
*bruk
"mbak jalan liat liat dong pakai mata" ucap Fenina lantang
"maaf ya mbak" ucap wanita itu berdiri sehabis mengambil belanja nya yang jatuh
"pakai mata" ucap Fenina
"saya minta maaf" ucap Fenita keget melihat Liana dan Fenina
"saya permisi" ucap Fenita gugup
"tunggu, kamu kak Bian kan?" tanya Liana
"maaf kamu salah orang" ucap Fenita hendak pergi namun ditahan oleh Liana yang menahan tangannya. Dikan yang melihat itu sedikit penasaran. Dia mencoba mendekat dan betapa kaget ya dia saat melihat Liana. Karena penasaran dia pun mendengarkan obrolan mereka.
"kak aku tau ini kak, kak" ucap Liana menangis
"ini beneran kamu bi astaga bi kamu kemana aj" ucap Fenina
"maaf kalian salah orang" ucap Fenita tegas
"gk gk mungkin aku salah orang" ucap Liana melepas paksa masker Fenita
"kak kak" tangis Liana memeluk fenita
"kak ayo pulang" ucap Liana memelas
"bi ayo pulang bi, apa kau tidak tau si kembar, rey, Amara sudah hilang semenjak kau menghilang" ucap fenina
"maaf saya bukan Bianca, Nama saya Fenita Amelia" ucap Fenita tegas menunjukkan ktp miliknya
"aaahh, tidak mungkin" ucap Liana mundur melepas Fenita
"pasti kau mengganti ktp mu" ucap Fenina
"maaf dari lahir nama saya adalah Fenita Amelia, bukan Bian" ucap Fenita
"aku ingin kak Bian" ucap Liana terduduk di lantai.
"aku tidak percaya yang didepan ini bukan kakak ku,ahh tunggu" tangis Liana kemudian tersadar akan sesuatu. Liana mengambil kalung yang diberikan Andra saat tau bahwa Liana bukan adik kandung nya.
"siapa nama kmu tadi?" tanya Liana menghapus airmata nya
"nama saya Fenita"
"kamu kakak ku kau kak Bian ku aku tau" ucap Liana memeluk fenita
"kak kau tau dulu saat aku ditemukan ada kalung ini bersama ku kau lihat namanya fenika dan kau fenita aku tau kau kaka ku, kakak ayo kembali" ucap Liana memelas
Banyak orang yang menyaksikan itu namun ada juga yang cuek.
"bi, Bianca ayo kembali" ajak Fenina
"sudah kukatakan jangan. Panggil aku Bianca nama ku Fenita amelia" ucap Fenita marah, Liana dan Fenina kaget dengan reaksi Fenita.
"kak ada apa dengan mu" ucap Liana memegang pipi Fenita dengan dia tangan nya lalu menatap Fenita
Fenita yang tidak tahan dengan tangisan adik nya pun menangis namun dia coba menahannya
"bi kita ini sahabat sudah seperti keluar ada apa dengan mu, ceritakan pada ku"
"sahabat? Sejak kapan? Mulai hari ini kita tidak ada hubungan apa apa dan kau bukan sahabat ku lagi jangan pernah kau perlihatkan wajahmu didepan ku" ucap Fenita emosi
"ada apa dengan mu?" tanya Fenina
"pergi kau atau ku tembak kau" ucap Fenina menodongkan pistolnya pada Fenina.
Hal itu membuat para pengunjung mall resah dan memanggil satpam. Mereka takut terjadi apa apa karena Fenita membawa senjata yang berbahaya.
