D Ganti

D Ganti
Kecelakaan


__ADS_3

"sudah bangun sayang?" tanya Andra pada Bianca yng masih di depan pintu kamar


"belum"jawab Bianca


" aaaahahahah"tawa Fenina yang terdengar dari ruang tamu


"kurang ajar" teriak Andra pada Fenina dan Bianca.


"kau tau aku sudah bangun tapi masih bertanya" jawab Bianca cuek


"huuh" desah Andra


"Bii aku mau makan kebab, roti bakar, sate, pecal lele!" ucap Fenina pada Bianca yng sedang minum


" wefood aj" jawab Bianca


"pesan berapa?" Tany Fenina


"masing masing 5 aj" jawab Bianca


"ok boss"


Taklama makanan sampai. Bianca memanggil Rey dan Amara yang berada dikamar untuk makan malam. Setelah Rey dan Amara keluar Bianca langsung mencuci tangannya dan memakai antiseptik


"untuk apa pakai antiseptik? Norak sekali kau" ucap Andra


Seketika wajah Bianca berubah total. Dia langsung melempar botol antiseptik dan kembali kekamar dengan membanting pintu.


"dasar bodoh" ucap Fenina pada Andra. Setelah itu Fenina langsung menghentikan makannya dan mengejar Bianca. Dia tau mengapa Bianca memakai antiseptik berulang kali.


"hey Bi sudah lah lupakan kata pria bodoh itu" hibur Fenina pada Bianca


"Fen aku kangen Rei.kalau bukan aku dia pasti sama kita.Fnn aku kangen dia. Reina aku kangen" tangis Bianca terdengar dikamar.sementara Andra bingung dia harus apa. Dia tidak tau apa yang salah dengan kata katanya.akhirnya Andra memutuskan untuk pulang. Setelah kepulangan Andra Fenina membawa beberapa makan dan antuseptik yang baru.


Tak lama setelah Bianca dan Fenina selesai makan, tiba tiba hp milik fenina berbunyi.


"waalaikumsalam. Abi, umi" jawab Fenina


"kmu apa kabar nak?" umi


"Feni sama Bian baik kok umi, tapi Bian masih seperti dulu. Dia masih merasa bersalah umi!" Fenina


"masyaallah, kasian Bian berikan telfon ya pada Bian" abi


"assalamualaikum Abi" Bianca


"waalaikumsalam nak, kamu sehat nak?" abi


"alhamdulillah sehat bi" Bianca


"nak, kamu jangan terlalu kepikiran Reina terus nak ini sudah 4 tahun. Jalani hidupmu yang baru nak" umi


"umi Bian bukan kepikiran reina terus tapi itu kan memang salah Bian umi. Kalau bukan Bian maksa rei waktu itu ini semua gk akan terjadi umi. Aturannya Bian yang gantiin Rei di sana" ucap Bianca sambil menangis


"nak bukan salah kamu nak itu sudah takdir" abi


"abi, umi udah dulu ya Feni sama Bian mau istirahat, besok Feni kabari abi, umi lagi. Assalamualaikum " potong Fenina karena kondisi Bianca tidak mendukung


"udah la bi jangan di ingat lagi" ucap Fenina setelah telfon di matikan


"hem aku mau keluar cari angin bentar" jawab Bianca singkat. Bianca langsung pergi mengambil kunci mobil dan pergi. Dalam perjalanan dia hanya menangis dan berteriak. Setelah puas menangis dan berteriak dia pun menyalakan mesin dan pulang. Ditengah perjalan sebuah truk dengan rem blonk hampir menabrak Bian namun Bian malah menabrak sebuah tiang listrik. Setengah sadar Bianca keluar menjauh dari mobil tersebut.


Benar saja mobil tersebut langsung meledak. Beberapa warga mulai berdatangan mencari pengemudi mobil tersebut. Agak jauh dari sana terpenting seorang wanita dengan darah di tubuhnya. Warga sekitar datang membangunkan Bianca, namun tidak berhasil.


**********


"yaallah Bianca kmu di mana sih ini udah mau pagi belum pulang juga" gumam Fenina cemas pada Bianca. Fenina langsung menelepon Bianca.


"bi pulang sekarang" triak Fenina pada Bianca


"maaf mbak, teman mbak yang punya hp ini kecelakaan di jalan xx" jawab salah satu warga yang mengambil hp milik Bianca

__ADS_1


Fenina langsung menghubungi pengawalnya dan pergi ke jalan xx tempat Bianca di kecelakaan. Dilihat mobil Bianca telah hangus terbakar. Sontak dia terjatuh dan menangis. Fenina berteriak historis memanggil nama Bianca. Fenina berdiri dan berlari bertanya tanya pada warga dimana Bianca. Salah seorang warga menjawab dia di bawa ke rumah-sakit xx.


