D Ganti

D Ganti
Racun


__ADS_3

saat sudah sampai di kota x Bianca hanya melamun sambil mendengar music di mobil dengan headphone miliknya. Tanpa sadar Bianca ikut bernyanyi, dia menyanyikan lagu yang Reina ciptakan untuknya dan Fenina. Andra dan jo kaget mendengar suara Bianca yang sangat merdu. Andra memerintahkan jo untuk mampir kesebuah restoran dikarenakan dia sudah lapar.


"bi" panggil Andra sambil menoleh bahu bianca


"kenapa?"


"mampir restoran dulu aku lapar ayo turun" ajak Andra pada Bianca untuk masuk ke restorant


"iya"


Kemudian mereka turun dan masuk ke restoran. Sementara manager restoran sangat senang dengan kehadiran Andra. Karena menurut masyarakat adalah sebuah kehormatan bila Andra bisa ada didekat mereka.


"ehh ngapain ikut kita di luar aja" tarik Rey sambil menutup mulut Amara


"hem" angguk Amara


Andra, Bianca, Fenina, sekretaris jo, dan sikembar masuk dan di suguhi ruangan VVIP yang megah. Kemudian mereka memesan makanan. Setelah selesai memesan makanan, Andra mulai menghujani Bianca dengan pertanyaan.


"belajar nyanyi dimana?" tanya Andra


"guru sekolah" jawab Bianca singkat dan datar


"gk pengen jadi penyanyi?"


"dulu pengen sekarang nggak" Bianca


"kenapa?


"gak mau aja"


"kok guru sekolah kmu mau ngajarin kamu?" Andra


"bawel amat si biar gue yang cerita" jawab Fenina sambil menepuk dadanya sombong


"jadi waktu Smp itu ada lomba untuk hari sumpah pemuda gitu trus dia terpilih ikut lomba nyanyi dari undian. Terus ya waktu lomba dia menang setelah lomba itu, dia sering dipilih untuk lomba mewakili kelas ataupun lomba antar sekolah!" cerita Fenina


"ternyata pacar ku keren" ucap Andra sambil senyum sedikit


"terus bagaimana Nona tau tombol rahasia kami?" tanya sekretaris jo yang tidak bisa di tahan lagi


"ooh itu, saat aku melukai masa depan pria brengsek itu aku melihat sebuah garis pada dinding dan saat aku melewati lubang itu aku mendengar suara buaya jadi aku sudah bisa menebak bahwa garis di tembok itu adalah tempat tombol pintu lubang buaya itu" ucap Bianca tetap datar


"keren sekali kau ya" puji Andra datar


Takalama pesanan datang, pesanan itu di hidangan tepat di sebelah Bianca. Bianca dapat mencium beberapa aroma rempah rempah yang dia ketahui namun ada satu aroma yang bukan berasal dari rempah rempah. Ada beberapa makanan yang memiliki aroma yang sama. Bianca merasa ada yang tidak beres, dia pun mengambil makanan yang memiliki aroma yang sama kemudian meminta pelayan mengganti yang baru.


Fenina dan Andra heran dengan permintaan Bianca. Bianca sudah dua kali meminta pelayan mengganti makanan yang sama. Saat makanan datang Bianca menyuruh seorang pelayan memanggil manager restoran tersebut.


"ada yang perlu saya bantu?" tanya manager


"boleh saya tau bahan bahan masakan ini?" tanya bianca


"tentu saja nona, panggilan kokinya kemari" perintah manager itu pada salah seorang pelayan


"ada apa pak? Apa makanan saya ada yang salah?" tanya koki itu takut salah


"apa saja bahan masakan ini?" tanya Bianca langsung


"bisa"


Kemudian sang koki memberi tau semua bahannya, namun Bianca tidak dapat menemukan asal aroma yang asing itu. Bianca meminta manager untuk mengumpulkan seluruh pelayan yang menyentuh pesanannya. Taklama seluruh pelayan telah datang. Bianca memandang satu persatu pelayan di sana.


"kalau saya ngasih makanan ini ke kalian kalian mau atau tidak ? Yang mau pindah kesabelah kanan saya yang tidak mau tetap berdiri di tempat harus jujur"ucap Bianca datar hampir semua pelayan ber pindah tempat hingga hanya 2 orang yang tetap berdiri di tempat


"kmu kenapa gk mau?" tanya bianca


"saya tidak terbiasa makan begituan rasanya tidak enak" jawab pelayan itu jujur


"kalau kamu?"


