
Pagi yang indah Bianca terbangun didalam pelukan Andra. Bianca memutuskan untuk membarsihkan diri karena sudah lengket.
"aaahh" rintih Bianca membangunkan Andra yang khawatir mendengar teriakan bianca
"ada apa?" tanya Andra kaget
"sakit" ucap bianca
Andra yang mengerti pun menggendong Bianca dan menyiapkan air hangat untuk istri tercinta. Setelah selesai mandi Andra kembali menggending Bianca dan membantu Bianca berpakaian. Sebenarnya Bianca risih dengan perlakuan Andra namun dia tidak bisa menolak.
Setelah selesai berpakaian mereka turun untuk sarapan. Tampak sarapan sudah tersedia di sana. Taklama sarapan semua telfon masuk pada ponsel Andra.
"tuan markas kita di serang" ucap andra
"apa? Aku segera kesana" teriak Andra membuat Bianca kaget
"ada apa? Markas ku diserang, kau tetaplah disini!" perintah andra
"hem"
Bergahas Andra pergi nemuju markas. Sesampainya di sana Andra melihat markas ya yang sudah hancur darah bercucuran, mayat yang berserakan. Taklama max datang dan menceritakan bahwa muruh Andra sudah merencanakan ini karena tau bahwa Andra akan menikah besok.
Andra yang melihat mayat anak buah nya pun merasa sedih. Andra mengirim kan mayat mayat itu pada keluarganya dan memberi uang kompensasi pada setiap keluarga. Taklama sebuah telfon masuk membuat seluruh tubuh Andra hampir hancur
"tuan rumah tuan di serang nona muda dan nona Bianca di bawa oleh mereka"
"bagai mana bisa? Aku harus apa?" ucap Andra menangis.
"tuan ada apa" tanya max
"max kumpulkan pasukan cari keberadaan lian dan Bian mereka di culik rumah di serang cari segera mungkin" ucap Andra lirih
"baik tuan" ucap max langsung pergi
Andra segera kembali kerumah melihat pintu utama surah rusak para penjaga tergeletak dimana mana. Dia masuk melihat rumah sudah berantakan dan banyak darah berserakan di lantai.
"sayang bersabarlah aku akan menjemput. Jangan takut. Akan ku hancurkan orang yang menyakiti mu dan lian" teriak Andra di rumah sepi itu.
Andra yang mendengar suara seseorang di balik tirai pun kaget dan mencoba mendekat. Terlihat seorang asisten rumah tangga tengah bersembunyi. Itu adalah bi sinta.
"bi ada apa ini?" tanya andra
"tuan maaf kan saya tidak bisa menjaga keluarga tuan" tangis bi sinta
"bi ceritakan pada ku siapa yang membawa Bian dan lian" pinta Andra sambil menangis
Bi imah menceritakan bagaimana segerombol pria memakai topeng masuk kerumah.
**flashback
"pagi kak" sapa lian
"pagi dek nih makan"
"iya"
"ayo bi, mbak. Ikut makan" ajak Bianca pada para pelayan di sana
"kamu sudah makan nyonya"
"baik lah"
Taklama terdengar keributan dari luar pintu suara tembakan terdengar keras. Lian yang menangis karena ketakutan memegang tangan Bianca. Pintu terbuka karena dobrakan para penjaga mulai berdatangan berdiri didepan Bianca dan Liana dengan tegak.
__ADS_1
Liana yang ketakutan tidak mau melaoas pelukan ya akhirnya Liana melepas dan Bianca membantu para penjaga menyerang dengan beberapa tembakan. Namun Bianca kalah jumlah. Pria bertopeng kaget melihat ada 2 wanita mirip dengan istri Andra akhirnya membawa dua duanya keren tidak tau yang mana istri Andra.
Sedang bi sinta tidak brani melakukan apa apa jadi dia bersembunyi menyaksikan semua. Andra yang mendengar itu sangat marah matanya sudah memerah mendengar cerita itu. Sedang fandy..
"apa? Bodoh, bodoh, bodoh. Bagaimana ini? Cari mereka jangan sampai Bian dan lian terluka. Cari sampai ketemu kali tidak kalian yang habis" ucap fandy marah
"baik tuan"
"ada apa ini nak?" tanya ayah fandy yang berhasil dia bawa
"papa sedang apa papa di sini?" tanya fandy
"aku hanya ingin berkunjung kekantormu"
"duduk lah pa"
"mengapa kau berteriak" tanya pria yang bernama aldo
Aldo adalah pria bayaran yang di bawmyar untuk berpura pura menjadi ayah fandy dan menghancurkan perusahaan fndy secara perlahan.
