
Benar saja esok harinya Fenina datang bersama beberapa pengawal yang dikirimkan ayahnya untuk menjaganya dan Bianca.ayah Fenina juga sayang pada Bianca seperti sayang pada Fenina sebab Fenina hanya memiliki Bianca sebagai teman dan sahabat, jadi ayahnya menganggap Bianca sebagai anak nya sendiri.
"hallo beb, apa kabar aku kangen" triak Fenina yang membangunkan Keyn
"eeeeeeekkkk uuueeeekkkk ueek" tangis Keyn terdengar
"berisik kau" teriak Bianca pada Fenina
"ya maap aku gak tau" pinta Fenina manja
"iye iye"
"ini anak anak yang kau adopsi semalam?" tanya Fenina
"hem"
"waaahhh imut ya, siapa nama nya? " ucap Fenina sambil mencoel pipi Keyn dan Key
"yang ini nama Keyla Aurelia, yang kau gendong namanya Keynzo Aurelia, kembar cewe cowo lho"
"WAHH keren, belakang nama mereka pakai nama mu ya?"
"hem"
Fenina juga suka pada anak kecil sama halnya dengan Bianca. Tak butuh waktu lama anak kembar itu juga mulai akrab pada Fenina terlebih Keyla. Hari menjelang sore, seseorang masuk ke dalam kamar Bianca tanpa suara dan mengagetkan Bianca dan Fenina.
"bii siapa lagi wanita ini?" tanya Andra mengagetkan Fenina dan Bianca
"astagfirullah" ucap Bianca dan Fenina kaget
"siapa dia?" tanya Andra
"sahabatku Fenina"
"ooh ini yang namanya Fenina" ucap Andra dalam hati
"beb ini cowo yang kmu bilang majikan Bu Risa?" bisik Fenina pada Bianca
"hem"
"Hay kenalin aku Fenina Laurensia, teman baik Bianca" sapa Fenina
"iya, Andra"
"kok dia bisa masuk? "tanya Fenina berbisik
"kan ada sirik jarinya Fen"
"kok bisa? "tanya Fenina masih berbisik
"yaa, kemarin dia buat sendiri, gatau deh gimana"
Setelah kedatangan Andra, Fenina tampak canggung saat berbicara. Hari menjalani malam Andra kembali ke rumahnya. Fenina merasa lega dengan kepergian Andra. Setelah kepergian Andra Fenina langsung pergi bersiap untuk tidur.
Paginya Andra sudah ada di kamar Bianca, duduk dengan tegap di atas sofa dengan hp yang berada didepan mata Andra. Taklama Bianca bangun dan kaget saat melihat Andra berada di sofa kamarnya.
"kmu sudah bangun" sapa Andra pada Bianca
"hem" jawab bianca
"mau sarapan apa?" tanya Andra datar
"ngapain disini?, ayo keluar" bisik Bianca sambil menarik Andra
Setelah keluar dari kamar. Bianca membawa Andra ke ruang tamu dan mendudukkan Andra secara paksa.
"ngapain?"tanya Bianca
" hanya mengunjungi calon istriku"jawab Andra yang membuat Bianca melotot
__ADS_1
"siapa?" tanya bianca
"kmu"
"tidak aku tidak mau" bantah bianca
"brani sekali kau menolak ku. Tidak pernah ada yang menolak ku asal kau tau banyak cewek di luar sana yang menunggu ku" ucap Andra sombong
"kalau begitu nikahi saja wanita yang menunggu mu. Aku tidak mau buang waktu dengan mu, terlebih aku sudah ada pacar" jawab Bianca tegas
"braninya kau akan ku buat kau menyesal. Akan ku hancurkan perusahaan ayah sahabatku itu,jika berubah pikiran hubungi aku" ancam Andra sambil meninggalkan Bianca. Bianca tak menjawab sama sekali dia bingung harus berbuat apa. Di sisi lain dia sangat mencintai kekasihnya yang sekarang, pasalnya kekasihnya yang sekarang sudah 4 tahun menjalin hubungan dengannya. Disisi lain keluarga sahabatnya yang juga sangat menjaganya dan mencintainya.
Taklama Fenina keluar kamar untuk mencari Bianca.
"Bi... Bi..., sedang apa kau melamun saja" panggil Fenina
"ehh iya tiba tiba kangen Adwin" jawab Bianca
"ooh kangen pacar yaaa" ejek Fenina
"kirimin dong nomornya aku kan ganti hp"
"ok boss aku kirim sekarang" ucap Fenina sambil mengambil hp nya dan mengirim nomor kekasih sahabat nya itu. Setelah masuk ke hp Bianca, Bianca langsung menghubungi kekasih nya yang telah lama tidak iya hubungi, pasalnya iya sibuk dan telah memberi tau pacarnya bahwa dia tidak akan bisa menghubungi pacarnya sementara waktu.