Fenina yang takut mati pun pergi meninggalkan Liana bersama Fenita. Lian ingin mengejar Fenina namun dia urungkan niat itu
"kak Feni" ucap Lianmencoba mengejar
"kau lebih memilih mengejar dia?" ucap Fenita membuat Liana tidak bergerak
"apa kabar mu dik?" tanya Fenita menangis menyimpan senjatanya
"apa benar itu kau?" ucap Liana berbalik dengan mata sendu dan lega
"kau tidak mau memeluk kakak mu?" tanya Fenita menangis
"kakkkk" ucap Liana menangis memeluk Fenita
"ayo kita pindah" ucap Fenita membawa Liana menuju sebuah kafe
Sedang Dikan masih saja mengikuti
"kak kakak dari mana saja, kakak tidak tau aku sangat merindukan mu" ucap Liana memegang tangan Fenita
"maaf kan kakak kaka tidak bisa cerita pada mu tapi tenang lah kakak sangat bahagia, kakak ada urusan yang harus kakak kerjakan. Tenang lah setelah urusan kakak selesai kakak janji kakak akan menjemput mu" jelas Fenita
"kak jangan seperti ini kakak tidak tau kak Andra hampir gila karena kehilangan mu. Kakak tidak tau kak Andra bahkan jarang makan dia selalu mencari mu. Kembali lah kasian kak Andra apa kakak tidak mancintai kak Andra?" tanya liana
Dikan yang mendengar omongan Liana kaget dengan kata kata Liana. Namun Dikan masih berfikir positif. Dikan sekarang mengerti bahwa Liana adalah adik kembar dari fenita.
" dik kakak sangat mencintai mas Andra tapi kakak tidak bisa bersama dengannya. Kau tidak tau sudah berapa kali kakak melihat mas Andra bermesraan dengan Fenina. Untuk kali ini kakak tidak bisa mempercayainya dik,maaf kan kakak" ucap Fenita tanpa sadar
__ADS_1
Dikan yang mendengar bahwa fenita mencintai pria lain pun kecewa. Tampak wajahnya sedikit sendu.
"kak itu cuma salah paham kak kak ayo pulang" ucap Liana memohon
"kakak tidak bisa dik"ucap Fenita menunduk
" mengapa kak? Kakak tega meninggalkan aku? "
"kakak tidak sayang lagi pada ku?" sambung Lian
"kakak sayang pada mu tapi kakak tidak bisa kembali sekarang"
"kenapa kak? Apa kakak tidak merindukan kak Andra?"
"dik jangan Seperti ini kakak menyayangi mu kakak mencintai suami kakak tapi kakak ada urusan yang lebih penting" jelas Fenita
"apa kakak sudah dengan Pria lain?" tanya Liana pelan
"heyyy, lian kakak hanya mencintai mas Andra seorang"
"dari mana kakak mendapatkan uang sebanyak ini untuk belanja"
"kakak tidak bisa cerita pada mu dik"
"kenapa kak? Aku ini adik kandung mu, aku sudah menemani mu dari sejak kita di perut meski kita sempat terpisah tapi kita sudah bertemu"
"dik dengar kakak kau harus mengganti namamu, namamu adalah Fenika Amelia. Nama asli kita adalah Fenita dan Fenika, dan jangan. Panggil kakak dengan sebutan Bianca lagi" ucap Fenita tegas
"dari mana kakak tau semua ini kak Andra saja belum bisa menemukan apa apa"
"kau tidak perlu tau yang jelas itu adalah nama kita" ucap Fenita menghapus air mata Lian
"mengapa kau tidak pernah memberi kami kabar?"
"maaf kan kakak kakak hanya ingin melindungi kalian"
"sayaaangg" teriak seorang pria dari jauh membuat Fenita dan Liana menoleh. Terlihat seorang pria yang terlihat berantakan, dengan rambut acak acakan,mendekati Fenita
"sayang dari mana saja kau aku merindukanmu" ucap Andra memeluk Fenita dengan erat
Fenita yang melihat kondisi suami yang sudah seperti orang gila pun tak kuasa menahan tangis. Fenita pun membalas pelukan sang suami dengan air mata yang mengalir
"dari mana saja kau?sudah dua bulan kau menghilang" tanya Andra menatap Fenita
"maaf kan aku sayang aku tidak bisa memberitahu mu" ucap Fenita
Andra yang baru pertama kali mendengar Fenita memanggilnya sayang dengan inisiatif sendiri pun senang.
