
"tidak tuan" jawab Aditya
"jo bawa dia, beli seluruh perusahaannya atas nama Bianca jangan ada yang menerima nya bekerja dimanapun" perintah Andra
"sedang apa kalian disini" tanya Andra
"aku tertarik dengan perhiasan disini" jawab Bianca
"pilih lah mau yang mana" ucap Andra
"saya mau yang ini, mbak ada kalung yang bisa tulis nama itu kan?" tanya Fenina
"ada mbak"
"saya mau 5 atas nama Bianca, fenina, Reina. Atas nama Reina di buat jadi 3 kalung" punya Bianca
"baik mbak silahkan di ambil besok"
"baik"
"siapa Reina apa gunanya kalung itu? Kenalan aku pada temanmu Reina itu" pinta Andra. Mendengar ucapan Andra wajah Bianca langsung pucat. Dia pergi langsung pergi menemui Rey
"dasar bodoh" triak Fenina pada Andra sambil menyusul Bianca. Fenina menemukan Bianca di toko ponsel.
"sedang apa?" tanya Fenina
"Fen kirimkan pada ku foto kita bersama Reina"
"iya, emang buat apa sih?" tanya Fenina penasaran
"aku pesan casing hp pakai foto kita" jawab Bianca penuh semangat. Sementara Fenina hanya geleng geleng dengan tingkah sahabatnya itu. Setelah slesai mereka makan di semua restoran.
"cuci tangan dulu Fen" perintah bianca
"iya" jawab Fenina sambil berdiri mencuci tangan. Setelah selesai cuci tangan Bianca mengelap tangan fenina dengan tisu basah dan menyemprotkan antiseptik. Andra yang menyaksikan Bianca hanua melongo melihat Bianca yang begitu sensitif terhadap kebersihan.
Setelah selesai dengan ritual ritual sebelum makan milik Bianca, Fenina pun makan dengan lahap dilihatnya Bianca tidak menyentuh makanannya sama sekali dan menyuapi Bianca sesekali. Andra melihatnya cukup cemburu pasalnya Bianca tidak mau disuapi olehnya. Fenina tau bahwa Bianca tidak akan makan dari tangan yang menurutnya tidak steril. Bianca mengambil bubur milik Keyn dam Menyuapi Keyn.
Fenina memberikan kentang goreng pada Keyn namun seperti biasa Bianca membersihkan tangan Keyn dengan tisu basah dan antiseptik. Fenina hanya tersenyum karena dia tau alasan dari tingkah Bianca. Sementara Andra semakin penasaran dengan sosok Reina dan tingkah Bianca. Setelah selesai makan mereka pulang namun tidak dengan Fenina.
"aku tidak ikut aku ada janji dengan pacarku adnan"ucap Fenina
" ok"
Setelah pulang Bianca menidurkan kedua adiknya yang lelah bermain. Dia menemani Andra yang duduk di sofa. Andra memeluk pinggang Bianca dan menyadarkan bahu Bianca pada dadanya. Bianca hanya pasrah karena dia mulai terbiasa dengan tingkah Andra yang sedikit manja padanya. Bianca juga bingung dengan Andra yang dikenal kejam tetapi manja padanya.
Bianca membaca novel yang belum sempat dibaca ya hingga habis, tak lama dia tertidur dalam pelukan Andra. Andra hanya tersenyum dengan kelakuan kekasihnya itu.
**********
"bagaimana apa ada perkembangan?"
"untuk adiknya belum menemukan apapun. Sementara nona Bianca, seminggu yang kalau dia memutuskan kekasihnya dengan sepihak. Kemudian hari ini seorang pengusaha perhiasan membuat masalah dengan nya Tuan pratama mengatakan bahwa nona Bianca adalah kekasihnya. Tuan pratama juga membeli perusahaan itu atas nama Nona Bianca.
Sementara pria yang mengganggu nona Bianca adalah teman Nona Bianca yang sedari SMA telah menyukai nona Bianca. Namun saat di sekolah Nona tidak merespon sama sekali. Dia bahkan menampar Nona Fenina berkali kali bahkan menjambak Nona Bianca.
"dimana dia sekarang?"
"sekarang dia sudah pindah rumah dan menjadi miskin"
__ADS_1
"baiklah hancurkan dia, berani sekali menyentuh Bianca. Awasi terus Bianca dan lindungi dia. Satu lagi cari terus keberadaan adiknya"
"baik tuan"
**********
Hari sudah hampir malam. Hp milik Bianca bergetar nampak pesan dari Fenina.
