
Setelah mandi fenita mengambil kunci mobilnya dan mencari bakso. Fenita menggunakan mobil yang terbilang sangat mewah dengan baju yang bermerek,tak lupa memakai maskernya.
Pada lampu merah mobil fenita bersebelahan dengan mobil milik salah satu teman Nardo. Teman Nardo itu kaget dengan penampilan fenita yang begitu seksi dan menggoda. Diapun memutuskan untuk mengikuti mobil fenita.
Selama berkeliling fenita menemukan sebuah warung penjual bakso. Fenita memesan bakso untuk di bungkus disana semantara teman Nardo terus mangawasinya. Fenita tidak mau makan disana karena dia tidak akan melepas maskernya di tempat umum dia tidak mau Andra menemukannya.
Setelah pesanan datang fenita membayar lalu pergi. Fenita juga mampir ketok keperluan bayi untuk membeli pakaian d sikembar yang mulai sempit. Setelah membeli banyak keperluan sikembar fenita memutuskan untuk pulang.
Fenita yang tidak menyadari bahwa dia diikuti oleh teman Nerdo pun masuk kerumah dengan santainya dan melepas maskernya. Teman Nardo yang melihat kecantikan fenita hanya tergoda dengan rupa dan bentuk tubuh fenita.
Taklupa temannya menelfon Nardo dan memberitahu semua yang dilihat. Namun Nardo tidak percaya sama sekali. Sementara teman Nardo, dikan. Tetap mengawasi rumah fenita dari jauh. Taklama Fendy pulang yang disambut oleh fenita. Dikan yang melihat itu bingung dan kaget.
Hari sudah malam Dikan memutuskan untuk pulang. Esok ya fenita tetap sekolah menggunakan motor dengan pakaian sederhana. Sesampainya dikampus dia sudah disambut oleh Nardo cs. Fenita tidak merespon apapun, sikap itu yang membuat Nardo kesal.
"nita, kau itu miskin jadi lah pacarku akan ku berikan apapun yang kau minta" ucap Nardo percaya diri
"tidak trimakasih" ucap fenita berlalu pergi
Sementara dikan melihat sikap fenita pada Nardo dengan sikap Fenita pada fendy sangat berbeda. Muncul pikir pikiran yang membuat dirinya tidak terkendali. Sama seperti kenarin selama istirahat fenita hanya di kelas membaca novel.
Nardo cs datang kekelas fenita dan menggoda ya. Sementara fenita tidak merespon. Nardo yang penasaran dengan wajah fenita pun mencoba membuka maskernya.
__ADS_1
Sebelom Nardo membuka maskernya fenita sudah bersiri dan pergi. Fenita yang sudah emosi hendak keluar dari ruangan ya namun di cegat oleh Nardo cs. Tanpa tunggu lama fenita langsung menyerang mereka. Keahlian fenita yang terbilang sangat baik itu mampu mengalahkan 7 pria itu. Namun dia sudah di kroyook.
Nardo yang mendapat kesempatan membuka masker fenita pun mencoba membukanya namun tidak bisa fenita sudah mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan dibalik bajunya. Dia menodongkan pistol itu pada rekan Nardo yang memegang nya.
"jangan menakutiku dengan pistol mainan itu" ucap Nardo
*dor* tembak fenita pada dinding dibelakang Nardo. Nardo yang awalnya mengira itu hanya rencana fenita untuk kaburpun ketakutan melihat senjata yang di bawa fenita. Seluruh kampus mendengar suara tembakan yang keras itu dan mencari cari asal suara. Hingga mereka menemukan asal suara.
Pintu ruangan fenita sudah ramai. Banyak mahasiswa yang menonton aksi itu. Amara yang kaget langsung mencari asal suara itu karena dia tau itupasti fenita.
Amara berleri menuju ruang Fenita. Melihat fenita yang menodongkan pistolnya pada Nardo.
"nona sabar nona nona sedang di tonton" ucap Amara berbisik
"baik nona nona jangan Gaga ah selesaikan baik baik" ucap Amara mengelus pundak fenita
"ku... Bilang telfon ya telfon kau tidak dengar" teriak fenita semakin menjadi jadi
Amara yang takut langsung menelfon sang suami meminta Fendy datang karena emosi fenita sudah tidak bisa diredakan
"mas tolong mas itu nona marah dan hendak menembak salah satu mahasiswa dia sangat marah tolong suruh tuan Fendy untuk datang dia memanggil tuan Fendy" ucap Amara terbata bata
__ADS_1
"tunggu disana jangan kemana mana"
Amara mematikan telfon menatap fenita yang sudah sangat marah menodongkan pistol pada Nardo. Dan berteriak.
"bukannya tadi kau berani?" tanya fenita sinis pada Nardo
"kau bersenjata" ucap Nardo
"Amara pegang senjata ku jaga baik baik" ucap fenita melempar pistolnya pada amra
"kalau begitu lawan aku aku sudah tidak memegang senjata" ucap fenita menantang Nardo
Nardo yang tertantang langsung menyerang fenita namun sayang beladiri fenita sudah diatas Nardo. Amara yang baru belajar bela diri kalah telak pistolnya sudah ada di tangan Nardo dan ditodongkan pada fenita. Fenita memerhatikan gerakan Nardo
Dan fenita berhasil merebut pistol itu dan ditodongkan kembali pada Nardo. Taklama beberapa dosen datang mereraj namun amarah fenita sudah tak tertahan. Dosen yang melihat senjata fenita pun tidak mau mati duluan. Akhirnya mereka hanya menonton
"dorr,sudah kukatakan jangan mencari masalah dengan aku tidak merespon kalaina karena aku tidak mau kalian mati ditangan ku maka jangan usik iblis dalam diri ku" teriak fenita menembak kearah tembok
Taklama Fendy datang dengan panik
"kak" teriak fenita memeluk fendy
__ADS_1
dikan yang melihat itu lega ternyata Fendy adalah kakak fenita. Dia menatap fenita dengan mata penuh hasrat.
"ada apa dek mengapa kau mengeluarkan senjata mu?" tanya Fendy menatap mata fenita