Fenina langsung berlari menuju mobil dan berangkat ke rumah sakit xx tempat Bianca di bawa. Seorang suster mengatakan bahwa dia berada di ruang inap 224.


Fenina berlari menyusui setiap kamar mencari kamar milik Bianca. Dilihatnya Bianca yang tengah di perban dia menangis. Menyesali mengapa dia mengijinkan Bianca keluar dengan kondisi tidak mendukung. Paginya Bianca sadar.


"Fen aku dimana" tanya Bianca pada fenina


"di rumah sakit udah istirahat dulu kau kecelakaan kemaren. Bikin orang jantungan aja" Fenina


"maaf" Bianca


"sayang kmu gak papa kan" teriak Andra membuat seisi ruangan kaget


"eiiiitts, sejak kapan Bian ku jadi sayang mu?" ucak Fenina menahan Andra yang hendak memeluk Bianca


"berisik kau, mana yang sakit?" tanya Andra penuh khawatir


"tuan gk pernah se khawatir gitu dia kenapa ya" gumam sekretaris jo dalam hati. Sekretaris jo memiliki sifat kejam. Sama seperti Andra, namun lebih pendiam dan cuek.


"gk ada" jawab Bianca


"kenapa bisa kecelakaan? Pasti kau kan? Kau tidak berguna" ucap Andra menyalahkan Fenina


"cih, kau pikir aku asistennya. Dasar bodoh" ucap Fenina membalas Andra


"kau.."


"sudah lah aku malas mendengar kalian. Kapan aku bisa pulang?"tanya Bianca


" tidak bisa kau harus di rawat sampai sembuh total, jo urus semua pindahkan dia keruangan yang lebih layak dapatkan penanganan terbaik"ucap Andra pada Bianca dan sekretaris jo. Bianca ingin membantah tapi dia sudah tidak ada tenaga membantah. Bianca langsung menutup matanya.


Siangnya Bianca di antar ke ruangan yang lebih besar ruang VVIP yang telah di atur Andra untuk Bianca. Seharian penuh Andra menemani Bianca di rumah sakit. Setelah makan siang Andra pergi menemui dokter dan mengatakan ingin mengecek keadaan Bianca secara rinci mulai dari mental ataupun fisik.


Dokter itu kemudian. Dengan alasan kepalanya yang luka dia membawa Bianca keruanganya dan mengecek keadaan fisik dan mental ya. Dari fisik tampak semua baik baik saja. Namun pada mental Bianca mengalami trauma dan kesedihan yang berlebihan. Seperti rasa bersalah yang berlebihan dan trauma yang berlebihan. Dokter mengatakan seluruh keadaan Bianca pada Andra. Awalnya Andra tidak percaya namun dokter memberikan hasil dari pemeriksaannya pada Andra.


Setelah 4 hari di rawat Bianca sudah boleh pulang.Andra mengantarnya hingga masuk kekamar dan membaringkan Bianca ke kasurnya. Bianca mencari cari kemana adik kembar ya itu. Ternyata ada dikamar Rey. Setelah Andra pergi Bianca langsung bermain dengan kedua adiknya pasalnya dia sudah kangen berat. Setelah 2hari berdiam di rumah dia mengajak Fenina untuk belanja. Taklama Andra datang dan kaget melihat semua berpakaian rapi.


"kata nona Bianca mau belanja" jawab Amara pada Andra


"sayang mau belanja ko gk bilang aku" teriak Andra membuka pintu kamar


"lupa" jawab Bianca


"oohh. Aku temenin ya"


"tap.."


"eiitts tidak boleh, orang bodoh tidak bisa ikut" potong Fenina


"suka sekali kau memanggil bodoh aku lebih pintar dari kau" balas Andra


"terserah kalian " jawab Bianca


Mendengar jawaban Bianca Andra langsung duduk didekat Bianca yang sedang mengenakan pakaian pada Keyn. Sementara Fenina hanya berdecak kesal. Fenina belum tau bahwa Bianca sudah berpacaran dengan Andra yang dia tau pacar Bianca adalah adwin. Setelah slesai mereka berangkat dengan 3 mobil.


Bianca dan adiknya ikut dengan mobil Andra sedangkan yang lain ikut mobil Fenina dan mobil lainnya adalah pengawal Andra sekaligus Fenina.


Setelah sampai di mall Bianca masuk salah satu toko yang terkenal. Dia membeli beberapa aksesori dan botol air untuk adik tercinta ya. Setelah selesai berbelanja Bianca menyuruh yang lain untuk makan dulu sementara dia dan Fenina akan ke kamar mandi. Tetapi mereka tidak kekamar mandi tapi mencari perhiasan untuk seseorang.mereka masuk ke toko perhiasan yang terbesar di mall itu dan lumayan terkenal.


