D Ganti

D Ganti
"bahagia atau sedih?


__ADS_3

"fenina, Amara" teriak Bianca bersemangat


"iya iya sebentar" jawab mereka bersamaan


"ada apa?" tanya Fenina


"sebentar" ucap bianca


"reyyuy, alaannn, jooooo" teriak Bianca membuat seisi rumah gentar


"ada apa nona" jawab mereka ngosngosan


"Alan kau ikut aku rey dan jo jaga sikembar"


"baik nona" jawab mereka bersamaan


"Amara Fenina kita ayo belanja"


"hah? Belanja?" tanya Fenina


"iya senin depan kita akan kuliah Andra sudah menyiapkan semu jadi hari ini ta belanja"


"mas minta uang" ucap Amara pada rey. Rey yang sudah mencintai Amara pun menyodorkan sebuah kartu pada nya. Sementara Alan sudah berlari menyiapkan mobil dan beberapa pengawal untuk mengawal mereka.


Akhirnya mereka menuju mall terbesar di kota itu membeli berbagai makan alat tulis hingga baju dan lainnya. Hari sudah semakin malam mereka akhirnya memutuskan untuk pulang.panta mereka sadari ada beberapa mobil yang mengikuti mereka dari belakang.


*dorr dor


Tembakan demi tembakan mengenai mobil pengawal Bianca. Ada yang melawan ada yang meminta bantuin hingga mobil Bianca di cegat oleh sebuah mobil di depannya.


Beberapa pria bermotor turun memegang senjata. Alan yang melihat itu berusaha tenang dan meminta Fenina dan Amara untuk tenang semantara Bianca sudah memeluk Amara dan Fenina.


Seluruh pengawal Bianca sudah tidak bisa bertahan meski sudah meminta bantuan pada Andra. Sedangkan sudah mengabari Fendy terlebih dahulu.


Pria berbadan kekar itu membuka mobil Bianca dan menyeret Bianca dan membawanya pergi. Taklama Andra datang dengan amarah yang tak tertahan. Andra mencari cari Bianca namun hasilnya nihil.


****Rumah mewah


Tampak dari jauh ada seorang wanita yang kaki dan tangannya di ikat. Seorang pria menghampirinya.


"haloo sayang" sapa pria itu yang tak lain ada mantan kekasih Bianca

__ADS_1


"kamu mau apa?" tangis Bianca


"hey sayang jangan menangis aku tak bisa melihat mu menangis."ucap adwin menghapus air mata Bianca


" jangan sentuh aku"triak Bianca


"sayang mengapa kau meninggalkan ku demi pria kaya itu. Kau lihat aku sekarang rumah ini kau akan tinggal disini. Kau tau aku akan membahagiakan mu disini. Aku sudah mampu sekarang kalu lihat sayang" ucap pria itu memelas


"aku tidak mau" tangis Bianca


"mengapa? Aku begitu mencintai mu aku sangat menyayangi mu. Aku akan membahagiakan mu"


"aku tidak mau" tangis Bianca lagi


"aku akan datang lagi besok sekarang istirahat lah" ucap adwin berlalu pergi


Setelah kepergian adwin Bianca menangis terus menerus. Taklama ada seorang pria mengetuk jendela didekat Bianca. Bianca melihat itu menyangka bahwa itu adalah Andra. Bianca mencoba membuka kunci jendela dengan tangan terikat.


Setelah terbuka pria serba hitam itu membuka ikatan Bianca dan meminta Bianca untuk loncat melalui jendela menuju belakang pagar.


Bianca yang sudah ahli bela diri pun tidak kesusahan. Setelah sampai di luar mereka langsung mesuk kemobil. Bianca yang tidak melihat sosok pria yang di tunggu nya pun mencari nya.


"dimana Andra?" tanya Bianca


"lalu siapa kau?" tanya Bianca penasaran


"aku adalah Fendy kakak kandung mu" jawab fendy


"tidak mungkin"


"untuk apa aku berbohong?" tanya Fendy


"apa buktinya"


"kau memiliki tanda bintang di bahu mu sama dengan tanda Liana nama aslimu adalah Fenina Amelia Heradja, kau memiliki kembaran bernama Fenika Amelia Heradja yaitu Liana. Saat bayi kalian terpisah karena ulah wanita gila itu" ucap Fendy membaca


"siapa wanita itu?"


"ibu angkat mu helina, 20 tahun yang lalu wanita itu bersahabat dengan mama. Tapi wanita itu tergila gila dengan papa hingga cintanya menjadikan papa sebagai obsesinya saat itu masih dalam kandungan setelah aku lahir semua masih normal. Hingga lahirlah kalian wanita gila itu menyerang rumag membunuh para keryawan papa membangkrut kan perusahaan papa, membawa kalian, membuang Liana, menyiksamu, bahkan sampai sekarang mama dan papa masih ada di tangannya. "ucap Fendy menceritakan semua


" aku tak percaya"

__ADS_1


"aku akan melakukan tes DNA malam ini juga"


"baik"


Taklama sampai mereka di sebuah rumah sakit. Disana mereka melakukan tes DNA setelah mengambil stempel DNA tiba tiba Bianca pingsan. Fendy yang panik langsung memanggil dokter.


"bagaimana keadaan adik saya?" tanya Fendy panik


"adik saya tidakapa apa kan?"


"dia tidak papa hanya kelelahan saja dan syok"


"trimakasih"


Fendy langsung masuk melihat sang adik tercinta. Taklama Fendy memndangi Bianca, Bianca tersadar.


"dimana aku?"


"di rumah sakit"


"aku kenapa?"


"kau hanya kecapean dan syok!" ucap Fendy tidak terlalu bersemangat Bianca tersenyum. Fendy yang meluhat kebahagiaan di mata adiknya hanya tersenyum haru sambil mengelus kepala sang adik.


*tok tok tok


"ada apa?" tanya Fendy pada asistennya


"dokter mengatakan hasil DNA sudah siap mereka melakukannya dengan cepat karena tuan meminta segera jadi ini hasil nya"


Bianca dan Fendy membacanya secara bersamaan. Betapa senangnya Fendy mendapati hasilnya. Laporan menyatakan Fendy memang memiliki hubungan arah dengan Bianca.


"kau lihat kan aku ini kaka mu" ucap Fendy menangis haru


"lantas mengapa kau menangis?" tanya Bianca. Bianca memang biasa saja bgitu juga waktu melakukan tes DNA dengan Liana.


"sekarang kau percaya kan?"


"aku tidak bisa menolak kebenaran ini, kebenaran aku memiliki kakak dan adik. Aku memiliki kakak dan adik yang menyayangi ku" ucap Bianca nenangis


"jangan menangis. Kakak akan membahagiakan mu. Kau tau kakak selama ini melatih diri kaka untuk menjadi orang yang kuat. Kau tau mengapa kaka tau semua ini?"

__ADS_1


"dulu saat wanita gila itu mengambil kalian kakak di bawa oleh orang kepercayaan papa dan di rawat dengan baik. Saat kaka sudah besar dia menceritakan semuanya pada kakak. Kakak selama ini mencari keberadaan kalian, menjaga kalian dari jauh."ucap Fendy memeluk Bianca


__ADS_2