D Ganti

D Ganti
Fenika


__ADS_3

"waaaahhh, kamar nya luas banget kak"ucap Fenika mengagumi kamar yang sekarang menjadi miliknya


"kau suka? Kak Fendy menyiapkan ya untuk mu"


"tentu saja aku suka, ini semua ada lah barang dan warna favoritku"ucap Fenika mengeluh elus kasurnya


"bagus lah, kalau begitu kakak kekamar kakak dulu, kamu istirahat saja. Baju mu ada di almari milik ku di sana "ucap Fenita menunjuk sebuah pintu


"benarkah? "tanya Fenika antusias


"tentu saja pergilah lihat, kakak kekamar kakak dulu"


"baik kak, trima kasih"


Fenika yang sudah sangat senang langsung berlari menuju pintu yang di tunjuk Fenita saat dia ingin pergi tadi. Fenika membuka pintu yang di tunjuk oleh Fenika dan langsung terpana melihat berjejer baju baju mahal dan berbagai sepatu, tas, aksesori yang terbilang sangat mahal.




"gila ini sih surga duniaaa, aahhh, barang barangnya..., gila ini kan jam tangan yang di pakai katy perry."ucap Fenika melihat sebuah jam tangan mewah yang di pakai seorang penyanyi terkenal


Setelah selesai mengagumi kamar miliknya, Fenita kembali di tabjuk kan oleh kamar mandi milik nya



Setelah melakukan ritual mandi, Fenika berjalan mengelilingi rumah yang amat sangat mewah itu.


Melewati setiap lorong, setiap ruangan






"sedang apa dek? "tanya Fendy mengagetkan Fenika


"astaga, mengagetkan ku saja, aku sedang keliling keliling saja"ucap Fenika


"nikmatilah fasilitas yang kakak berikan pada mu, minggu depan kakak akan kembali ke Jerman karena ada masalah dengan perusahaan kakak, kau tinggal lah disini bersama nita, Rey dan asmara akan tetap disini menjaga kalian."


"kenapa baru bilang? "


"kakak baru manfaatkan kabarnya , kakak berencana akan memberitahukannya besok pagi. Sekarang Tidur lah ini susah malam, bsok kamu harus kuliah. "


"baik kak, trimakasih kamar nya, aku sangat menyukainya"ucap Fenika memeluk Fendy


"pergilah istirahat"


"baik kak"


******************


Waktu berlalu matahari tampak malu malu menampakkan dirinya. Sementara di kediaman Heradja, Fenika , Fenita, Fendy, Alan, Amara, dan Rey tengah berkumpul.


"Nita, kamu kuliah hari ini pakai mobil kan? Gk mungkin Nika ikut kmu naik motor. "tanya Fendy


"nggk kak, aku akan menunjukkan jati diriku hari ini"ucap Fenita tersenyum


"bila kakak mau naik motor, aku ikut dengan kakak"ucap Fenika


"nggk dek, kakak sudah bilang sebelumnya setelah kita kumpul bersama maka kakak akan menunjukkan jati diri kakak"jelas Fenita


"yaudah aku ikut kakak aja"


"sudah sana siap siap sebentar lagi kalian terlambat lo"ucap Fendy mengingatkan


"siap boss"jawab mereka kompak


"Nita, titip Amara yaa. Aku ada kerjaan"ucap Rey sedikit berteriak karena Fenita sudah menjauh


"siap"triak Fenita


Dengan segera mereka bersiap untuk menuju kampus dimana mereka akan mencari ilmu. Fenika yang sangat senang karena akan berkuliah bersama sang kakak pun selalu bersenandung dengan lagu Favorit nya yang berjudul "love story".


Setelah setengah jam ke 3 wanita itu muncul dengan penampilan yang sangat mempesona dengan ciri khas tersendiri,dapat membuat banyak pria jatuh hati.


Fendy, Rey, Alan mengantar mereka pada mobil masing masing Fendy yang sangat menyayangi kedua adik adiknya itu langsung membuka kan pintu secara bergantian bagaikan seorang bawahan.begitu juga dengan Rey yang sudah mencintai Amara langsung membuka kan pintu untuk sayang istri dan anak yang ada dalam kandungan Amara.



