D Ganti

D Ganti
Kabar baik


__ADS_3

"kaakkkk" tangis Fenita keras membuat security dan recepsionis tadi gemetar


"ada apa dek? Mengapa menangis?, kalian semua saya pecat" ucap Fendy lantang


"pak maaf pak kami tidak tau kalau nona ini adik bapak dia membawa senjata tadi" ucap security


"kak aku bertemu mas Andra dia memeluk ku aku sudah mengatakan padanya aku mencintainya aku juga bilang aku akan kembali bila urusan kita telah selesai aku tidak mengatakan apapun tentang kakak" jelas Fenita memeluk Fendy


"dekk sudah lah jangan bersedih lagi ini sudah takdir ya, bila kau ingin kembali maka....." ucap Fendy terpotong


"dek bangun dek" teriak Fendy membangunkan Fenita yang pingsan


"siap kan mobil" teriak Fendy pada Alan


Fendy membawa Fenita menuju rumah-sakit terdekat. Disana Fendy sudah seperti kesetanan memanggil dokter.


"bagaimana keadaan adik saya?" tanya Fendy teriak


" Dia hanya terlalu lelah dan mohon untuk diatur pola makannya" ucap Sang dokter tersenyum


"mohon maaf pak saya ingin menyampaikan sesuatu"


"silahkan"


"kondisi fisik Nona Nita sangat lemah, saya harap bapak dapat mengendalikan emosi ya agar selalu senang dan menjaga pola makannya, saya akan memberikan beberapa resep vitamin itu akan membantu Nona Nita"jelas dokter


"baik trimakasih dok"


Fendy langsung masuk ke ruang sang adik, melihat sang adik tertidur mengingatkan ya pada ibunya yang sampai saat ini tidak di ketahui. Taklama Fenita bangun dengan memegang kepalanya. Dipandang ya sekeliling dilihatnya seorang pria duduk di sampingnya dengan mata terpejam.


"kak" panggil Fenita serak


"kamu sudah sadar?"


"kak kepala aku sakit"


"iya bentar ya kakak panggilan dokternya"


Fendy langsung berlari keluar memanggil dokter. Dokter yang menangani Fenita hanya bisa geleng geleng dengan Fendy yang panik. Dokter langsung memeriksa fenita.


"bagaimana adik saya?"


"dia sudah tidak apa apa sebentar lagi sudah boleh pulang, dan ini vitamin nya"


"terima kasih"


"dek mana lagi yang sakit?" tanya Fendy memegang pipi Fenita


"tidak ada, kak aku kenapa?" tanya Fenita


"kak bagaimana ini? Urusan kita saja belum siap aku tidak akan bisa membantu jika kondisi ku begini"


"dek kau tau kakak sudah pergi ketempat itu tapi mereka sudah lebih cepat memindahkan papa dan mama ketempat lain" ucap Fendy jujur


"kenapa kakak tidak mengajak ku?"


"hanya kamu yang kakak punya dek bila kau ikut aku akan cemas bila kau tidak ikut aku masih ada dirimu yg bisa mengurus perusahaan ku dan membantu Liana jika aku tidak selamat"


"kakak tidak bisa berbicara seperti itu"


"yaudah kamu siap siap abis ini kita pulang"


"hem"


Fenita langsung bersiap untuk pulang. Fendy menebus vitamin untuk Fenita. Sesampainya di rumah Fendy langsung membaringkan Fenita yang sudah tertidur dimobil sedari tadi.


Fendy merasa kasihan pada adiknya. Dia mencium kening fenita dan tanpa sadar mengeluarkan air mata. Setelah puas memandang wajah sang adik dia pun kembali kekamar ya.


Melemper tubuhnya diatas kasur, memandang langit langit kamar. Dia masih tak rela bila adiknya itu kembali pada Andra lama memikirkan itu Fendy pun tertidur.