"tolong aku di hotel xx cepat" pesan Fenina membuat panik Bianca dia langsung memanggil Andra yang berada di kamar mandi. Mereka bergegas menuju hotel yang ternyata milik Andra. Disana mereka leluasa melakukan apa saja. Andra berhasil menemukan kamar. Milik Fenina. Pengawal Fenina mendobrak pintu hingga pintu roboh dan terlihat Fenina sedang menangis dan berteriak. Andra memukul pria tersebut dan membawa Bianca dan Fenina ke mobil. Sementara sekretaris jo membawa pria tersebut yang merupakan pacar Fenina ke markas milik Andra.
Setelah sampai di rumah Fenina menceritakan semuanya Bianca dan Andra. Andra mengepalkan tangannya mendengarkan cerita Fenina. Jujur dia sebenarnya menganggap Fenina seperti keluarganya meski mereka suka tidak akur. Bahkan bila dia tidak bertengkar dengan Fenina maka dia akan tidak nyaman pasalnya dia sudah terbiasa.
***
Flashback
"Hay ad " sapa Fenina pada kekasihnya itu
"Hay lama tak jumpa beb aku kangen" peluk adnan
"jalan jalan yuk " ajak adnan
"emmm"
Mereka pergi menonton sebuah film romantis yang terdapat beberapa adegan dewasa. Itu membuat nafsu adnan meningkat. Dia berusaha mencium Fenina namun Fenina menolak. Setelah selesai menonton mereka rencana pulang namun adnan tidak berfikir begitu. Dia ingin tidur dengan Fenina. Tubuh Fenina memang seksi namun dia tidak pernah melakukan hal hal yang merusak nama baik nya. Adnan berusaha menggoda Fenina namun tidak tergoda.
Bahkan sampai adnan memindahkan tangan Fenina masa depannya milik nya. Fenina Langsung menarik tangannya kembali. Karena kesal, adnan membawa Fenina ke hotel xx Fenina sudah merasakan akan terjadi hal buruk dia langsung mengirim pesan pada Bianca saat adnan dikamar mandi. Adnan berbohong pada Fenina bahwa dia ada janji dengan temannya di sebuah hotel untuk memperkenalkan Fenina pada temannya. Saat adnan keluar kamar mandi adnan hanya mengenakan jubah mandi.
Kemudian dia mendekat dan menindih Fenina. Fenina memberontak dan berteriak minta tolong. Namun adnan mengatakan bahwa ruangan itu kedap suara. Adnan mulai gila dia berusaha merobek pakaian Fenina namun Fenina sudah memukul ya. Kemudian dia menahan kuat kedua tangan Fenina dan berusaha mencium Fenina namun Bianca sudah datang dan menggagalkan rencananya.
Setelah menceritakan semua Fenina terus menangis. Key dan Keyn yang melihat Fenina menangis pun ikut datang menghampiri Fenina dengan merangkak.
Tiba tiba Bianca terbangun dengan keringan dengar di dahinya. Dia menangis mengingat mimpinya barusan. Andra pun membangunkan Fenina sebab Bianca hanya menyebut nama Reina. Fenina bertanya tanya
"napa bi?" tanya Fenina setengah sadar
"Fen, Fen Reina marah pada ku dia manyalahkan ku tidak menjaga mu " ucap Bianca dengan tersedu sedu
"tidak bi kau hanya mimpi Reina tidak akan menyalahkan mu" jawab Fenina menenangkan Bianca
"aku ingin membunuh pacar mu itu dengan tangan ku sndiri"
"kau gila?" tanya Fenina
"Andra aku ingin ke bunuhnya bawalah dia ke markas mu. Aku tidak mau tau"
Andra hanya melotot mendengar kata kata Bianca pasalnya Bianca tidak pernah manja seperti ini. Namun Andra senang dengan sikap manja Bianca. Dia pun langsung menghubungi jo. Setelah semua sudah siap di markas Andra memberitahu Bianca. Fenina pun ikut dengan Bianca. Sementara sikembar dijaga oleh Rey dan Amara .
Mereka tiba di markas milik Andra. Fenina tampak takut dengan tempat asing dengan. Beberapa orang berjalan kesana kemari dengan Senjata ditangan
"dimana kita?" tanya Fenina penasaran
"markas ku"
"pengusaha punya markas ya?" tanya Fenina lagi
"aku juga seorang mafia bodoh"
"what?,, jadi selama ini aku mengatasi boss mafia sebagai orang bodoh. Wahaha " tawa Fenina membuat Andra kesal namun senang bisa mendengar Fenina mengajak ya perang lagi
__ADS_1
"ayo masuk" ajak Bianca tak sabar
Beberapa anak buah Andra menyapa dan kaget melihat boss mereka membawa 2 gadis cantik dan seksi seksi. Mereka sudah menyiapkan sofa panjang untuk bos mereka. Didepan sofa sudah ada seorang pria yang tidak asing bagi mereka.