(mobil Fenika )



(mobil Fenita)



(mobil Amara)

__ADS_1


Setelah kepergian sang adik tercinta, Fendy langsung bersiap menuju kantor begitu juga Alan dan Rey.


**************


Mobil mewah yang dibawa oleh Fenita, Fenika dan Amara berhasil mencuri perhatian setiap orang yang mereka lewati. Taklama sampai lah mereka di kampus, tentunya mereka langsung memperkirakan mobil mereka dengan bersebelahan.


Beberapa mahasiswa yang melihat itu pun terpana dengan mobil mereka. Mereka mengira ada siswa baru yang sangat kaya. Kampus itu memang di penuhi oleh orang orang berada namun berada di urutan ke dua terbagus sejakarta.


Beberapa mahasiswa tampak menggelus elus mobil mereka dengan tabjuk. Tanpa menunggu Fenita langsung turun dari mobil di susul oleh Amara dan Fenika. Turunnya Amara dan Fenita membuat kehebohan di kampus.


Fenika yang manja pada kakak nya langsung berlari memeluk lengan Fenita. Begitu juga dengan Amara. Fenita membimbing mereka berjalan dan terpisah didepan kelas Amara. Berbeda dengan Fenika yang masih menempel pada sang kakak.


"kakak, apa aku jelek? "tanya Fenika merasa menjadi pusat perhatian setiap orang


"kok ngomongnya gitu dek"tanya Fenita


"semuanya melihat kita, kakak menggunakan masker. Mereka pasti melihat aku"ucap Fenika


"kamu cantik dek, kamu adek kakak yang paling cantik. Sekarang masuk ya duduk di samping kakak, ok? "ucap Fenita menenangkan Fenika yang berfikir negatif


"iya kak"


Fenika yang gugup karena menjadi pusat perhatian pun hanya menunduk. Bukan kerana dia takut tapi itu adalah hari pertama dia menginjakkan kaki di kampus itu dan sudah membuat kehebohan di kampus. Fenita yang sudah tau adiknya langsung menengkan adik tersayangnya itu.


"fokus ke pelajaran dek,jangan pikirin apa kata orang. Kita hidup tidak untuk mereka. Kita tidak butuh mereka. Kita sudah punya orang yang menyayangi kita"bisik Fenita yang di angguki oleh Fenika


Kelas berlalu sudah waktu menunjukkan bahwa itu sudah waktunya makan siang. Dengan segera Fenita membawa Fenika menuju kantin, disana sudah ada Amara yang menunggu sedari tadi. Tentunya mereka masih menjadi pusat perhatian karena perubahan Fenita yang awalnya berbaju lusuh menjadi wanita Dengan pakaian mewah dan tentunya sangat mahal.


Benyak laki laki yang menatap mereka dengan tatapan nafsu. Ada juga yang jatuh cinta dengan Fenita dan Fenika.


Fenita dan Fenika langsung mengambil makanan yang mah mereka makan. Membawanya menuju meja dimana Amara sudah menunggu mereka. Di perjalanan menuju meja Amara tanpa sengaja Fenita menabrak seorang gadis dengan pakaian biasa dengan rambut diikat seadanya.


Kejadian itu membuat beberapa mahasiswa heboh karena ada yang menabrak pujaan hati mereka


"Nita kamu gapapa? "tanya seorang pria memegang lengan Fenita yang langsung di hempas oleh Fenita


"loe itu jalan pakai mata, emang lo bisa bayar ganti ruginya? Uang kuliah aja banyak nunggak apa lagi kalau ganti rugi loe ga bakal bisa Bayar"bentak pria itu yang di benarkah oleh beberapa pria yang juga jatuh hati pada Fenita dan Fenika


"betul itu, Nita kamu gapapa kan? "tanya seorang wanita mencari simpati Fenita agar mau berteman dengannya dengan itu dia akan bisa memanfaatkan kekayaan Fenita


Fenita yang tidak pernah sombong langsung melewati semua yang menanyakan dirinya dan berjalan menuju wanita yang menabrak ya tadi. Menghapus air matanya dan membawanya menuju meja Amara.


