
"kak tolong siapin pendaftaran kuliah untuk fenika biar satu kampus sama ku aku nanti mau ketemu mas anda buat blg semua aku gk mau anak aku gk ada ayah" ucap fenita sambil minum
"loh kok dadakan sih dek? Tapi gapapa kakak akan walau dukung semua keputusan kamu kalau ada apa apa telfon kakak aja nanti kakak akan suruh teh urus semua"ucap fendy sedikit tidak rela
"trima kasih kak "
"yaudah aku berangkat" sambung fenita mencium pipi sikembar
Fenita mengendarai motornya menuju kampus. Diperjalanan dia bertemu dangan nando yang mencoba mengerjai fenita namun fenita lebih pintar darinya sehingga fenita sudah duluan sampai di kampus.
Seperti biasa fenita menuju perpustakaan sebelum kelas dimulai. Lagi lagi dia bertemu dengan pria yang sempat menabrak ya diperpustakaan. Dia menyapa fenita namun tidak di respon.
"hay nama ku aldo. Kamu nita kan? Kita pernah ketemu lho" ucap aldo sok akrab
Sementara fenita hanya menatap ya kemudian kembali membaca buku. Aldo yang merasa di cuekin pun tidak menyerah.
"kamu kenapa pakai masker terus? Kamu sakit?" ucap aldo. Namun tak di jawab oleh fenita
"kamu gk bisa ngomong ya?" tanya aldo ragu
"bisa" ucap fenita singkat
"ko gk jawab pertanyaan aku?" tanya aldo lagi
"gk penting" ucap fenita meninggal kan aldo karena berisik
Fenita langsung menuju kelas dan memulai kelas. Sudah waktu istirahat fenita hanya di kelas membaca Novel.kelas berikutnya dimulai fenita selalu fokus saat kelas.
Setelah kelas fenita langsung pergi menuju tempat dia dan andra janjian. Terlihat d sana sudah ada andra dengan penampilan rapi tidak acak acak seperti kemaren. Fenita melihat itu tersenyum.
__ADS_1
Fenita duduk di depan sang suami. Andra melihat fenita dari atas hingga bawah marasa ada sesuatu yang aneh karena kemaren fenita mengendarai mobil mewah dan berbelanja. Namun hari ini baju nya seperti baju bekas
"kamu kenapa liatin aku?" tanya fenita penasaran
"aku merindukanmu" ucap andra berdiri memeluk fenita yang duduk didepannya
"aku juga" ucap fenita membalas pelukan andra
"kapan kau akan kembali?" tanya andra melepas pelukan
"aku tidak mau tinggal serumah dengan fenina" ucap fenita
"mengapa?" tanya andra
"aku sangat membenci ya, dia bukan sahabatku lagi"
"belom"
"pesan lah dulu, aku tak mau kau kelaparan"
"hem"
Kemudian andra memanggil pelayan. Fenita memesan makanan sama seperti biasa porsi ya terbilang besar karena dia sedang mengandung.
"apa segitu kelaparan ya kau hingga memesan porsi besar?" tanya andra nenegang kedua pipi fenita
"tidak aku sudah biasa makan dengan porsi itu"
Mendengar jawaban fenita andra semakin bingung
__ADS_1
"selama ini kau tinggal di mana?"
"rumah" jawab fenita menyeruput minuman andra
"aku tau sayang tapi rumah siapa?"ucap Andra mencubit pipi fenita yang mulai tembem
"di rumah kakak" jawb fenita membuat Andra semakin kaget
"kakak? Sejak kapan kamu punya kakak?" tanya Andra heboh
"aku akan cerita nanti tapi tidak d sini, aku hanya ingin memberitahu kabar baik" ucap fenita menggengam tangan Andra
"kabar apa?" tanya Andra
"mas aku hamil, kandungan aku sudah 7 minggu" ucap fenita senyum lebar
"hamil? Kamu serius?" tanya Andra antusias
"tentu saja, selama ini aku tidak tau aku hamil, kemarin aku pingsan lalu kakak membawa ku kerumah sakit dokter bilang aku hamil" jelas fenita
"apa anak ku?" ucap Andra pindah kesamping fenita dan mengeluh perut fenita
"tentu saja anak mu mas, aku tidak pernah melakukannya denganorang lain selain diri mu, meskipun aku sudah berpisah dengan mu tapi aku tidak pernah menghianatimu" ucap Fenita tegas
Sebelum Andra sempat berbicara makanan Fenita telah tiba Fenita membuka maskernya dan makan dengan lahap karena fenita fenita hanya makan roti saat sarapan tadi.
Andra yang melihat Fenita makan dengan lahap pun senang. Fenita melahap semua makanan yang ia pesan. Sesekali dia juga menyuapi Andra. Andra kaget dengan perubahan sikap Fenita yang dulu dingin sekarang sudah mulai banyak bicara.
Fenita tidak pernah menaggilnya sayang dan menyuapi ya namun setelah bertemu kembali, Fenita seperti orang lain banyak bicara dan sedikit manja. Andra yang penasaran ingin bertanya tapi dia tatap sabar hingga fenita bercerita nanti.
__ADS_1