
"siram dia dengan air" perintah Andra
"kalungkan dia rantai dari leher tangan badan dan kaki" perintahnya lagi. Dia ingin menyiksa lelaki itu dengan cara ini. Karena bila di rantai tubuhnya akan berat karena dia ikat hingga terbang dengan tangan dan kaki yang terbuka lebar.
"aaaaaaaah" teriak pria itu merasakan sakit pada tangannya karena berat sehingga pergelangan tangannya seperti di tarik
"sakit ya?" tanya Andra pada pria itu. Sementara Bianca hanya diam menyaksikan itu.
"lepas rantainya dan cambuk dia" perintah Andra
"kejam sekali kau" kritik Bianca yang langsung di tatap sinis oleh Andra. Setelah 30 menit di cambuk tampak luka luka di tubuh pria itu hingga berdarah
"maaf kan a ku"ucap pria itu menahan sakit
"tidak mungkin aku tidak pernah memaafkan" ucap Andra
"tuan ampun saya tuan maaf kan saya" teriak pria itu menohon mohon
"siram dia dengan air garam"
"aaaaaaarrrgghhhhhhhhh" teriak pria itu merasakan perih luar biasa pada kulit nya yang luka karena di cambuk
"sadis" gumam Bianca pada dirinya sendiri
"ini biasa aja mau lebih serem?"tanya Andra dengan pede karena iya mengira Bianca sedang memuji jiwa iblisnya
" tidak usah"ucap Bianca sambil memegang tangannya sendiri
"tuan ampun saya tuan" teriak pria itu
"brisikk skali kau Petra suara mu tidak enak di dengar berhentilah berteriak" ucap Andra dengan santai. Lalu iya berbalik menuju kursi, mendudukkan Bianca di sampingnya
"tuan tuan maaf kan aku" teriak petra pria itu
"potong saja lidah nya dia brisikk sekali" perintah Andra. Bianca Sontak melotot mendengar perintah andra yang sangat kejam.
anak buah Andra menaiki tangga kecil didepan petra dan memaksa petra membuka mulutnya dan tersobeklah mulut petra hingga dia berteriak kesakitan. Kesempatan itu lah anak buahnya memotong lidah ya. Keluar darah bercucuran dari mulut petra.
"hey lihat lah dia" pinta Andra pada Bianca sambil menunjuk Petra
"tidak "jawaban Bianca membuat andra tertawa. Sontak seluruh anak buah nya kaget dengan sikap bos nya itu yang tidak pernah tertawa se senang itu
" ada apa dengan boss? "tanya salah seorang ank buah
" entahlah mungkin dia mendapat cinta dari wanita itu! "jawab teman di sebelah nya
" semoga tuan bisa senang terus "ucap anak buah nya secara bisik bisik
" kalau kau takut ngapain ikut? "tanya Andra sambil senyum senyum
"aku tidak takut "jawabnya tidak mau kalah
"kalau begitu lihat dia"
"baik"
" cabut kuku kaki kirinya"printah andra. Andra menyiksa petra hingga petra pun ingin mati tapi tidak bisa. Setelah petra meninggal badannya dilempar ke kandang harimau yang di pelihara Andra.
__ADS_1
Iya melihat Bianca yang sudah tertidur pulas di bahu nya, dia pun tersenyum. Namun dia bertanya tanya. Mengapa Bianca mirip sekali dengan adiknya liana.
Dia melihat setiap inci wajah Bianca sama seperti liana mirip Sekali bedanya liana lebih takut dari dia tidak suka membantunya menyiksa orang.
Andra menggendong Bianca ke mobil dan mengantar ya pulang. Setelah sampai di rumah Bianca di antar kemarnya. Bianca bangun saat malam hari dan melihat dia berada dikamar ya dia sedikit kaget. Dia mencium aroma sedap dari luar kamar. Dia keluar kamar mandapari makanan lezat sudah ada di meja.
