
"sudah bangun sayang?" tanya Andra pada Bianca yng masih di pintu kamar
"belum"jawab bianca
" aaaahahahah"tawa Fenina yang terdengar dari ruang tamu
"kurang ajar" teriak Andra pada Fenina dan Bianca.
"kau tau aku sudah bangun tapi masih bertanya" jawab Bianca cuek
"huuh" desah Andra
"bii aku mau makan kebab, roti bakar, sate, pecal lele!" ucap Fenina pada Bianca yng sedang minum
"g food aj" jawab bianca
"pesan berapa?" Tany Fenina
"masing masing 5 aj" jawab bianca
"ok boss"
Taklama makanan sampai. Bianca memanggil rey dan amara yng berada dikamar untuk makan malam. Setelah rey dan amara keluar Bianca langsung mencuci tangannya dan memakai sarung tangan keret.
"untuk apa pakai sarung tangan itu? Norak sekali kau" ucap Andra
Seketika wajah Bianca berubah total. Dia melepas sarung tangannya dan kembali kelakar dengan membanting pintu.
"dasar bodoh" ucap Fenina pada Andra. Setelah itu Fenina langsung menghentikan makannya dan mengejar Bianca. Dia tau mengapa Bianca memakai sarung tangan.
"hey bi sudah lah lupakan kata pria bodoh itu" bibir Fenina pada bianca
"fen aku kangen rei.kalau bukan aku dia pasti sama kita.fenn aku kangen dia. Reina aku kangen" tangis Bianca terdengar dikamar.sementara Andra bingung dia harus apa. Dia tidak tau apa yang salah dengan kata katanya.akhirnya Andra memutuskan untuk pulang. Setelah kepulangan Andra Fenina membawa beberapa makan dan sarung tangan yang baru.
__ADS_1
Tak lama setelah Bianca dan fenina selesai makan hp milik fenina berbunyi.
"waalaikumsalam. Abi, umi" jawab fenina
"kmu apa kabar nak?" umi
"feni sama bian baik kok umi, tapi bian masih seperti dulu. Dia masih merasa bersalah umi!" Fenina
"masyaallah, kasian bian berikan telfon ya pada bian" abi
"assalamualaikum Abi" Bianca
"waalaikumsalam nak, kamu sehat nak?" abi
"alhamdulillah sehat bi" Bianca
"nak, kamu jangan terlalu kepikiran reina terus nak ini sudah 4 tahun. Buatlah hidupmu yang baru nak" umi
"nak bukan salah kamu nak itu sudah takdir" abi
"abi, umi udah dulu ya feni sama bian mau istirahat, za besok feni kabari abi, umi lagi. Assalamualaikum " potong Fenina karena kondisi Bianca tidak mendukung
"udah la bi jangan di ingat lagi" ucap Fenina setelah telfon di matikan
"hem aku mau keluar cari angin bentar" jawab Bianca singkat. Bianca langsung pergi mengambil kunci mobil dan pergi. Dalam perjalanan dia hanya menangis dan berteriak. Setelah puas menangis dan berteriak dia pun menyalakan mesin dan pulang. Ditengah pejalan sebuah truk dengan rem blonk hampir menabrak bian namun bian malah menabrak sebuah tiang listrik. Setengah sadar Bianca keluar menjauh dari mobil tersebut.
Benar saja mobil tersebut langsung meledak. Beberapa warga mulai berdatangan mencari pengemudi mobil tersebut. Agak jauh dari sana terpenting seorang wanita dengan darah di tubuhnya. Warga sekitar datang membangunkan Bianca, namun tidak berhasil.
**********
"yaallah Bianca kmu di mana sih ini udah mau pagi belum pulang juga" gumma Fenina cemas pada Bianca. Fenina langsung menelepon Bianca.
"bi pulang sekarang" tekak Fenina pada bianca
__ADS_1
"maaf mbak, teman mbak yang punya hp ini kecelakaan di jalan xx" jawab salah satu warga yang mengambil hp milik Bianca
Fenina langsung menghubungi pengawalnya dan pergi ke jalan xx tempat Bianca di kecelakaan. Dilihat mobil Bianca telah hangus terbakar. Sontak dia terjatuh dan menangis. Fenina berteriak historis memanggil nama Bianca. Fenina berdiri dan berlari bertanya tanya pada warga dimana Bianca. Salah seorang warga menjawab dia di bawa ke rumah-sakit xx.
Fenina langsung berlari menuju mobil dan berangkat ke rumah sakit xx tempat Bianca di bawa. Seorang sustermengatakan bahwa dia berada di ruang inap 224.
Fenina berlari menyusui setiap kamar mencari kamar milik Bianca. Dilihatnya Bianca yang tengah di perban dia menangis. Menyesali mengapa dia menginginkan Bianca keluar dengan kondisi tidak mendukung. Paginya Bianca sadar.
"Fen aku dimana" tanya Bianca pada fenina
"di rumah sakit udah istirahat dulu kau kecelakaan kemaren. Bikin orang jantungan aja" Fenina
"maaf" Bianca
"sayang kmu gak papa kan" teriak Andra membuat seisi ruangan kaget
"eiiiitts, sejak kapan bian ku jadi sayang mu?" ucak Fenina menahan Andra yang hendak memeluk bianca
"berisik kau, mana yang sakit?" tanya Andra penuh khawatir
"tuan gk pernah se khawatir gitu dia kenapa ya" gumam sekretaris jo dalam hati. Sekretaris ko memiliki sifat kejam. Sama seperti Andra, namun lebih pendiam dan cuek.
"gk ada" jawab Bianca
"kenapa bisa kecelakaan? Pasti kau kan? Kau tidak berguna" ucap Andra menyalahkan Fenina
"cih, kau pikir aku asisten ya. Dasar bodoh" ucap Fenina membalas Andra
"kau.."
"sudah lah aku malas mendengar kalian. Kapan aku bisa pulang?"tanya Bianca
" tidak bisa kau harus di rawat sampai sembuh total, ko urus semua pindahkan dia keuangan yang lebih layak dapatkan penanganan terbaik"ucap Andra pada Bianca dan sekretaris jo. Bianca ingin membantah tapi dia sudah tidak ada tenaga membantah. Bianca langsung menutup matanya.
__ADS_1