
"andraaa" triak Bianca
"kakkkk" teriak lian
Andra membuka matanya melihat revan sudah jatuh lemas didepan ya dengan seorang pria di belakang Bianca dengan topeng menembak revan
"Andra kau berhutang pada ku suatu hari nanti akan ku tagih" ucap pria itu lalu pergi
"trima kasih banyak, pasti ku bayar suatu saat nanti" ucap Andra
"Andra" panggil Bianca
"sayang" ucap Andra mendekat
"berhenti jangan mendekat" ucap Bianca
"mengapa?" tanya Andra
"bodoh kau tidak lihat bom nya sudah jalan" ucap Bianca
"aku tidak perduli" ucap Andra mendekat
"max bagaimana?" tanya andra
"rumit tuan sepertinya sudah di perbarui" ucap max
"bodoh sekali kalian, itu ada kabel berwarna merah tengah kabel biru dan kuning,yang kecil" ucap Bianca
"ahh ketemu nona" ucap max
"cepatlah kau potong" ucap Bianca datar
"hah? Tidak salah?" tanya max
"aku lebih pintar kalau tentang ini cepat lah tinggal beberapa detik lagi" teriak Bianca
__ADS_1
"baik"
"tuh kan sudah ku bilang aku lebih pintar kalau soal bom" ucap Bianca melepas bom dari tubuh nya dan menjinakkan bom yang ada pada lian.
"apa dia menyakiti mu?" tanya Andra melihat lihat tubuh Bianca
"tidak ada" ucap Bianca cuek
"hahahaha ah" tawa liana
"mengapa kau tertawa?" tanya andra
"kak dian tidak tau tadi kak Bian sangat lucu" ucap lian membuat Andra bingung
"Akan kuceritakan nanti,, ayo kita pergi, disini bau"ucap lian
Mereka pergi dari tkp. Di perjalanan Liana tertawa sambil menceritakan kejadian tadi. Sedang Bianca dan Andra hanya tertawa kecil.
" kak dian tau? Kak Bian bilang mereka salah tangkap orang, kak Bian bilang mereka suami kakak bian bernama dia. Bukan stevanly terus pria itu bingung, terlebih saat kak Bian cuek padanya bahkan dia bertanya apakah kak Bian tidak takut mati. Kak dian tau kak Bian bilang apa? "jelas lian sambil tertawa
" kak Bian hanya bilang satu kata. Kak Bian bilang tidak, hahahah"tawa lian semakin keras
"hhhhh" tawa Andra
"lucu sekali kalian sudah hampir mati masih saja cuek" ucap Andra
"mengapa dia memanggilmu stevanly?" tanya Bianca
"nama samaran ku adalah stevanly. Mereka mengenal ku dengan nama itu tidak ad yg mengenal Andra di wilayah mafia" jelas Andra
"oh" jawab Bianca
"aku lapar" ucap lian manja
Andra meminta max mangantar mereka kesebuah restoran. Sesampainya direstorant lian memesan banyak makanya karena dia sudah lapar sekali. Saat itu sikembar memang tidak tinggal di rumah Andra karena mereka baru menikah jadi fenina pikir lebih baik bila sikembar tinggal bersana nya agar tidak mengganggu Bianca.
__ADS_1
Setelah selesai makan mereka kerumah. Suasana rumah Andra sudah kembali normal kmaren Andra sudah meminta orang membersih kan semua. Mereka masuk dalam rumah yang amat sepi karena para penjaga sudah pada tewas dan sekarat.
"max secepatnya cari anak buah ingat seleksi dengan benar" ucap Andra
"baik bos"
Lian masuk kekamarnya dan tertidur. Sementara Bianca lebih memilih mandi baru beristirahat. Setelah mandi dia mengenakan pakaian tidur seperti kemarin main berbeda warna saja. Bian duduk di meja rias mengerikan rambutnya. Taklama Andra masuk dan melihat Bianca yang mengenakan baju seksi pun menegang.
"kau ingin menggodaku lagi?" tanya Andra
"tanpa aku berpakaian bagini pun kau sudah tergoda pada ku" ucap Bianca pede
"pede sekali istri ku ini" ucap Andra sambil mencium Bianca.
Akhirnya mereka melakukan hal yang biasa di lakukan oleh pasangan. Karena lelah akhirnya mereka tertidur. Malamnya Bianca terbangun dari tidurnya. Dipandanginya wajah Andra yang tenang saat tidur. Tanpa sadar Bianca membelai pipi Andra. Merasa ada yang menyentuh nya Andra terbangun dan memeluk erat Bianca.
Bianca yang kaget langsung menurunkan tangannya
"kau sudah bangun" tanya Bianca panik
"baru saja"
"ooh"
"sedang apa kau menyentuh wajah ku" tanya Andra
"tidak ada" ucap Bianca
"pergilah mandi" ucap Andra
"hem"
Bergegas Bianca menarik selimut dan membawanya kekamar mandi untuk menutupi tubuhnya. Andra yang melihat itu hanya tersenyum. Tiba tiba Andra terfikir pada pria yang menolong nya tadi. Diapun penasaranpada sosok itu.
Setelah Bianca mandi Andra pun mandi. Setelah mandi mereka turun untuk makan malam disana sudah ada Liana yang menunggu mereka untuk makan malam.
__ADS_1
Terlihat rumah Andra sudah ada para penjaga yang sudah terseleksi dan para pelayan baru. Setelah makan Bianca tidak bisa tidur karena tadi sudah tidur. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi belanja bersama lian.