
Tak terasa malam sudah larut si kembar sudah lelah bgitu juga Amara yang tengah hamil muda. Mereka kembali beristirahat di kamar yang sudah di sediakan Andra. Bianca memutuskan untuk berendam.
Saat berendam Bianca menenggelamkan seluruh tubuhnya hingga kepala. Disisilain Andra mencari cari Bianca namuntidak menemukannya. Andra membuka pintu kamar-mandi yang tidak terkunci melihat Bianca yang tertutup oleh air. Andra panik mengangkat tubuh Bianca.
Bianca yang sadar pun membuka mata dan heran melihat suaminya yang seperti mau menangis.
"kamu kenapa mas?" tanya Bianca
"aku pikir kau mau bunuh diri, aku tidak mau kehilangan mu" ucap Andra memeluk Bianca
"aku hanya ingin Menyegarkan tubuh ku saja" ucap bianca
*****
"bagaimana?"
"nona tidak diperlakukan baik pada para pelayan disini. Mereka mengatakan bahwa nona menggoda tuan pratama untuk menguras harta tuan pratama dan terus mengganggu nona. Sepertinya mereka tidak tau bahwa nona adalah istri tuan pratama karena seluruh pelayan disini baru di ganti semua dan belum terlalu memahami peraturan disini"ucap seorang penjaga di rumah Andra
"brani ya mereka begitu, lindungi terus aku tidak mau dia terluka fisik maupun mental. Tugas kalian yang baru buat dia selalu bahagia"
"baik"
**
"Andra Andra kau menjaga Bianca dan Liana saja tidak bisa. Sebaiknya kau menjaga mereka dengan baik atau aku akan membawa mereka jauh dari mu. Aku tidak mau mereka terluka sedikitpun terlebih Bianca. Awas kau Andra" ucap pria pada dirinya sendiri
Pria itu marah mendengar kabar itu pun mengirimkan pesan pada Andra dengan nomor yang sudah di atur agar tidak mudah di sadap dan dilacak.
"aku talah mendengar kabar istri mu jika kau tidak bisa manjaga Bianca dan Liana aku akan membawa nya agar mereka tidak terluka. Bila kau tidak bisa mengurus ya dengan baik dan membahagiakan ya akan ku buat kau sengsara. Itu hutang mu pada ku saat aku menolong mu kemarin tepat janji mu" pesan pria itu pada andra
__ADS_1
Andra yang sedang tidur memeluk istri nya mendapat pesan dari orang yang misterius. Dia membacanya dam memandang istrinya, membayangkan istrinya akan meninggalkannya.
Setelah membaca pesan ini dia sedikit penasaran pada sosok pria itu.
Esoknya Bianca sudah tidak mau memasak lagi dia tidak ingin mendengar para pelayan membicarakan nya jadi dia hanya bermain dengan sikembar dan Amara. Karena fenina sedang dekat dengan seorang pria. Bianca seharian hanya bermain dengan Amara tanpa keluar kamar.
***
"Hay apa kabar?" tanya Fendy pada Fenina
"baik"
"apa kesibukan mu akhir akhir ini?" tanya Fendy
"aku sibuk pindahan menuju rumah kakak serta sahabatku,aku juga menjaga kedua adik angkat kami" jawab Fenina
"iya aku punya sahabat bernama Bianca dia mengadopsi anak kembar sebagai adik nya, mungkin dia kesepian jadi aku selalu membantunya menjaga"
"bagus lah sepertinya sahabatku cukup menyedih kan" ucap Fendy tersenyum
"memang"
"yaudah kita makan dulu" ucap Fendy
"iya"
Akhirnya Fendy dan Fenina berjalan jalan dan belanja berbagai makanan untuk Bianca dan barang barang favorit Bianca seperti berbagai novel, alat lukis dan alat bela diri.
Sedang Fendy dia senang karena Fenina membeli barang barang yang di sukai Bianca tanpa mementingkan dirinya sendiri
__ADS_1
"untuk apa kau membeli itu?" tanya fendy
"sahabatku akhir akhir ini sering bersedih aku membelikan ini untuk nya dia suka membaca melukis dan bela diri jadi aku membeli ini agar dia senang"
"baik lah"
Hari sudah sore Fendy mengantar Fenina menuju rumah Andra. Fendy melihat Bianca tengah bermain bersama keyn di teras rumahnya dia melihat senyum dari wanita yang dicintainya dia pun tidak tahan ingin memeluk tapi dia mengingat rencananya maka dia membatalkan niat nya.
Sedang Bianca senang mendapat hadiah hadih dari Fenina dia langsung berlarian menuju kamar membawa novel dan alat lukis. Di kamar Bianca langsung mulai melukis.
Tanpa dia sadari Andra tengah melihatnya melukis dengan senang. Dia tidak tau kalau Bianca suka melukis. Akhirnya dia menghampiri Bianca dan memeluk ya dari belakang.andra yang melihat bakat sayang istri pun senang dengan gambar nya.
"kamu jadi kuliah? Jurusan apa?" tanya andra
"aku ingin perkantoran" ucap Bianca. Bianca telah memutuskan untuk mengambil jurusan yang sma dengan Fenina untuk membantu perusahaan abi dan papa karena abi mewariskan perusahaan ya pada Bianca.
"baik senin besok kau sudah bisa kuliah bersama Amara dan Fenina. Senin depan adalah tahun ajaran baru aku sudah mendaftarkan mu disalh satu kampus ternama di kita ini" jelas andra
"emm, trikamasih" ucap Bianca mengecup pipi Andra dan pergi. Andra yang mendapat kecupan sang istri pun senang. Karena Bianca tidak pernah mencium nya. andra langsung mendekati sayang istri dan memeluk ya.
"apa kau sudah mencintai ku?" tanya Andra
"aku juga tidak tau"
"tidak papa aku akn menunggu" ucap Andra mencium Bianca.
2jam mereka beradu diatas ranjang. Andra yang sudah lelah pun terbaring di samping Bianca.
"trimakasih, aku akan membuat mu bahagia" ucap Andra mengecup kening Bianca.
__ADS_1