
"kalau begitu ayo"ucap mereka bertiga menarik Falda
"eeeehhh pelan pelan, tangan ku sakit"ucap Falda mengeluh
"ehh, iya maaf maaf"ucap mereka meminta maaf
"maaf ya kami terlalu bersemangat, aku tidak pernah berbelanja bersama orang lain selain dengan Fenika dan Amara."jelas Fenita
"iya tidak apa apa"
Akhirnya mereka berjalan seterti biasa dengan berpegang tangan bagaikan anak tk. Sampailah mereka didepan mobil masing masing. Falda yang melihat mobil super mewah pun melihat dengan tabjuk.
"waaaah, ini mobil kalian? "tanya Falda
"iyah"jawab Amara mencari kunci mobilnya di tas, begitu juga Fenika, dan Fenita
"keren yah"ucap Falda
Fenita yang sudah menemukan kuncinya di balik buku buku miliknya, membantu Amara mencari kunci mobilnya yang hilang.
"kamu taruh d mana kuncinya? "yanya Fenika yang dari tadi menunggu Amara dan Fenita
"lupa ka"ucap Amara
"aduuh gimana nih? "ucap Amara takut suaminya marah
Tiba tiba mobil milik Amara berbunyi menandakan ada yang membuka kunci mobil miliknya. Taklama datang segerombolan perempuan yang membawa kunci mobil Amara.
"minggir, gw mau lewat"ucap wanita yang peling depan
Fenita, Fenika, Amara, Falda hanya terdiam melihat apa yang bisa di lakukan para wanita itu pada mereka. Falda yang sudah takut terlebih dulu sudah berdiri di belakang Fenita. Berbeda dengan Fenita, Fenika, dan Amara mereka tidak takut sama sekali.
"ngapain kalian pegang pegang mobil gue? "tanya wanita paling depan tadi bernama Tiara
"mobil mu dari hongkong, ini tu mobil gue"ucap Amara memukul bagian depan mobilnya
"mimpi lo? Jelas kuncinya sama gue ya mobil gue lah. Dengar ya meskipun kalian kaya kekayaan kalian tidak ada apa apa nya dengan kekayaan gue, bokap gue orang terkaya ke tiga di kota Ini"ucap Tiara bangga
*flash back*
Tampak suasana kesal sangat sepi, seorang gadis dengan rambut panjang baju mewah tengah jalan mengendap endap menuju sebuah meja di bagian tengah kelas.
Gadis itu mengambil sebuah barang dari salah satu tas yang berada di kelas itu dan berlari kembali menuju mejanya. Taklama datang lah Amara mengambil tas nya dan pergi tanpa memeriksa isi tasnya
*flashoff*
"masih nomor tiga belum dua apa lagi satu"ucap Fenika emosi
"heh jaga mulut lo ya, mobil gini hanya mampu d beli oleh orang terkaya peringkat 3 keatas, dan lo tau orang terkaya kedua memiliki seorang adik yang kuliah di luar negri dan pertama itu tidak memiliki keluarga jadi kalian pasti tidak mampu kembali mobil dengan harga segini. Paling kalian hanya menyewa"ucap Tiara sombong
"meskipun keluarga mu memiliki kekayaan belum berarti kau bisa mengambil milik orang, setauku orang yang berpendidikan tidak akan mengambil milik orang lain, apa namanya itu? "ucap Amara menyindir
"pencuri"ucap Fenika dan Fenita kompak
Keributan yang mereka buat membuat banyak mahasiswa yang menonton keributan itu, ada yang berfikir bahwa Fenita dan yang lain tidak lah kaya.
