D Ganti

D Ganti
Kabur


__ADS_3

"Heee Heee heeh, aduh capek!, akhir nya berhasil kabur dari rumah" keluh Bianca.


Tampak seorang gadis yang kira kira baru lulus SMA dengan keringat bercucuran tengah mencari ojek. Setelah menemukan ojek dia pergi mencari counter hp, membeli hp untuk menelepon sahabat nya yang berada di kota lain.


"Fen, ini aku Bian" sapanya


"ehh udah bole pakai hp?" tanya seorang wanita dari balik telefon


"bukan aku kabur dari rumah trus beli hp ini aku mau ketemu kau!, boleh?" tanya Bian ragu


"ya boleh lah kau itu sahabat ku satu satunya mana rela aku kau berkeliaran kayak orang gila" celoteh gadis itu yang bernama Fenina Stefionita


"hehe, iya iya" cengir nya


"yaudah cari aja taksi online ntar kalau gk ada uang bayar disini aja aku yang bayar, baik baik selama perjalanan" doa Fenina


"tenang aja aku bawa uang banyak, 600 juta jadi tenang aja. Aku colong tadi hehe"


"yaudah terserah nanti kalau dh sampai telefon ya!" perintah Fenina


"iya bawel ntar aku cerita deh semua"


Segera setelah itu Bianca memesan taksi online dari aplikasi wejek. Tak lama datang lah sebuah mobil yang menjemput bianca. Dimobil sang supir tampak ramah dan baik. Bianca tampak tidak terlalu perduli dengan sang supir. Setelah perjalanan selama 30 menit perut Bianca mulai berbunyi.


"pak mampir makan dulu aja saya udah lapar!" pinta Bianca


"iya mbak"


Mereka mampir di sebuah rumah makan di pinggir jalan. mereka memakan dengan lahap, karena mereka sama sama lapar. Bianca melihat supir itu tampak takut, Bianca pun penasaran apa yang di takut kan oleh sang supir.


"bapak kenapa? Kok takut" tanya bianca


"gak papa mbak cuma kepikiran keluarga saya saja, saya makan enak di sini mereka gak tau makan apa nggak" ucap sang supir yang membuat bianca tampak sedih. Bianca memang cuek tapi dia memiliki hati yang lembut.


"rumah bapak jauh dari sini?" tanya bian penasaran


"iya mbak"


"yaudah ntar saya kasih uang sekalian sama ongkos nya ntr bapak beli sendiri makanannya" ucap bian


"gk usah mbak gakapapa"


"gkapapa pak, bapak baik sama saya" ucap Bianca sedih


"yaa allah makasih udah kasih saya rejeki hari ini melalui mbak ini" ucap sang supir.


Setelah selesai makan mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk menemui fenina. Setelah perjalanan jauh Bianca sampai di sebuah hotel di kota x. Bianca membayar ongkos serta uang untuk sang supir membeli makanan. Setelah memesan kamar di hotel B, Bianca menelepon Fenina. Tak lama bel berbunyi fenina masuk dengan ribut.


"kyaaaaaaaaa, akhirnya sampai aku kangen bangetttt" ucap Fenina triak teriak sambil memeluk bianca


"iya iya udah masuk dulu" ajak ku


Setelah masuk fenina tanpa ragu ragu loncat loncat di kasur hotel seperti anak kecil. Dan memulai bertanya tanya.


"jadi gimana cerita nya?" tanya fenina

__ADS_1


"jadi gini fen, aku gk kuat di rumah bisa gila aku."ucap Bianca. Pasalnya fenina dan Bianca sudah 3 tahun tak berjumpa,karna fenina pindah sekolah dari kota z ke kota x. Mereka berteman dari Smp. Setelah melepas rindu Bianca menceritakan semua keluh kesah ya pada sahabat tercintanya.


