D Ganti

D Ganti
Janji Andra


__ADS_3

"baik, aku tidak akan memaksa mu menikah dengan ku secepatnya, tapi aku akan mengadakan acara pertunangan mu dengan ku 2 bulan lagi untuk sekarang kita cukup pengenalan saja. Bila kau sudah cinta pada ku, aku akan menikahimu"


"tidak memaksa? Jelas kau ini sedang memaksa ku bodoh" grutunya dalam hati


"hem, bantulah perusahaan ayah seperti semula jangan Mengingkari janji" ucap Bianca datar


"tenang saja aku akan menyuruh jo menyelesaikannya"


"terserah kau saja"


"baik lah kalau begitu aku pergi kekantor dulu" pamit Andra pada Bianca dan mencium kening Bianca lembut. Bianca mengetuk pintu kamar rey dan menyuruh rey mengantar nya dan fenina untuk belanja.


"yaelah dikit lagi keluar nih malah di ajak pergi" bisik rey pada diri sendiri


"iya nona " teriak ya dari kamar sambil memakai celananya


"saya dengar kamu lagi ngomel" ucap Bianca yang membuat rey kaget. Iya langsung keluar kamar dan meminta maaf.


"sudahlah siap siap lah, sarapan dulu saya akan siap siap juga" ucap Bianca


"baik"


Bianca bergegas kekamar mengajak Fenina untuk belanja. Fenina yang sangat senang langsung mengganti pakaiannya. Setelah selesai dia membantu Bianca mengganti pakaian Keyla. Setelah emua perlengkapan siap mereka berangkat kesalah satu mall. Fenina kembali banyak jajan, pakaian, aksesori. Setelah selesai mereka kembali kerumah. Tentu aja si kembar sudah tertidur di mobil. Bianca menggendong mereka sejak pagi tadi tangga nya mulai pegel namun hilang saat mengingat betapa bahagianya dia tadi melihat Fenina dan adik nya.


Tiba tiba dia teringat akan rey tadi pagi. Dia merasa bahwa rey kesepian dan tidak ada pelampiasan nafsu, dia pun tersenyum dan memikirkan sebuah ide jahil. Setelah selesai berbelanja,dia pamit pada fenina bahwa dia akan pergi sebentar.


Dia menyuruh Rey untuk mengantar ya ke sebuah clup malam.


"Rey nanti kmu pura pura jadi adik saya"


"baik" jawab Rey hanya menurut


Setelah masuk kesebuah club tersengar suara musik yang keras dan aroma alkohol yang kuat. Bianca dan Rey duduk di sebuah bar yang terlihat mewah.


"mas disini ada jual wanita?" tanya Bianca langsung


"aada dong sebentar ya" ucap barista itu


Taklama datang seorang wanita paruh baya yang menyapa Bianca.


"halow cantik ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita itu bernama Citra


"aku ingin wanita untuk adik ku" jawab Bianca sambil menunjuk Rey


"ooh itu gampang tinggal sebut saja kriteria nya saya pasti bisa Berikan" ucap Citra


"cantik, langsing, masih perawan" jawab Bianca


"ada tapi dia mahal" ucap Citra


"uang bukan masalah"


"baiklah ini kunci kamarnya nomor 333" ucap wanita itu memberi kunci pada Rey


"brapa?" tanya Bianca


"500"


"berikan rekeningmu"


Setelah memberikan mengirimkan uang pada wanita itu Bianca pergi menemui Rey di depan pintu club.


"pergilah puaskan nafsu mu" ucap Bianca langsung yang membuat wajah Rey memerah


"tapi aku ada rencana jadi ikuti saja aku" ucap Bianca membuat Rey bingung namun dia hanya menurut. Setelah sampai di kamar tersebut dia melihat wanita itu terduduk di ujung kasur sambil menangis.

