D Ganti

D Ganti
Siksaan


__ADS_3

"maju lah dan lihat"


"tidak usah! " ucap Bianca takut


"gitu aja takut gimana mau membunuh" ejek andra


"aku tidak takut" ucap Bianca


"dasar bodoh" ucap andra


Seisi ruangan melihat bos mereka tersenyum semua heran, takut, dan senang


Pasalnya semanjak kamatian orang tuanya dia jarang tersenyum bahkan tidak pernah.


Andra mendekati pria yang diikat tersebut,diikuti Bianca di sampingnya.


"siram dia dengan air" perintah andra


"kalungkan dia rantai dari leher tangan badan dan kaki" perintahnya lagi. Dia ingin menyiksa lelaki itu dengan cara ini. Karena bila di rantai tubuhnya akan berat karena dia ikat hingga terbangdengan tangan dan kaki yang terbuka lebar.


"aaaaaaaah" teriak pria itu merasakan sakit pada tangannya karena berat sehingga pergelangan tangannya seperti di tarik


"sakit ya?" tanya Andra pada pria itu. Sementara Bianca ngeri dan takut melihatnya


"lepas rantainya dan cambuk dia" perintah andra


"kejam sekali kau" kritik Bianca yang langsung di tatap sinis oleh andra. Setelah 30 menit di cambuk tampak luka luka di tubuh pria itu hingga berdarah


"mas maafin aja lah" ucap Bianca yang takut


"tidak mungkin aku tidak pernah memaafkan" ucap andra yang membuat Bianca kaget

__ADS_1


"oh" jawab Bianca


"tuan ampun saya tuan maaf kan saya" teriak pria itu menohon mohon


"siram dia dengan air garam"


"aaaaaaarrrgghhhhhhhhh" teriak pria itu merasakan perih luar biasa pada kulit nya yang luka karena di cambuk


"gila" gumam Bianca pada dirinya sendiri


"ini biasa aja mau lebih serem?"tanya andra dengan pede karena iya mengira Bianca sedang memuji jiwa iblisnya


" tidak usah"ucap Bianca sambil memegang tangannya sendiri


"tuan ampun saya tuan" teriak pria itu


"brisikk skali kau Petra suara mu tidak enak di dengar berhentilah berteriak" ucap andra dengan santai. Lalu iya berbalik menuju kursi, mendudukkan Bianca di sampingnya


"potong saja lidah nya dia brisikk sekali" perintah andra. Bianca Sontak melotot mendengar perintah andra yang sangat kejam.


"anak buah andra menaiki tangga didepan petra dan memaksa petra membuka mulutnya dan tersobeklah mulut petra hingga dia berteriak kesakitan. Kesempatan itu lah anak buahnya memotong lidah ya. Keluar darah bercucuran dari mulut petra. Sementara Bianca menutup wajahnya di bahu andra. Andra hanya senyum senyum melihat tingkah Bianca yang awalnya dikira berani.


"hey lihat lah dia" pinta andra pada Bianca sambil mengelus kepala Bianca dengan tangan kiri ya.


"ada apa ini? Ada apa dengan ku? Apa yang salah? Kenapa aku? Batin nya bertanya tanya.


" tidak "jawaban Bianca membuat andra tertawa. Sontak seluruh anak buah nya kaget dengan sikap bos nya itu yang tidak pernah tertawa se senang itu


" ada apa dengan boss? "tanya salah seorang ank buah


" entahlah mu gkin dia mendapat cinta dari wanita itu! "jawab teman di sebelah nya

__ADS_1


" semoga tuan bisa senang terus "ucap anak buah nya secara bisik bisik


" kalau kau takut ngapain ikut? "tanya andra sambil senyum senyum


" kau mengajak ku"jawabnya tidak mau kalah


"baiklah aku kalah dari mu terserah kau saja asal tidak merepotkan ku. Jawab andra datar


" cabut kuku kaki kirinya"printah andra. Andra menyiksa petra hingga petra pun ingin mati tapi tidak bisa. Setelah petra meninggal badannya dilempar ke ka dang harimau yang di pelihara Andra.


Iya melihat Bianca yang sudah tertidur pulas di bahu nya, dia pun tersenyum. Namun dia bertanya tanya. Mengapa Bianca mirip sekali dengan adiknya liana.


Dia melihat setiap inci wajah Bianca sama seperti liana mirip Sekali bedanya liana tidak setakut dia liana sudah biasa membantunya menyiksa orang.


Andra menggendong Bianca ke mobil dan mengantar ya pulang. Setelah sampai di rumah Bianca di antar kemarnya. Bianca bangun saat malam hari dan melihat dia berada dikamar ya dia sedikit kaget. Dia mencium aroma sedap dari luar kamar. Dia keluar kamar mandapari makanan lezat sudah ada di meja.


"siapa yang buat?" Tanya Bianca apa rey


"saya"ucap rey


Karena sudah lapar Bianca melahap makanan nya dengan segera. Terlebih masakan rey termasuk enak. Setelah makan bianka meminjam hp rey tetapi ternyata Rey tidak memiliki hp. Iya pun mengajak Rey keluar. Lalu dia pergi kekamar mengganti baju. Dia melihat cek yang di berikan Andra tadi siang. Mata nya melotot melihat nominal di cek tersebut


"gila banyak banget sampai tua pun gk abis nih duit 10M kapan abis nya?" gumam Bianca pada dirinya sendiri. Bianca kaget serta bingung pasalnya di lewari dia juga memiliki uang yang terbilang tidak sedikit. Dia pun memasukkan uang itu ke ransel nya dan membawa cek dari Andra. Saat keluar dari kamar rangga menghampiri ya.


" nona ini tadi pas mu pergi ada ibuk ibuk datang katanya ini gaji bu Risa bulan ini" ucap rey


"oh iya" jawab Bianca cuek


Saat di mobil iya duduk di belakang karena rey yang nyetir. Dia melihat gaji ibu nya yang terbilang tidak sedikit. Dia pun kaget dengan gaji bu Risa yang tidak sedikit. Karena uang segitu cukup untuk bi risa membeli rumah yang layak.


Sesampainya di sebuah bank Bianca masuk dan membuat rekening agar aman.

__ADS_1


Setelah semua proses selesai iya pergi ke counter hp untuk membeli hp. Iya membeli Hl untuk rey serta dirinya. Setelah selesai mereka pulang dan Bianca langsung menelepon sahabatnya fenina, dan menceritakan semua kajadian semenjak dia pergi. Fenina kaget dan tak nyangka bahwa bu risa meninggalkan Bianca begitu cepat mereka mengobrol hingga larut dan akhirnya tertidur bersama


__ADS_2