
Setelah masuk rumah Bianca melihat Key dan Keyn sedang bermain bersama Rey dan Amara. Bianca pun membawa sikembar ke kamarnya, dan menidurkannya. Setelah sikembar tidur Bianca pergi ke dapur untuk minum. Dia tak sengaja melihat Amara yang sedang terlihat gugup.
"kmu kenapa?" bianca
"saya gugup nona"
"tidak perlu gugup persiapkan dirimu untuk pernikahan mu lusa"
"iya"
"Sekarang tidurlah besok kau harus melakukan perawatan"
Bianca kembali kekamar ya dan beristirahat.
Paginya seperti biasa Bianca akan menyiapkan sarapan untuk adik adiknya, siang harinya Bianca mengajak Amara untuk melakukan perawatan dan berbelanja berbagai pakaian untuk Amara.
Esok paginya dia melihat Amara dengan kabaya putih panjang dengan riasan wajah yang natural.
"cantiknya" puji Fenina
"makasih"ucap Amara tersenyum malu
Akad nikah di mulai pada siang hari. Setelah acara selesai mereka beristirahat, dikarenakan malam harinya adalah resepsi pernikahan mereka. Resepsi pernikahan Rey diselenggarakan dengan mewah. Di hotel milik Andra.
"susun baju kalian nanti malam siap resepsi kalian kita akan pindah rumah anak buah Andra akan menjemput barangnya dan memindahkan barangnya ke rumah baru" jelas Bianca
~malam hari, aula pernikahan Rey dan Amara ~
"aku ambil makan dulu" ucap ku
"aku juga" ucap Amara dan Fenina bersamaan
"nih pegang si kembar" ujar Bianca pada andra
"terus kami makan apa?" tanya Andra
"Rey akan diambil oleh istrinya, sementara jo oleh fenina dan kau akan aku ambilkan jadi duduk saja" jelas bianca
"kenapa punya jo aku yang ambil" protes Fenina
"dia kan calon suami Nona" ledek amara
"cih tidak sudi" ujar fenina dan jo bersamaan
"tuh kompak" Amara
"yaudah kami ambil makanan dulu" Bianca
Saat sedang mengambil makanan datanglah keluarga Amara memarahi Amara yang menikah tidak minta restu. Amara memang mengundang mereka, walau dia telah di jual.
"HEH Amara kamu ya nikah sama orang kaya lupa keluarga? Dasar anak tidak tau diri" sindir ibunya. Sementara Amara hanya diam
"heh dek seharusnya kamu itu berlutut sekarang sama ibu minta restu bukan diam aja" sambung kakak Amara
"bukannya kalian yang menjualku" jawab Amara beranikan diri. Situasi sudah mulai canggung orang orang sudah mulai melirik, sementara Bianca dan Fenina hanya melihat walau sebernarnya Bianca sudah tidak tahan
"dasar anak durhaka, jika bukan karena kakak mu ini pintar menjualmu kau tidak akan menikah dengan pria kaya itu. Dasar pelac*r" ucap sang ibu membuat Amara seperti disambar petir
"buk Amara ini anak ibu kok ibu tega sih"
"aku tak punya anak murahan seperti mu"
"aku seperti ini juga karena kalian" teriak Amara sambil menahan tangis. Suasana mulai ramai banyak tamu undangan menonton. Bianca pun sudah tak tahan dengan kata kata ibu Amara.
"maaf bu ini sedang ada pesta pernikahan mending ngomongnya nanti aja malu diliat banyak orang" ucap Bianca sopan
"brani sekali kau berkata begitu aku ini ibu nya dia menikah tidak minta restu" teriak sang ibu. Sementara di tempat Andra mereka tidak menyadari keributan di sana karena suara musik yang keras.
"maaf bu ngomongnya di ruangan lain saja" ucap Fenina sabar
"diamlah kalian aku sedang mengajari anak ku yang durhaka ini" teriak sang ibu sambil mendorong Amara hingga terduduk dilantai. Bianca yang melihat sudah memuncak disana
"brani sekali kau mendorongnya" ucap Bianca dengan tatapan membunuh sambil membantu Amara berdiri
"apa hak kau berbicara begitu dengan ibu ku, plaak" ucap kakak Amara dengan menampar Bianca
"plaaak" balas Bianca membuat pipi kakak Amara memerah
__ADS_1
"brani sekali kau menamparku akan kubuat keluarga kalian hancur. Penjaga usir mereka jangan biarkan mereka sekalipun mendekati Amara dan Rey" teriak Bianca pada pengawal. Segera pengawal menyeret mereka keluar dari hotel yang mewah itu
"sudah jangan di hiraukan ayo ambil makanannya lagi kasian para cowo sudah nunggu" hibur Fenina
"iya"ucao Amara menghapus air matanya
Kemudian mereka kembali mengambil makanan. Suasana kembali normal. Setelah itu mereka kembali kekursi masing masing. Suasana makin meriah dengan persembahan beberapa tarian dan nyanyian para tamu. Taklama Bianca pamit ingin buang air.