"ppplaaakkk, brani banget lu menghina gue"ucap Tiara menampar Amara
"plaak, plaak"Fenita menampar balik Tiada pada kedua pipi mulus miliknya
"brani banget lu nampar gue"
"kau pikir kami akan takut dengan mu? Akan kupastikan keluarga mu bangkrut, kau tunggu saja. Kau akan bertekuk lutut dengan ku"ucap Fenita
"lo pikir gue takut smaa ancaman lo yang gak mungkin terjadi Itu"ucap Tiara melipat tangannya di dada
"Nita, udah donk dia tu emang gitu, jangan di ledenin"ucap Falda takut
"aku pasti memaafkan ya kalau dia tidak memukul keluarga ku, tapi terlambat dia sudah menampar Amara yang artinya menampar kakak ku!"ucap Fenita geram
*plak, plak, bug*Fenita menampar dan menentang perut Tiara
"jangan pernah kau sentuh barang yang bukan milik mu"triak Fenita melepas maskernya dan membuangnya
"sebaiknya kau pergi dari sini atau kau akan mati di tangan kakak ku, aku tidak ingin kau menjadi korban selanjutnya"ucap Fenika pada Tiara
Bukannya takut Tiara malah semakin menjadi jadi. Tiara mengambil ponsel nya menelfon ayahnya dan memutar balikan fakta. Ayahnya yang mendengar putri satu satunya telah di tampar oleh orang pun langsung murka dan menuju kampus.
Di kampus para dosen pun takut untuk melerai dikarenakan dia tau bahwa Fenika dan Fenita memiliki kekuasaan yang sangat berpengaruh yaitu adik dari seorang Andra pengusaha terkaya kedua dan Fendy pengusaha terkaya pertama di kota itu.
__ADS_1
Tak sampai 30 menit ayah Tiara pun datang dengan mata yang sudah sangat murka, dia menatap anaknya. Dan bertanya siapa yang berani menampar anak kesayangannya itu.
"siapa yang berani menampar putri ku? "ucap ayah Tiara murka
"aku, kenapa? Masalah? Dia mengambil barang adik ku maka itu balasannya"ucap Fenita berani membuat beberapa mahasiswa tabjuk dengan keberanian Fenita
"brani ya kau, apa orang tua mu tidak mengajari mu sopan santun pada orang tua? "ucap ayah Tiara membuat Fenika, dan Fenita semakin emosi
"orang tua? Kalau begitu kukatakan padamu, aku tidak pernah bertemu orangtuaku aku tumbuh tanpa orang tua ku, dan yah betul orangtua ku tidak mengajari ku bahkan tidak bertemu dengan ku"ucap Fenita dengan mata berkaca kaca namun keberanian ya tidak berkurang
"ternyata yatim piatu, pantas saja kurang ajar"ucap ayah Tiara mengusap pipi putrinya
"plaak"Fenita menampar ayah Tiara
"kurang ajar, tangkap dia"ucap Ayah Tiara pada anak buahnya untuk menangkap Fenita
Fenita yang sudah sangat mahir bela diri langsung mengajar semua anak buah Ayah Tiara. Semua yang menonton merasa tabjuk dengan keahlian bela diri Fenita yang sangat lincah, tapi tidak dengan keluarga Tiara mereka sangat murka.
*plak*Tiara menampar Fenita secara tiba tiba membuat Fenita tidak menyadari bahwa ia akan di tampar oleh seorang Tiara.dengan cekatan Fenita menarik rambut panjang Tiara lalu mengambil pisau kecil di balik baju nya dan memotong ya hingga rambutnya menjadi sangat sangat pendek seperti seorang laki laki.
Tiara yang merasa rambutnya yang tidak panjang lagi langsung melihat Fenita yang memegang rambut panjang Tiara dan sebuah pisau kecil pun menangis marah dan malu.
