
"assalamualaikum" ucap seorang pria membuka pintu rumah Bu Nia
"waalaikumsalam" jawab Bianca
"maaf siapa ya?" tanya pria itu yang ternyata faiz
"Bianca "
"oh ini yang namanya Bianca, makasih ya hadiah jam ya sama yang lain" ucap Faiz
"iya"
"aku faiz anak sulung bu Nia"ucap faiz menyulurkan tangan
"Bianca , anak Bu Risa" jawab Bianca membalas tangan faiz
"aku siap siap dulu ya" pamit faiz yang tak di respon oleh Bianca.
Bianca memesan makanan karena dia sudah lapar. Taklama datang makanan yang di tunggu tunggu Bianca. Bianca juga tak lupa mambelikan makan untuk keluarga Bu Nia. Bianca memberikan makanan pada Bu Nia dengan tersenyum namun senyum itu hilang saat Abell datang melepas kalung Bu Nia yang Bianca belikan semalam dan dipakai Bu Nia
"bu kalungnya buat abel aja ibu gk cocok" ucap Abell ketus
"iya" jawab bu Nia agak sedih
"dek kamu gk bole gitu balikin kalung ibu" ucap faiz memarahi abell
"apaan sih kak, kan emang bener ibu gk cocok pakai kalung begini, yang cocok itu aku kakak liat baju aku dh cantik pakai jam-tangan mahal tinggal ini yang kurang" ucap Abell memakai kalungnya
"udh gak apa iz" ucap sang ibu membuat faiz sedikit sedih
"ia bu"
"sudah makan dulu siap ini kita ke kafe nya" ajak Bianca
"kak Bian aku ikut mobil kak Bian ya biar keren" ucap Abell pede
"tidak kamu naik taksi aja" ucap Bianca
"kenapa?" tanya Abell sedikit marah
"makan dulu" ucap faiz
Setelah makan Mereka bersiap siap menuju lokasi perayaan ulang tahun abell. Bianca hanya memainkan hp nya. Taklama abell datang duduk di samping Bianca.
"kak aku ikut kakak ya kan malu kalau datang ke sana naik taksi" ucap Abell
"tidak" jawab bianca datar
"memangnya kenapa?" tanya Abell dengan nada sedikit tinggi. Membuat Bianca kaget tapi menahan emosi dan menyimpan ponsenya kembali di tas nya.
"karena kakak maunya pergi ya sama ibu" jawab Bianca datar
"ngapain smaa ibu mending sama Abell ibu tu gk cocok naik mobil kakak kalau Abell baru cocok ntar abell bisa tunjukin ke teman Abell kalau Abell gk miskin"
"tidak kamu naik taksi"
"ayo lah kak Abell naik mobil kakak"
"tidak, sudah kakak bilang tidak ya tidak kamu tu harusnya bersyukur punya ibu. Untuk apa kamu malu punya ibu baik kya bu Nia kamu ini.....,kakak bingung sama kamu" ucap Bianca pasrah
Sedang di tempat lain bu Nia sudah berlinang air mata mendengar percakapan Abell dan Bianca sedang faiz dikamar ya mendengar itu hanya diam. Setelah semua siap mereka berangkat ke kafe. Abell dan faiz naik taksi dan bu Nia ikut dengan Bianca. Sebenarnya bu Nia menolak tapi Bianca memaksa.
Setelah sampai disana kira kira setengah jam sebelum acara di mulai karena macet. Bianca turun dari mobil dengan menggandeng bu Nia. Sedang Abell merasa kesal. Teman teman abell melihat mobil Bianca dan berfoto di atas mobil Bianca.
Bianca yang melihat itu agak kesal tapi menahan sebentar karena dia harus membawa bu Nia masuk. Faiz yang melihat itu langsung menggandeng tangan bu Nia dan membawa nya. Sedang Bianca kembali menuju mobilnya yang di krumuni orang. Karena di depan mobil Bianca penuh akhirnya Bianca tidak bisa melihat mobilnya. Bianca menekan kunci mobilnya dan seketika mobilnya berbunyi.
