
"berhentilah tertawa" ucap Fendy kesal
"hahah ok ok" ucap rey pergi meninggalkan kamar fenita
"kak kalian kenapa?" tanya fenita
"kak kira kau kenapa napa, soalnya kaka ketok pintu gk ada jawaban sedangkan pintu ya terkunci"
"aku tidak dengar karena aku sedang mendengarkan music" ucap fenina memeluk fendy
"yaudah ayo makan malam"
"emang sudah tengah malam?"
"astaga ini sudah jam 12 dek ayo makan"
"iya"
Akhirnya mereka makan, di meja makan Alan dan Rey sudah senyum senyum membayang kan kepanikan Fendy tadi. Setelah makan fenita Langsung menuju kamar dan tidur. Sementara Rey dan Alan sibuk menonton film favorit mereka.
Esok nya fenita sudah bangun dari tidurnya. Bersiap mandi hendak pergi kekampus. Fenita turun menuju meja makan untuk sarapan.
"kak aku berangkat" ucap fenita pamit
"kakak antar"
"tidak, aku mau naik motor" ucap fenita memakai masker
"yaudah nih ambil" ucap Fendy memberi kartu tanpa batas dan beberapa uang cash
"ok dahh, muach" pamit fenita mencium pipi Fendy
Fenita pergi menuju kampus dengan motor, sedang Amara diantar oleh Rey. Amara dan Bianca memang satu kampus namun berbeda jurusan, fenita memilih perkantoran sedang Amara memilih kedokteran.
Sesampainya di kampus fenita kembali pada karakternya yang cuek dan kejam. Bianca segera melapor dan menuju ruangan ya. Disana dia memperkenalkan dirinya pada teman satu ruangan ya. Disana memang lebih banyak pria.
"nama saya nita" ucap fenita singkat dan datar
"itu saja?" tanya dosan
"hem"
"silahkan duduk"
Fenita duduk di antara laki laki yang playboy. Banyak pria yang mencoba berkenalan dengan fenita namun tidak di gubris oleh fenita.
"halo anak baru nama gue evan" sapa seorang pria di samping fenita namun tidak di jawab
"sombong nya" ucap teman evan
Sepanjang pelajaran mereka hanya membicara kan fenita yang tidak mau melepas maskernya. Waktu berlalu kini waktunya untuk istirahat. Fenita tidak mau kekantin untuk makan, karena dia tidak mau melepas maskernya. Istirahat dia hanya dikelas membaca novel.
__ADS_1
Banyak siswa laki laki yang mencoba mendekati ya namun tidak ada respo. Dari fenita. Taklama hp milik fenita berbunyi.
"dek udh makan?" tanya fendy
"aku tidak bisa makan aku memakai masker" jawab fenita
"oia kakak lupa jadi bagaimana apa kau tidak akan makan?"
"tentu saja aku makan nanti saat pulang dari kampus aku akan mampir untuk makan jadi tidak usah khwtir, kakak bekerja saja"
"yaudah"
"iya dahh"
Para pria didekat fenita yang mendengar fenita berbicara pun terpana dengan suara merdu milik fenita. Mereka penarasan dengan wajah fenita dibalik masker.
Mereka meminta fenita membuka maskernya namun tak dijawab.
Karena merasa risih fenita memutuskan untuk pergi kekamar mandi. Perjalanan kekamar mandi ada segerombol mahasiswa yang lumayan terkenal bandel di kampus itu.
Mereka yang penasaran dengan fenita pun memanggil. Namun tak dijawab. Merasa kesal dengan Perilaku fenita pada mereka mereka memegang bahu fenita hendak membalikkan badan fenita. Namun fenita langsung membanting salah satu mahasiswa yang memegang bahunya.
Setelah membanting salah satu mahasiswa itu fenita langsung pergi tanpa menoleh. Teman mahasiswa itu tidak terima dan hendak menyerang fenita yang menuju kekemar mandi. Namun mereka uringkan niat nya.
Sepulang dari kampus para mahasiswa itu menunggu fenita. Saat fenita keluar mereka masih saja tidak kapok menggoda fenita. Fenita yang kembali pada karakternya hanya cuek dan pergi membawa motornya.
"ternyata gadis miskin, gk punya apa apa aja belagu" ucap salah satu mahasiswa yang merupakan ketua mereka bernama Nardo.
"gue yakin kalau dia tau seberapa kaya gue dia pasti datang ke gue" ucap Nardo bangga.
Sebelum pulang fenita mampir menuju sebuah warung makan. Fenita yang tengah lapar mengambil porsi yang lumayan besar. Setelah makan fenita pulang karena sudah kangen dengan si kembar.
Dihari biasa fenita hanya bermain dengan sikembar yang kini usianya sudah 3 tahun. Setelah di rumah fenita langsung berlari mencari sikembar. Fenita mencium sikembar yang sedang bermain dengan para pelayan.
Setelah melepas rindu dengan di kembar fenita tiba tiba ingin makan bakso. Jadi dia memutuskan untuk mandi lalu pergi.
Setelah mandi fenita mengambil kunci mobilnya dan mencari bakso. Fenita menggunakan mobil yang terbilang sangat mewah dengan baju yang bermerek,tak lupa memakai maskernya.
Pada lampu merah mobil fenita bersebelahan dengan mobil milik salah satu teman Nardo. Teman Nardo itu kaget dengan penampilan fenita yang begitu seksi dan menggoda. Diapun memutuskan untuk mengikuti mobil fenita.
Selama berkeliling fenita menemukan sebuah warung penjual bakso. Fenita memesan bakso untuk di bungkus disana semantara teman Nardo terus mangawasinya. Fenita tidak mau makan disana karena dia tidak akan melepas maskernya di tempat umum dia tidak mau Andra menemukannya.