***


Pagi sudah tiba matahari sudah muncul. Fenita terbangun dari tidurnya dengan mata sedikit bengkak. Fenita yang mengingat semua kejadian tentang dia diikuti oleh Dikan dia pun sudah tak mau menutupi jati dirinya.


Ponsel fenita berbunyi


"apa ini fenita?" tanya pria dibalik telfon


"iya saya sendiri ini siapa ya?" tanya Fenita


"sayang" panggil Andra sambil menangis


"mas kamu kenapa?" tanya Fenita panik mendengar suara Andra


"kamu dimana? Aku merindukanmu" ucap Andra menangis


"mas aku ada kabar untuk mu begini saja nanti siang kita bertemu aku akan mengirimkan alamatnya pada mu aku akan menyampaikan sesuatu pada mu, sekarang kamu makan ya syang kau bersiap lah dan berdandan lah yang ganteng aku tidak mau punya suami jelek" ucap Fenita menangis haru mendengar suara yang amat dirindukan


"baik aku akan merapikan diri ku, aku akan makan" ucap Andra bersemangat


"baiklah aku akan pergi dulu Sampai jumpa nanti" ucap Fenita mematikan telfonnya

__ADS_1


Fenita kembali menuju kamar-mandi merendahkan dirinya didalam bethtub. Sekitar setengah jam fenita keluar dari kamar mandi. Mengenakan pakaian yang terbilang dibawah sederhana. Fenita sudah tidak mau lg menutupi jati dirinya karena kakak nya sudah gagal, terlebih Andra sudah bertemu dengan dirinya namun dia masih tetap harus menutupi jati dirinya sebelum fenika tinggal dengannya. Fenita memakan sarapan ya dengan lahap. Fendy yang melihat itu cukup senang.


"kak tolong siapin pendaftaran kuliah untuk Fenika biar satu kampus sama ku sekalian sama pergantian namanya, aku nanti mau ketemu mas Andra buat blg semua aku gk mau menuruti perasaan ku lagi" ucap Fenita sambil minum


"loh kok dadakan sih dek? Tapi gapapa kakak akan dukung semua keputusan kamu kalau ada apa apa telfon kakak aja nanti kakak akan suruh Rey urus semua"ucap fendy sedikit tidak rela


"trima kasih kak "


"yaudah aku berangkat" sambung Fenita mencium pipi sikembar


Fenita mengendarai motornya menuju kampus. Diperjalanan dia bertemu dangan Nardo yang mencoba mengerjai Fenita namun Fenita lebih pintar darinya sehingga Fenita sudah duluan sampai di kampus.


Seperti biasa fenita menuju perpustakaan sebelum kelas dimulai. Lagi lagi dia bertemu dengan pria yang sempat menabrak ya diperpustakaan. Dia menyapa Fenita namun tidak di respon.


"hay nama ku Aldo. Kamu Nita kan? Kita pernah ketemu lho" ucap aldo sok akrab


Sementara Fenita hanya menatap ya kemudian kembali membaca buku. Aldo yang merasa di cuekin pun tidak menyerah.


"kamu kenapa pakai masker terus? Kamu sakit?" ucap aldo. Namun tak di jawab oleh Fenita


"kamu gk bisa ngomong ya?" tanya Aldo ragu


"bisa" ucap fenita singkat


"ko gk jawab pertanyaan aku?" tanya Aldo lagi


"gk penting" ucap Fenita meninggal kan Aldo karena berisik


Fenita langsung menuju kelas dan memulai kelas. Sudah waktu istirahat Fenita hanya di kelas membaca Novel.kelas berikutnya dimulai Fenita selalu fokus saat kelas.


Setelah kelas Fenita langsung pergi menuju tempat dia dan Andra janjian. Terlihat d sana sudah ada andra dengan penampilan rapi tidak acak acak seperti kemaren. Fenita melihat itu tersenyum.