"halo siapa ya" tanya pacarnya
"ini aku, aku ganti nomor" jelas bianca
"ooh kamu gimana sekarang? Udah gk sibuk? Udah di kota y ya?" tanya kekasihnya adwin
"iya, aku di jakarta." jawab bianca
"gimana kabar kmu sayang?" tanya adwin
"baik, kmu gimana?"
"aku baik, udah dulu ya aku di panggil ayah"
"hem"
"ehh, nona biar saya saja nona duduk saja" ucap Rey sambil menutup pintu kamarnya yang sebelumnya adalah kamar Bu Risa
"hari ini saya aja" jawab Bianca datar
Rey langsung masuk kembali kekamarnya mendengar jawaban Bianca. Rey sudah tau bagaimana sifat Bianca jadi dia tidak berani membantah. Setelah selesai memasak sarapan dia menanggil Rey untuk sarapan dan membawa sarapan dirinya, Fenina dan milik kedua adiknya ke kamar. Semenjak kedatangan. 2 malaikat kecil itu Bianca lebih sering menghabiskan waktu dikamar.
Setelah sarapan mereka bermain hingga sore. Sore ya Bianca memandikan kedua adiknya itu dibantu oleh Fenina yang ingin belajar memandikan anak. Setelah lelah seharian bermain fenina, key, dan keyn pun Tertidur. Hanya saja key tertidur diatas tubuh fenina. Bianca yang melihat sahabat dan adiknya tertidurpun. Hampir menangis melihat kebahagiaan yang jarang dia dapat. Sekilas dia mengingat seseorang yang amat dia sayangi.
Esok harinya Andra datang dengan. Beberapa sarapan dan tak lupa bubur untuk calon adik iparnya. Bianca tampak kesal namun dia menahan.
"kenapa kau datang terus" teriak Fenina tidak tahan melihat wajah Andra setiap hari di rumah bianca
"terserah ku" jawab Andra semakin membuat Fenina naik darah pasalnya dia tau bahwa Bianca tidak nyaman dengan ke hadiran Andra
"dasar bocah" ejek Fenina pada Andra
"brani sekali kau mengataiku" teriak Andra tidak terima
"diam lah kalian" ucap Bianca melerai
"huuuh" desah mereka bersamaan
"makanlah sarapan kalian" ucap Bianca meredakan amarah dua orang itu
Setelah makan Fenina langsung menuju kamar Bianca. Sementara Bianca menemani Andra di meja makan. Bianca masih bingung dengan. Ancaman Andra, dia tau bahwa Andra merupakan perusahaan terbesar di negara dan Andra terkenal kejam dalam memimpin perusahaan, dia tau bahwa Andra pasti akan menghancurkan perusahaan ayah Fenina.
"bagaimana tawaranku?" tanya Andra yang mengagetkan bianca
"aku sudah bilang aku punya kekasih"
__ADS_1
"putuskan saja" jawab Andra dengan sepele. Bianca tak menjawab saran Andra. Andra pun berdiri dari duduk nya membuat refleks Bianca ikut berdiri. Andra mendekatinya dan mencium bibirnya sebentar. Membuat Bianca kaget dan mendorong dadanya.sementara Andra hanya tersenyum sedikit dan pergi meninggalkan bianca
~sisi lain
"selamat pagi tuan"sapa seseorang di balik telfon
"hem, bagaimana hasil penyelidikan mu?"
"sudah ditemukan tuan"
"katakan"
"dia bernama Bianca Aurelia dia tinggal dengan keluarga d jati tuan, namun hasil penyelidikan kami beberapa minggu lalu dia kabur dari rumah"
"akhirnya aku menemukanmu tunggu aku aku akan membahagiakan mu"ucap pria itu dalam hati
" lanjut "
" baik tuan, dia kabur menemui sahabatnya. Sahabatnya adalah putri kedua dari presdir zhan company tuan. Hubungan nona Bianca dengan Nona Fenina sangat baik. Keluarga nona Fenina sangat menjaganya. Saat nona Bianca kabur dari rumah djati dia membawa uang cukup besar. Namun setelah seminggu ia kabur ia bertemu dengan seorang wanita bernama winda ia membawa nona Bianca ke kota ini dan menjualnya di club malam.
Namun nona beruntung ia berhasil kabur dan di tampung oleh seorang ibu, bernama Risa dia janda dan memiliki seorang putri. Putrinya tidak menganggapnya ibu tapi setiap bulan akan datang meminta uang pada ibunya. Ibu itu seorang ART di keluarga pratama menjadi kepala pelayan ibu itu sudah 20 thn bekerja pada keluarga pratama. Beberapa hari lalu ibu itu meninggal karena menyelamatkan nona Bianca saat hendak di tembak oleh musuh dari tuan pratama. Saat itu tuan pratama di tipu oleh buronan nya.