"saya sudah kenyang" jawab pelayan itu membuat seisi ruangan terbahak


Kemudian Bianca menatap setiap mata pelayan yang berpindah. Dia melihat seorang pelayan yang sedang menggosok gosok kuku ya namun di tutup tutupi. Bianca meminta seluruh pelayan keluar kecuali pelayan yang menggosok kuku ya. Dia memberikan makanan tersebut pada pelayan tersebut. Pelayan tersebut mulai berkeringat.


"kenapa keringat?" tanya bianca


"panas nona"


"perasaan ac nya hidup terlebih kain bajumu meskipun tebal tapi bisa menyerap dingin" ucap Bianca mengagetkan pelayan itu

__ADS_1


"kamu makan atau kmu bilang ke saya kmu disuruh siapa" bisik Bianca membuat mata pelayan itu membesar


"saya makan Nona" ucap pelayan itu. Setelah pelayan itu memakan makanan itu tubuhnya mulai kejang kejang dan mulutnya mengeluarkan busa. Seisi ruangan panik dan keget terlebih managet restoran. Bianca meminta sekretaris jo untuk memanggil ambulance. Andra dan Fenina kaget dan dan bingung. Setelah di bawa ke ambulance Andra dan Fenina bertanya tanya pada Bianca.


"dimakanan tadi ada racun, dan pelayan itu yang letak" ucap Bianca singkat


"tau dari mana?"


"tadi aku cium aroma yang bukan dari rempah makanan makannya aku minta ganti terus rupanya sama aja makannya aku minta bahan bahannya ternyata ada yang aneh terus pas tadi aku liat pelayan itu dia gosok gosok kukunya soalnya aku kalau panik juga suka gosok gosok kuku. Padahal tadi aku sudah tanya ingin makan atau berita siapa yang suruh tetapi dia pilih makan jadi ya bukan salah aku kalau dia tidak selamat"jelas bianca


Manager yang mendengarkan itu kaget. Dia takut bisnisnya akan hancur. Dia meminta maaf terus menerus pada Andra dan Bianca namun tidak di gubris oleh Andra. Bianca hanya tersenyum dan pergi dari restoran tersebut.


"hari ini makan Di rumah aja aku yang masak" ucap Bianca di mobil


"ok! Masak yang banyak ya bi" jawab Fenina antusias


"emang bisa masak?" tanya Andra meragukan Bianca


"jangan meragukan dia dong kau tidak tau saja sejak dia SD bisa memasak hingga menghapal seluruh aroma bahan masakan kalau tidak karena itu kita sudah mati sekarang" ucap Fenina membuat Andra kaget


Setelah sampai dirumah Bianca mulai memasak. Setelah selesai memasak mereka makan bersama Andra yang terus memuji muji masakan Bianca yang lebih enak dari koki dirumahnya.


Esok harinya, Bianca memasak sarapan untuk si kembar dan yang lain. Taklama Andra datang tanpa suara memeluk Bianca.tanpa menghiraukan Andra yang sedang memeluknya, Bianca melanjutkan memasak dengan Andra yang masih menempel.


"astaga tuan ku kenapa jadi manja gini" gumam sekretaris jo dalam hati


"astaga ngapain kalian" teriak Fenina terkejut. Namun tak di gubris oleh mereka.


Merasa diabaikan Fenina duduk di meja makan sambil bermain hp.


"aku beliin kamu rumah pindah lah dari rumah sempit ini" bisik Andra


"aku nyaman di sini"


"lihat dulu rumahnya kalau kau tidak mau aku tidak akan memaksa"


"hem" jawab Bianca singkat


"bagaimana kalau bulan depan kita Nikah" tanya andra


"hem"


"baik lah jo akan mengurus semua"


"bagaimana suka tidak" tanya andra


"lumayan"


"apa kau akan pindah?"


"terserah"


Setelah melihat lihat rumah, Andra membawa Bianca kesebuah mall t**nsmart bersama 4 pengawalnya. Sesampainya di sana semua orang melihat ke arah mereka. Mereka jalan hingga Bianca melihat sebuah jajanan yang sudah lama tidak dia makan.


"aku mau ini" ujar bianca. Mendengar permintaan Bianca Andra pun langsung membelikan jajanan itu. Sambil berjalan Bianca memakan jajanan itu sesekali Bianca Menyuapi Andra mereka masuk ke sebuah toko pakaian pria, Andra mencoba beberapa pakaian yang diberikan Bianca. Kemudian mereka menuju salah satu kafe di mall tersebut.