"tidak papa, pa fandy ada urusan ga dy pergi dulu ya ayah kalau mau kerja perusahaan ini untuk ayah saja" ucap fandy berlalu pergi
Aldo yang mendengar itu hanya tersenyum penuh kemenangan. Fandy pergi kerumah ya masuk kesebuah ruang rahadmsia yang ada dikamar ya. Terlihat banyak senjata di sana dan foto Liana Bianca, dan ayah ibu fandy.
***
"siapa kalian? "tanya bianca
" ku perkenalkan pada mu. Nama ku adalah filbert revando"ucap pria itu
"aku tak mengenal mu" ucap Bianca
"tentu saja kau tidak mengenal ku, tapi suami mu, dia mengenal ku"ucap revan(panggilan dari filbert) sambil tersenyum sinis
" tentu saja ada aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai"ucap revan
"oh" jawab bianca santai
"mengapa dia tidak takut? Apa aku tidak seram?" tanya revan dalam hati
"apa kau tidak takut mati?" tanya revan berteriak
"tidak" jawab bianca singkat
"oh jadi kau tidak takut mati yaaa. Bagaimana jika kita bunuh yang ini saja" ucap revan menunjuk lian
"emmmmmm" teriak lian dngan mulut terplester
"bunuh aku saja jangan adik ku" ucap Bianca memohon
"ooh ternyata dia adik muuu. Menarik. Aku menemukan kelemahan mu" ucap revan bangga
"apa mau mu?" tanya bianca
"aku ingin stevanly menderita" ucap revan
"siapa stevanly?" tanya Bianca bingung
"tentusaja suami mu"
"sepertinya kau salah orang" ucap Bianca datar
"tidak mungkin"
__ADS_1
"kau memang salah orang bodoh suami ku bernama dian bukan stevanly" ucap bianca
"brani sekali kau berbohong"
"cih sudah salah orang tidak mengaku lagi kalau kau tidak percaya tanya saja adik ku siapa nama suami ku"
"bangun kan adiknya" pinta revan. Anak buah revan mengambil seember air dan menyiramkannya pada lia. Yang pingsan melihat pisau yang hendak di tusukkan padanya tadi
"buka mulutnya"
"kak Bian" teriak lian
"dek kakak tanya siapa nama suami kakak" tanya bianca
"tentu saja kak dian" teriak lian membuat revan bingung
"sudah kukatakan kau salah orang" ucap Bianca mencoba tenang
"kak akh takut" tangis lian melihat bianca
"tenang lah" ucap Bianca pelan
*dor dor dor dor
Suara tembakan terdengar dari luar revan yang mendengar itu langsung bingung dan melihat anak buah nya sudah terkapar tak bernyawa. Andra masuk membawa senjata ya sambi memanggil Bianca.
"heyy stevanly" panggil revan
"lepaskan istri dan adik ku" teriak Andra marah
"sabar lah stevanly kau tidak lihat di badan istri mu ada apa?" ucap revan menunjuk Bom yang ada pada tubuh lian dan Bian.
"apa yang kau ingin kan?" tanya Andra menangis
"memohon pada ku. Menangis lah, bersujud pada ku" ucap revan tertawa
"kau-" ucapan Andra terhenti melihat revan menunjukkan pengendali bom yang ada di tangan revam
"baik"
"tidak, jangan mas jika kau bersujud pada nya kupastikan kau bukan suami ku yang pemberani" ucap Bianca menangis
"sayang berhentilah begitu" ucap Andra.
"pllak, kau membohongi ku tadi. Kau bilang suamiku dian" teriak revan menekan kadua rahang bianca
"jangan sentuh istri ku" teriak andra
"aku tidak bohong namanya adalah dian, tidak percaya tanya saja padanya" ucap Bianca datar.
"aku tidak akan percaya lagi padamu" ucap revan
"lepaskan istri dan adik ku. Ku mohon" ucap Andra membuat revan tertawa
"akhirnya kau memohon pada ku sekarang lenyaplah kau" ucap revan menodong kan pistolnya dan
*dor*
Apa Andra kan **mati**? Lalu siapa yang jadi suami Bianca?
Penasaran dengan siapa ih revan ini? Ganggu rumah tangga orang saja.
Bianca lucu yaa😂😂❤
__ADS_1