
.
.
.
.
"tuan apa anda terluka?" tanya seorang pria
"tidak , untung saja adik kembar ku itu baik baik saja. Brani sekali pria itu menyakiti adik ku. Dan pria pengecut itu malah menuruti pria brengsek itu. Huufh pergilah aku ingin istirahat" ucap pria itu melepas topengnya
"baik tuan"
*****
"kak Bian mau beli apa?" tanya lian
"terserah pada mu"
"ahh kak Bian tidak memiliki selera" ejek lian
"terserah pada mu kakak tidak perduli"
"kak lian seneng deh punya saudara kembar" ucap lian
"iya"
Mereka berbelanja berbagai macam. Hari sudah semakin larut mall akan ditutup akhirnya mereka kembali kerumah. Sesampainya dirumah Bianca langsung mandi dan tidur.
Sementara Andra sibuk diruang kerjanya. Saat hendak mengambil laporan kantor tanpa sengaja Andra menjatuhkan sebuah buku tua yang bertulis "dairy".
__ADS_1
Andra yang penasaran pun langsung membaca buku tersebut. Ternyata buku milik sang ibu. Andra membaca halaman pertama hingga akhir. Air mata mengalir dari mata Andra.
Hal yang lebih mengejutkan terdapat asal usul lian Dan sebuah kalung bertulis kan "Fenika" Andra membaca surat itu
"anak ku Andra dan Liana. Mama tau kalian akan baca ini mama harap kalian bisa maafin mama dan papa. Liana memang bukan anak kandung papa dan mama. Mama menemukan Liana di tepi jalan dekat kebun di dekat jalan xx. Mama ayang sama Liana maka dari itu mama menutupi ini. Mama tidak mau kehilangan lian. Kalung yang ada dibulu ini adalah kampung yang mama temukan bersama dengan lian. Lian juga memiliki tanda bintang pada bahu bagian belakang nya. Andra carilah keluarganya. Jaga adik mu. Mama titip dia padamu.
Mama sayang kalian"
Air mata tak berhenti keluar. Andra mengingat ada tanda yang sama pada bahu Bianca. Dia mengerti bahwa Bianca adalah saudara kandung dari lian yaitu kembar. Andra berusaha mencari tau semua.
Lelah menangis Andra pergi menuju kamar. Melihat wanita yang sangat dicintainya tengah tidur. Dia pun menjatuhkan butuh nya di samping istri tercinta dan memeluk nya sangat erat.
"aku bahagia kau ada. Jangan tinggalkan aku. Aku sangat mencintai mu" gumam Andra dalam hati
Akhirnya Andra tertidur memeluk istri tercinta.pagi yang cerah Bianca bangun dari pelukan Andra. Bianca menuju dapur dan memasak kan Andra memasak.
"nona biar saja aja" ucap salah satu pelayan
"tidak"
"tidak"
"nona-"
"astaga saya kan sudah bilang saya aja jangan ngajak berantem dong" ucap Bianca kesal dam meninggalkan dapur.
"menghancurkan mood ku saja" gumam Bianca kesal
Bianca kembali kekamar dengan sumpah serapahnya pada pelayan tadi. Andra yang sudah bangun mendengar sumpah serapah Bianca pun bertanya.
"marah dengan siapa kau sayang?" tanya andra
__ADS_1
"tidak ada" ucap bianca
"yakin?"
"iya"
"Yasudah"
"mas aku ingin kuliah" ucap Bianca
"Yasudah pergilah kuliah" ucap Andra
"cih ngomong sih gampang. Daftar nya bro. Belom daf tar belum lagi pelatihan militer, belom ini belum itu Huufh ngomong aja gampang dasar" gumam Bianca sambil menuju kamar mandi
Sesampainya di kamar mandi Bianca kembali mengucapkan sumpah serapah pada orang orang di rumah andra. Andra yang mendengar permintaan sang istri lang sung meminta jo untuk menyiapkan semua.
Setelah Bianca selesai mandi Bianca duduk di meja rias merias wajahnya dan pergi meninggalkan Andra. Bianca langsung membawa mobilnya menuju rumah nya.
Bianca masuk kekamar mandapati sikembar tengah mengganggu fenina yang sedang tidur. Karena tidak tega pada Fenina Bianca pun menggendong sikembar dan bermain. Fenina yang merasa tidak diganggu pun bingung dan terbangun mencari keberadaan sikembar. Dilihat nya Bianca tengah bercanda dengan sikembar pun lega dan kembali tidur.
Hari sudah semakin siang Bianca makan di rumah nya bersama Amara dan rey.
Bianca melihat rey yang sudah sayang pada Amara pun senang. Kini Amara tengah hamil 2 minggu.
Bianca yang melihat Fenina masih tidurpun mengerti bahwa dia tidak tidur manjaga sikembar. Setelah fenina terbangun Bianca menceritakan permintaan nya pada Andra untuk kuliah. Fenina juga senang karena dia sebenarnya juga akan kulian pada tahun ajaran baru nanti.
Fenina ingin mengambil jurusan perkantoran untuk membantu perusahaan ayahnya. Sedang Bianca dia masih bingung ingin mengambil jurusan apa. Bianca ingin lulusan sastra tetapi dia juga ingin menjadi desainer, Bianca juga ingin membantu perusahaan abi. Bianca bingung akan 3 pilihan yang membuat kepala nya sakit.
Hari sudah gelap Bianca kembali ke rumah Andra. Para penjaga menyapa ya dengan ramah. Bianca berjalan menuju dapur disana sudah ada lian yang hendak makan. Akhirnya Bianca makan bersama lian. Bianca duduk di samping lian berhadapan dengan pelayan yang tapi pagi membuatnya kesal. Menatap pelayan itu membuat mood Bianca hancur kembali dan tidak jadi makan.
Ntah apa yang membuat Bianca begitu. Hari itu mulutnya hanya di penuhi oelh sumpah serapah. Setelah Bianca mandi dia lengsung meloncat kekasur dan bermain ponsel. Bianca melihat foto foto sikembar tanpa sengaja melihat foto dirinya bersama kedua sahabatnya.
__ADS_1