D Ganti

D Ganti
kembar?


__ADS_3

di sekolah Bianca sudah di sambut oleh kedua sahabatnya.


"pagi bi, oia ku dengar kau mau kerja?" tanya Fenina


"iya"


"kerja sama aku aja" ucap Fenina


"kerja apa?" tanya Bianca


"kata papa kerja kamu cuma menemin aku aja" ucap Fenina


"emang papa tau?" tanya Bianca


"tau dong, tau gk gajinya berapa?" tanya Fenina


"kalau kau tidak bilang bagaimana aku tau"


"betul itu kau saja tidak bilang" sambung Reina tertawa


"gajinya cuma 5 jt sih" ucap Fenina


"kau gila 5 juta itu banyak"


"yaudah ayo masuk nanti terlambat"


Akhirnya Bianca bekerja bersama dengan Fenina. Mereka selalu bersama sama. Bahkan Fenina sering menginap di rumah Bianca. Hingga suatu hari Fenina mendengar kan pembicaraan Helina dengan Albert (kakak Helina)


"kalu lihat anak itu aku akan membuatnya menderita aku sudah membunuh farista kau kambil ahli perusahaannya. Perlahan aku akan membunuh orang terdekat Bianca. Kita mulai dari Reina" ucap Helina pada Albert. Tanpa mereka sadari Fenina merekam semua yang dilihatnya dan kaget.


Fenina pun Menceritakan apa yang dia dengar pada ayahnya. Ayahnya merasa cemas pada Reina sahabat putrinya yang sudah di anggap anak sendiri. Dia pun menyuruh beberapa pengawal untuk terus mengawasi putrinya itu. Hingga akhirnya saat mereka berada di bangku SMA Reina meninggal dunia


Bianca juga selalu merasa bahwa dirinya yang menyebabkan kematian reina. Karena Bianca yang memaksa reina untuk menemani ya makan saat itu.


Setelah Reina meninggal Fenina pun sering menjadi target namun selalu di gagalkan oleh Bianca karena itu Bianca belajar berbagai beladiri. Keahlian beladiri Bianca sudah sangat tinggi jadi hal gampang buat ya melumpuhkan seseorang.


*******


"tuan, tuan.. Kita sudah di markas" panggil max


"aaahh iya"


"ada apa dengan tuan?" tanya max pada jo melalui batin yang di jawab dengan mengangkat bahu


Sesampainya di markas Andra sudah dihadapkan oleh seseorang yang mencoba memata matai Bianca. Andra bertanya tanya namun orang tersebut tidak mau memberi tau. Bahkan dia rela mati dengan rahasia yang dibutuhkan Andra.


Akhirnya sang pria mati mengenaskan di tangan Andra.


***


Tampak seorang wanita berjalan di bandara dengan anggun dan santai. Wanita yang baru kembali ke tanah kelahirannya, ya dia lah Liana Regan pratama. Adik dari Diandra Regan pratama.


Setelah sampai di Indonesia Liana bergagas pulang dengan taksi. Sesampainya dia di rumah Andra yang tampak seperti istana, dia masuk yang di sambut dengan wajah kaget para pelayan yang tak menyangka bahwa lian akan pulang hari itu.


Liana yang mencari sosok yang sangat di rindukan ya di rumah tersebut namun tidak menemukan apa apa. Diapun mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.


*Tut tut


"ada apa kau menelepon ku tumben sekali" tanya Andra


"kak aku sangat merindukanmu pulang lah kerumah aku sudah di rumah"


"kapan kau pulang? Kenapa tidak bilang? Dan untuk apa kau pulang" tanya Andra bertubi tubi


"pulang lah baru ku jawab"


"iya tunggu lah di rumah"


"baik"


Andra langsung bergegas menemui adik tercintanya yang selama ini sengaja dia kirim untuk tinggal di Amerika. Sejak kecil lian sudah banyak yang mengincar. Orang tua mereka selalu melindungi lian. Sejak lian di temukan banyak bencana yang menimpa dirinya berbagai kecelakaan yang mencoba melenyapkan lian sehingga lebih aman baginya untuk tidak di Indonesia.


Sesampainya di rumah Andra sudah di sambut oleh Liana yang berlari ke arah ya dan memeluknya dengan erat. Andra yang juga merindukan sosok itu hanya tertawa melihat tingkah manja sang adik.


"kak aku kau mau menikah" ucap sang dik

__ADS_1


"terus mengapa?"


"aku ingin bertemu kakak ipar ku"


"kalau kau ingin tau wajah nya kau tinggal bercermin" ucap Andra membuat lian bingung


"maksudnya?"


"iya kau hanya tinggal bercermin karena wajah kaka ipar mu dengan dirimu sama persis tidak ada bedanya" ucap Andra


"cih aku bukan anak kecil yang bisa kau tipu kak"


"kalau tidak percaya ya sudah"


"kak ayo lah bawa aku menemui nyaaa, yaa? Yaaa?" pinta lian manja


"yaudah ayo"


Akhirnya mereka berangkat menuju rumah Bianca. Disana sudah ada beberapa penjaga yang kebingungan melihat lian berjalan bersama Andra. Pasalnya Bianca sedang ada di rumah tetapi ada wanita yang sangat mirip dengan Bianca. Alan yang melihat itu pun kaget dan segera menelepon seseorang.


"tuan nona Liana sudah kembali ke Indonesia" ucap alan


"apa? Sudah di sini? Kau awasi dia jaga terus. Kalau sampai dia kenapa napa kita akan habis" ucap rekan Alan


"tuan nona Liana sudah da di Indonesia dan sekarang sedang berada di rumah nona Bianca" ucap rekan Alan tadi


"jaga mereka kalau sampai mereka ber dua kenapa napa nyawa kalian taruhan ya" ucap fendy kejam


"baik tuan"


"lipat gandakan penjagaan Liana dan Bianca"


"baik tuan"


***


Setelah masuk kerumah Bianca Andra tidak menemukan sosok yang dicari. Diapun membuka pintu kamar dan melihat seorang wanita yang sangat dicintainya.