__ADS_1


"kenapa kau menangis?" tanya Bianca


"nona tolong bawa aku keluar" mohonnya pada Bianca sambil berlutut


"aku tak dapat untung dari itu" jawab Bianca ketus


"aku akan melakukan apa saja nona aku tidak ingin di neraka ini" ucapnya pias


"siapa nama mu?" tanya Bianca duduk di sofa


"Amara nona" jawabnya langsung


"kenapa kau ada disini?" tanya Bianca


"saya di jual kakak saya" jawabnya


"kenapa kau di jual?


" tidak tau"Amara


"kau ingin keluar dari sini?"


"iya"


"tidurlah dengan adik ku setelah itu aku akan menikahkan mu dengannya" tawar Bianca pada Amara


"bisakah minta yang lain?" tanya Amara ragu


"tidak, kau pilih tinggal disini dan digilir atau ikuti aturanku.jika kau tidur dengannya kau hanya akan tidur dengan 1 pria" jelas Bianca


"baik" jawab Amara setelah ke cerna kata kata bianca


"lakukan lah sekarang aku tidak akan mengintip aku akan bermain hp hingga kalian selesai aku tidak nafsu" ucap Bianca membalikan badannya menghadap tembok.


Sementara Bianca hanya sibuk memainkan hpnya dan mendengar lagu dengan nada tinggi dengan earphone hingga tidak mendengar Rey dan Amara. Setelah Rey dan Amara selesai mereka memanggil Bianca namun tidak ada jawaban. Reypun mencolek bahu Bianca sedikit. Bianca tersadar dan tau apa yang harus dia perbuat.


"Amara kau pura pura lah tidur di pelukan Rey , Rey peluk dia di kasur aku akan memanggil wanita tadi untuk membawa Amara pulang" ucap Bianca membagi tugas. Dia sengaja mencari wanita dari club, namun dia mencari yang masih perawan. Bianca pergi dari kamar dan mencari wanita tadi. Bianca kembali duduk di bar dan menanyakan Citra pada barista yang melayani ya tadi.


Taklama datang Ciitra menyapa Bianca


"Hay cantik bagaimana wanita ku?apa adik ku menyukai ya?" tanya Citra percaya diri


"adik ku sangat menyukai ya bahkan dia ingin menjadikan wanita itu sebagai pela*ur pribadinya, aku ingin membeli gadis itu"ucap Bianca tegas dan datar


"tidak bisa"


"sebut harga" ucap Bianca langsung


"tidak bisa aku sudah janji pada yang menjualnya"


"aku akan menjaganya" ucap bianca


"tidak bisa, aku harus berkata apa pada penjual nya"


"ku bayar berapapun harganya"


"baik lah, tapi harganya tidak semudah wanita yang lain"


"sebut saja"


"2m?bagaimana kau sanggup? Bila kau membayarnya ku ijinkan kau membawanya"


Bianca langsung mengambil hpnya dan mengirim uang itu pada Citra. Citra sungguh senang mendapat uang itu terlihat senyum girang diwajahnya


"baik lah bawa gadis itu dia milik ku sekarang, senang berbisnis dengan mu" ucap Citra yang tidak di balas Bianca. Bianca langsung pergi menuju kamar rey tadi.

__ADS_1


"jangan pernah mencarinya lagi, sejak kau menerima uangku dia tidak ada hubungan lagi antara dirimu maupun penjualnya"ucap Bianca sebelum pergi


*dikamar


Dilihatnya bahwa Amara sudah benar benar tertidur di pelukan rey.


"Rey bawa dia ke mobil, dia akan tidur di kamar mu 2 minggu lagi aku akan menikahkan mu dengannya" ucap Bianca


"terimakasih nona" ucap Rey tulus


"hem"


Rey langsung Menggendong Amara kemobil dan menempatkannya di samping nya. Sesampainya di rumah Bianca kembali kekamarnya melihat Key terbangun dan sedang menjahili Fenina yang tidur pulas. Dia langsung masuk dan mengganti pakaiannya. Dihampirinya Keyla dan bermain dengan Keyla yang terbangun. Diajak ya Keyla bermain di ruang tamu karena takut mengganggu Fenina yang tidur.