"ayo pulang" ajak Andra
"mengapa?" tanya Andra sedih dan bingung
"urusan ku belum selesai, dan aku tidak akan pulang jika Fenina masih tinggal di rumah mu" jawab fenita
*drrrrrrtttt(dering hp Fenita)
"halo? "sapa Fenita
"kamu dimana dek? "tanya Fendy
"Masih di mall ada apa? "
"tidak ada, hanya jangan pulang malam malam bahaya, hati hati di jalan"
"iyaa, dahh"ucap Fenita mengakhiri panggilannya
"siapa itu? "tanya Andra
"aku tidak bisa memberi tau mu, tapi percaya lah setelah semua selesai aku akan menceritakan semuanya pada mu"
"dan mengapa kau dengan Fenina? Apa ada masalah? Sayang dia itu sahabat mu dari dulu dan kau tau dia telah banyak membantu diri mu"
"kau tenang saja aku sudah membayar semua utang ku padanya"
"ada apa dengan mu mengapa kau berubah begini?" tanya Andra pasrah
"aku tidak berubah, kau pikir aku tidak tau dia suka memeluk mu dan kau membiarkan ya. Kau akan pernah jalan dengannya di mall ini saat aku diculik dan dia memeluk lenganmu " jelas Fenita menangis
"sayang, saat itu aku hanya menemani nya jalan jalan waktu itu dia sangat merasa bersalah atas kehilanganmu "
"dia menipu mu" jawab Fenita pelan
"bi ada apa dengan mu?" tanya Andra
"jangan panggil aku Bianca lagi nama ku adalah Fenita Amelia" teriak Fenita membuat seisi restoran menengok
"baik lah nama mu Fenita aku akan memanggilmu Fenita, sudah ya jangan menangis lagi aku tidak kuat melihat mu menangis" ucap Andra menghapus airmata Fenita
"siapa yang menculik mu?" tanya Andra
"adwin" jawab Fenita sambil meminum minumannya
"siapa dia? Aku tidak mengenalnya" ucap Andra
"mantan kekasih ku yang kuputuskan saat kau mengancamku untuk menikah"
"dia meminta ku untuk tinggal dengannya karena dia sudah kaya, dia mengira bahwa aku menikahimu hanya karna harta mu" sambung Fenita
__ADS_1
"jadi sekarang kau tinggal dengannya?" tanya Andra
"tentu saja tidak, seseorang menolong ku dan aku tinggal dengannya"
"siapa dia? Apa aku kenal?"
"ntah lah aku tidak tau apa kau kenal atau tidak yang jelas dia tidak akan menyakiti ku" sindir Fenita
"sayang aku tau seharusnya aku tidak jalan dengan fenina aku janji aku tidak akan berhubungan lagi dengannya"
"kak pulang lah" rayu Liana
"mas aku ingin nama lian di ganti menjadi Fenika Amelia"
"baik mas akn urus semua kau tenang saja, jo kau urus semua" perintah Andra
"baik tuan" jawab jo sembari meninggalkan andra
"tapi aku tetap tidak bisa pulang, tapi tenang saja aku akan sering mengabari, dan satu lagi mengenai pengganti nama Lian aku yang akan mengatur semua" ucap fenita
"kenapa sayang? Kau ada masalah? Katakan pada ku" ucap Andra khawatir
"dik ini untuk mu kau anggap kenang kenangan dari ku aku akan mengabari kalian nanti, ini nomor ku hubungi saja aku" ucap Fenita berdiri menyerahkan sesuatu
"sayang aku masih ada urusan dengan seseorang, bila sudah selesai aku akan pulang untuk sementara aku titip adik ku pada mu."ucap Fenita mencium kening dan bibir sang suami lalu pergi dengan berlari
" tidak sayang jangan pergi lagi"ucap Andra memelas menahan tangan Fenita
"aku harus pergi sayang jaga adik ku dan tenang lah sikembar bersama ku" ucap Fenita melepas tangannya lalu pergi
Andra terus mengejar Fenita yang menangis sejadi jadinya.dikan yang melihat Fenita dan keluarganya pun penasaran. Namun ada kekecewaan di dalam diri Dikan. Akhirnya Dikan memutuskan untuk pulang.
