
.
.
"kerumah lama sebentar" ucap Bianca
"baik"
Sesampainya di sana Bianca masuk keuangan yang dulunya adalah kamarnya dna fenina. Bianca membongkar setiap laci disana. Akhirnya dia menemukan dua buah kotak perhiasan yang dia cari. Kotak itu adalah didalam kotak itu terdapat anting yang di desain khusus darurat untuk Bianca, dan satu kotak lagi cincin yang memiliki senjata rahasia di dalam nya. Perhiasan itu di berikan oleh papa fenina dan umi reina saat Bianca berusia 15 thn.
Setelah melihat lihat keadaan rumah Lama dia pergi kesebuah mini maret membeli 4 tas berisi sembako. Dia menyuruh Amara mengantar ya kerumah bu risa yang lama. Dia ingin silaturahmi dengan tetangga yang dulu membantu dia dan bu risa saat saat susah mereka. Sesampainya di sana para tetangga itu langsung berkumpul mengelilingi mobil mewah milik Bianca yang terperkir di depan rumah kumuh milik bu risa. Bianca keluar dari mobil
"assalamualaikum" salam Bianca
"waalaikumsalam,nak Bian? Apa kabar kamu? Sekarang sudah sukses ya" ucap ibu yang bernama naya
"alhamdulillah bu naya sekarang kehidupan Bian udah cukup" ucap bian
"syukurlah mana bu risa?" tanya bu ratih
"ibu...., ibu udh meninggal sehari setelah kami pindah. Dia nolongin bian, akhirnya bu risa yng meninggal" ucap Bian sedih
"innalilahi" ucap bu ina
"sabar ya nak" ucap bu naya mengelus pundak bianca
"oh iya buk ini adik Bian namanya Amara"
"cantik ya" ucap bu ratih mengelus tangan Amara
__ADS_1
"oia bu ini Bian bawa sembako buat ibu ibu karena dulu sering bantuin Bian sama ibuk" ucap Bianca membagi 4 tas sembako itu pada 4 ibu ibu yang sudah ngumpul
"masyaallah, kamu baik banget beruntung bi risa nampung kamu kemaren" ucap tante linda. Dia masih muda namun sudah janda anak satu dia menikah muda suaminya sudah meninggalkannya dengan wanita lain.
"iya Bian juga makasih sama ibu ibu yang bantuin kami waktu susah" ucap bian
"Amara kamu pulang dulu aja maaf ya besok besok aja aku ajak kamu latihan" ucap Bianca memberi kunci mobil. Sebelum pergi Bianca mengambil tas dan dompet ya di mobil.
"ko disuruh pulang?" tanya tante linda
"kasian suami nya di tinggal pengantin baru gak boleh pisah" ucap ku
"oalah baru nikah toh pantes mukanya cerah" ucap bu ratih
"bu hari ini Bian mau bawa ibu ibu ajaln jalan ibu mau?" tanya bianca
"emangnya mau kemana atuh?" tanya bu ina
"yaudah ibu ganti baju dulu" ucap bu ina yang disusul oleh bu ratih dan tante linda
"Bian ibu kemarin bikini kamu kebaya tapi ibu gak tau pas atau nggak kamu mau cobain dulu?" tanya bu nanya lembut
"aduh buk repotin aja"
"gak usah sungkan sama ibu ayo cobain dulu" ucap bu naya
Setelah selesai mencoba Bianca lupa mobilnya sudah di bawa oleh Amara. Setelah ibu ibu sudah berkumpul dengan baju yang rapi Bianca menelepon Andra
"bntar ya bu Bianca telfo. Dulu minta antar mobil" ucap bianca
__ADS_1
"iya monggo"
"hallo mas?"
"kamu dh kangen aku sayang?" ucap Andra pede di balik telfon
"bukan aku pengen minta tolong kirimin mobil yang agak gede aku mau ajalan jalan bareng ibu ibu yang tinggal dekat rumah bu ria mereka dulu sering bantuin aku sana ibu" ucap bianca
"ok tunggu di sana nanti max antar, ada uang?"
"kya ya ketinggalan deh" jawab bianca berbohong
"yaudah nanti max kasih kartu pinnya sama dengan ponselmu"
"iya"
"tunggu sebentar ya bu" ucap Bianca
"habis telfon siapa?" tanya bu ratih penasaran
"pacar bu"
"sekarang kamu sudah punya pacar, pasti beruntung banget pacar kamu" ucap bu ina
"insyaallah 2 minggu lagi nikah bu, minggu depan Bian antar undangan ya deh ibu ibu datang ya" ajak Bianca. Taklama datang sebuah mobil fortuner putih terbaru. Turun lah max dari mobil itu menghampiri Bianca.
"nona ini mobil yang dikirim tuan untuk nona, dan ini kartu untuk nona belanja" ucap max sambil membungkuk lalu pergi
"wahhh mobilnya gede banget cantik lagi" ucap bu ratih
__ADS_1
"ayo masuk bu" ajk Bianca
Bianca membawa mereka ke maal terbesar di kota itu ibu ibu itu berteriak mengagumi besarnya gedung itu, seperti tidak pernah melihat gedung sebesar itu.