D Ganti

D Ganti
Pernikahan rey dan amara


__ADS_3

Setelah masuk rumah Bianca melihat key dan keyn sedang bermain bersama rey dan Amara. Bianca pun membawa sikembar ke kamarnya, dan menidurkannya. Setelah sikembar tidur Bianca pergi ke dapur untuk minum. Dia tak sengaja melihat Amara yang sedang terlihat gugup.


"kmu kenapa?" bianca


"saya gugup nona"


"tidak perlu gugup persiapkan dirimu untuk pernikahan mu besok"


"iya"


"Sekarang tidurlah besok kau harus bangun pagi untuk akad nikah mu"


Bianca kembali kekamar ya dan beristirahat. Esok paginya dia melihat Amara dengan kabaya putih panjang dengan riasan wajah yang natural.



"cantiknya" puji fenina


"makasih"


Akad nikah di mulai pada siang hari. Setelah acara selesai mereka beristirahat, dikarenakan esok malam adalah resepsi pernikahan mereka. Resepsi pernikahan rey diselenggarakan dengan mewah. Di hotel milik Andra. Mereka memilih melakukan resepsi dengan adat china karena mereka china islam.


"susun baju kalian nanti malam siap resepsikalian kita akan pindah rumah anak buah Andra akan menjemput barangnya dan memindahkan barangnya ke rumah baru" jelas bianca


~malam hari, aula pernikahan rey dan amara~


"aku ambil makan dulu" ucap ku


"aku juga" ucap Amara dan Fenina bersamaan


"nih pegang si kembar" ujar ku pada andra


"terus kami makan apa?" tanya andra

__ADS_1


"rey akan diambil oleh istrinya, sementara jo oleh fenina dan kau akan aku ambilkan jadi duduk saja" jelas bianca


"kenapa punya jo aku yang ambil" protes fenina


"dimakan calon suamiku" ledek amara


"cih tidak sudi" ujar fenina dan jo bersamaan


"tuh kompak" amara


"yaudah kami ambil makanan dulu" bianca


Saat sedang mengambilmakanan datanglah keluarga Amara memadai amara yang menikah tidak minta restu. Amara memang mengundang mereka, walau dia telah di jual.


"HEH Amara kamu ya nikah sama orang kaya lupa keluarga? Dasar anak tidak tau diri" sindir ibunya. Sementara amara hanya diam


"heh dek seharusnya kamu itu berlutut sekarang sama ibu minta restu bukan diam aja" sambung kakak Amara


"dasar anak durhaka, jika bukan karena kakak mu ini pintar menjualku kau tidak akan menikah dengan pria kaya itu. Dasar pelac*r" ucap sang ibu membuat Amara seperti disambar petir


"buk Amara ini anak ibu kok ibu tega sih"


"aku tak punya anak murahan seperti mu"


"aku seperti juga karena kalian" teriak Amara sambil menahan tangis. Suasana mulai ramai banyak tamu undangan menonton. Bianca pun sudah tak tahan dengan kata kata ibu Amara.


"maaf bu ini sedang da pesta pernikahan mending ngomongnya nanti aja malau diliat banyak orang" ucap Bianca sopan


"brani sekali kau berkata begitu aku ini ibu nya dia menikah tidak minta restu" teriak sang ibu. Sementara di tempat Andra mereka tidak menyadari keributan di sana karena suara musik yang keras.


"maaf bu ngomongnya di ruangan lain saja" ucap fenina sabar


"dia lah kalian aku sedang mengajari anak ku yang durhaka ini" teriak sang ibu sambil me dorong Amara hingga terduduk dilantai. Bianca yang melihat sudah memuncak disana

__ADS_1


"brani sekali kau mendorongnya" ucap Bianca dengan tatapan membunuh sambil membantu Amara berdiri


"apa hak kau berbicara begitu dengan ibu ku" ucap kakak Amara dengan menampar bianca


"plaaak" tamparan Bianca membuat pipi kakak Amara memerah


"brani sekali kau menamparku akan kubuat keluarga kalian hancur. Penjaga umir mereka jangan biarkan mereka sekalipun mendekati Amara dan rey" teriak Bianca pada pengawal. Segera pengawal mengeret mereka keluar dari hotel yang mewah itu


"sudah jangan di hiraukan ayo ambil maka na lagi kalian para cowo sudah nunggu" hibur Fenina


"iya mbak"


Kemudian mereka kembali mengambil makanan. Suasana kembali normal. Setelah itu mereka kembali kekursi masing masing. Suasana makin meriah dengan persembahan beberapa tarian dan nyanyian para tamu. Taklama Bianca pamit ingin buang air.


Setelah keluar aula Bianca tidak sengaja menabrak seorang pria sekitar berusia 30-an.tanpa menghiraukan sipria Bianca melanjutkan perjalanan menuju kamar mandi yang agak jauh dari aula. Sementara si pria menatap kagum pada Bianca. Doa ingin memiliki Bianca yang terbilang seksi.


Akhirnya pria tersebut memutuskan untuk menunggu Bianca di depan pintu aula yang sepi, karena para tamu masih fokus pada penampilan para pengisi acara. Taklama apa yang diharapkan pria itu pun terwujud. Terlihat dari jauh Bianca tengah berjalan menuju aula dengan memandang gaun ya.


Saat hendak masuk aula sang pria menarik Bianca agak manjauh dari pintu aula. Pria itu memperkenalkan dirinya pada Bianca namun Bianca hanya cuek dan menahan amarah.


"nama saya faris. Kamu?"tanya pria itu memegang tangan bianca


" mawar"ucap Bianca berbohong.


Pria itu mulai mengelus elus tangannya hingga lengan ya. Hingga Bianca tidak tahan lagi dan memelintir tangan sang pris dan mengambil pisau yang berada di gaun ya.


Bianca selalu membawa senjata kemana mena.entah itu pisau ataupun pistol yang selalu tersembunyi di pakaiannya.


Bianca menodongkan pisau itu tepat di leher pria itu. Sementara pria itu berteriak meminta tolong.


"tolong ada yang mau membunuh kau" teriak ya berulang kali hingga beberapa tamu undangan keluar


"tolong aku dia mau membunuh ku" ucap pria itu pada tamu undangan yang menonton mereka tak jauh dari situ

__ADS_1


__ADS_2