"kamu gapapa kan? "tanya Fenita


"gapapa kak"ucap gadis itu


"perkenalkan nama ku, Fenita, ini kembaran ku Fenika dan adik ku yang satu lagi Amara"ucap Fenita memperkenalkan diri


"maaf kan saya saya tidak sengaja, tadi sedang buru buru"sambungnya sambil menangis


"sudah gapapa, mereka aj yang terlalu berlebihan. "ucap Fenita menenangkan Falda


"iya, oia kamu sudah makan belum? "tanya Fenika yang tidak di jawab oleh Falda


Fenita yang tau maksud Fenika dan Falda pun menganggur kecil pada Fenika. Fenika yang mendapat anggukan dari Fenita langsung pergi mengambil an 2 makan untuk Felda dan Fenita.


"Nita, dia tu cuma mau manfaatin kamu aja, jangan di baikin"ucap mahasiswi tadi


"benar itu, dia itu cuma mau manfaatin kekayaan kamu"ucap mahasiswa lain


Falda yang mendengar ejekan teman temannya langsung menunduk. Mengeluarkan air mata menahan sakit hati yang amat menyakitkan buatnya. Hanya kerja kecerobohannya menabrak seorang Fenita membuatnya harus menerima hinaan demi hinaan.


"bubar"ucap Fenita masih bersabar


"tapi Nita dia.. "


"braaak, kalian gak dengar? Bubar!!!"triak Amara menggebrak meja


Emosi Amara yang kemuncak mendengarkan semua ocehan ocehan mahasiswi yang hanya ingin mencari perhatian Fenita itu. Karena dia pernah berada di posisi Falda sebelum dia bertemu dengan Fenita sehingga dia sangat mengerti bagaimana perasaan Falda sekarang.


"dasar sinting"ucap Amara pelan


"raaaa, sabar ingat suami ingat anak"ucap Fenita menenangkan Amara yang sangat kesal


"Falda kamu jangan dengerin mereka yaa, mereka hanya iri sama kamu. Udah lupain aja. Aku ga mikir gt soal kamu"ucap Fenita membuat Falda menegakkan kepalanya menatap Fenita


"maafkan saya sekali lagi"ucap Falda


"astaga, kamu tu hanya menabrak bukan membunuh"ucap Fenita tertawa kecil


"kamu itu primadona kampus, kamu mahasiswi populer di kampus. Semua mengenal kamu. Pasti akan seheboh ini kalau ada yang mengganggu mu"ucap Falda menunduk


"kau tau? Aku baru 2 bulan kuliah disini. Gak mungkin langsung jadi primadona. "ucap Fenita tidak percaya bahwa dia sangat terkenal di kampusnya


"aku tau, tapi seisi kampus sudah tau mengenai dirimu. Bahkan mereka berusaha mencari latar belakang mu namun tidak ditemukan"ucap Falda meyakinkan Fenita


"bodoh sekali mereka, ya gk akan ketemu lah. Mencari latar belakang saja tidak bisa apalagi seorang Fenita, hahahah"ucap Amara mengejek orang yang mencari latar belakang Fenita


"Falda kamu jurusan apa?"tanya Amara mencoba berhenti tertawa


"aku jurusan manajemen perkantoran, sama dengan Fenita. Fenita saja yang tidak sadar, hehe"ucap Falda tertawa kecil


"oh ya? Maaf ya aku tidak memerhatikan kan mu aku tidak pernah memerhatikan orang lain"ucap Fenita

__ADS_1


"tidak apa apa, aku tau"ucap Falda


"kak ini"ucap Fenika membawa 2 nampan makanan


"Falda kamu makan sama kita aja ya"ajak Fenika


"tidak ada tapi tapi"ucap Fenita cepat


"kalau memaksa untuk apa bertanya"ucap Falda pelan dan menunduk namun dengan kemampuan yang dimiliki Fenita dia mampu mendengarnya namun dia hanya tersenyum senang mendengarnya


Akhirnya mereka makan bersama, Fanita yang pertama kali membuka maskernya di kampus membuat beberapa mahasiswa kaget karena wajahnya sama persis dengan wajah Fenika. Beberapa mahasiswa membuat Asusmsi mereka sendiri,Fanita sama sekali tidak menanggapi mereka. dalam waktu singkat Falda sudah akrab dengan 3 wanita populer itu. Mereka tertawa bersama makan bersama, Fenita juga suka dengan sifat Falda yang ramah, mengingatkan ya pada Reina yang masih di tahan oleh wanita iblis Helina itu.


