D Ganti

D Ganti
Diserang


__ADS_3

Esok ya semua dikagetkan oleh hasil tes DNA yang telah dilakukan Andra. Dia bingung dengan hasilnya. Dimana tertulis dia bukanlah saudara kandung dari adiknya Liana. Hasil menyatakan bahwa Liana dan Bianca adalah saudara kandung sedang hasil Andra tidak ada kecocokan pada keduanya.


Mereka tidak percaya dengan hasilnya. Mereka syok terlebih Bianca dan Liana mereka bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi mereka berhasil menenangkan diri masing masing.


"Andra apa kau semua ini?" tanya Bianca


"kalau aku tau ngapain aku mangajak kalian kesini"


"bagaimana bisa? Mengapa aku dan lian?" tanya Bianca bingung


"aku juga tidak tau, orang tuaku tidak pernah bilang apa apa" ucap Andra


"kakak ipar,apa kita saudara kandung? Jika benar berarti kita kembar?" tanya lian senyum


"aku juga tidak tau" ucap Bianca bingung


"aku senang sekali" ucap lian membuat semua orang memandang nya


"mengapa kau senang?" tanya Andra


"tentu aja aku senang akhirnya aku memiliki kakak perempuan" ucap lian polos


***


"tuan mereka sudah tau bahwa nona Liana dan nona Bianca adalah saudara" ucap sekretaris fendy


"apa? Sudah tau? Bagaimana Bisa?"tanya fendy


" tuan pratama melakukan tes DNA pada dirinya dan kedua nona. Dinyatakan bahwa nona Bianca dan nona Liana adalah saudara kanndung"


"ternyata dia curiga, baiklah lindungi mereka terus. Karena mereka sudah tau ini maka bahaya akan datang pada mereka. Aku yakin wanita gila itu akan menyakiti mereka. Kalian selalu lah siap siaga. aku tidak ingin mereka terluka sedikitpun.dan besok siapkan banyak pasukan kita akan menjemput kedua orang tuaku. Kita serang pulau itu dan bawa orang tua ku"ucap fendy sambil mengurut pelipis matanya


"baik tuan"


***


"apa pernikahan kalian akan di lanjutkan?" tanya Fenina pada Andra


"tentu saja. Kami tidak ada hubungan darah." ucap Andra sedikit lega tapi tetap aja bingung karena yang dia tau Liana adalah saudara kandung nya


"oh" jawab Fenina


Setelah kembali dari rumah sakit Liana dan Bianca semakin akrab. Namun Bianca tetap cuek karena dia sudah terbiasa dengan sikap itu dan sudah manjadi karakternya. Hari hari berlalu kini sudah sehari menjelang pernikahan Bianca dan Andra. Pesta di Langsung kan dengan mewah.


Smua bersuka cita atas pernikahan mereka. Bianca datang digandeng oleh Fenina dan Liana yang mencuri perhatian seluruh isi ruangan. 3 bidadari yang berjalan di atas karet merah yang panjang. Banyak yang memuji kecantikan Bianca.


Disisi lain fandy memandang Bianca dan Liana yang berjalan berdampingan. Dia memandang lian dan Bian hingga dia tak sadar air mata nya menetes melihat pemandangan yang indah itu.


"semoga kalian bahagia bersama Andra, tunggu lah aku! Taklama lagi aku akan menjemput kalian.bersabarlah aku selalu melindungi kalian" ucap fendy


Hari semakin gelap di pesta fendy hanya memandang dua bidadari yang amat dia cintai. Dia senang atas pernikahan itu.aula semakin sepi tamu sudah kembali. Bianca kembali menuju rumah Andra yang sangat mewah. Karena lelah Bianca tertidur di dalam mobil.


Andra yang mengerti bahwa istrinya itu sudah sangat lelah pun mengangkat nya dari mobil. Lian yang melihat itu sangat senang. Andra meletakkan tubuh sang istri dikamar milik nya. Karena dia juga lelah akhirnya dia membersih kan badannya dengan berendam di bathtub. Setengah jam berendam dia menuju almari miliknya,mengambil celana pendek dan tidur disamping sang istri dengan telanjang dada dan memeluk perut sang istri.


Bianca yang merasa berat pada perutnya pun membuka mata dan terkejut melihat dia berada di sebuah ruangan asing dan berteriak.


"aaaaaaaaa" teriak bianca


"mengapa kau teriak sayang?" tanya Andra dengan suara khas bangun tidur


"dimana aku?"


"dikamar kita"


"sejak kapan aku disini?"


"sejak tadi"


"aku ingin mandi" ucap Bianca


"yaudah" ucap Andra melepas Pelukan nya


Bianca pergi berkeliling kamar mencari kamar mandi. Setelah menemukan kamar mandi Bianca pun mandi dan pergi menuju almari mencari baju. Dia mengenakan dress mini yang biasa dia gunakan saat tidur.


