
*tiiiiiiiiiiiiiiit
Jantung bu risa sudah tak berfungsi dokter langsung menangani bu risa. Terlihat Bianca masih sedih dengan kepergian ibu barunya. Andra berusaha meminta maaf tapi Bianca hanya diam.
Dokter keluar dari ruang operasi.
"dok gimana ibu saya?" tanya Bianca panik
"maaf bu tuhan berkehendak lain dia sayang pada ibu mu. Turut berduka ya" ucap dokter itu lalu pergi. Bianca syok mendengarnya dan pingsan. Andra memanggil dokter. Dan mengurus pemakaman bu risa. 1 hari Bianca pingsan jenazah bu risa sudah di antar di rumah di urus oleh anak buah Andra. Bianca sadar dari pingsan ya dan panik mancari ibu nya. Andra membawanya me rumah melihat jenazah ibu nya.
Di depan pintu terdapat bendera kuning. Bianca menangis tidak percaya bahwa dia tidak mimpi. Iya berlari sempoyongan. Memanggil ibu nya agar bangun. Iya pun di Tenang kan oleh ibu ibu yang melayat. Perlahan Bianca mulai ikhlas dengan kepergian ibu nya. Setelah di kubur Bianca kembali kerumah melihat kamar ibu nya. Duduk di atas kasur,mengelus kasur yang belum di tidur ibu nya. Dan menangis. Andra menemani ya 1 malam karena iya merasa bersalah. Bianca mengingat pria yang memanjat kemaren iya keluar dari kamar mancari Andra.
"mas!" panggil bianca
"hm?" jawab Andra cuek
"mana pria itu?" tanya bianca
"yang mana?" jawab Andra tetap ketus
"yang berbohong kemaren"
"aku kurung, besok akan ku siksa" ucap Andra dengan sedikit senyum sinis
"aku mau membunuhnya" ucap Bianca dengan sedikit marah. Andra mendengarnya dan terkejut dengan pernyataan Bianca.
"besok saja" ucap Andra. Andra merupakan pengusaha muda iya memiliki adik perempuan yang mirip dengan Bianca. Mereka sudah yatim piatu. Andra juga merupakan bos mafia yang sangat di takuti.bu risa adalah pengasuh ya dari kecil hingga menganggapnya sebagai ibu juga. Orang tua Andra meninggal 5 tahun karena kecelakaan.
"iya, kalau mau tidur tidur aja di kamar ibu. Masih bersih kasur ya belum pernah di tidurin ibu."ucap bianca
" maksud mu? "ucap andra
" iya, kami baru pindah rumah hari ini makannya ibu minta ijin pada mu. Jawab yaandra
__ADS_1
"kau tidak marah pada ku?" tanya andra
"tidak itu bukan salah mu tapi pria itu yang salah dia berbohong dan kebohongan membuat ku kehilangan kebahagiaan yang baru ku dapat sebentar." jawab bianca. Andra bingung dengan perkataan bianca yang mengatakan kata sebentar. Setelah selesai mengobrol bianca meninggalkan Andra dan kembali kekamarnya. Dia melihat foto ibu dan dia saat belanja di mall. Dia menangis hingga lelah dan tertidur. Besok paginya tampak beberapa tukang datang membenarkan kamar mandi ibu nya. Dia pun bingung
"sedang apa Kalian?".tanya bianca
"jadi lusa kemaren ada telfon masuk dari ibu yang bernama risa dia bilang kamarmandi nya mau diganti pakai shower!" jelas salah satu tukang
"tapi ibu saya semalam meninggal" ucapan bianca membuat para tukang kaget
"gak papa buk sudah di bayar ko sama ibu itu"
"yaudah"
"mbak kata bu risa kamar mandi ya ada 2 ya? 1lagi dimana?" tanya salah satu tukang
"dikamar saya nanti ketuk aja pintunya" perintah bianca. Dia masuk kekamar ya menonton tv untuk menghilangkan beban pikirannya yang terus memikirkan ibu nya. Waktu sudah menunjukkan pukul 14.12 perut bianca sudah lapar. Iya pergi membeli makanan untuk dirinya dan tukang di rumah nya setelah selesai. Iya pulang ke rumah. Iya memanggil para tukang untuk makan bersamanya. Tak lama keluar Andra dari kamarnya.dia lupa bahwa Andra menginap di sana.
"ehh mas ngapain ke kamar ku?" tanya bianca
" iya aku lupa, sini makan untung tadi beli lebih"
"cih, gk selera" jawab andra
"yaudah kalau gk mau ntar kalau lapar cari makan sendiri"
"iya oia nih uang kompensasi dari ku buat ibu mu karena aku salah sasaran dan iya ntr jadi kan bunuh orang? " ucap anda sambil memberi selembar cek. Sontak seisi ruangan menatap ke arah Andra mendengar pertanyaan andra pada Bianca
"hemmm" jawab bianca
"nanti ku jemput" Andra kembali kerumah ya. Namun saat pergi meninggalkan Bianca hatinya seperti tidak ingin pergi. Tapi dia menepis hati nya dan mementingkan egonya sebagai mafia
". Bak saya boleh kerja sama mbak?"tanya seorang tukang yang bernama rey
__ADS_1
" saya gk perlu"kata bianca
"gk apa apa mbak saya gk perlu di gaji cukup kasih makan sama tempat tinggal aja, saya bisa jadi supir, pengawal, saya bisa ngapu ngepel nyuci saya bisa mbak" ucap rey
"terserah" ucap Bianca menunjuk kamar ibu nya
" Terima kasih mbak"
Bianca pergi ke kamar bersiap siap menunggu di jemput Andra. Dia tak sabar ingin membunuh orang yang merenggut ke bahagianya. Bianca memang baik dan lembut tapi dia marah dan sedih. Dia dibutakan oleh amarah sekrang.
Tak lama para tukang selesai memperbaiki kamar mandi miliknya dan ibunya.
"ayo" triak Andra yang mengagetkan bianca
"hemm"
"rey? Saya keluar dulu kamu jaga rumah dulu ini kunci rumah sama kamar kamu. Saya percaya sama kamu rey jangan kecewakan saya!" ucap Bianca pada rangga yang telah tinggal dan kerja padanya. Iya naik ke atas mobil Andra dan duduk di sebelah ya. Tak ada obrolan di dalam mobil hingga sampai di sebuah pondok besar seperti pabrik yang di jaga olah pria berbau hitam bersenjata.
" ini dimana?" tanya Bianca karena sedari mobil tadi dia hanya bengong bengong
"di markas ku"
"markas?, apa pekerjaan mu?"tanya lagi penasaran
" mafia dan pengusaha "jawabnya singkat dan ketus
" oh"ucap bianca
"apa kau tidak takut? " tanya andra bingung dengan jawaban bianca
"tidak!" jawab Bianca singkat
"ayo masuk" ajak andra
__ADS_1
Sesampainya di dalam tampak la punya sedikit redup. Ada seseorang diikat dari tangan dan kaki hingga terbang karena ikatan ya kemari dia ke atas dan ke samping. Tampak mengerikan. Bianca tidak melihat jelas wajahnya karena redup.