
Setelah didepan rumah Fendy menggendong fenita menuju kamarnya dan membaringkannya. Esok ya Fenita bangun pagi menyiapkan sarapan untuk Fendy.
"kak mengapa rumah ini sepi sekali"
"kau ingin ada teman?"
"tidak juga aku juga suka sendiri hanya saja sepi"
"ooh, oia Alan tanya kan pada nya apa dia mau kembali kesini"
"baik tuan"
"kaka aku ingin saat kuliah aku ingin naik motor saja" ucap fenita
"tidak, tidak boleh"
"kenapa?"
"kakak tidak ingin kau ditindas lagi"
"kak apa kau lupa adik mu ini selalu membawa senjata kemana mana."
"terserah kau saja asal tidak membahayakan mu ya?"
"trima kasih" ucap fenita memeluk dan mencium pipi fendy
"mengapa manja sekali?" tanya fendy
"tidak tau, padahal aku sudah lama tidak bisa bersikap mana pada diapapun semanjak kematian reina. Namun dengan mu aku merasa ada yang berbeda"
"tidak papa aku suka kau manja pada ku"
"emm"
***
*Tut Tut tut
"ada apa?" tanya seseorang di balik telfon
"tuan bertanya apa kau akan terus di saja jika tidak kembali lah bawa saja istri mu. Jika kau tidak kembali kami akan me cari pengganti mu"
"untuk apa aku disini tugas menjaga nona nona sudah kembali maka aku akan kembali tunggu lah aku akan kembali sebentar lagi bawa lah tak si didepan sini aku akan membawa amara" ucap rey
__ADS_1
"baik"
Setelah mendapat telfo. Dari Alan rey langsung memasukkan obat bius pada minuman Amara. Taklama Amara masuk kamar dan meminum minuman itu. Taklama amra pun tertidur.
Sementara rey sudah menyiapkan semua dengan baik dia berpura pura seolah olah Amara pingsan dam membuat kehebohan di rumah Andra.
"ada apa?" tanya Andra melihat Amara dalam gendongan rey yang panik
"pingsan tuan, saya pamit dulu"
"biar ku antar"
"tidak usah tuan sudah ada taksi"
"yaudah hati hati"
"iya"
Rey yang merasa rencananya berjalan dengan mulus langsung tersenyum sedikit. Taklama Alan datang dengan sebuah taksi dan memanggil rey dari dalam. Taksi. Rey yang sudah mengerti langsung masuk mendudukkan Amara.
Rey menceritakan apa saja yang terjadi selama fenita tidak di rumah Andra. Rey juga taklupa menceritakan rencananya dan ekspresi Andra tadi. Sementara Alan
dan rey hanya tertawa.
"ahh, dimana aku?" tanya amara mengagetkan rey dan alan
"kau sudah bangun"
"kita mau kemana?"
"aku akan kembali pada tuan ku"
"tuan? Maksud mu? Nona Bianca?"
"tidak aku akan kembali pada tuan Fendy tuan yang menyuruhku menjaga nona selama ini kini nona sudah aman jadi aku akan kembali bekerja di sana" jelas rey
"apa kau tau di mana nona berada" tanya amara
"sebentar lagi kau akan bertemu dia" ucap alam mengagetkan amara
"k-kau sedang apa kau disini kemana saja kau?" teriak amara
"tentu saja kembali pada tuan ku dan rey"
__ADS_1
"kalian rekan?" tanya Amara
"seperti yang kau lihat" ucap rey
"mengapa kau membohongi ku?" tanya Amara manangis karena dia sedang hamil jadi agak sensitif
"aku tidak pernah berbohong pada mu"
"jelas jelas kau membohongi ku kau tidak memberi tau ku apa apa"
"karena kau tidak bertanya"
Mendengar jawaban rey yang benar Amara tidak bisa berkata kata lagi. Rey yang merasa Amara sudah tenang pu menceritakan hubungan Fendy dengan fenita. Awalnya Amara ingin menghubungi fenina namun ponsel milik ara sudah dilempar keluar jendela membuat Amara semakin marah pada rey.
Namun rey tidak berpengaruh menurutnya tuan nya lebih penting dari apapun. Meski rey sudah mencintai Amara namun tetap saja menurut rey tuan ya yang terpenting. Bagaimana pun yang memberi rey seorang istri seperti Amara adalah fenita.
Taksi berhenti di sebuah rumah yang lebih besar dari rumah Andra. Terlihat beberapa tunang tengah memasang beberapa ayunan di samping rumah. Taklama Fendy dayung dan menyambut rey dengan pelukan. Rey adalah anak yatim yang di rawat oleh ayah angkat Fendy untuk membantu Fendy menjaga keluarganya.
Rey yang tau membalas budi pun rela menjaga keluarga Fendy lebih dari apapun. Fendy mengucapkan banyak trimakasih pada rey yang telah menjaga fenita selama ini.
Taklama keluar fenita dengan gaya manja ya menggandenga tangan Fendy membuat Amara kaget.
"kak kenapa mereka disini?" tanya fenita
"kaka mau mengirim ku pada mereka? Kakak mau membuang ku?" tanya fenita menangis. Fendy yang melihat itu hanya tersenyum.
"kakak tidak membuang mu dek rey adalah orang kepercayaan kakak yang kaka kirim untuk menjaga mu karena kamu sudah bersama kakak maka rey memutuskan kembali bekerja pada kakak"
"rey adalah tangan kanan kakak? Jadi sudah sejak lama kakak menjaga ku bahkan mengirim 2 orang yang paling kakak percaya" ucap fenita memeluk. Manja fendy
"iyaa" jawab Fendy mengelus ujung kepala fenita dengan lembut
"rey aku ingin minta ijin pada mu. Istri u akan menemani adik ku kuliah besok dia juga akan kuliah hanya saja aku belum tau dia akan mengambil jurusan apa" ucap fendy
"tidak perlu ijin. Tentang jurusan tanyakan saja padanya aku masuk dulu" ucap rey. Rey, Alan, dan Fendy sudah seperti keluarga jadi tidak ada canggung antara mereka.
"kau mau jurusan apa?" tanya Fendy pada Amara yang gemetaran
"kedokteran"
"ok baik lah, masuk dan susul lah suami mu kekamar tangakan saja pada pelayan dimana kamar rey"
"trimakasih"
__ADS_1