Mereka kaget dan mencari orang yang memiliki mobil itu. Didepan mobil Bianca sudah ada Abell yang mengaku bahwa mobil itu milik kakak nya. Bianca sudah sangat emosi dengan tingkah abell. Dia datang dan mengambil jas yang senada dengan gaun nya untuk di pakai. Setelah mengambil Bianca mengunci kembali mobilnya.
"kak Bian" panggil Abell
"apa?" tanya Bianca datar
"tuh kan aku bilang ini mobil kakak ku aku tidak bohong pada kalian. Aku sudah bilang aku tidak miskin" ucap Abell pada temannya yang membuat emosi Bianca memuncak dan membuka suara
"aku tidak punya adik seperti mu" ucap Bianca datar membuat semua menoleh pada Bianca semantara Abell kaget dengan ucapan Bianca
"jadi yang mana yang benar?" tanya teman Abell ber nama mona
"kak Bian hanya bercanda" ucap Abell keringat dingin
"ooh bercanda" ucap mona lega keren mona tidak ingin memiliki teman yang miskin
__ADS_1
"aku tidak bercanda" ucap Bianca pergi
"dia sedang marah pada ku" ucap Abell
Taklama tamu tamu berkumpul acara di mulai hingga sore. Bianca sudah lelah dan duduk di kursi dekat bu Nia, Bianca juga sedih melihat bu Nia yang sakit hati karena abell tidak mengenalkannya pada teman nya. Hari sudah malam mereka kambali kerumah masing masing. Bianca tidak mengantar mereka karena dia sudah lelah dan kangen pada si kembar.
Sesampainya di sana sudah ada Fenina yang bermain dengan sikembar. Setelah mandi dia bermain dengan sikembar dan tidur.
Bianca bangun lebih pagi dan menyiapkan sarapan. Setelah selesai sarapan Bianca mengajak Amara untuk latihan bela diri yang sempat tertunda. Amara senang sekali saat di ajak Bianca. Amara ingin belajar bela diri tapi tidak bisa. Bianca membawanya kesebuah tempat.
Bianca mengajari Amara beladiri mulai dari memanah, menembak, merakit bom, menjinakkan bom, dan lainnya.
1 minggu kemudian
Setelah seminggu Amara sudah menguasai semua ajaran Bianca. Amara belajar dengan cepat dan giat. Tak terasa seminggu lagi Bianca akan menikah dengan Andra. Bianca sibuk mendesain gaun untuknya. Bianca ingin gaun yang dia rancang sendiri. Bianca pintar dalam mendesain.
*****
"bagaimana perkembangan Bianca?" tanya seorang pria
"seminggu lagi dia akan menikah dengan tuan pratama. Mereka menikah di hotel milik tuan pratama. Nona Liana juga akan kembali ke Indonesia untuk menghadiri pernikahan tuan pratama."
"bagaimana proposal kerjasama kita dengan perusahaan pratama?"
"di terima, tuan lusa kita akan ada pertemuan dengan tuan pratama"
"baik lah, bagaimana orang tua ku?"
"dia ada di Indonesia, dia tinggal di sebuah pulau terlantar dan di jaga olah beberapa pengawal agar tidak kabur."
"baik lah awasi terus"
"baik tuan"
"bersabarlah kalian aku sudah di Indonesia untuk melindungi kalian" ucap pria itu
**********
"sayang bagaimana gaunnya sudah?" tanya Andra
"sedikit lagi" jawab bianca
"aku senang sekali kita akan menikah" ucap Andra
"iya"
"aku tau"
"apa kau sudah mencintai ku?"
"aku tidak tau" jawab Bianca
"tidak papa aku tidak memaksa mu"
"terima kasih"
**********
2 hari kemudian
"tuan kita ad pertemuan dengan klien dari Jerman" ucap max
"ok"
*di restoran xx
"halo tuan pratama, senang bertemu anda. Saya tidak pernah melihat wajah tuan melalui media"
"halo senang bertemu anda"
"mari duduk"
Kemudian mereka membahas tentang perusahaan
"apa tuan sudah menikah?" tanya pria itu yang bernama fendy
"belom tapi akan menikah minggu depan "
"selamat yaa, boleh aku melihat calon istri Anda?" tanya fendy
"maaf saya tidak bisa"
__ADS_1
"baiklah tidak papa tampaknya anda sangat menyayanginya"
"iya dia manis meskipun cuek tapi aku sangat menyanyinya" ucap Andra tanpa sadar sambil senyum
Sedang fandy yang melihat itu hanya senyum sendiri dan senang.