Ada kesedihan dari wajah Fenita terpancar ketika mengingat Reina sahabat yang sangat menyayangi ya dengan sepenuh hati. Falda yang melihat itu pun bertanya


"kamu kenapa sedih? "tanya Falda


"tidak papa hanya saja kau mengingatkan ku pada seseorang"ucap Fenita


Amara dan Fenika yang tau siapa orang itu langsung menunduk dan berusaha memberi kode pada Falda agar tidak bertanya lebih pada Fenita.


"siapa? "tanya Falda yang tidak mengerti kode Fenika dan Amara


Amara dan Fenika yang sedari tadi memberi kode mendengar itu langsung menepuk jidat masing masing dan melihat ke arah Fenita. Tampak air mata nya sudah hampir jatuh.


Falda yang sudah mengerti kode Amara dan Fenika pun langsung merasa bersalah.


"ehh jangan nangis"ucap Falda menghapus air mata Fenita


"kakak hari ini belanja yuk"ajak Fenika mengalihkan perhatian Fenita


"iyah"jawab Fenita pelan


"kamu ikut ya fal"ajak Amara


"nggk deh"jawab Falda menunduk


Fenita yang tau mengapa Falda menolak ajakan ya pun berusaha untuk melupakan Reina sementara waktu dan membujuk Falda gar mau ikut dengan Fenita. Dengan kesabaran yang sangat ekstra mereka ber 3 berhasil. Membujuk Falda dengan segala cara agar Falda mau ikut berbelanja dengan mereka.


Setelah selesai berbincang mereka kembali kekelas untuk mengambil barang barang mereka yang masih ada di kelas. Di depan perjalanan menuju mobil Fenita merasa ada yang kurang. Lama dia berpikir akhirnya dia tau apa yang kurang.


"ahhh, ijin dulu woi"ucap Fenita membuat Amara dan Fenika menepuk jidat mereka masing masing


"oohh iyaa"ucap mereka kompak membuat Falda tertawa dan bingung


Dengan segera Amara mengambil ponsel ya dan meminta ijin pada Rey. Begitu juga Fenika mengambil ponsel ya menelfon Fendy dengan mode Speaker agar Fenita juga bisa berbicara


"halo, dek? Udh pulang ya"ucap Fendy


"udah kak, kami mau belanja sama teman baru aku"ucap Fenika manja


"boleh gk kak? "tanya Fenita


"boleh, tapi pulangnya jangan larut malam."ucap Fendy


"makasih kak"ucap Fenita


"uang kalian cukup tidak? Kalau kurang kakak transfer lg"ucao Fendy khawatir adik nya kekurangan


"gak tau kak, lagian aku ada uang dari mas Andra"ucap Fenita manja


"kakak gak nanya kamu nita, kakak nanya Nika"ucap Fendy membuat Fenita malu


"tenang kakak, Nika juga ada uang dari kakak Andra"jawab Fenika membuat Fendy malu dan membuat Fenita tertawa


"hahahah, kakak.. Kakak kakak lupa dia adik mas Andra juga"ucap Fenita tertawa puas


"jadi kakak gak ada guna gitu? "ucap Fendy pura pura ngambek


"yaudah, transfer aja deh"ucap Fenita


"iya, yaudah kakak meeting dlu"


"iyaa"


Setelah selesai menelfon Fendy Fenita langsung menelfon Andra. Sementara Falda yang melihat 3 wanita yang sangat sibuk untuk meminta ijin hanya tersenyum lucu.


"mas aku ijin ke maal belanja"ucap Fenita cepat


"apa perlu mas temenin? "tanya Andra


"no, mas di rumah aja. Atau kekantor gitu? Aku sama Nika mau belanja sama teman baru. Nanti deh ku kenalin"ucap Fenita manja


"yaudah, kalau ada apa apa kabari aku"


"siap"


******


"Sudah? "tanya Amara


"beres"jawan Fenita dan Fenika kompak


"kalau begitu ayo"ucap mereka bertiga menarik Falda

__ADS_1


__ADS_2