" ayok ke mall Kau kan gk bawa baju cuma bawa duit. Nanti aku belikan hp baru model terbaru biar kita couple" ajak fenina


sifat fenina dan sifat Bianca memang berbeda tetapi mereka tidak pernah mempermasalahkannya terlebih Bianca sudah sangat sayang pada fenina begitu juga fenina.


Mereka pergi ke salah satu mall besar di kota x. Fenina megambil semua kebutuhan Bianca selama tinggal di hotel, dari baju, cemilan, dan lainnya. Fenina belanja hingga lupa waktu hari sudah malam mereka sudah mulai lapar. Fenina dan Bianca makan disebuah restoran A yang cukup terkenal di kota x. Taklama seorang anak kecil berusia 7 atau8 menghampiri mereka dan bertanya


"kakak kembar yaa?" tanya anak itu yang membuat Bianca dan fenina tercangang


"nggak dek kakak sama kakak ini cuma temanan tapi kayak saudara jadi wajar kalau mirip" jelas Bianca ramah


"itu lah ngawur aja" ucap fenina agak sewot. Fenina hanya baik pada orang terdekatnya. Setelah makan mereka kembali ke hotel dengan mobil fenina yang sudah penuh dengan borongann mereka. Hari hari berlalu mereka kemana mana slalu berdua hingga 5 hari kemudian mereka mendapatkan teman baru bernama winda.


Winda adalah anak yatim piatu namun kelihatan sukses. Semenjak hari itu mereka berteman. Setelah 3 hari berteman Winda akan kembali ke kota asalnya. Kota asalnya merupakan kota yang besar. Winda mengajak Bianca bersamanya. Tentu saja binca setuju namun dia memiliki perasaan tidak enak di hati. Dia pun mencari fenina.


"fen, perasaan ku gk enak si soal keberangkatan kami besok. Gini aja hari ini aku titip semua uang aku, akte lahir, ijazah aku semua barang berharga aku, aku titip sama kau. Ntar kalau 3 hari ber turut turut aku gk bisa di hubungi susul lah kami tapi jangan cari winda, ok? "ucap Bianca menyiapkan rencana karena dia masih belum percaya pada winda.


" ok siap. Kau masih gk percaya padanya?, dia baik lho"jawab fenina


"aku kurang percaya pokoknya ikuti aja kata ku ok?" ucap bianca


"ok lah hati hati ya besok" ucap fenina


Keesokan harinya mereka melakukan penerbangan menuju Jakarta. Sebelum berangkat fenina membari kan Sebuah kalung dan gelang.


"ini kalung sama gelang di sana ada GPS nya jaga baik baik" ucap fenina berisik pada Bianca sambil memeluknya


"ini kalung aku beli tadi di abang gerobak" ucap fenina keras agar winda tidak curiga


"Bi nanti malem temenin aku ke pesta ultah teman ku ya ntar aku kenalin" ucap winda


"ok ntar aku temani" trima Bianca


"iya ku kenalin nanti tapi setelah itu slamat senang senang, btw makasih uangnya ntr malem" ucap Winda dalam hati


"yaudah aku pamit dulu" pintar Winda


"hm" jawab bian


Bianca tertidur karena iya lelah dari perjalanan. Jam menunjukkan pukul 17.29,iya teringat akan Pesta teman winda ia bersiap siap hingga seseorang mengetuk pintu,ya itu Winda dia terlihat cantik dan seksi. Setelah selalu bersiap mereka turun ke lantai 2 hotel di mana di situ terdapat club malam.


"ngapain ke sini?" tanya Bianca heran


"ya teman ku disini, ayo." ajak winda


Karena jawaban Winda itu, Bianca pun ikut dengan Winda di sana di lihat ya beberapa teman Winda dengan pakaian seksi, baju ketat sepaha, belahan dada yang terbuka lebar. Bianca hnya duduk duduk.


"nih minum!"ucap seorang wanita yang agak tua tapi masih cantik


" iya makasih"Bianca pun langsung meminum minuman itu tiba tiba dia merasakan pusing. Winda dan teman temannya hanya tersenyum sinis dan senang. Mereka membawa Bianca ke sebuah kamar dan mengganti pakaian Bianca dengan pakaian seksi yang tampak minim. Menunjukkan paha mulus miliknya dan belahan dada yang amat indah.