"aaaayaahhh"tangis Tiara
"brani skali kau kau tau betapa mahal ya rambut anak ku"ucap ayah Tiara
"maaf pak, aku tidak tau bahwa rambut seorang pencuri bisa mahal" ucapan Fenita itu membuat banyak mahasiswa tertawa terbahak bahak ada juga yang mulai tidak suka dengan kesombongan Fenita
"kau"ucap ayah Tiara hendak menampar Fenita namun di tahan oleh Amara
"percaya lah kalian sudah membuat masalah pada orang yang salah"ucap Amara
"menyingkirlah, aku tidak takut dengan ancamanmu"ucap Ayah Toara mendorong Amara hingga jatuh
"kalian sudah keterlaluan, akan ku"ucap Fenika terpotong
*romeo save me some we(dering ponsel Fenika)
"halo kak"
"dek kalian di mana? Kok ponsel Nita dan Amara tidak ada yang menjawab" tanya Fendy di balik ponsel
"*****tunggu kakak deh, kakak akan segera kesana*****" ucap Fendy khawatir
* tut tut tut
"minta maaf lah atau kalian akan menyesal"ucap Amara
"siapa kau? Aku tidak pernah meminta maaf"ucap Ayah Tiara
"ayah, aku tidak terima rambut ku di potong begitu saja. Ayah potong juga rambut wanita gila itu"triak Tiara
"iya nak, tunggu yaa sayang ayah pasti akan memotong rambut mereka"ucap Ayah Tiara menenangkan Tiara
"mau rambut kami? Tidak bisa kau harus membayar mahal dulu"ucap Amara
"hanya rambut kalian aku harus membayar mahal? Lalu bagaimana rambut naank ku? Apa kalian harus membayar ya juga? "tanya aayah atiara tersenyum kemenangan
"kami sudah membayarnya, dia menampar ku 2x,mencuri kunci mobil adik ku, menampar adik ku juga, itu sudah sangat mahal. Kau tau pipi ku sudah menghabiskan hampir 5 miliar untuk perawatan dan dia merusak ya, kau tau adik ku ini Amara dia sudah hampir menghabiskan 2 miliar untuk perawatan, dan kunci mobil yang dia curi kau tau merapa harganya? 15 miliar!, untuk rambut anak mu yang sudah hampir rusak dan kering seperti ijuk itu hanya d hargai 2 juta dan kau memiliki utang sangat banyak pada kami"ucap Fenita membuat banyak orang kaget
"cih 5 miliar? Perawatan? Kurasa kau tak akan sanggup memiliki uang segitu banyak"ucap ayah Tiara meremehkan Fenita
"bagaimana bila dia sanggup"ucap Fendy berjalan menuju Fenita
"Tuan Fendy, Tuan Andra, ada apa kalian kemari"ucap Ayah Tiara sopan
"ini tempat umum apa kami tidak bisa kemari?"tanya Andra
"tentu bisa tuan"jawab Ayah Tiara sopan
"ada apa ini? "tanya Fendy
"begini tuan 4 gadis ini menuduh anak saya mencuri kunci dan mobil nya lalu dia menampar anak saya dan memotong rambut anak saja seperti itu"ucap Ayah Tiara
"benarkah? "tanya Andra pada Fenita
"sayang dia berbohong"ucap Fenita manja
"dasar murahan, kau tau dia siapa? Brani ya kau menggoda yah"ucap Ayah Tiara
__ADS_1
"tentu aku tau dia siapa"ucap Fenita
"Nika katakan"ucap Fendy
"tuan mengenal mereka? "tanya Ayah Tiara bingung
"kau diam, ak mau dengar ceritanya"
Fenika menceritakan semua kejadian kejadian yang mereka alami dari awal hingga akhir. Fendy, Andra, Rey, dan Alan yang mendengar semua itu seketika emosi.
Sementara Falda, Amara, dan Fenita hanya diam mendengarkan cerita Fenika. Setelah Fenika selesai bercerita Amara dan Fenita bertepuk tangan sambil tersenyum layaknya seorang penonton yang mendengarkan cerita teater.
"dasar gadis gila, kau memfitnah kami."ucao Ayah Tiara
"aku tidak bohong, tuh banyak saksi tanya saja"ucap Fenika menyatukan kedua telapak tangannya pada telapak tangan Fenita dan Amara.
Falda yang semulanya takut menjadi lebih takut. Tapi dia juga bingung dengan tingkah 3 teman barunya itu.