Setelah keluar aula Bianca tidak sengaja menabrak seorang pria sekitar berusia 30-an.tanpa menghiraukan si pria Bianca melanjutkan perjalanan menuju kamar mandi yang agak jauh dari aula. Sementara si pria menatap kagum pada Bianca. Dia ingin memiliki Bianca yang terbilang seksi.
Akhirnya pria tersebut memutuskan untuk menunggu Bianca di depan pintu aula yang sepi, karena para tamu masih fokus pada penampilan para pengisi acara. Taklama apa yang diharapkan pria itu pun terwujud. Terlihat dari jauh Bianca tengah berjalan menuju aula dengan memandang gaun ya.
Saat hendak masuk aula sang pria menarik Bianca agak manjauh dari pintu aula. Pria itu memperkenalkan dirinya pada Bianca namun Bianca hanya cuek dan menahan amarah.
"nama saya faris. Kamu?"tanya pria itu memegang tangan Bianca
" mawar"ucap Bianca berbohong.
Pria itu mulai mengelus elus tangannya hingga lengan ya. Hingga Bianca tidak tahan lagi dan memelintir tangan sang pria dan mengambil pisau yang berada di gaun ya.
Bianca selalu membawa senjata kemana mena.entah itu pisau ataupun pistol yang selalu tersembunyi di pakaiannya.Bianca menodongkan pisau itu tepat di leher pria itu. Sementara pria itu berteriak meminta tolong.
"tolong ada yang mau membunuh ku" teriaknya berulang kali hingga beberapa tamu undangan keluar
"tolong aku dia mau membunuh ku" ucap pria itu pada tamu undangan yang menonton mereka tak jauh dari situ
"tolong" pinta pria itu pada para tamu yang menonton
"wih gila tu cewe" bisik para tamu tamu di sana
"mbak sabar dulu mbak kita bicarain baik baik" ucap seorang wanita di sana
"dia mau melecehkan saya, mau sabar bagaimana?" ucap Bianca datar
"bohong dia bohong jelas dia yang membunuh ku, kalian lihat dia membawa senjata jelas dia sudah merencanakannya"
**********
"jo pergilah susul Bianca kekamar mandi saja lama sekali" ujar Andra resah
"baik tuan"
"bersabar lah tuan"segera jo pergi menyusul Bianca. Setibanya di pintu aula dia melihat banyak orang sedang menyaksikan sesuatu. Dia pun mendengar suara Bianca yang sedang membela diri
" Nona? sedang apa disitu? "tanya jo pada diri sendiri. Diapun maju untuk mencari nona mudanya. Betapa kaget ya melihat nona ya sedang mencoba membunuh orang.
" Nona tenang Nona lepaskan dulu"ujar jo
"huuufh, kalau bukan karena jo habis kau" ucap Bianca
"sekretaris jo kau kenal dia?" tanya pria itu
"mengapa dia ingin membunuh tuan Faris?" tanya jo pada Faris yang merupakan klien Andra
"ntah lah tiba tiba dia datang ingin membunuh" jawab Faris berbohong
"Nona ada apa ini?" tanya jo pada Bianca
"dia ingin melecehkan ku" ucap Bianca datar sambil duduk di sofa dekat mereka berdebat
"dia berbohong jika tidak di rencanakan mengapa dia membawa senjata di pesta ini" ucap ardi
"maaf tuan sepertinya Nona ini tidak mungkin menyerang tanpa alasan" jawab jo
"jelas jelas semua orang melihat dia ingin membunuh" jawab faris ngotot
"maaf tuan apa tuan mengenal Nona ini?" tanya jo
"kenal"
"siapa namanya?"
"mawar" jawab faris pede
"sepertinya tuan berbohong pada saya"
"perkenalkan nama ku Bianca Aurelia" ucap Bianca lantang
__ADS_1
"kau-" Faris
"tuan apa anda tau mengapa Nona ini membawa senjata?" tanya jo
"tentu saja membunuhku" jawab faris membuat jo senyum
"tuan Faris kuperkenalkan Nona Bianca adalah calon istri dari tuan pratama" ucap jo membuat Faris spontan kaget
"dia selalu membawa senjata dimanapun dia berada untuk menjaga dirinya dan orang terdekatnya. Dan dia tidak mungkin menyerang bila tidak ada yang mengganggu ya. Bila tuan tidak jujur saya akan periksa sendiri melalui cctv itu" ucap jo menunjuk cctv dekat situ.
