
Taklama hp milik adnan berbunyi tertera nama ayah. Bianca mengangkat telfon itu.
"nak dimana kau? Apa kau buat masalah lagi?" teriak ayahnya
"hey pak anak mu buat masalah aku sedang mengajari ya sekarang" jawab Bianca pelan tapi mematikan
"dimana dia?" tanya bapak tua itu. Bianca langsung menghubungkan panggilan video pada ayah adnan
"astaga apa yang terjadi dengan anak ku kau apaan dia?" teriak bapak itu
"kau kenal dia?" tanya Bianca pada bapak itu sambil menunjuk Fenina
"tentusaja dia adalah kekasih anak ku, ehhh tunggu dulu HEH wanita sialan kau tega melihat kekasih mu seperti itu kau hanya menonton bgitu" teriak bapak itu
"hey pak tua anak mu begitu karena dia!, kau tau anak mu hampir memperkosanya aku tidak terima jadi aku mengajarinya sekarang mungkin hari ini adalah hari terakhirnya memanggil ayah" ucap Bianca datar
"kurang ajar wanita sialan dimana kalian aku ingin melihat anak ku" teriak pak tua itu
"tenangsaja aku sudah menyuruh orang menjemput" jawab bianca. Tak lama datang ayah adnan melihat kondisi anak nya yang merintis dengan tubuh takberbalut kalian lagi.
__ADS_1
"nan apa yang kau perbuat sehingga kau seperti ini?" tanya ayah nya
"aku hanya khilaf yah" teriak anak itu
"kau slalu saja buat masalah" teriak ayahnya
"hentikanlah drama ayah anak kalian aku malas menyaksikan ya" ucap Bianca mendiamkan seisi ruangan
"apa yang kau inginkan?" tanya ayah adnan
"aku ingin membeli anak mu dari mu itu saja" jawab Bianca santai
"aku ingin membeli anak mu ini dari mu sebut harga saja kekasihku akan me bayar mu" ucap Bianca menunjuk Andra
"hey kok aku?" tanya Andra
"bayar saja" jawab Bianca kesal
"baik lah sebutkan harga akan ku bayar asal calon istriku suka" ucap Andra sambil berdiri dari duduknya
__ADS_1
"ka ka kau b b bukannya tuan Andra?" tanya pak tua itu
"yah benar sekali putramu sudah mengganggu saudara calon istriku artinya mengganggu ku" ucap Andra membuat ayah adnan merinding
"ambil saja anak saya asal bisnis saya tidak apa apa" ucap bapak itu takut akan bisnis ya dihancurkan Andra.
"baiklah pergilah dari sini dan tutup rapat mulut mu atau ku kirim kau ke dalam sana" ucap Bianca sambil menekan tombol rahasia untuk lubang buaya. Jo dan Andra pun kaget karena tombol itu tidak pernah di tunjukkan pada Bianca, tetapi Bianca tau. Setelah itu pergilah ayah adnan dari markas Andra dengan penutup mata agar ayahnya tidak tau jalan menuju markas.
Setelah kepergian ayah Adnan Bianca menutup kembalj lubang buaya itu.
"kau lihat ayah mu rela menjualmu demi bisnis ya" ledek Bianca pada adnan
"dasar brengsek" teriak adnan
"cambuk dia" perintah Andra. Langsung setelah di perintah Andra semua bergerak mencambuk adnan sementara Fenina hanya memegang lengan Andra untuk menutupi matanya.Andra tidak keberatan smaa sekali. Setelah tubuh adnan terluka Bianca memerintahkan untuk memandikannya. Terdengar teriakan adnan yang membuat seisi ruangan penuh.
Benar kata Bianca dia ingin menyiksa adnan perlahan hingga dia puas, kini Bianca sudah seperti iblis hanya karena mimpinya. Setelah teriakan adnan berkurang Bianca memerintahkan jo untuk mencabut kuku nya asal setiap suara teriakan adnan mulai berkurang maka cabut lagi kukunya. Bahkan Bianca memberikan minum pada adnan tentu saja sudah diberikan bubuk perangsang.
Taklupa Bianca memberi kabar pada ayah adnan agar menutup rapat mulut nya tentang yang terjadi malam itu atau nasibnya akan sama dengan putranya bahkan akan lebih parah. Setelah selesai Bianca pulang bersama Fenina yang diantar Andra. Bianca tidur dalam pelukan Andra. Sementara fenina tidur pada bahu Andra. Andra hanya senyum melihat kekasih dan wanita yang di anggap adik olehnya.
__ADS_1
Setelah sampai di rumah waktu sudah pagi Andra segera pulang karena dia ada meeting dengan client penting. Di tinggalkan ya Bianca yang tertidur. Taklupa sebelum pergi dia meminta rey memasak bubur untuk si kembar. Bianca dan Fenina tidur hingga hari menjelang sore. Andra pun muncul mengunjungi kekasihnya itu namun belum juga bangun. Dia hanya tersenyum menatap kekasihnya yang tidur pulas. Kemudian dia keluar mencari rey.