Tak lama Bianca merasa ada yng menyantuh nyrntuh nya ternyata benar seorang lelaki sedang menidih ya dan mencium lehernya. Sontak dia terkejut dan menundang pria itu dan memberontak. Pria itu kesal dan keluar dari kamar dengan marah. Bianca sudah bisa menebak bahwa dia di jual olah Winda.


Dia mencari jalan keluar ternya pintu tidak di kunci oleh pria itu. Bianca berlari keluar tanpa alas kaki. Keluar hotel dengan tangga darurat dan kabur lewat parkiran. Setelah jauh dari hotel Bianca tak tahu dia berada dimana. Tiba tiba hujan turun mengguyur basah baju dan dirinya. Iya melihat sebuah rumah kecil di sudut jalan dia berhenti di sana lalu mengetuk pintu. Tampak seorang ibu ibu membuka pintu dan bertanya.

__ADS_1


"cari siapa ya?" tanya ibu itu


"maaf bu saya mengganggu saya bisa numpang di dalem gk bu? Saya tidak ada rumah saya kedinginan bu" ucap Bianca sambil menangis memohon mohon


"boleh mari masuk saya bikini teh anget" ucap Bu Risa


"makasih bu, ibu baik"ucap Bianca senang. Bu Risa datang dengan teh anget dan anduk yang di gunakan untuk menutupi tubuh Bianca yang basah dan terbuka.


" kamu dari mana? "tanya Bu Risa


Bianca menceritakan semuanya tantang ia kabur dari rumah, tentang winda.


Bu Risa tampak sedih mendengar cerita Bianca.


" kamu tinggal disini aja sama ibu, jadi anak ibu. Mau?"Tanya bu risa


" makasih ya bu Bian mau tinggal di sini jadi anak ibu"ucap Bianca


"bu, saya boleh pinjam hp?" tanya Bianca ragu ragu


"boleh nak" ijin bu Risa sambil memberi hp nya pada bianca


Bianca langsung menelepon Fenina dan menceritakan semua. Tanpa dari suara Fenina dia marah besar. Dia langsung memesan penerbangan terdekat menuju Jakarta menyusul Bianca. Dengan membawa barang barang Bianca yang sempat dititip Bianca pada Fenina. Paginya Fenina sampai di rumah bu Risa. Dan mengetuk pintu.


*tok tok tok tok


"iya sebentar" jawab bu risa


"apa benar ini rumah bu Risa?" tanya fenina


"iya cari siapa ya?" Tanya bu risa


"oh saya sahabatnya Bianca bu"


"oh maaf neng nya salah rumah" ucap bu Risa takut Fenina ada lah orang yang menjual Bianca


"oh gitu ya, makasih bu"


Fenina heran dan menelepon nomor Bu Risa dn Bu Risa mengangkatnya


"halo bi, tadi aku ke tempat yang kau bilang untuk ngantar barang barang mu tapi kata yang punya rumah salah rumah" celoteh Fenina tanpa tau siapa yang mengangkat


"maaf neng ini siapa ya?" tanya bu Risa penasaran


"oh saya teman Bianca dari kota x mau mengantar barang Bianca dan semalam Bianca menghubungi saya dengan nomor ini!" jelas fenina.


"ini neng yang tadi ya?" tanya bu risa


"oh ini bu yang tadi, iya saya yang tadi ke rumah ibu, ibu bohongin saya yaa?" tanya Fenina sewot tidak terima di tipu


Tak lama fenina mendengar suara Bianca dari telefon memanggil Bu risa


"tuh itu suara Bianca wah ibu bohongin saya" ucap Fenina tidak terima


Fenina langsung mematikan telefonnya dan menuju rumah Bu Risa.

__ADS_1


__ADS_2