
"baik, aku tidak akan memaksa mu menikah dengan ku secepatnya, tapi aku akan mengadakan acara perundangan mu dengan ku 2 bulan lagi untuk sekarang kita cukup pengenalan saja!. Bila kau sudah cinta pada ku Ku akan menikahimu"
"tidak memaksa? Jelas kau ini sedang memaksa ku bodoh" grutunya dalam hati
"hem bantulah perusahaan ayah seperti semula jangan Mengingkari janji" ucap Bianca datar
"tenang saja aku akan menyuruh jo menyelesaikannya"
"terserah kau saja"
"baik lah kalau begitu aku pergi kekantor dulu" pamit Andra pada Bianca dan mencium kening Bianca lembut. Bianca mengetuk pintu kamar rey dan menyuruh rey mengantar nya dan fenina untuk belanja.
"yaelah dikit lagi keluar nih malah di ajak pergi" bisik rey pada diri sendiri
"iya nona " teriak ya dari kamar sambil memakai celananya
"saya dengar kamu lagi ngomel" ucap Bianca yang membuat rey kaget. Iya langsung keluar kamar dan meminta maaf.
"sudahlah siap siap lah sarapan ah dulu saya akan siap siap juga" ucap bianca
"baik"
Bianca bergegas kekamar mengajak fenina untuk belanja. Fenina bergegas mengganti pakaiannya. Setelah selesai dia ma bantu Bianca mengganti pakaian keyla. Setelah emua perlengkapan siap mereka berangkat kesalahs atu mall. Fenina kembali banyak jajan, pakaian, aksesori. Setelah selesai mereka kembali kerumah. Tentu aja si kembar sudah tertidur di mobil. Bianca menggendong mereka sejak pagi tadi tangga nya mulai pegel namun hilang saat mengingat betapa bahagianya dia tadi melihat fenina dan adik nya.
Tiba tiba dia teringat akan rey tadi pagi. Dia merasa bahwa rey kesepian dan tidak ada pelampiasan nafsu. Dia pamit pada fenina bahwa dia akan pergi sebentar.
Dia menyuruh rey untuk mengantar ya ke sebuah clup malam.
"rey nanti kmu pura pura jadi adik saya"
"baik" jawab rey hanya menurut
__ADS_1
Setelah masuk kesebuah club tersengar suara musik yang keras dn aroma alkohol yang kuat. Bianca dan rey duduk di sebuah bar yang terlihat mewah.
"mas disini ada jual wanita?" tanya Bianca langsung
"aada dong sebenarnya" ucap barista itu
Taklama datang seorang wanita paruh baya yang menyapa bianca.
"halow cantik ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita itu bernama citra
"aku ingin wanita untuk adik ku" jawab Bianca sambil menunjuk rey
"ooh itu gampang tinggal sebut saja kriteria nya saya pasti bisa Berikan" ucap citra
"cantik, langsing, masih perawan" jawab bianca
"ada tapi dia mahal" ucap citra
"baiklah ini kunci kamarnya nomor 333" ucap wanita itu membari kunci pada rey
"brapa?" tanya bianca
"500"
"berikan rekeningmu"
Setelah memberikan mengirimkan uang pada wanita itu Bianca pergi menemui rey di depan pintu club.
"pergilah puaskan nafsu mu" ucap bianaa langsung yang membuat wajah rey memerah
"tapi ada rencana lIn ikuti saja Ku" ucap Bianca membuat rey bingung namun dia hanya menurut. Setelah sampai di kamar tersebut dia melihat wanita itu terdududk di ujung kasur sambil menangis.
__ADS_1
"kenapa kau menangis?" tanya Bianca
"nona tolong bawa aku keluar" mohon ya pada Bianca sambil berlutut
"aku tak ada untung dari itu" jawab Bianca ketus
"aku akan melakukan apa saja nona aku tidak ingin di neraka ini" ucapnya pias
"siapa nama mu?" tanya Bianca duduk di sofa
"Amara nona" jawabnya langsung
"kenapa kau ada disini?" tanya bianca
"saya di jual kakak saya" jawabnya
"kenapa kau di jual?
" tidak tau"amara
"kau ingin keluar dari sini?"
"iya"
"tidurlah dengan adik ku setelah itu aku akan menikah am mu dengannya" tawar Bianca pada amara
"bisakah minta yang lain?" tanya Amara ragu
"tidak, kau pilih tinggal disini digilir atau ikuti aturanku. Kayanya akan tidur dengan 1 pria" jelas bianca
"baik" jawab Amara setelah ke cerna kata kata bianca
__ADS_1
"lakukan lah sekarang aku tidak akan mengintip aku akan bermain hp hingg kalian selesai aku tidak nafsu" ucap Bianca membalikan ditanya menghadap tembok.