Setelah lelah bermain Keyla pun tertidur. Hari sudah menjelang pagi namun Bianca masih saja belum tidur, karena menjaga Keyla yang masih terbangun sedari tadi. Setelah Key tertidur Bianca menggendongnya dan menidurkannya di sampingnya dan disamping Keynzo. Bianca menulis sebuah catatan kecil untuk Fenina yang bertulis


"aku tidur jam 4 jadi bangun agak siang tolong jaga key dan keyn, kalau mau masak bubur untuk mereka bubur ya ada di lagi nomor dua. Nanti kalau Andra datang bilang saja aku baru tidur. Makasih ❤"


Setelah itu Bianca meletakkan kertas itu di meja samping Fenina. Setelah itu dia tidur. Matahari mulai bersinar Fenina dibangunkan oleh Keyn yang menepuk nepuk perutnya. Dia melihat Bianca dan Key yang tidur dengan pulas langsung Menggendong Keyn untuk turun dari kasur. Menempatkan Keyn di karpet kamar. Saat mengambil hp dia melihat catatan yang di buat oleh Bianca dia hanya geleng geleng. Setelah itu dia membawa Keyn ke dapur dan mendudukkan Keyn di kursi kecil milik Key dan Keyn.


Fenina langsung memasak bubur untuk Keyn seperti arahan Bianca. Taklama datang Andra membawa sarapan.


"mana dia?" tanya Andra pada Fenina


Fenina langsung menyodorkan catatan yang ditinggalkan oleh Bianca. Andra langsung masuk ke kamar Bianca. Dipandangnya Bianca yang tidur pulas dan mencium kening, kedua pipi dan bibir Bianca. Lalu dinaikkannya selimut Bianca dengan perlahan. Dilihatnya Key yang tidur memeluk Bianca dan mengeluh kepala Key dan mencium pipi Key. Setelah selesai Andra pun keluar dan menghujani Fenina dengan banyak pertanyaan


"kau apakan dia?" tanya Andra sambil duduk di kursi dapur


"tidak ada"


"terus kenapa dia tidur sepagi itu?"andra


"tidak tau"Fenina


"apa yang kau tau?"


"tidak ada" Fenina


"cih, apa gunanya kau disini. Menyusahkan saja" ucap Andra kesal


"kau pikir aku mata mata. Dasar bodoh" jawab Fenina tidak mau kalah


"berani sekali kau"


"untuk apa aku takut padamu kau bukan tuhan ku! Kau bukan ayah ku!" jawab Fenina dengan bangga


"bocah" ejek Andra pada Fenina sambil pergi.


Taklama Rey keluar dari kamar bersama seorang wanita yang asing bagi Fenina


"WAHH rey sudah berani bawak cewek ya" ucap Fenina mengejek


"tidak mbak"


"tidak, tidak.. Trus dia apa? Manekin?" ucap Fenina sedikit mengejek


"dia calon istri saya yang dipilih nona Bian" jawab Rey membuat Fenina tersedak


"what? Calon istri? Dari Bian?" tanya Fenina tidak Percaya


"iya" jawab rey sambil duduk yang diikuti amara


"yahserah Bian aj deh toh dia yng ngasih kamu makan bukan aku" jawab Fenina dramatis. Setelah selesai sarapan Fenina kembali kekamar bersama Key dan membawa semangkuk bubur untuk Key bila dia bangun nanti. Benar aja baru masuk key sudah bangun dan memegang wajah Bian yang tidur pulas hingga tidak merasakan apa apa.


Fenina Langsung membawa Key di karet kamar dan Menyuapi Key makan. Setelah selesai mereka bermain dengan amat senang. Hari sudah sore akhirnya Bianca bangun dari tidur nya melihat Keyn yang tidur di atas perut nya dia tersenyum dan ke ngangkat Keyn dari Perutnya. Setelah bangun dia mandi dan melihat Andra yang duduk di kursi meja makan.

__ADS_1


__ADS_2