Andra yang melihat itupun menjadi tegang. Dia menahan hasrat nya karena takut Bianca belum bisa menerimanya.


"apa kau menggodaku?" tanya Andra


"tidak, tapi memang semua yang melihat ku akan tergoda" ucap Bianca membuat Andra semakin tergoda.


Andra yang sudah tidak tahanpun memulai aksinya. Bianca kaget dengan tingkah Andra yang tidak seperti biasanya. Dia mencoba mendorong Andra namun tenaga Andra lebih besar.


Lama Andra mencium Bianca hingga Bianca pun terbawa suasana. Andra yang tidak mendapat penolakan pun langsung melakukan kewajibannya. Taklama air mata Bianca mengalir dengan teriakan kecil. Andra yang melihat air mata pun menghapus nya dengan jari nya dan menghentikan aksinya.


"maaf kan aku" ucap Andra mencium Bianca


"tidak papa" ucap Bianca

__ADS_1


Setelah Bianca tenang Andra kembali melanjutkan aksinya. Sedang Bianca sudah tidak sakit lagi hanya sedikit perih pada bagian sensitif nya. Malam yang indah dilewati mereka bersama. Andra terkapar di samping Bianca dengan nafas tidak beraturan. Karena lelah mereka tertidur.


Pagi yang cerah, Bianca terbangun didalam pelukan Andra. Bianca memutuskan untuk membersihkan diri karena sudah lengket.


"aaahh" rintih Bianca membangunkan Andra yang khawatir mendengar teriakan Bianca


"ada apa?" tanya Andra kaget


"sakit" ucap Bianca


Andra yang mengerti pun menggendong Bianca dan menyiapkan air hangat untuk istri tercinta. Setelah selesai mandi Andra kembali menggendong Bianca dan membantu Bianca berpakaian. Sebenarnya Bianca risih dengan perlakuan Andra namun dia tidak bisa menolak.


Setelah selesai berpakaian mereka turun untuk sarapan. Tampak sarapan sudah tersedia di sana. Taklama sarapan semua telfon masuk pada ponsel Andra.


"tuan markas kita di serang" ucap Andra


"apa? Aku segera kesana" teriak Andra membuat Bianca kaget


"ada apa? Markas ku diserang, kau tetaplah disini!" perintah Andra


"hem"


Bergegas Andra pergi nemuju markas. Sesampainya di sana Andra melihat markas ya yang sudah hancur darah bercucuran, mayat yang berserakan. Taklama max datang dan menceritakan bahwa muruh Andra sudah merencanakan ini karena tau bahwa Andra akan menikah besok.


Andra yang melihat mayat anak buah nya pun merasa sedih. Andra mengirim kan mayat mayat itu pada keluarganya dan memberi uang kompensasi pada setiap keluarga. Taklama sebuah telfon masuk membuat seluruh tubuh Andra hampir hancur


"tuan rumah tuan di serang nona muda dan nona Bianca di bawa oleh mereka"


"bagai mana bisa? Aku harus apa?" ucap Andra menangis.


"tuan ada apa" tanya max


"max kumpulkan pasukan cari keberadaan lian dan Bian mereka di culik, rumah di serang cari segera mungkin" ucap Andra lirih


"baik tuan" ucap max langsung pergi


Andra segera kembali kerumah melihat pintu utama surah rusak para penjaga tergeletak dimana mana. Dia masuk melihat rumah sudah berantakan dan banyak darah berserakan di lantai.


"sayang bersabarlah aku akan menjemput. Jangan takut. Akan ku hancurkan orang yang menyakiti mu dan lian" teriak Andra di rumah sepi itu.


Andra yang mendengar suara seseorang di balik tirai pun kaget dan mencoba mendekat. Terlihat seorang asisten rumah tangga tengah bersembunyi. Itu adalah bi sinta.


"bik ada apa ini?" tanya Andra


"tuan maaf kan saya tidak bisa menjaga keluarga tuan" tangis bi sinta


"bik ceritakan pada ku siapa yang membawa Bian dan lian" pinta Andra sambil menangis


**flashback


"pagi kak" sapa lian


"pagi dek nih makan"


"iya"


"ayo bik, mbak. Ikut makan" ajak Bianca pada para pelayan di sana


"kamu sudah makan nyonya"


"baik lah"


Taklama terdengar keributan dari luar pintu suara tembakan terdengar keras. Lian yang menangis karena ketakutan memegang tangan Bianca. Pintu terbuka karena dobrakan para penjaga mulai berdatangan berdiri didepan Bianca dan Liana dengan tegak.