"dasar sok suci" teriak adnan pada Fenina. Kata kata itu membuat semangat nya yang tadi sudah kembali membuat nya ke jadi sedih kembali.Andra juga mulai kesal mendengar kata kata itu.
"ikat dia seperti petra" perintah Andra. Anak buah Andra langsung mengerjakan perintah boss nya. Disana Fenina yang memandang mantan kekasihnya itu dengan kedua tangan terikat kesamping dan kaki di rantai melebar.
"heeeh bisa apa kalian kalian tidak akan berani membunuh" ucap adnan sombong.
"Cih sombong sekali kau" balas Bianca padanya
"tapi benar kan?" tantang adnan
"kita lihat saja" jawab Bianca. Bianca membisikkan sesuatu sesuatu pada anak buah Andra. Setelah 20 menit anak buah itu datang membawa satu kantong bubuk dan 1 botol cairan dan sebuah suntik. Bianca mengambil botol tersebut dan memasukkan ya ke dalam suntik yang sudah di siapkan.setelah selesai dia mendekati adnan.
"kau bukannya bernafsu?" tanya Bianca sambil menggoda
"panggilankan satu wanita malam" teriak Bianca
"apa yang ingin kau lakukan" teriaknya ketakutan
"menyiksamu perlahan" jawab Bianca dengan senyum lebar
"sudahlah bi aku juga tidak apa apa" ucap Fenina dari sofa yang sudah di siapkan tadi.
"maaf Fen kali ini kau tidak bisa melarangku" jawab Bianca tegas
"sudah lah kau tidak akan di respon olehnya dia sudah marah biar kan saja aku juga suka melihat seseorang tersiksa " bujuk Andra pada Fenina
"dasar gila" balas Fenina pada Andra. Taklama seorang wanita seksi datang menghampiri Bianca. Bianca membisikkan sesuatu di telinganya. Wanita itu hanya ngangguk ngangguk.
Bianca menyuntikkan cairan tersebut di paha dan lengan adnan. Adnan hanya tertawa karena tidak ada reaksi apapun dalam tubuh nya namun taklama tubuhnya mulai bereaksi.
"jangan salahkan aku aku hanya menambahkan nafsumu dengan obat perangsang aku hanya mengabulkan keinginan" ucap Bianca
"dasar murahan, sok suci" teriak adnan
"mulai lah" perintah Bianca pada wanita malam tadi. Sementara Andra terkejut dengan tingkah Bianca. Dia menutup mata Bianca dengan tangannya agar tidak melihat tubuh adnan.
"iiih, apaan sih?" grutu Bianca sambil melepas tangan Andra
"apa maksudku kau ingin melihat tubuh pria itu kau bahkan tidak pernah melihat tubuh ku" jawab Andra kesal.
"kau pikir aku nafsu dengan tubuh kotor nya? Aku hanya balas dendam walau pun aku nafsu aku tidak akan pernah melampiaskannya pada siapapun. Dasar sinting" marah Bianca
"huuuh jahat sekali" grutu Andra
"wahaha ah" tawa Fenina yang membuat Bianca dan Andra tersenyum
"sudahlah biar dia bersenang senang dulu" ucap Bianca serius
"apa rencanamu sebenarnya? Kejam sekali kau seperti jo" ucap Andra
"hey boss apa maksudmu bawa bawa aku" gumam jo dalam hatinya
"kau akan tau nanti" jawab Bianca
Bianca menyuruh wanita itu berhenti. Kemudian dia jongkok memandang batang Masa depan adnan. Perlahan dia mengambil pisau cuter yang selama ini dia bawa kemana mana namun tersembunyi. Dikeluarkannya dari celananya bagian betis, kemudian di kikisnya perlahan masa depan adnan.
__ADS_1
Membuat pria pria disana merasakan nyeri juga. Andra yang menyaksikannya hanya tercenang dengan aksi kekasihnya itu. Sementara adnan hanya berteriak minta tolong. Setelah selesai mengikis masa depan adnan dia memandikan masa depan adnan dengan air garam yang membuat adnan ingin mati rasanya,terlebih para pria yang menyaksikan aksi Bianca itu.