D Ganti

D Ganti
Sikap aneh #2


__ADS_3

Sore ya Bianca terbangun melihat sang suami tidur disamping ya dia pun memutuskan untuk memasak makan malam. Dia tau bahwa suaminya sangat suka dengan masakan ya.


Namun sekali lagi dia mendengar kan hal hal yang keterlaluan dari mulut para pelayan baru masuk dan belum mengerti peraturan.


"ehh tau gk aku dengar nona itu selingkuh lho"


"iya aku juga dengar gitu"


"emang cewe kaya itu suka selingkuh ya demi harta"


"iya aku dengar dia itu anak kepala pembantu yang dulu kerja disini"


"iya aku juga denger"


"mungkin aja dia godain tuan biar nikahin dia baru diporotin"


"iya iya"


Bianca yang mendengar itu pun melihat ada penjaga yang membawa senjata. Karena sudah marah dia pun menembakkan peluru menuju vas bunga yang berada di dekat para pelayan yang sedang duduk di halaman


Mereka yang kaget pun segera berlari masuk kedalam pavilon khusus pelayan.


Andra dan para penjaga langsung mencari sumber suara itu. Setibanya di halaman belakang mereka melihat Bianca yang memegang pistol dengan marah yang membara.

__ADS_1


"sayang kamu kenapa?" tanya andra


"aku ingin latihan menembak" jawab bianca


"baik akan ku siap kan kau duduk dulu" bujuk Andra. Andra sebenarnya juga takut pada Bianca jika Bianca senang marah. Pasalnya Bianca akan lebih kejam dari pada dirinya bila sedang marah.


Para penjaga langsung menyiapkan beberapa sasaran untuk di tembak dan beberapa pistol. Tak lama Bianca langsung menembak dengan amarah. Namun hebatnya mesku Bianca menembak asal arah namun selalu mengenai sasaran.


Andra selalu bingung mengapa Bianca akhir akhirjni begitu sering marah. Dia memanggil beberapa penjaga yang melihat itu tadi. Penjaga yang pistolnya di ambil Bianca pun menjawab dengan ketakutan.


"tuan sepertinya tadi ada beberapa pelayan sedang duduk di halaman.tak lama nona datang me dekat namun tak jauh dari pelayan nona berhenti di tempat. Seketika wajah nona berubah menjadi marah dan pergi saya melihat itu pun mencoba bertanya tiba tiba nona mengambil senjata saya menembak pada vas didekat para pelayan"ucap penjaga itu


"mengapa dia selalu menarget kan para pelayan?" tanya Andra pada diri sendirj


"baik tuan"


Melihat Bianca yang sudah berhasil melupakan emosi ya Andra pun datang menghampiri dan mengajak Bianca makan malam. Vaza menyajikan makanan dengan wajah tidak suka pada Bianca. Bianca yang melihat itu pun hanya cuek.


Dengan sengaja Vaza pura pura tidak sengaja menumpahkan minuman pada pakaian Bianca. Membuat Bianca semakin emosi dan berteriak.


"maaf nona maaf" ucap Vaza berpura pura


"apaa apaan kau ini bisa kerja tidak?"teriak Bianca membuat Andra kaget pasalnya Bianca tidak pernah memandang rendah seseorang

__ADS_1


" sayang jangan teriak triak cukup marai saja kalau perlu di hukum jangan buang tenagamu"ucap Andra membujuk.


"aku tak ingin makan, kamu saja yang makan mas" ucap Bianca pergi


"plaaakkk, dasar tidak berguna bikin masalah saja krja nya" ucap Andra pada vaza


"maax jooooo, hukum wanita ini" ucap Andra


"siap tuan" ucap max dan jo bersamaan


Andra langsung berlari menyusul Bianca yang tengah menangis merindukan reina.


"heeeyyy sayang kamu hari ini kenapa?" tanya Andra pelan


"masss, hiks hiks" tangis Bianca memeluk Andra


Andra yang sangat mencintai Bianca pun tidak tega pada Bianca. Dia tau bahwa sekarang ini istrinya membutuhkan Fenina. Dia meminta Fenina untuk datang sekalian pindah menetap di rumah Andra.


Sekitar setengah am Fenina datang bersama sikembar. Bianca yang melihat wajah adik adiknya itu pun langsung tersenyum dan memeluk Fenina. Andra langsung keluar meminta pelayan menyiapkan makan malam yang baru.


Sementara di kamar Fenina hanya tersenyum dan bertanya apa yang terjadi. Fenina melihat sahabatnya yang baru menikah sudah seperti orang gila. Bianca menceritakan semua yang terjadi disana sambil menangis. Fenina juga marah bila kakak nya di perlakuan begitu terlebih Bianca adalah nyonya di sana tapi para pelayan tidak menghargai nya.


Setelah menghibur Bianca fenina pun mengajak Bianca bermain bersama si kembar dan Amara. Bianca senang bertemu dengan orang yang bener bener menghargainya dan menyayangi ya. Rey yang mendengarkan semua langsung pergi menemui Alan dan menceritakan semua.

__ADS_1


Rey juga memberitahukan itupada Andra. Andra yang mendengar itu sangat marah. Namun dia berfikir Bianca tidak cerita pada pasti Bianca punya pamsud jadi dia hanya bisa menahan amarah nya demi istri tercinta


__ADS_2