"siapa yang buat?" Tanya Bianca pada Rey
"saya"ucap Rey
Karena sudah lapar Bianca melahap makanan nya dengan segera. Terlebih masakan Rey termasuk enak. Setelah makan Bianca meminjam hp Rey tetapi ternyata Rey tidak memiliki hp. Iya pun mengajak Rey keluar. Lalu dia pergi kekamar mengganti baju. Dia melihat cek yang di berikan Andra tadi siang. Mata nya melotot melihat nominal di cek tersebut
"gila banyak banget sampai tua pun gk abis nih duit 10M kapan abis nya?" gumam Bianca pada dirinya sendiri. Bianca kaget serta bingung pasalnya di lewari dia juga memiliki uang yang terbilang tidak sedikit. Dia pun memasukkan uang itu ke ransel nya dan membawa cek dari Andra. Saat keluar dari kamar Rey menghampirinya.
" nona ini tadi pas mu pergi ada ibuk ibuk datang katanya ini gaji Bu Risa bulan ini" ucap rey
"oh iya" jawab Bianca cuek
Saat di mobil iya duduk di belakang karena Rey yang nyetir. Dia melihat gaji ibu nya yang terbilang tidak sedikit. Dia pun kaget dengan gaji bu Risa yang tidak sedikit. Karena uang segitu cukup untuk Bu Risa membeli rumah yang layak.
Sesampainya di sebuah bank Bianca masuk dan membuat rekening agar aman.
Setelah semua proses selesai iya pergi ke counter hp untuk membeli hp. Iya membeli Hp untuk rey serta dirinya. Setelah selesai mereka pulang dan Bianca langsung menelepon sahabatnya Fenina, dan menceritakan semua kajadian semenjak dia pergi. Fenina kaget dan tak nyangka bahwa BU Risa meninggalkan Bianca begitu cepat mereka mengobrol hingga larut dan akhirnya tertidur bersama
Esok harinya Bianca hanya memikirkan suatu hal yang membuatnya mengubah sikapnya 180 derajat. Bianca mengingat pada hari itu adalah hari kematian seseorang yang amat berharga baginya. Bianca mengganti pakaiannya dan memanggil Rey untuk mengantar ya ke salah satu panti asuhan di kota itu.
"reeey!" panggil bianca
"iya nona?" jawab rey
"antar saya ke panti asuhan" pinta bianca
"baik"
Setelah sampai di panti asuhan Bianca menyodorkan uang sejumlah 100 jt untuk di donasikan pada anak anak yatim piatu di sana.
"trimakasih ya atas donasinya, atas nama siapa mbak?" tanya salah seorang penjaga panti untuk mengisi data donasi
"baik trimakasih sekali lagi untuk mbak Reina"
"sama sama, boleh saya lihat lihat?" tanya Bianca yang penasaran akan isi panti
"boleh mbak mari saja anter"
Bianca mengikuti Langkah penjaga panti yang mengantar ya melihat lihat. Taklama iya mendengar tangis seorang anak di sebuah ruangan. Bianca penasaran dengan anak itu. Bianca masuk ke ruangan itu dan melihat seorang anak sedang menangis dan beberapa penjaga panti sedang bingung bagaimana mendiam kan anak tersebut.
Bianca menggendong anak itu dan menepuk nepuk pundak ya. Taklama anak itu tertidur di pelukan Bianca. Anak itu kira kira berusia 2 tahun.
"masyaallah, dia diam dipelukan mbak" salah seorang penjaga yang sedari tadi berusaha mendiam kan anak itu
"kenapa dia nangis?" tanya bianca
"kami tidak tau mbak, anak ini kami temukan 2 hari yang lalu di depan pintu panti. Anak ini kami temukan dengan baju yang kotor, anak ini juga kami temukan bersama kembarannya" jelas penjaga panti
"apa saya bisa adopsi mereka menjadi adik saya?" tanya Bianca yang sudah terlanjur suka pada anak itu
"bisa mbak"
"Rey atur semua surat surat Pengadopsian" perintah Bianca
"baik"
"siapa nama mereka?" tanya Bianca
"kami belum tau mbak" jawab penjaga anak itu
"boleh saya yang kasih nama?" tanya Bianca
"boleh mbak"
"yang perempuan saya kasih nama Keyla Aurelia, sedang kakak laki laki ya saya beri nama Keynzo Aurelia
Taklama surat surat telah slesai di urus Rey, namun hanya Pengadopsian dia tas kertas tidak melalui hukum. Setelah semua selesai di urus Bianca pulang membawa 2 anak yang imut.