"hey, wanita gila, dimana kakak mu itu? Jika dia tidak datang kalian harus membayar"ucap ayah Tiara
"kakak ku? Kakak ku disini da kau bukannya sudah berbicara dengan yah"ucap Fenika
"yang mana? Di mana? Kau gila? "ucap Ayah Tiara
"itu"ucap ketiga wanita itu kompak menunjuk kearah Andra dan Fendy
"cih, mimpi"ucap Ayah Tiara
"sayang kemari"ucap Rey memanggil Amara
Amara yang mendengar di panggil oleh sayang suami pun langsung berlari memeluk sang suami. Tiara dan ayahnya yang melihat Rey memanggil dan memeluk Amara pun sedikit kaget.
"sayang dimana mereka manyakitimu? Akan ku bunuh mereka"ucap Rey menatap Tiara dan ayahnya
"dia menampar ku, ayahnya mendorong ku hingga jatuh"ucap Amara sengaja bermanja manja
"tuan Rey ini hanya salah paham aku tidak bermaksud mendorong kekasih ku"ucap Ayah Tiara memohon
"plak, plak, plak, plak"ini balasan untuk mu dan anak mu karna sudah menampar istriku dan kau mendorong istriku serta anak yang ada di kandungannya"ucap Rey pelen pada Ayan Tiara membuat Ayahnya melotot menatap Amara yang ternyata adalah istri Rey
"maaf tuan saya tidak tau jika dia istri anda"ucap ayah Tiara memohon
"kalau begitu saya permisi dulu"ucap Ayah Tiara mengajak Tiara pergi
"mau kemana? Urusan mu dengan kami belum selesai. Kau tidak mau meminta maaf dulu pada adik adik kami? "ucap Fendy membuat Ayah Tiara berhenti melangkah
"kakak biar kan saja, dia sudah takut"ucap Fenita
"tidak bisa dek, dia sudah brani menyentuhmu bahkan menamparmu, kau Fenita Amelia Heradja adik kandung ku tidak ada yang boleh menyentuh mu selain kami"ucap Fendy keras
"kak dia tidak menyentuhku, berarti dia takut aku kan? "ucap Fenika bangga
"dek dek, kemari. Kau adik ku siapa yang tidak takut padamu, kakak saja takut pada ku"ucap Andra mengulurkan tangannya pada Fenika
"fenita adik pria itu dan Fenika adik pria yang lain mereka ini bukan kembar tapi hanya mirip"ucap salah satu mahasiswi
"Fenita Amelia Heradja dan Fenika Amelia Heradja adalah adik kandung ku yang di angkat oleh Andra sebagai adik nya, apa ada pertanyaan lagi? "ucap Fendy tegas membuat para penonton kaget terlebih Tiara dan ayahnya.
"tuan saya tidak tau dia adin adik Anda, saya minta maaf"ucap Ayah Tiara
"kembali kan mobil Amara dan katakan sejujurnya"ucap Fenita menarik baju Tiara
"ahh, ini kuncinya, iya aku yang yang mencuri mobilnya. Menurutku dia tidak pantas memiliki mobil sebagus itu. Ak mengambilnya saat tas ya tertinggal di kelas"ucap Tiara pelan
"pergilah, sebelum kakak ku marah"triak Fenika
Mendengar teriakan Fenika Tiara dan ayahnya langsung berlari menuju mobil mereka. Sementara Fenita sibuk menenangkan Andra yang ingin sekali melenyapkan keluarga Tiara.
"sudah ayo pulang"ajak Fendy
"kak ini teman baru kami, namanya Falda"ucap Fenika menarik tangan Falda untuk bersalaman dengan Fendy Dan Andra
"jo, max, bubarkan semua"ucap Andra membalas uluran tangan Falda
"Falda kamu ikut kami ke rumah yaa"ucap Fenita
"nggk deh, aku harus kerjaan"ucap Falda
"kamu kerja dimana? Biar kami antar"
__ADS_1
"aku belanja di mini maret dekat sini, aku bisa pergi sendiri"ucap Falda takut pada Fendy dan Andra yang mengatakan bahwa tidak ada yang boleh menyentuh adiknya selain mereka dan dia teringat bahwa tadi ia menabrak Fenita hingga terjatuh