Fenita yang berlari menuju perkiraan segera mencari kunci mobilnya. Andra yang mengejar ya tak berhenti memanggil Fenita namun Fenita sudah memutuskan semua.
Fenina masuk kedalam mobilnya dengan cepat melanjutkan mobilnya. Andra sudah mengejarnya namun kehilangan jejak karena Fenita sudah lebih cepat. Di mobil Fenita menuju sebuah taman. Dia berhenti di pinggir taman menangis di dalam mobil.
Setelah itu dia menelfon Fendy.
"ada apa dek? Sudah Belanjany?" tanya Fendy santai
"kakak dimana?" tanya Fenita menahan tangis
"kantor"
"aku kesana" ucap Fenita mematikan ponsel ya
Fenita melihat penampilannya yang berantakan dia pun menutup atap mobilnya dan menaikkan jendela. Dia mengganti pakaian nya dengan kaus dan celana pendek biasa dengan sepatu cats. Dia melajukan mobilnya menuju kantor Fendy
Dikantor Fenita Langsung buru buru menuju kantor Fendy namun lagi lagi dia terkena masalah.
"maaf mbak mbak siapa y?" tanya resepsionis menatap Fenita dari atas hingga bawah
"sama mau ketemu Fendy" ucap Fenita
"maaf mabk tidak bisa"
Mendengar itu Fenita memandang wajah resepsionis itu. Dia merasa asing pada resepsionis itu. Sepertinya resepsionis ini baru dan belum mengetahui siapa Fenita.
"apa kau ingin di pecat?" tanya Fenita tegas
"bukan begitu mbak tapi mbak tidak membuat janji dengan tuan"
"aku tak butuh janji" ucap Fenita mencoba pergi
"maaf mbak tidak bisa, security" ucap resepsionis itu
"ada apa?" tanya security
"bawa wanita ini pergi dia membuat rusuh"
"lepaskan Ku" teriak Fenita
"pergi dari sini" ucap security itu
Security dan resepsionis itu adalah karyawan baru Kemaren keryawan yang pernah membuat masalah dengan Fenita juga sudah dipecat. Dan sepertinya mereka tidak tau siapa Fenita.
"lepaskan tangan mu" ucap fenita menginjak kaki security dan memelintir tangan
Security itu dan menodongkan pistol tepat di kepala security itu. Resepsionis itu panik dan berteriak meminta tolong.
Fendy diruangannya merasa resah akan Fenita pun mulai khawatir karena Fenita tak kunjung datang. Dia pun memutuskan untuk turun menunggu Fenita di loby kantornya.
***
"mbak tenang mbak semua bisa dibicarakan" ucap rekan security itu
Fenita yang sudah mulai tenang melepas security itu dan mencoba pergi. Namun tidak bisa banyak security yang sudah memegangi tangan hingga kakinya. Fendy yang melihat ada keributan dikantornya pun mencoba mengetahui apa yang terjadi.
Fendy melihat adik kesayangan ya dengan wajah sebab dipegangi oleh beberapa security. Seketika dia marah dan berteriak.
"lepaskan dia" teriak Fendy membuat semua karyawan kaget dan bubar
"tapi tuan dia membawa senjata" ucap security tadi
"kau tidak dengar ku bilang lepaskan atau kalian tidak akan bisa melihat matahari lagi" ancam Fendy
Security yang ketakutan langsung melepas pegangan ya. Setelah terlepas fenita langsung lari memeluk Fendy dan menangis sejadi jadinya.
__ADS_1