Hingga ada ingin membunuh nona Bianca namun tiba tiba ibu itu datang dan menyelamatkan nona Bianca. Sebelum beliau meninggal dia meminta tuan pratama untuk menjaga dan melindungi nona Bianca sebagai tebusan kesalahan tuan pratama.
Setelah itu Tuan Pratama sering mampir kerumah Nona Bianca. Lusa lalu Nona Bianca mengadopsi anak kembar dari panti asuhan mutiara. Menurut mata mata yang Tuan kirim Nona Bianca dulu tidak sebahagia sekarang. Nona Bianca dulu sering di siksa oleh ibunya.
Bahkan Nona Bianca tidak di sekolahan. Nona Bianca sekolah dengan beasiswa yang dia dapatkan dan beberapa bantuan dari keluarga Nona fenina. Nona Bianca saat ingin sekolah dia meminta ijin bahwa iya bekerja pada ibunya. Ia bekerja di rumah nona fenina. Ibu Nona Bianca selalu memarahinya bahkan kadang memukulnya. Dua hari setelah lulus Sma dia langsung kabur menemui Nona Fenina yang SMA dia kota y.
nona Bianca memiliki 2 mantan kekasih saat dia berusia 12 thn dia memiliki kekasih yang berusia 16 thn tinggal jauh dari kota nona Bianca berpisah setelah 2 bulan menjalin hubungan pria itu meminta putus setelah 2 bulan putus nona Bianca memiliki pasangan baru berusia 14 thn tinggal di kota yang sama dan sering menghabiskan waktu bersama namun setelah 2 bulan bersama hubungan itu kandas lagi pasalnya pria tersebut hanya menguras uang Nona Bianca. Setelah setahun Nona Bianca memiliki kekasih berada di kota Bandung dan masih menjalin hubungan hingga sekarang. Dulu Nona Bianca dan Nona Fenina memiliki satu sahabat namun tiba tiba menghilang tanpa kabar tidak ada yang tau kemana dia pergi. Kami tidak dapat menemukan apa apa. Itu saja yang kami dapat tuan"jelas pria di balik telfon itu
" bagaimana adiknya? "
" kami masih belum bisa mendapatkan informasi apapun tentang adik itu"
"bawakan wanita yang menjual Bianca padaku aku ingin menghancurkannya"
"baik tuan"
***********
"apa yang dia lakukan dia mengambil first kiss ku" gumam Bianca dalam hati sbil mencuci bibirnya berkali kali. Setelah kejadian itu Andra semakin sering bertingkat sesukanya. Tiga hari berlalu ayah Fenina mengirim sejumlah uang yang tidak sedikit karena penasaran aku dan Fenina menelefon
"ayah kenapa mengirim uang padaku?" tanya fenina bingung
"perusahaan ayah sedang kritis uang itu untuk simpanan kmu sementara sampai ayah menyelesaikan urusan perusahaan itu uang untuk kamu dan Bianca kalian berdua saling jaga ya ayah akan menyelesaikan ini semampu ayah" mendengar ucapan ayah tubuh Bianca terasa lemas jantung ya berdecak kencang
"ayah tenang aja Bianca pasti bantu ayah ayah tunggu 3 hari ya ayah bertahan lah bian bakal bantu ayah tenang aja, bian matikan dulu yaa. Dahhh ayah kami sayang ayah" jawab Bianca beranikan diri
Setelah mematikan telfon afenina mulai bersedih dia menangis di pelukan Bianca. Bianca tidak tega melihatnya bersedih. Dia langsung memutuskan untuk memutuskan hubungannya dengan kekasihnya sekarang dan menerima lamaran Andra. Dia langsung dilepas ya pelukan Fenina dan mengambil hpnya
"bentar ya afen aku mau telfon orang bentar" pamit Bianca
Bianca segera keluar duduk di ruang tamu mencari kontak sang kekasih dan menghubungi nya
"halo sayang tumben telfon" sapa Adwin
"iya, aku mau ngomong" jawab Bianca to the point
"ok"
"aku mau putus"
"why? You not happy with me?" tanya adwin panik
(kenapa? Kmu tidak bahagia bersamaku)
"yes, kmu terlalu cuek ke aku aku gk suka. Kita putus aja aku cape. Selamat malam" jawab Bianca menahan tangis. Setelah mengatakan kata kata menyakitkan itu Bianca mematikan sambung. Telfon ya dan memblokir nomor sang mantan. Dia kembali kekamar melihat sang sahabat sudah tidur lelap.
Esok harinya seperti biasa pagi disambut dengan kadatangan Andra yang tidak pernah bolos. Setelah Fenina masuk ke kamar Bianca bingung ingin bicara dari mana.
__ADS_1
"bagaimana sudah mau terima tawaranku?" tanya Andra membuat Bianca kaget
"baiklah aku terima tapi aku masih ingin mengenal aku belum ingin menikah" jawab Bianca memberanikan diri