__ADS_1
"kita beli perlengkapan anak dulu" ucap Bianca yang tertuju pada rey
"baik"
Taklama sampai ah mereka di salah satu toko perlengkapan anak. Bianca membeli banyak baju untuk key dan keyn. Sesampainya di rumah Bianca menidurkan mereka di kasurnya.taklama Bianca pun tertidur disebelah mereka.
Hari berlalu Bianca terbangun pagi sekali. Dia membuat bubur untuk adik adik baru nya. Kemudian membawanya ke kamar dan meletakkan ya di atas meja. Bianca senang memiliki anak anak di rumahnya, pasalnya dia selalu kesepian. Dia memandang wajah adik adiknya yang sedang tertidur. Tak lama keyn bangun dan tersenyum saat melihat wajah Bianca.
Bianca senangnya bukan main, melihat adik nya tertawa saat melihatnya. Dia bermain dengan adiknya itu dan tersenyum. Taklama Bianca menyuapi bubur pada adik nya itu. Taklama menyuapi keyn, key terbangun dan menangis. Sontak Bianca panik dan menggendong key dan menghiburnya. Bianca mulai tenang saat key juga mulai tenang. Bianca menyuapi bubur pada kedua adiknya secara bergantian.Tiba tiba pintu kamar Bianca Terbuka.
"anak siapa ini?" tanya orang yang masuk ke kamar Bianca
"adik ku" jawab Bianca singkat keren dia tau siapa yang masuk. Karena pintu kamarnya hanya bisa dimasuki oleh orang yang sirik jari nya terdaftar di gagang pintu
"sejak kapan punya adik kok aku gak tau" tanya Andra
"kemarin" jawab Bianca singkat
"dari mana?"
"adopsi"
"kau gila? Segitu kesepian ya kau sampai mengadopsi anak orang" ucap Andra . Bianca tak menjawab ucapan Andra sama sekali. Itu membuat Andra kesal
"hei aku sedang bicara dengan mu" teriak Andra kesal membuat key menangis
"aku terlanjur sayang dengan mereka kemarin, berhentilah berteriak mereka sudah menangis" jawab Bianca datar
"terserah kau"
Bianca melanjutkan aktifitas ya bersama adik kembar ya itu. Bianca terlihat senang saat bermain dengan adik adik nya. Anda yang melihat senyum Bianca pertama kali cukup senang.
"saat tersenyum kau semakin mirip dengan lian" gumam Andra dalam hatinya
Hari sudah malam Andra kembali ke rumahnya. Bianca melanjutkan aktifitas ya,menidurkan adik adikny, berkemas, bersih bersih. Setelah selesai melakukan aktifitas ya Taklama Fenina menelepon Bianca.
"Hay beb apa kabar" sapa Fenina pada Bianca
"baik" jawab Bianca singkat
"lagi apa?" Fenina
"menidurkan anak" jawab Bianca datar
"what?? Anak?? Kau hamil? Anak siapa? Adwin ya? Tau majikan Bu Risa?" tanya fenina heboh
"adopsi jadi adek di panti" Bianca
"ooohh kirain anak mu" Fenina
"hem"
"biii, aku mau kesana besok" ucap Fenina manja
"ok" jawab Bianca
"kok gk kaget sih aturannya kaget dong"
"waaahhh kmu mah kesini aku kaget sekali" jawab Bianca pura pura kaget
"wahahahah, gk lucu" tawa Fenina lalu kesal
"sudah lah besok kabari aku biar ku jemput"
"tidak usah ayah sudah mengatur semua" Fenina
"ok, ucapkan salamku pada ayah"
"ok boss, good night muaaach" ucap Fenina
"bye"
Setelah selesai berbincang dengan Fenina Bianca naik ke atas ranjangnya. Bianca tidur puas bersama kedua adik nya.
__ADS_1