"sayang aku ingin mengenal kan mu pada adik ku" ucap Andra


"kau masih punya adik? Kenapa tidak bilang" ucap Bianca tanpa menoleh sedikitpun


"ooh dimana?" tanya Bianca menoleh sedikit dan kaget


"aaaaah, siapa kau? Kenapa mirip sekali dengan ku?" teriak Bianca kaget


"ahh, tenang lah aku Liana adik pria ini" ucap Liana pada bianca


"wajah mu?" tanya Bianca masih syok


"aku juga kaget, tapi tidak sekaget dirimu" ucap Liana senyum


"aku tidak tau mengapa wajah kita sama tapi itu tidak penting bagi ku" ucap Liana mendekat dan memegang tangan Bianca yang sangat dingin


"sudahlah jangan difikirkan" ucap Andra


"hem" jawab Bianca


"ini anak mu?" tanya Liana pada Bianca sambil menunjuk sikembar


"tidak mereka adik ku yang ku adopsi beberapa saat yang lalu"


"imut sekali kembar ya?"


"iya"


"wah mirip kita ya" ucap lian


"siapa namanya?" sambungnya


"yang ini keynzo Aurelia yang perempuan Keyla Aurelia."


"nama yang bagus klau nama kakak ipar?"


"Bianca a Aurelia"

__ADS_1


"kakak ipar tinggal sendiri?"


"tidak aku tinggal dengan adik ku Fenina"


"kakak ipar banyak sekali adik nya"


"dia bukan adik kandung ku, dia sahabat ku yang ku anggap adik. Dia juga menganggap kakak nya"


"aku ingin bertemu dia" ucap Liana


"dia sedang belanja tunggu saja sebentarlagi dia akan pulang"


"baik"


Akhirnya mereka bermain dengan sikembar. Mereka merasa aneh pada diri sendiri, karena merasa dekat satu sama lain. Mereka berbincang bincang hingga taklama Fenina pulang.


"bi tau gk tadi aku ketemu cowo namanya fendy, ganteng lho" ucap Fenina tanpa melihat Bianca dan masuk ke kamar dan sempai mengolah pada Andra yang duduk di sofa


"hah bodoh masih disini saja kau, tidak pulang?" tanya Fenina sambil masuk ke kamar


"suka sekali kau memanggil ku begitu aku ini calon kakak ipar mu" ucap Andra tidak sungkan lagi


"cih kau memang bodoh"


"aku disini mengenakan adik ku pada Bian" ucap Andra


"oh ya? Mana?" tanya Fenina sambil bangkit dari kasur


"pergilah temui dia" ucap Bianca pada liana


"Hay" sapa lian


"bi sejak kapan kau menyapa ku begitu?" tanya Fenina


"nama ku Liana" ucap Liana menyulurkan tangan


"bi berhentilah bertingkat begitu aku mancari adik di bodoh itu" ucap Fenina


"dan sejak kapan kau mengenakan baju feminim begini" ucap Fenina bingung


"dasar tidak berguna yang didepan mu itu adik ku" ucap Andra


"hei bodoh aku tidak buta jelas jelas dia Bianca" ucap Fenina.sedang Andra dan Bianca menahan tawa mereka.


"aku disini fen" ucap Bianca membalikkan badannya


"aaaaaaaaa, hantuuuu" teriak Fenina


"hahahahhaha" tawa Bianca dan Andra melihat tingkat Fenina


"bukan hantu fen dia memang adik Andra. Mirip sekali dengan ku. Aku juga kaget tadi tapi tidak sekaget dirimu" ledek Bianca


"mirip sekali kalian, kukira hantu" ucap Fenina


"tidak"


Akhirnya mereka mulai akrab dan tidak takut lagi. Taklama Fenina mulai curiga dengan kemiripan mereka yang kompak.


"jangan jangan kalian saudara lagi" ucap Fenina


"tidak mungkin" ucap lian dan Bian kompak


"tuh kompak" ucap Fenina mulai curiga


"kebetulan" ucap mereka bersamaan lagi


"tuh lagi"


"jangan berfikir macem macem" ucap Bianca.


Fenina yang penasaran pun bartanya pada Andra tentang asal usul Liana. Andra mengatakan bahwa Liana adalah adik kandungnya. Dan berfikir positif. Tetapi Fenina yang merasa aneh pada dia orang tersebut pun semakin curiga dengan keberadaan lian yang sma persis dengan Bianca.


Fenina pun mengusulkan untuk melakukan tes DNA pada mereka ber 3. Fenina tidak mau kalau ternyata Bianca adalah saudara Andra dan menikah dengan saudaranya sendiri. Andra pun menyetujui ya begitu juga lian dan Bian.


Mereka menitipkan sikembar pada Amara. Amara yang melihat lian juga syok dan Hampir pingsan. Setelah dijelaskan olah Bianca mereka pun mengerti. Hampir seluruh penjaga kaget dengan Bianca dan lian kecuali Alan yang mengetahui segalanya.

__ADS_1


Mereka sampai di rumah sakit untuk pengambilan darah. Andra sangat takut karena dia takut mengetahui bahwa wanita yang dicintainya ternyata saudaranya sendiri. Setelah pengambilan sarah mereka kembali kerumah Bianca.


Taklama Liana dan Andra pun pamit karena hari sudah mulai gelap. Sementara Bianca dan Fenina masih sangat penasaran dengan. Hasil tes DNA besok.


__ADS_2