Setelah pesanan datang fenita membayar lalu pergi. Fenita juga mampir ketoko keperluan bayi untuk membeli pakaian d sikembar yang mulai sempit. Setelah membeli banyak keperluan sikembar fenita memutuskan untuk pulang.
Fenita yang tidak menyadari bahwa dia diikuti oleh teman Nerdo pun masuk kerumah dengan santainya dan melepas maskernya. Teman Nardo yang melihat kecantikan fenita hanya tergoda dengan rupa dan bentuk tubuh fenita.
Taklupa temannya menelfon Nardo dan memberitahu semua yang dilihat. Namun Nardo tidak percaya sama sekali. Sementara teman Nardo, dikan. Tetap mengawasi rumah fenita dari jauh. Taklama Fendy pulang yang disambut oleh fenita. Dikan yang melihat itu bingung dan kaget.
Hari sudah malam Dikan memutuskan untuk pulang. Esok ya fenita tetap sekolah menggunakan motor dengan pakaian sederhana. Sesampainya dikampus dia sudah disambut oleh Nardo cs. Fenita tidak merespon apapun, sikap itu yang membuat Nardo kesal.
"nita, kau itu miskin jadi lah pacarku akan ku berikan apapun yang kau minta" ucap Nardo percaya diri
__ADS_1
"tidak trimakasih" ucap fenita berlalu pergi
Sementara dikan melihat sikap fenita pada Nardo dengan sikap Fenita pada fendy sangat berbeda. Muncul pikir pikiran yang membuat dirinya tidak terkendali. Sama seperti kemaein selama istirahat fenita hanya di kelas membaca novel.
Nardo cs datang kekelas fenita dan menggoda ya. Sementara fenita tidak merespon. Nardo yang penasaran dengan wajah fenita pun mencoba membuka maskernya.
Sebelum Nardo membuka maskernya fenita sudah berdiri dan pergi. Fenita yang sudah emosi hendak keluar dari ruangan ya namun di cegat oleh Nardo cs. Tanpa tunggu lama fenita langsung menyerang mereka. Keahlian fenita yang terbilang sangat baik itu mampu mengalahkan 7 pria itu. Namun dia sudah di kroyook.
Nardo yang mendapat kesempatan membuka masker fenita pun mencoba membukanya namun tidak bisa fenita sudah mengeluarkan pistol yang dia sembunyikan dibalik bajunya. Dia menodongkan pistol itu pada rekan Nardo yang memegang nya.
"jangan menakutiku dengan pistol mainan itu" ucap Nardo
*dor* tembak fenita pada dinding dibelakang Nardo. Nardo yang awalnya mengira itu hanya rencana fenita untuk kaburpun ketakutan melihat senjata yang di bawa fenita. Seluruh kampus mendengar suara tembakan yang keras itu dan mencari cari asal suara. Hingga mereka menemukan asal suara.
Pintu ruangan fenita sudah ramai. Banyak mahasiswa yang menonton aksi itu. Amara yang kaget langsung mencari asal suara itu karena dia tau itu pasti fenita.
Amara berleri menuju ruang Fenita. Melihat fenita yang menodongkan pistolnya pada Nardo.
"nona sabar nona nona sedang di tonton" ucap Amara berbisik
"telfon kakak ku aku tidak mau melihat nya lagi" teriak fenita sangat marah
"baik nona nona jangan Gagabah selesaikan baik baik" ucap Amara mengelus pundak fenita
"ku... Bilang telfon ya telfon kau tidak dengar" teriak fenita semakin menjadi jadi
Amara yang takut langsung menelfon sang suami meminta Fendy datang karena emosi fenita sudah tidak bisa diredakan
"mas tolong mas itu nona marah dan hendak menembak salah satu mahasiswa dia sangat marah tolong suruh tuan Fendy untuk datang dia memanggil tuan Fendy" ucap Amara terbata bata
"tunggu disana jangan kemana mana"
Amara mematikan telfon menatap fenita yang sudah sangat marah menodongkan pistol pada Nardo. Dan berteriak.
"bukannya tadi kau berani?" tanya fenita sinis pada Nardo
"kau bersenjata" ucap Nardo
"Amara pegang senjata ku jaga baik baik" ucap fenita melempar pistolnya pada Amara
"kalau begitu lawan aku aku sudah tidak memegang senjata" ucap fenita menantang Nardo
Nardo yang tertantang langsung menyerang fenita namun sayang beladiri fenita sudah diatas Nardo. Amara yang baru belajar bela diri kalah telak pistolnya sudah ada di tangan Nardo dan ditodongkan pada fenita. Fenita memerhatikan gerakan Nardo
Dan fenita berhasil merebut pistol itu dan ditodongkan kembali pada Nardo. Taklama beberapa dosen datang melerai namun amarah fenita sudah tak tertahan. Dosen yang melihat senjata fenita pun tidak mau mati duluan. Akhirnya mereka hanya menonton
"dorr,sudah kukatakan jangan mencari masalah dengan aku tidak merespon kalian karena karena aku tidak mau kalian mati ditangan ku maka jangan usik iblis dalam diri ku" teriak fenita menembak kearah tembok
Taklama Fendy datang dengan panik
"kak" teriak fenita memeluk fendy
__ADS_1
dikan yang melihat itu lega ternyata Fendy adalah kakak fenita. Dia menatap fenita dengan mata penuh hasrat.
"ada apa dek mengapa kau mengeluarkan senjata mu?" tanya Fendy menatap mata fenita