
.
.
"wahhhh gede banget" ucap bu ina
"iya bu" ucap Bianca tersenyum
"ayo masuk bu" ucap Bianca membawa mereka masuk kesebuah toko pakaian
"mbak tolong carikan beberapa pakaian yang cocok untuk mereka" ucap Bianca duduk di sofa tunggu
taklama keluar ibu ibu dengan berbagai pakaian yang cukup pas dan cocok dengan mereka.setelah mereka mengenakan pakaian terakhir Bianca menyuruh mereka tetap memakai pakaian itu.
"tidak usah ganti lagi bu pakai baju itu aja" ucap bianca
"mbak bungkus semua dan pisahkan pakaian setiap orang" ucap bianca
"baik"
"berapa totalnya?" tanya Bianca pada kasir
"30jt nona"
"pakai ini saja" ucap Bianca mengeluarkan kartu miliknya. Dia tidak menggunakan kertu dari Andra karena dia hanya mengerjai Andra
"astaga nak mahal banget balikin aja" ucap bu naya
"gak papa bu emang baju merek itu mahal" jelas Bianca
"dih banyak banget papper bag nya siapa yang bawa" ucap Bianca dalan hati
*Tut Tut Tut tut
"udh kangen sayang?" tanya Andra di balik telfon
"bukan"
"terus kenapa? Uangnya kurang?" tanya andra
"aku tidak kuat bawa barangnya, kamu kan banyak anak buah bisa aku pinjam 4 orang saja" ucap Bianca
"kamu dimana?"
__ADS_1
"di mallx di toko x"
"tunggu disana nanti aku suruh Alan kesana"
"ok"
***
"siapa nak?" tanya tante linda
"pacar tante" jawab bianca
"ooh"
Taklama
"selamat siang nona kami disuruh membantu nona" ucap alan
"Nama?" tanya Bianca singkat
"Alan nona"
"baiklah kmu angkat barang itu ingat setiap orang bawa bela jaat satu orang dan ingat yang mana orangnya" jelas bianca
"baik"
"sudah nak ini kemahalan jangan beli lagi" ucap bu naya
"tidak papa bu"
"brapa mbak?" tanya Bianca
"250jt bu dan ini surat surat tanda tas tas ini asli"
Bianca langsung membayar tanpa ragu sedang ibu ibu itu hanya tercenang dengan tas yang seharga mobil dan rumah mewah. Mereka juga pergi kesalon untuk perawatan.
"Alan" panggil bianca
"iya nona?"
"kau rapikan lah rambut mu dan teman mu itu aku yang bayar" ucap bianca
"tidak perlu" jawab alan
__ADS_1
"mbak rapikan rambutnya" perintah bianca
"jika kalian menolak aku akn bilang pada bos kalian aku tidak puas dengan kerja kalian" ucap Bianca mengancam yang langsung membuat mereka menurut
"bu nanti alam ibu ibu makan di rumah Bian aja untum orang rumah ibu nanti Bian kirimkan makanan"
"memangnya kami bisa menolak mu?" tanya tante linda yang disambut oleh tawa mereka
Setelah selesai dari salon Bianca masuk sebuah salon khusus perawatan kuku. Bianca menyuruh pelayan untuk melakukan perawatan pada kuku ibu ibu itu. Sementara Bianca pergi bersama Alan membeli minuman. Setelah selesai membeli minuman Bianca kembali untuk melakukan perawatan pada kukunya.
"nona orang nya baik ya" ucap salah satu pengawal
"iya pantas aja si bos tergila gila"
"eh tapi kemarin ku dengar dia hampir bunuh orang dengan sadis di markas"
"ia aku juga dengar"
"katanya cowo itu mau perkosa sahabat dia terus dia gk terima"
"ooh gitu, terus gimana cowo itu?"
"kasian cowo itu seorang dia gk bisa apa apa"
"kasian ya"
"eh tapi taigak gimana nona nyiksa dia"
"gimana?"
"di cambuk terus mandi air garam lalu dikasih obat perangsang pas udh di ubun ubun rasanya masa depannya di gores gores pakai pisau baru di mandiin cara lagi"
"iih serem" ucap mereka sambil memegang masa depan mereka sendiri
"abis tu dia minta satu wanita malam untuk lawan cowo yang masa depannya udh keluar darah. Cowo itu cuma teriak triak. Karna berisik lidah ya di potong matanya di congkel, kukunya di cabut, jarinya dipotong satu satu baru di lempar tengah jalan"
"serem ya mirip bos"
"iya iya mirip"
"hey kalian ayo kami sudah siap kalian gosip saja" triak Bianca
"ehh iya nona maaf" ucap alan
__ADS_1
Setelah selesai Bianca menuju sebuah toko jam terbesar di mall tersebut dan membeli beberapa jam untuk anak ibu ibu itu tanpa mereka ketahui. Bianca membuat beberapa note kecil didalam kotak jam tersebut