Liana yang ketakutan tidak mau melepas pelukan ya akhirnya Liana melepas dan Bianca membantu para penjaga menyerang dengan beberapa tembakan. Namun Bianca kalah jumlah. Pria bertopeng kaget melihat ada 2 wanita mirip dengan istri Andra akhirnya membawa dua duanya karena tidak tau yang mana istri Andra.


Sedang bi sinta tidak brani melakukan apa apa jadi dia bersembunyi menyaksikan semua. Andra yang mendengar itu sangat marah matanya sudah memerah mendengar cerita itu. Sedang fandy..


"apa? Bodoh, bodoh, bodoh. Bagaimana ini? Cari mereka jangan sampai Bian dan lian terluka. Cari sampai ketemu kali ini jika tidak ketemu, kalian yang habis" ucap fandy marah


"baik tuan"


Fandy pergi kerumah ya masuk kesebuah ruang rahadmsia yang ada dikamar ya. Terlihat banyak senjata di sana dan foto Liana Bianca, dan ayah ibu fendy.


***


"siapa kalian? "tanya Bianca


" ku perkenalkan pada mu. Nama ku adalah filbert revando"ucap pria itu


"aku tak mengenal mu" ucap Bianca


"tentu saja kau tidak mengenal ku, tapi suami mu, dia mengenal ku"ucap revan(panggilan dari filbert) sambil tersenyum sinis


" itu masalah dia apa hubungannya dengan ku? "tanya Bianca datar


" tentu saja ada aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang dicintai"ucap revan

__ADS_1


"oh" jawab bianca santai


"mengapa dia tidak takut? Apa aku tidak seram?" tanya revan dalam hati


"apa kau tidak takut mati?" tanya revan berteriak


"tidak" jawab Bianca singkat


"oh jadi kau tidak takut mati yaaa. Bagaimana jika kita bunuh yang ini saja" ucap revan menunjuk lian


"emmmmmm" teriak lian dngan mulut terplester


"bunuh aku saja jangan adik ku" ucap Bianca memohon


"ooh ternyata dia adik muuu. Menarik. Aku menemukan kelemahan mu" ucap revan bangga


"apa mau mu?" tanya Bianca


"aku ingin stevanly menderita" ucap revan


"siapa stevanly?" tanya Bianca bingung


"tentu saja suami mu"


"sepertinya kau salah orang" ucap Bianca datar


"tidak mungkin"


"kau memang salah orang bodoh suami ku bernama dian bukan stevanly" ucap Bianca


"brani sekali kau berbohong"


"cih sudah salah orang tidak mengaku lagi kalau kau tidak percaya tanya saja adik ku siapa nama suami ku"


"bangun kan adiknya" pinta revan. Anak buah revan mengambil seember air dan menyiramkannya pada lian Yang pingsan melihat pisau yang hendak di tusukkan padanya tadi


"buka mulutnya"


"kak Bian" teriak lian


"dek kakak tanya siapa nama suami kakak" tanya bianca


"tentu saja kak dian" teriak lian membuat revan bingung


"sudah kukatakan kau salah orang" ucap Bianca mencoba tenang


"kak aku takut" tangis lian melihat bianca


"tenang lah" ucap Bianca pelan


*dor dor dor dor


Suara tembakan terdengar dari luar revan yang mendengar itu langsung bingung dan melihat anak buah nya sudah terkapar tak bernyawa. Andra masuk membawa senjata ya sambil memanggil Bianca.


"heyy stevanly" panggil revan


"lepaskan istri dan adik ku" teriak Andra marah


"sabar lah stevanly kau tidak lihat di badan istri mu ada apa?" ucap revan menunjuk Bom yang ada pada tubuh lian dan Bian.


"apa yang kau ingin kan?" tanya Andra menangis


"memohon pada ku. Menangis lah, bersujud pada ku" ucap revan tertawa


"kau-" ucapan Andra terhenti melihat revan menunjukkan pengendali bom yang ada di tangan revam


"baik"


"tidak, jangan mas jika kau bersujud pada nya kupastikan kau bukan suami ku yang pemberani" ucap Bianca menangis


"sayang berhentilah begitu" ucap Andra.


"pllak, kau membohongi ku tadi. Kau bilang suamimu dian" teriak revan menekan kadua rahang bianca


"jangan sentuh istri ku" teriak Andra


"aku tidak bohong namanya adalah dian, tidak percaya tanya saja padanya" ucap Bianca datar.


"aku tidak akan percaya lagi padamu" ucap revan


"lepaskan istri dan adik ku. Ku mohon" ucap Andra membuat revan tertawa


"akhirnya kau memohon pada ku sekarang lenyaplah kau" ucap revan menodong kan pistolnya dan


*dorrrr


Apa Andra kan ******mati*****? Lalu siapa yang jadi suami Bianca**?

__ADS_1


Penasaran dengan siapa ih revan ini? Ganggu rumah tangga orang saja.


Bianca lucu yaa😂😂❤***


__ADS_2