"mbak bisa kasih lihat perhiasan yang terbaik di sini?" tanya Fenina


"bisa mbak sebentar ya" ucap pelayan toko


"apa perhiasan model terbaru yang di buat xx sudah diantar" teriak seorang pria yang tidak asing bagi Fenina dan Bianca.


"hey hey hey siapa ini? Ini bukankah Bianca? Wanita tercantik se SMA" ucap pria itu sambil mencolek dagu Bianca. Bianca tidak merespon hanya diam dia malas berurusan dengan pria yang mengejarnya sedari SMA.


"masih sombong saja kau Bian" ucap pria itu


"diam lah kau, Kami ingin beli perhiasan" teriak Fenina kesal dengan kehadiran Aditya

__ADS_1


"Hay Feni apa kabar lama tak jumpa" sapa Aditya pada Fenina sambil mengelus tangan fenina. Sontak fenina menamparnya. Tampak wajah emosi Aditya karena di tampar Fenina


"berani sekali kau menamparku. Dengar aku sekarang aku sudah sukses Bian jadilah kekasih ku sudah lama aku menyukai mu" ucap Aditya


"aku sudah punya pacar" jawab Bianca singkat sambil melihat lihat perhiasan di sana. Sementara Fenina hanya menatap Aditya yang terus menatap Bianca.


"putuskan saja kau akan bahagia dengan ku aku akan memberikan perhiasan apapun yang kau pilih. Temani aku malam ini jadi lah pacar ku" tawar Aditya


"aku tidak tertarik" jawab Bianca


"ayo lah sayang akan kuturuti mau mu" godanya pada Bianca


"dasar brengsek" teriak Fenina ambil menampar Adithya


"suka sekali kau menampar ku" triak Aditya sambil menampar balik fenina


*********


"cari Bianca lama sekali dia di toilet, kabari aku jika ada apa apa!" perintah Andra pada jo(sekretarisny)


Setelah 10 mencari keberadaan Bianca dan Fenina dia berhasil menemukan keberadaan fenina dan Bianca yang sedang ribut di toko perhiasan dan di tonton oleh orang yang lalu lalang. Jo langsung menghubungi Andra tampak Andra marah dan membawa seluruh pengawal yang ikut dengannya tadi menuju toko perhiasan tersebut


**********


"berhentilah menyakiti Fenina" triak Bianca


"baiklah aku akan Berhenti, tapi kau harus melayani dulu"


"jangan harap. Aku tidak pernah melayani pria brengsek seperti mu" jawab Bianca santai sambil memilih perhiasan.


"dasar perempuan tidak tau diri" marah ya pada Bianca sambil ke jambak Bianca


"asal kau tau kau akan hancur bila menyentuh ku" bisik Bianca pada Aditya


"kau pikir aku takut dengan ancaman murahanmu itu"


"tunggu saja" bisik Bianca yang membuat Aditya menguatkan jambakannya. Kemudian dia memeluk perut Bianca dengan satu tangan.


"ada apa ini" teriakan Andra yang membuat semua orang gentar


"bubarkan yang menonton di luar tutup toko ini sebentar" perintah Andra pada pengawalnya. Seketika Aditya langsung melontarkan jambakannya.


"halo tuan Andra bagaimana hari mu? Tuan, apa tuan butuh wanita? Akupunya wanita" ditawarnya Bianca pada Andra.


"aaahahahahah" tawa Fenina mambuat Adthya bingung


"kau akan hancur" bisik Bianca pada Adthya


"apa kau yakin dia wanita mu?" tanya Andra sinis


"tentu aja tuan. Dia teman ku sewaktu SMA. Dia primadona sekolah kami sudah pasti yang terbaik." jawab Adthya yang di sambut oleh tawa Fenina lagi


"berhentilah tertawa dasar tidak berguna" ucap Andra pada Fenina


"dasar bodoh, setidaknya bantu Bianca dulu baru mengejek ku" ucap Fenina membuat Aditya melongo


"bersiap lah adit" bisik Bianca membuat Adthya merinding


"tuan kenal dengan mereka?" tanya Adthya ragu


"tentu saja aku kenal, kau tau wanita yang kau jambak itu siapa?" tanya Andra sinis pada Adthya. Adthya langsung melepas Bianca dari genggamannya


"dia teman SMA saya tuan" jawab Adthya


"iya dia teman mu sewaktu SMA, apa kau tau bahwa dia pacar ku?" tanya Andra membuat seisi ruangan kaget


"tidak tuan, maaf kan saya saya tidak tau" pintanya pada Andra sambil berlutut


"hei bodoh sejak kapan kalian pacaran kenapa tidak beri tahu aku?" tanya Fenina


"sudah lama" jawab Andra singkat

__ADS_1


"kau tahu resiko menyentuh wanita ku?" tanya Andra


__ADS_2