D Ganti

D Ganti
Sikap aneh


__ADS_3

Sore ya Bianca terbangun melihat sang suami tidur disamping ya dia pun memutuskan untuk memasak makan malam. Dia tau bahwa suaminya sangat suka dengan masakan ya.


Namun sekali lagi dia mendengar kan hal hal yang keterlaluan dari mulut para pelayan baru masuk dan belum mengerti peraturan.


"ehh tau gk aku dengar nona itu selingkuh lho"


"iya aku juga dengar gitu"


"emang cewe kaya itu suka selingkuh ya demi harta"


"iya aku dengar dia itu anak kepala pembantu yang dulu kerja disini"


"iya aku juga denger"


"mungkin aja dia godain tuan biar nikahin dia, baru diporotin"


"iya iya"


Bianca yang mendengar itu pun melihat ada penjaga yang membawa senjata. Karena sudah marah dia pun menembakkan peluru menuju vas bunga yang berada di dekat para pelayan yang sedang duduk di halaman


Mereka yang kaget pun segera berlari masuk kedalam pavilon khusus pelayan.


Andra dan para penjaga langsung mencari sumber suara itu. Setibanya di halaman belakang mereka melihat Bianca yang memegang pistol dengan marah yang membara.


"sayang kamu kenapa?" tanya andra


"aku ingin latihan menembak" jawab Bianca


"baik akan ku siap kan kau duduk dulu" bujuk Andra. Andra sebenarnya juga takut pada Bianca jika Bianca sedang marah. Pasalnya Bianca akan lebih kejam dari pada dirinya bila sedang marah.


Para penjaga langsung menyiapkan beberapa sasaran untuk di tembak dan beberapa pistol. Tak lama Bianca langsung menembak dengan amarah. Namun hebatnya meski Bianca menembak asal arah namun selalu mengenai sasaran.


Andra selalu bingung mengapa Bianca akhir akhir ini begitu sering marah. Dia memanggil beberapa penjaga yang melihat itu tadi. Penjaga yang pistolnya di ambil Bianca pun menjawab dengan ketakutan.


"tuan sepertinya tadi ada beberapa pelayan sedang duduk di halaman.tak lama nona datang mendekat namun tak jauh dari pelayan nona berhenti di tempat. Seketika wajah nona berubah menjadi marah dan pergi saya melihat itu pun mencoba bertanya tiba tiba nona mengambil senjata saya menembak pada vas didekat para pelayan"ucap penjaga itu


"mengapa dia selalu menarget kan para pelayan?" tanya Andra pada diri sendiri


"sudah lah kembali bekerja"


"baik tuan"


Melihat Bianca yang sudah berhasil melupakan emosi ya Andra pun datang menghampiri dan mengajak Bianca makan malam. Vaza menyajikan makanan dengan wajah tidak suka pada Bianca. Bianca yang melihat itu pun hanya cuek.


Dengan sengaja Vaza pura pura tidak sengaja menumpahkan minuman pada pakaian Bianca. Membuat Bianca semakin emosi dan berteriak.


"maaf nona maaf" ucap Vaza berpura pura


"apaa apaan kau ini bisa kerja tidak?"teriak Bianca membuat Andra kaget pasalnya Bianca tidak pernah memandang rendah seseorang


" sayang jangan teriak triak cukup marai saja kalau perlu di hukum jangan buang tenagamu"ucap Andra membujuk.


"aku tak ingin makan, kamu saja yang makan mas" ucap Bianca pergi

__ADS_1


"plaaakkk, dasar tidak berguna bikin masalah saja" ucap Andra pada vaza


"maax jooooo, hukum wanita ini" ucap Andra


"siap tuan" ucap max dan jo bersamaan


Andra langsung berlari menyusul Bianca yang tengah menangis merindukan Reina.


"heeeyyy sayang kamu hari ini kenapa?" tanya Andra pelan


"masss, hiks hiks" tangis Bianca memeluk Andra


Andra yang sangat mencintai Bianca pun tidak tega pada Bianca. Dia tau bahwa sekarang ini istrinya membutuhkan Fenina. Dia meminta Fenina untuk datang sekalian pindah menetap di rumah Andra.


Sekitar setengah jam Fenina datang bersama sikembar. Bianca yang melihat wajah adik adiknya itu pun langsung tersenyum dan memeluk Fenina. Andra langsung keluar meminta pelayan menyiapkan makan malam yang baru.


Sementara di kamar Fenina hanya tersenyum dan bertanya apa yang terjadi. Fenina melihat sahabatnya yang baru menikah sudah seperti orang gila. Bianca menceritakan semua yang terjadi disana sambil menangis. Fenina juga marah bila kakak nya di perlakuan begitu terlebih Bianca adalah nyonya di sana tapi para pelayan tidak menghargai nya.


Setelah menghibur Bianca Fenina pun mengajak Bianca bermain bersama si kembar dan Amara. Bianca senang bertemu dengan orang yang bener bener menghargainya dan menyayangi ya. Rey yang mendengarkan semua langsung pergi menemui Alan dan menceritakan semua.


Rey juga memberitahukan itupada Andra. Andra yang mendengar itu sangat marah. Namun dia berfikir Bianca tidak cerita pada pasti Bianca punya maksud jadi dia hanya bisa menahan amarah nya demi istri tercinta


Tak terasa malam sudah larut si kembar sudah lelah bgitu juga Amara yang tengah hamil muda. Mereka kembali beristirahat di kamar yang sudah di sediakan Andra. Bianca memutuskan untuk berendam.


