
Paginya Bianca bersiap menuju rumah bu ina. Karena anak nya yang kira kira ber umur 16 tahun. Bu ina seorang janda, suaminya meninggal bersama suami bu ratih 5 tahun lalu karena adanya kebakaran di rempat kerja suami bu ratih dan bu ina. Bu ina memiliki 2 anak, yang pertama bernama faiz berusia 18 tahun. Semantara isabella berusia 16 tahun.
Setelah kepergian suami ter cinta bu ina bekerja dia sebuah perusahaan menjadi OG.
Jam menunjukkan pukul 9 Bianca turun dari kamar menuju dapur. Sudah ada Amara yang memasak di sana. Amara tampak cantik saat berkapaian sederhana.
Bianca mengingat ia membeli kan ponsel untuk Amara dia pun naik dan mengambil ponsel tersebut dan memberikannya pada Amara yang tengah memasak.
Amara sangat senang mendapat ponsel dari Bianca, pasalnya dia bosan di rumah dan ingin memberikabar pada teman temannya di sekolah. Amara lebih muda 2 tahun di banding Bianca. Bianca juga berencana membiayai sekolah Amara hingga lulus nanti.
Setelah sarapan Bianca pamit akan pergi menghadiri acara ulang tahun abell (isabella). Bianca pergi menuju rumah bi ina. Bianca pergi menggunakan mobil yang di berikan Andra padanya. Pasalnya Andra tidak suka mobil yang Bianca beli. Karena mobil Bianca adalah keluaran lama jadi Andra mengganti mobil Bianca dengan mobil yang lebih mahal dan keluaran terbaru.
Bianca juga pergi menggunakan gaun bermerek yang sempai di beli fenina kemarin. Fenina memberi gaun itu pada Bianca. Bianca mengucapkan salam dan selamat pada abell, namun tak di gubris. Bianca hanya duduk melihat tingkah abell yang kurang ajar pada bu ina. Bianca melihat abell yang memakai semua barang yang di beli Bianca kemarin.
(pakaian Bianca)
*********
Bianca yang duduk di ruang ramu rumah bu ina bisa mendengar suara teriakan abel yang memarahi dan memakai bu ina, karena baju yang abell kenakan tidak sebagus baju yang di kenakan Bianca.
"bu, ibu lihat dong cewe yang diluar itu aja baju nya labih bagus daripada aku."
__ADS_1
"iya nak ibu tau dia kan mampu belinya" jawab bi ina pada abell
"harusnya ibu juga mampu beliin aku baju gitu, aku malu buu teman aku nanti datang liat aku pakai baju jelek gini. Teman aku tu orang kaya semua" teriak abell
Sedang Bianca yang mendengar itu merasa sikap abell pada bu ina sudah kelewatan. Akhirnya Bianca berdiri dan mengetuk pintu kamar bu ina. Bu ian yang mendengar itu langsung keluar dengan mata yang sedikit merah.
"loh mata ibu kenapa?" tanya Bianca pura pura tidak tau
"tidak apa apa terharu aja liat anak ibu udh segede gini"
"ohh gitu, ibu ko belum siap siap"
"saya gk ikut nak nanti anak saya malu" ucap bi ina
"betul itu kak Bian ibu gk usah ikut malu maluin aku aja" kata abell ketus
"kak Bian aja yang ikut sama kak faiz nanti soalnya teman abel tu kata kaya semua yang mereka tau itu abel ini anak orang kaya bukan miskin kek gini" ucap abell membuat Bianca kaget.
Bianca hanya menghenduskan nafas mendengar ucapan abell. Bianca mengajak bu ina dan abell pergi.bianca membawa mereka kesebuah butik terkenal disana.
"kalian siap siap ya Bian mau bawa kalian pergi ke suatu tempat" ajak Bianca
"yes pasti kak Bian mau ajak aku shoping" ucap abell dalam hati
Sesampainya di butik Bianca me belikan sebuah gaun untuk bu ina agar tidak membuat abell malu. Bianca juga membelikan sebuah gaum yang lebih mewah dari pada gaun Bianca. Tentu saja lebih murah dari gaun bianca.
__ADS_1
(gaun yang dibeli Bianca untuk abell)
Setelah selesai belanja mereka menu ggu taksi yang sudah di pesan. Mereka memang naik taksi karena mobil Bianca hanya muat 2 orang. Setelah sampai di rumah bu ina Bianca juga memanggil perias tempat salon langganan Bianca, yang juga teman Andra.
*Tut Tut tut
"Hay bebs mau salon?" ucap pria gemulai itu
"iya sekarang di jln xx, 5 menit gk sampai gk gw bayar" ucap Bianca menahan tawa
"hey bebs jangan main ancam, lagian kalau kamu tidak bayar aku bisa minta bebebs Andra" ancam pria itu yang bernama Marvel yang biasa di panggil arel.
"cih cepat lah kemari"
"ok bebs"
Sekitar 20 menit arel datang membawa koper kecil berisi alat make up. Dengan gaya gemulai nya itu datang menyapa Bianca dan memeluk Bianca.
"Hay bebs, kamu sudah cantik untuk apa ku rias?" tanya arel
"bukan aku, tapi dia" ucap Bianca menunjuk abell
"ok gampang"
"sekalian ibunya"
"ok bebs"
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 12 bu ina dan abell telah selesai di rias, arel sudah kembali kesalon.