"letakkanlah barang barang itu di mobil setelah ini kita akan bermain" ucap Bianca


"jean, joey. Kalian jaga dia!, sedang kalian berdua ikut aku" perintah Andra pada pengawalnya. Kemudian Andra pergi menuju perkiraan untuk menyimpan belanja nya.


Bianca memesan segelas minuman dan sepiring kue. Taklama datang seorang pria mendekat namun di cegat oleh pengawal Bianca.


"maaf jaga jarak" ucap joey singkat


"woooww mbak ini ketat sekali penjagaannya. Maaf mbak saya boleh ganggu sebentar?" tanya pria itu


"hem" jawab bianca. Perlahan pengawal tersebut kembali ke tempat.


"perkenalkan nama saya Ryan"


"hemm"


"mbak siapa?"


"lia" jawab Bianca singkat


"tau gak perbedaan abc sama cinta?" tanya ryan


"abc huruf, cinta aku dan dia" jawab Bianca singkat, membatalkan niat Ryan untuk menggoda bianca

__ADS_1


"kmu dh tau rupanya, kalau ini apa bedanya buah sama kamu?"


"nth" jawab bianca


"kalau buah harus di makan dulu baru tau manis apa nggak, kalau kamu diliatin aja udh manis" ucap Ryan senyum namun senyum itu menghilang seketika, karena ekspresi Bianca tidak berubah.


"itu di mata nya ada apa mbak" tunjuk Ryan hendak memegang wajah bianca


"jean ada apa dimata saya?" tanya Bianca sambil membalik badan menghadap jean


"tidak ada Nona" jawab jean setelah memeriksa mata Bianca. Bianca tau bahwa Ryan hanya ingin menggodanya.


"kalau-" ryan


"sayang" panggil Andra membuat Ryan terdiam


"hem?" jawab Bianca tetap singkat


"ini siapa?" tanya Andra sambil duduk di samping bianca


"Ryan"


"temen?" andra


"baru kenal"


"oh, halo mas" ucap Andra membuat Ryan kaget


"saya permisi dulu ya sudah di cari" ucap Ryan terbatas bata. Pasalnya saat Andra datang, Andra datang bersama sekretaris jo dan max anak buah Andra yang terhandal.


"ngomong apa kamu smaa dia?" tanya Andra serius


"dia cuma mau coba gombal tapi gagal"


"jean apa aja yang mereka bicarakan?" tanya Andra melotot. Kemudian jean menceritakan semua pembicaraan Bianca dan Ryan tanpa terlewat satu kata pun


"bagaimana aku bisa lupa sifat Bianca, dengan calon suami aja cuek apa lagi orang lain huufh aku terlalu banyak berfikir" gumam Andra dalam hati


"sudah lah jangan cemburu" bujuk Bianca datar


"cih tidak ada manja manjanya sedikit" grutu Andra


"sudah lah ayo main diatas ada wahana bermain"


Kemudian mereka naik menuju area bermain. Disana terdapat beberapa Wahana seperti rollcoster, bombomcar, dll. Mereka menuju pembelian card.


"sudah ada card nya?" tanya pegawai


"belum" Andra


"baik untuk card nya 1, 20rb ya! Jadi mau di isi berapa?" tanya pegawai sopan


"2jt"andra membuat orang yang mendengarnya kaget


" banyak banget"Bianca


"gak papa nanti kalau ada sisa kan bisa ajak sikembar" Jawab Andra


"iya"


Setelah selesai mereka mencoba wahana rollskoster. Taklupa Bianca mengajak seluruh anak buah Andra yang ikut mengawal mereka.


"takut?" tanya Bianca melihat Andra


"masa mafia takut naik mainan" jawab Andra sombong


"cih lihat saaaaaaaaajaaaaaaaaaaa" teriak Bianca saat wahana mulai berjalan


"waaaaaaaaaaaaaa" teriak mereka


Setelah selesai mereka mencoba berbagai wahana yang mengundang adrenalin mereka,mereka kembali pulang mengantar Bianca.


"bagaimana persiapan pernikahan Rey? Lusa lho nikahnya!" tanya Bianca pada Andra sambil melihat keluar jendela mobil


"sudah ok"


"ok lah makasih untuk hari ini aku bahagia" ucap Bianca


"apa kau mencintai ku? Seperti aku mencintaimu" tanya Andra

__ADS_1


"tidak, tapi aku akan berusaha mencintaimu" jawab Bianca dengan mata tulus


"terima kasih" ucap Andra mencium kening Bianca


__ADS_2