********
*seminggu kemudian
"sayang siapa aja yang mau di undang?"tanya Andra
" papa fenina, Abi,umi, bu naya, bu ratih, bu Nia, tante linda"jawab bianca
"ko dikit banget?"
"aku hanya tau mereka"
"yaudah untuk abi umi sama papa fenina aku kirim nanti untuk ibu ibu itu gimana? Tanya Andra
" aku yang antar nanti"
"yaudah aku ke markas dulu ada urusan"
"urusan apa? Ada penghianat? Mau bunuh orang?" tanya Bianca datar
"iya"
"yaudah sana semangat" ucap Bianca datar Namun membuat Andra senang
Kemudian Andra pergi menuju markas ya. Sementara Bianca kembali kekamar mamandangi gaun pernikahan yang telah dia desain sendiri.
"Reinaa..., kau lihat aku sekarang? Aku bahagia! Tapi kenapa kau pergi meninggalkan ku? Aku ingin kau menyaksikan aku menikah nanti" tangis Bianca. Bianca terus menangis mengingat sahabatnya. Sedang Andra....
Andra yang sedang di mobil memikirkan perkataan Fenina padanya
Flashback
"WOI mafia" panggil Fenina
"hem?"
"aku ingin memberitahukan mu sesuatu tentang Bian"
"cerita lah"
"kautau mengapa Bianca menjadi cuek?" tanya Fenina yang di jawab dengan gelengan Andra
"dulu Bianca sama dengan ku dia ceria, bawel, cerewet. Dia berubah jadi tegas dan cuek semanjak meninggalnya reina.....
5 tahun yang lalu
SMP bangsa
" pagi anak anak hari ini ada siswa baru"ucap sang guru
"halo nama saja Fenina Laurencia saya pindahan dari SMP x."
Kemudian Fenina duduk dibangku paling depan. Sejak smp Fenina sudah cantik tapi tidak secantik Bianca. Sejak hari pertama Fenina sekolah banyak cowo yang selalu mencari perhatian Fenina. Sampai beberapa wanita mengeroyok Fenina dan memaki Fenina.
Bianca yang melihat itupun kasihan dan membantu Fenina. Sejak kajadian itu Fenina dan Bianca selalu bersama. Saat sekolah mereka di sebut primadona sekolah. Sebagai wanita tercantik di smp bangsa. Banyak guru yang menyayangi mereka. Selain cantik mereka berdua juga pintar dan banyak bakat.
Setahun mereka bersama kejadian itu terulang lagi datang seorang siswa yang tidak jauh cantik dari mereka berdua. Gadis itu bernama Reina Alfiani. Sama seperti Fenina Reina di koyok dan di bantu oleh Fenina dan Bianca. Mereka pun bersahabat. Setelah setehun bertemu Reina
***Rumah bianca***
"mulai hari ini kamu gk usah sekolah" teriak helina ibu Bianca
"kenapa bu?"
"kamu lihat ayah mu sudah tidak ada dan ingat jangan Panggil aku ibu, aku bukan ibu mu dan kau bukan anak ku. Jika kau mau sekolah kerja sendiri" ucap helina
Bianca menangis sejadi jadinya dan pergi ke rumah Reina. Dia menceritakan semua yang dilakukan ibunya. Tak sengaja abi Reina mendengar dan masuk menghibur Bianca.
"Bian, sekolah kamu biar abi yang bayar" ucap abi
"tidak usah bi Bian kerja aja" ucap Bianca
"tidak papa kami sudah menganggap mu keluarga"
__ADS_1
"trima kasih bi" ucap Bianca memeluk abi
Esok ya Bianca tetap sekolah. Saat pamit dia tidak di perdulikan oleh sayang ibu. Namun dia hanya pasrah karena dia juga sayang pada ibu nya. Sesampainya di sekolah Bianca sudah di sambut oleh kedua sahabatnya.