"baik lah aku memang ingin melecehkan ya, itu karena aku tidak tau dia calon istri tuan muda pratama jika aku tau aku tidak akan menggoda ya" ucap faris
"plakk, bila kulihat kau melecehkan atau menggoda perempuan yang bukan keluargaku akan ku hancurkan hidupmu kau pikir wanita itu mainan mu" ucap Bianca menampar Faris
"iya, iya saja tidak akan seperti itu lagi, saya pamit" ucap Faris langsung lari ketakutan
"Nona silahkan masuk tuan sudah menunggu" ucap jo
Tanpa menjawab Bianca pergi menemui Andra yang sudah kesal ditinggal lama oleh Bianca. Setelah duduk Andra melihat ada yang beda dengan Bianca Diapun bertanya pada jo. Jo menceritakan semua yang dia tau pada Andra. Bisa dilihat dari rawut wajah Andra yang sudah membara. Dia menyuruh jo untuk menghancurkan perusahaan milik faris yang ingin bekerja sama dengan Andra.
Setelah melakukan sumpah serapah pada faris dia melihat sosok Bianca yang terlihat cuek dengan paniknya dia melihat lihat tubuh Bianca.
"mana yang dia sentuh?" tanya Andra
"cuma tangan" mendengar jawaban Bianca Andra langsung mengambil tisu basah dan membersihkan tangan Bianca yang telah di pegang oleh faris. Waktu berjalan cepat acara sudah selesai. Mereka pergi menuju rumah yang telah di beli oleh Andra untuk Bianca. Sesampainya disana semua kaget dengan ke indahan rumah yang tidak terlalu besar tapi mewah. Bianca memperkenalkan setiap ruangan dengan detail pada Amara dan Fenina. Setelah selesai mereka membali kekamar masing masing. Kamar Bianca memiliki 3 ruangan kamar-mandi, ruang tamu/bermain, kamar. Setelah membersihkan diri Bianca tidur sambil memeluk keynzo dengan lembutnya.
Karena kelelahan akhirnya mereka bangun agak siang. Sementara Rey dan Amara sudah membuat beberapa sarapan. Setelah sarapan mereka kembali kekamar asing masing. Sementara Bianca sibuk bermain dengan si kembar dan Fenina.
**********
"bagaimana keadaannya sekarang?" ucap pria itu
"dia baik baik saja, tetapi semalam saat resepsi pernikahan Rey dan mengalami beberapa masalah" ucap sekretarisnya
"lanjutkan"
"semalam ada seorang pria yang mencoba melecehkannya dan untung nya nona Bianca selalu siap siaga dengan pisau yang dia bawa kemana mana, dan dia sempat di tampar oleh kakak dari mempelai wanita!" jelas sekretaris itu
"hancurkan mereka"
"baik tuan"
"bagaimana kabar adiknya?"
"kami sudah menemukannya, dia diasuh oleh keluarga pratama namun tidak ada yang tau darimana dia berasal. Dia tinggal di Amerika dan dijaga dengan ketat oleh pengawal tuan pratama. Dia bernama Liana Regan pratama, wajahnya juga mirip sekali dengan Nona Bianca. Nona Liana tidak seperti nona Bianca yang menderita nona Liana hidup dengan mewah dan penuh kasih sayang dari tuan pratama"jelas seorang pria
"baiklah awasi dia"
"baik tuan"
"bagaimana kabar orang tuaku?"
"kami belum menemukan apa apa"
"pergilah"
"kalian bersabarlah aku akan menemukan kalian, Bianca, Liana, kakak akan slalu menjaga kalian"
*********
Tak terasa seminggu berlalu. Mereka sedang sarapan bersama Andra, jo dan max. Setelah sarapan tiba tiba Bianca pamit kekamar. Taklama Bianca turun dengan pakaian rapi
" mau kemana sayang? "tanya Andra mesra
" jalan jalan"
"sama siapa?"
"Amara"
"hah aku?" tanya Amara bingung
"kau mau belajar beladiri kan? Ayo kalu gitu aku ajari ganti baju mu"
"oh iya iya" jawab Amara semangat
Taklama Amara turun dengan semangat
__ADS_1
"sudah?" tanya Bianca
"sudah"