
Disisi lain Fendy melihat fenita yang tengah bermain ayunan. Fendy yang tidak pernah melihat pertumbuhan adin nya senang mendengar adik nya bahagia bersama nya dan mau mengubah karakternya yang cuek pada orang menjadi mana padanya.
"maaa, paaa, kalian dimana? Liat nita dia udh sama endy papa mama yang kuat ya. Fendy janji bakal balas perbuatan wanita itu pada kita. Aku akan balas perbuatan nya pada nita. Bersabarlah aku akan menjemput kalian nanti" ucap Fendy menangis dalam hati
"dek ayo masuk ini dah siang panas lho"
"kak aku ingin makan cake"
"ayo kita pergi membeli nya kau bisa pilih sesuka mu"
"emm" jawab fenita menuju mobil
Sebelum turun dari mobil tak lupa fenita memakai masker yang selama ini dia gunakan saat keluar rumah. Mereka masuk kesebuah toko kue yang lumayan besar.
Fenita melihat beberapa kue yang menarik perhatiannya. Fenita membeli 2 kotak kue berukuran sedang. Fendy yang melihat selera makan adik nya cukup senang dengan perubahan fenita.
Setelah membeli kue Fendy memutuskan untuk mampir kesebuah toko kosmetik membeli beberapa kosmetik untuk sang adik juga istri asisten serta sahabatnya itu.tak lupa Fendy membeli beberapa kotak masker dengan barbagai warna.
Setelah selesai dari toko kosmetik mereka memutuskan untuk pulang karena fenita sudah tak sabar memakan kue itu. Sesampainya di rumah fenita menggenggam tangan Fendy dan masuk. Di meja makan fenita memanggil Alan, rey, Amara dan para pelayan yang ada.
Fenita membagi kue itu pada beberapa pelayan dan sahabat kakak nya. Fenita yang sudah tidak tahan langsung melahap kue yang sudah di ambil untuk nya. Tidak butuh lama kue yang di piring fenita sudah habis. Fenita yang tidak merasa kenyang pada perutnya langsung mengambil potongan besar lagi lalu melahap nya. Begitu juga Amara. Para lelaki yang melihat ibu hamil itu hanya geleng geleng.
__ADS_1
"Amara, ku dengar kau bisa bela diri dan nita lah yang mengajarimu"
"benar tuan nona Bianca telah mengajari saya" ucap Amara membranikan diri
Feniat yang mendengar nama dirinya yang di beri oleh wanita yang paling dia benci itu pun kesal
"panggil aku nita aku tidak suka dengan nama yang di berikan wanita gila itu" ucap fenita kesal
"maaf nona"
"baik aku akan mempercayakan fenita pada mu saat di kampus. Aku tidak mau dengar ada yang menindasnya"
"kenapa?" tanya fendy
"kak aku ke kampus ingin naik motor, aku tidak ingin di kawal lagian aku bisa bela diri"
"huuufhh, terserah kau saja kakak hanya tidak ingin kau ditindas seperti sebelumnya
" aku tau kaka begitu karna sayang padaku kan? "ucap fenita manja memeluk lengan fendy
" kau tau kelemahan adalah sikap manja mu jika kau sudah begini mana bisa aku menolak mu "ucap Fendy membuat rey dan Alan tertawa
__ADS_1
" kenapa kalian tertawa"
"dy, biasanya kau kejam sekarang hanya kerana nita kau lemah itu sebuah keajaiban meski ayah sudah berpesan pada ku untuk membantu mu tapi aku senang jika kau habagia bersama adik mu" ucap rey tersenyum
"kau lupa? Kau itu adik ku juga, jika nita adalah adik ku, maka nita juga adik mu jadi bersikaplah layaknya kakak dan adik" ucap Fendy membuat rey senang
"kau juga lan" ucap Fendy menatap alan
"ok boss" ucap Alan dan rey bersamaan lalu tertawa.
Hari sudah semakin sore mereka memutuskan kembali ke kamar masing masing. Fenita memutuskan untukmembersihkan diri. Setelah mandi fenita hanya membaca novel sambil berbaring di kamarnya. Fenita yang begitu suka membaca novel lupa akan waktu. Jam udah menunjukkan puluk 8 malam. Namun fenita belum makan malam. Sementara dibawah semua sudah menu ggu dirinya.
Menunggu lama akhirnya Fendy naik dan memanggil fenita. Tidak ada jawaban dari kamar fenita membuat Fendy panik. Terlebih pintu kamar fenita yang terkunci. Fendy terus menggedor gedor pintu membuat kehebohan yang terdengar hingga meja makan. Alan dan rey mendengar itu dan langsung berlari keatas mencari Fendy.
Melihat Fendy panik Alan sudah mengerti dan berlari menuju kamarnya mengambil kunci cadangan disetiap ruangan rumah menvmcari kunci kamar fenita. Alan datang membawa kunci cadangan. Taklama pintu terbuka terlihat seorang wanita tengah tiduran membaca novel menggunakan gmheadphone bervolume tinggi.
Fenita melihat ketiga kakak nya itu sudah mandi keringat pun bingung dan melepas headphone dari telinganya dan bertanya.
"ada apa dengan kalian? Mengapa keringat begitu? Apa disini panas?" tanya fenita polos
rey dan Alan mendengar itu hanya tertawa terbahak bahak, membuat fenita semakin bingung. Fendy yang sudah salah tingkah dengan kelakuan ya sendiri yang begitu sensitif tentang adiknya pun hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Membuat rey dan Alan semakin tertawa.
__ADS_1