Fenita duduk di depan sang suami. Andra melihat Fenita dari atas hingga bawah marasa ada sesuatu yang aneh karena kemaren Fenita mengendarai mobil mewah dan berbelanja. Namun hari ini baju nya seperti baju bekas


"kamu kenapa liatin aku?" tanya Fenita penasaran


"aku merindukanmu" ucap Andra berdiri memeluk Fenita yang duduk didepannya


"aku juga" ucap Fenita membalas pelukan Andra


"kapan kau akan kembali?" tanya Andra melepas pelukan


"aku tidak mau tinggal serumah dengan Fenina" ucap Fenita


"mengapa?" tanya Andra


"aku sangat membenci ya, dia bukan sahabatku lagi"


"belom"


"pesan lah dulu, aku tak mau kau kelaparan"


"hem"


Kemudian Andra memanggil pelayan. Fenita memesan makanan yang tidak sama seperti biasa porsi ya terbilang besar karena dia sedang sangat lapar.


"apa segitu kelaparan ya kau hingga memesan porsi besar?" tanya Andra nenegang kedua pipi fenita


"tidak juga, mungkin karena aku sudh biasa makan banyak"


Mendengar jawaban Fenita andra semakin bingung


"selama ini kau tinggal di mana?"


"rumah" jawab Fenita menyeruput minuman Andra


"aku tau sayang tapi rumah siapa?"ucap Andra mencubit pipi Fenita yang mulai tembem


"di rumah kakak" jawb Fenita membuat Andra semakin bingung


"kakak? Sejak kapan kamu punya kakak?" tanya Andra heboh


"aku akan cerita nanti tapi tidak d sini" ucap Fenita menggengam tangan Andra


"kabar apa?" tanya Andra


Sebelum Fenita sempat berbicara makanan Fenita telah tiba, Fenita membuka maskernya dan makan dengan lahap karena Fenita Fenita hanya makan roti saat sarapan tadi.


Andra yang melihat Fenita makan dengan lahap pun senang. Fenita melahap semua makanan yang ia pesan. Sesekali dia juga menyuapi Andra. Andra kaget dengan perubahan sikap Fenita yang dulu dingin sekarang sudah mulai banyak bicara.


Fenita tidak pernah menaggilnya sayang dan menyuapi ya namun setelah bertemu kembali, Fenita seperti orang lain banyak bicara dan sedikit manja. Andra yang penasaran ingin bertanya tapi dia tatap sabar hingga fenita bercerita nanti


"sudah kenyang?" tanya andra senyum


"sudah, sayang hari ini aku ingin jalan jalan dengan mu" ucap Fenita tersenyum manja


"ayok kalau begitu. Kau ingin kemana? Aku akan menemani mu" ucap andra membayar tagihan


"aku ingin jalan jalan saja tidak tau mau kemana"


"kalau begitu aku akan membawa mu belanja kau harus menghabiskan uang ku" ucap andra sombong

__ADS_1


"ok bos" jawab Fenita hormat pada andra


Fenita meminta anak buah Fendy untuk mengambil motornya di kafe. Sementara dia ikut dengan mobil andra. Andra membawanya kesebuah mall. Andra menggandeng Fenita dengan mesra.


Fenita yang sudah sering bersikap manja pada Fendy pun mulai bersikap manja pada Andra. Selama ini Fenita baru menyadari betapa besar cintanya pada Andra.


Andra membawanya kesalah satu toko perhiasan. Disana Andra membelikan 3 pasang perhiasan untuk Fenita dan liana.


"sayang, kakak sudah mengurus pemindahan kampus liana. Kakak juga sudah mengurus pergantian nama liana menjadi fenika!" ucap Fenita


"kau akan membawa lian...eh fenika pergi dari ku?" tanya Andra sedih


"tidak, aku akan membawa mu juga, mana mungkin aku membiarkan kakak mengurus kami berdua, kan kasihan."


"jadi kau tidak kasihan dengan ku?"


"tidak, aku tau kau senang bila mengurusku" ucap Fenita tersenyum melihat Andra.


"iya iya aku senang dengan mu"


Sebenarnya Andra masih sangat penasaran dengan Fenita tapi dia tidak brani bertanya dia takut Fenita akan meninggalkannya lagi.