Saat berendam Bianca menenggelamkan seluruh tubuhnya hingga kepala. Disisi lain Andra mencari cari Bianca namun tidak menemukannya. Andra membuka pintu kamar-mandi yang tidak terkunci melihat Bianca yang tertutup oleh air. Andra panik mengangkat tubuh Bianca.


Bianca yang sadar pun membuka mata dan heran melihat suaminya yang seperti mau menangis.


"kamu kenapa mas?" tanya Bianca


"aku hanya ingin Menyegarkan tubuh ku saja" ucap Bianca


*****


"bagaimana?"


"nona tidak diperlakukan baik pada para pelayan disini. Mereka mengatakan bahwa nona menggoda tuan pratama untuk menguras harta tuan pratama dan terus mengganggu nona. Sepertinya mereka tidak tau bahwa nona adalah istri tuan pratama karena seluruh pelayan disini baru di ganti semua dan belum terlalu memahami peraturan disini"ucap seorang penjaga di rumah Andra


"brani ya mereka begitu, lindungi terus aku tidak mau dia terluka fisik maupun mental. Tugas kalian yang baru buat dia selalu bahagia"


"baik"


**


"Andra.. Andra kau menjaga Bianca dan Liana saja tidak bisa. Sebaiknya kau menjaga mereka dengan baik atau aku akan membawa mereka jauh dari mu. Aku tidak mau mereka terluka sedikitpun terlebih Bianca. Awas kau Andra" ucap pria pada dirinya sendiri


Pria itu marah mendengar kabar itu pun mengirimkan pesan pada Andra dengan nomor yang sudah di atur agar tidak mudah di sadap dan dilacak.


"aku talah mendengar kabar istri mu jika kau tidak bisa manjaga Bianca dan Liana aku akan membawa nya agar mereka tidak terluka. Bila kau tidak bisa mengurus ya dengan baik dan membahagiakan ya akan ku buat kau sengsara. Itu hutang mu pada ku saat aku menolong mu kemarin tepat janji mu" pesan pria itu pada Andra


Andra yang sedang tidur memeluk istri nya mendapat pesan dari orang yang misterius. Dia membacanya dam memandang istrinya, membayangkan istrinya akan meninggalkannya.


Setelah membaca pesan ini dia sedikit penasaran pada sosok pria itu.

__ADS_1


Esoknya Bianca sudah tidak mau memasak lagi dia tidak ingin mendengar para pelayan membicarakan nya jadi dia hanya bermain dengan sikembar dan Amara. Karena Fenina sedang dekat dengan seorang pria. Bianca seharian hanya bermain dengan Amara tanpa keluar kamar.


***


"Hay apa kabar?" tanya Fendy pada Fenina


"baik"


"apa kesibukan mu akhir akhir ini?" tanya Fendy


"aku sibuk pindahan menuju rumah kakak serta sahabatku,aku juga menjaga kedua adik angkat kami" jawab Fenina


"dua?"


"iya aku punya sahabat bernama Bianca dia mengadopsi anak kembar sebagai adik nya, mungkin dia kesepian jadi aku selalu membantunya menjaga"


"bagus lah sepertinya sahabatku cukup menyedih kan" ucap Fendy tersenyum


"memang"


"yaudah kita makan dulu" ucap Fendy


"iya"


Akhirnya Fendy dan Fenina berjalan jalan dan belanja berbagai makanan untuk Bianca dan barang barang favorit Bianca seperti berbagai novel, alat lukis dan alat bela diri.


Sedang Fendy dia senang karena Fenina membeli barang barang yang di sukai Bianca tanpa mementingkan dirinya sendiri


"untuk apa kau membeli itu?" tanya fendy


"sahabatku akhir akhir ini sering bersedih aku membelikan ini untuk nya dia suka membaca melukis dan bela diri jadi aku membeli ini agar dia senang"


"baik lah"


Hari sudah sore Fendy mengantar Fenina menuju rumah Andra. Fendy melihat Bianca tengah bermain bersama keyn di teras rumahnya dia melihat senyum dari wanita yang dicintainya dia pun tidak tahan ingin memeluk tapi dia mengingat rencananya maka dia membatalkan niat nya.


Sedang Bianca senang mendapat hadiah hadiah dari Fenina dia langsung berlarian menuju kamar membawa novel dan alat lukis. Di kamar Bianca langsung mulai melukis.


Tanpa dia sadari Andra tengah melihatnya melukis dengan senang. Dia tidak tau kalau Bianca suka melukis. Akhirnya dia menghampiri Bianca dan memeluk ya dari belakang.andra yang melihat bakat sayang istri pun senang dengan gambar nya.


"kamu jadi kuliah? Jurusan apa?" tanya Andra


"aku ingin perkantoran" ucap Bianca. Bianca telah memutuskan untuk mengambil jurusan yang sma dengan Fenina untuk membantu perusahaan abi dan papa karena abi mewariskan perusahaan ya pada Bianca.


"baik senin besok kau sudah bisa kuliah bersama Amara dan Fenina. Senin depan adalah tahun ajaran baru aku sudah mendaftarkan mu disalh satu kampus ternama di kota ini" jelas Andra


"emm, trikamasih" ucap Bianca mengecup pipi Andra dan pergi. Andra yang mendapat kecupan sang istri pun senang. Karena Bianca tidak pernah mencium nya. andra langsung mendekati sayang istri dan memeluk ya.


"apa kau sudah mencintai ku?" tanya Andra


"aku juga tidak tau"


"tidak papa aku akn menunggu" ucap Andra mencium Bianca

__ADS_1


"trimakasih, aku akan membuat mu bahagia" ucap Andra mengecup kening Bianca.


__ADS_2