
Seketika dia menangis mengingat sahabatnya itu. Lelah menangis Bianca pun tertidur. Sekitar pukul 9 Andra kembali dari markas dengan baju dipenuhi darah. Dia masuk di sambut para panjaga dan pelayan.
"apa Bian sudah makan?" tanya Andra menatap pelayan yang membuat Bianca kesal.
"belum tuan" ucap wanita itu ketakutan. Karena dia tau bahwa Bianca kesal padanya.
"apa kalian tidak beri dia makan?" teriak andra
"ada tuan tapi nona tidak makan" ucap pelayan itu
Mendengar itu Andra bergegas menuju kamar nya. Terlihat seorang wanita tengah tidur dengan pulas. Andra mendekat dan kaget melihat mata istrinya yang merah sebab dan bengkak. Dia memikirkan apa yang membuat istrinya menangis tatapi tidak menemukan jawabannya.
Akhirnya dimemutuskan untuk mandi dan tidur menemani istri tercinta. Esok ya Bianca terbangun dengan mata yang bengkak dan perih. Menuju kamar-mandi membilas wajahnya dan turun membuat sarapan.
Terlihat beberapa pelayan kaget melihat penampilan Bianca yang acak a akan dengan mata merah dan bengkak. Mereka mengira bahwa Bianca sedang bertengkar dengan andra
"lihat nona sepertinya bertengkar dengan tuan" ucap salah seorang pelayan baru bernama lola
"iya pasti dia ketahuan selingkuh" ucap pelayan bernama vaza
"memang nya iya nona selingkuh?" tanya lola
"tidak mungkin dia tidak selingkuh, mana tahan dia dengan dengan suami seperti tuan" ucap vaza
"Benar juga ya aku sering melihat baju nya yang seksi dia selalu memakai pakaian seksi" ucap lola
Tanpa mereka sadari Bianca yang sedang minum mendengar obrolan pelayan tersebut. Karena sudah tak tahan lagi Bianca langsung melempar gelas yang dia minum pada dinding disamping lola. Mereka yang terkejut langpura pura membersihkan pecahan gelas.
Andra yang mendengar suara pecahan kaca yang keraspun kaget melihat sang istri tidak ada di samping. Sementara max dan jo langsung menghampiri Bianca dan bertanya.
"ada apa nona?" tanya jo dan max bersamaan
"siapa yang mempekerjakan pelayan disini?" tanya Bianca menahan amarah
__ADS_1
"saya nona" jawab max takut dengan amarah Bianca. Max sudah pernah melihat bagaimana kejam ya Bianca saat marah.
"pantas aja tidak ada yang beres" ucap Bianca berlalu pergi
Baru beberapa langkah Bianca berjalan, Andra sudah datang berlari memutar mutar tubuh Bianca dan bertanya.
"kamu kenapa?" tanya andra
"aku ingin tidur" ucap Bianca melepas tangan Andra dan pergi
Andra yang melihat itu merasa aneh pada Bianca. Diapun bertanya pada max dan jo yang tengah mengumpulkan para pelayan.
"nona tidak mu gkin marah tanpa alasan" ucap max pada jo
"kau benar pasti ada pelayan yang sudah kelewatan"
"pasti ada nona hanya marah pada orang yang berlebihan menyakitiny dan keluarga ya" sambung jo
Akhirnya para pelayan dikumpulkan di halaman belakang. Max dan jo melihat mereka dengan tatapan tajam. Taklama Andra datang dan menanyakan Bianca pada mereka. Namun anra tidak menemukan jawaban apapun. Akhirnya mereka menanyakan pada pelayan yang melihat kejadian tadi.
Sementara yang melihat kejadian. Tadi hanya lola dan vaza mereka yang ketakutan pun berbohong pada Andra bahwa Bianca marah tanpa alasan. Andra yang mendengar itu tidak percaya. Karena dia mengenal Bianca sangat dalam dia tau Bianca tidak akan marah tanpa alasan.
Akhirnya Andra memutuskan melihat Bianca di kamar. Bianca di kamar hanya mengutuk para pelayan yang selalu mengajak ya berantam. Taklama Andra masuk dan mengelus kepala Bianca dan menghibur Bianca.
"sayang kamu knapa?" tanya Andra
"tidak ada" ucap Bianca mengambil tangan Andra menjadi bantal
"kamu yakin?" tanya Andra membersihkan rambut yang menutupi wajah bianca
"aku mereka tinggal disini" ucap bianca
"siapa?" tanya Andra
__ADS_1
"feni, Amara, sikembar dan rey" ucap Bianca
"baik lah akan ku atur tetapi kau jangan begini lagi" ucap Andra mengelus wajah Bianca
"hem"
"sekarang katakan pada ku mengapa kau menangis semalam" tanya Andra
"aku hanya melihat foto ku bersama reina dan rindu padanya"
"apa kau mau mengunjungi makam nya?"
"tentusaja aku mau" ucap Bianca semangat
"aku akan menyuruh jo menyiapkan semua"
"iya"
"sekarang tidurlah aku akn menemaniku hari ini"
"emm"
Akhirnya Bianca tertidur dengan Andra yang terus mengelus kepalanya. Melihat walaj Bianca pun Andra mengingat surat yang ditinggalkan ibunya. Tiba tiba Andra teringat lian. Diapun menarik perlahan tangannya dan mencari lian.
Lian yang tengah menonton di ruang tengah pun kaget melihat Andra datang dan memanggilnya dengan suara datar. Liana masuk kerang kerja Andra dan duduk berhadapan dengan Andra.
"ada apa kak?" tanya lian
"ini surat dari mama dan peninggalan dari orangtua kandung mu" ucap andra
Liana membaca surat itu sambil menangis memegang kalung itu. Dia menangis sejadi jadinya. Dia tidak terlalu sedih karena dia bertemu kakak kembar ya dan masih memiliki Andra yang menyayangi ya.
Lian keluar dari ruang kerja Andra sambil memegang kalung bertulis kan fenika.
__ADS_1