Andra membelikan banyak sekali baju, tas, sepatu bahkan hingga mobil milik Andra tidak dapat menampung belanjaan mereka. Hari sudah mulai malam. Fenita membawa Andra menuju rumah Fendy. Ditengah perjalanan ponsel milik Fenita berbunyi. Fenita menggunakan mode speaker Agar Andra tidak penasaran Fenita tau Andra sudah sangat penasaran hanya dia tidak berani bertanya


"halo kak"


"kamu smaa siapa? Kok motor udah di rumah?" tanya fendy panik


"aku dengan mas Andra ini lagi perjalanan pulang, oia kak mas Andra boleh tinggal dirumah?"


"dek dek, gk perlu ijin bawa saja dia asal adik kakak bahagia semua kakak berikan"


"terima kasih kak"


"yasuda hati hati di jalan"


"iya"


Sambungan telfon terputus. Fenita menatap Andra yang sedari tadi memandangi ponsel Fenita.


"itu kakak mu?" tanya Andra


"iya, kami sudah melakukan tes DNA dan hasilnya kami memang saudara" malas Fenita pada Andra


"sepertinya dia sangat menyayangimu"


"tentu saja, dia bahkan sangat memanjakan ku hehe" ucap Fenita cengegesan


"jadi aku tidak memanjakan mu?"


"astaga mas itu kakak aku kamu cemburu buat apa?"


"kamu lebih mesra padanya ketimbang aku" ucap Andra memeluk Fenita


"sayang, aku sejak lahir belum bertemu dengan kakak kandung ku. Sekarang kami bertemu disaat aku sudah dewasa tentu aja dia memberikan kasih sayangnya sebagai kakak yang selama ini tidak dia berikan pada adik adiknya" jelas Fenita


"huufh" desah Andra pasrah, karena yang dikatakan Fenita ada benarnya


Fenita menunjukkan jalan pada Max yang mengendarai mobil. Kini mereka sudah berada didepan gerbang rumah yang sangat mewah. Seorang penjaga datang meminta laporan. Ketika melihat wajah Fenita penjaga itu langsung menunduk dan membuka gerbang.


"selama ini kau tinggal dirumah yang mewah tapi pakaian mu seperti ini" ucap Andra


"aku sengaja memakai ini bila kekampus"


"apa kakak mu itu tidak melarang mu?"


"tidak dia selalu mengabulkan keinginanku, dia tidak tega melarang ku" mendengar itu Andra hanya bisa diam. Kini mereka sudah berada didepan pintu rumah itu.


Fenita membawa Andra menuju ruang keluarga. Fenita juga meminta pelayan menyuguhkan minuman untuk Max dan Andra. Sementara Fenita memanggil sang kakak.


"kak"


"sudah pulang? Ada apa?" tanya Fendy sambil bermain dengan sikembar


"mas andra dibawah, kakak saja yang bercerita aku capek"


"yaudah tunggu sebentar kamu suruh Rey sama Amara saja buat nemenin mereka. Kakak mandi dulu"


"iya deh"


Fenita langsung menuju kamar Rey dan meminta pasangan itu menemani Andra. Sementara Fenita memutuskan untuk kekamarnya dan mandi. Rey yang mendengar perintah Fenita pun turun menemani Andra.


Andra yang melihat Rey dan Amara pun kaget. Karena mereka sudah menghilang semenjak Fenita diculik.


"kenapa kalian disini?" tanya Andra mengintrogasi


"tentu saja d sini, tuan ku tinggal disini" ucap Rey duduk disita sebelah andra


"apa maksud mu?"


"biar tuan ku yang menjalankan nanti"

__ADS_1


Mendengar jawaban Rey,andra hanya bisa diam. Andra mulai membuat asumsi sendiri. Dia juga memikirkan siapa kakak dari adik dan istrinya. Namun dia tetap bersabar menunggu sosok yang ditunggu.


__ADS_2