D Ganti

D Ganti
Rumah lama


__ADS_3

"Nona ada yang ingin bertemu, katanya dia putri nyonya Risa"ucap penjaga membuat semua menoleh


"suruh masuk"


Taklama datang seorang wanita.


"dimana ibu saya? "tanya wanita itu


"siapa? "tanya Bianca


"ibu saya Risa"ucap wanita itu


"ada bukti apa kalau kamu anak Bu Risa? "tanya Bianca


Wanita itu menunjukkan fotonya bersama Bu Risa dan beberapa fotonya di masa kecil.


"bu Risa sudah meninggal"ucap Bianca menunduk


"bagaimana bisa? Kau pasti berbohong"ucap wanita itu yang tidak di jawab oleh Bianca


"apa tujuan mu ke sini? "ucap Fenina datang dari dapur


"aku ingin meminta uang pada ibu ku"


"sudah ku duga"ucap Fenina pelan


"ini gaji ibu mu yang terakhir, aku masih menyimpannya. Ambillah itu hak mu"ucap Bianca memberikan amplop gaji bu Risa yang masih dia bawa


Wanita itu memandang amplop itu dan menghitung jumlahnya.


"kau pasti sudah menggunakannya, gaji ibu ku tidak sesedikit ini. Kau pasti mengambilnya untuk keperluan mu kan"ucap wanita itu menunjuk Bianca


"aku tidak pernah menggunakannya"ucap Bianca


"di sini hanya ada 12jt, gaji ibu ku 20 jt kemana sisanya? "triak wanita itu


Sementara di atas Andra mendengar keributan di bawah, dia pun langsung turun menggendong Key dan Keyn dengan mudahnya keren tangannya yang kekar


*****


"Gaji yang diberikan hanya segitu"ucap Bianca


"pasti kau menggunakannya untuk membeli rumah mu ini kan"


"begini saja biar ku ganti sisanya, tunggu sebentar aku akan ambil uangnya. "


"ada apa? "tanya Andra turun tangga


"ini anak Bu Risa meminta gaji Bu Risa, katanya kurang"ucap Fenina


"Kurang berapa? "tanya Andra


"katanya gaji Bu Risa itu 20 jt, emang bener? Kan kau yang mengaji Bu Risa masa gatau gaji Bu Risa"ucap Fenina membuat Nisa putri Bu Risa melihat Andra


Nisa yang melihat Andra langsung kaget.


"20 jt dari mana? Gaji bu Risa tu cuma 10 jt, gaji yang ku kasih kemarin tu 12 jt ku lebihkan buat Bianca jelas Andra membuat Bianca dan Fenina menatap Nisa


"Nah looo, katahuan boong. Mau nipu yah? Ini tu Andra majikan ibu mu. Kau gak bisa bohong"ucap Fenina mengambil amplop uang dari tangan Nisa


Fenina yang sudah kesal langsung mengambil uang sebanyak 2 jt dari amplop itu dan melempar sisanya pada Nisa. Tak lupa Fenina juga langsung mengusir Nisa. Nisa yang sudah sangat kesal langsung pergi


Setelah Nisa pergi Bianca membatalkan niatnya untuk mengajar Amara bela diri. Dia pun memutuskan untuk jalan jalan sendiri dengan mobil baru yang dibelikan Andra padanya.


.


.


.


Bianca pergi menuju rumah lamanya yang di belinya dulu.Sesampainya di sana Bianca masuk keruangan yang dulunya adalah kamarnya dan Fenina. Bianca membongkar setiap laci disana. Akhirnya dia menemukan dua buah kotak perhiasan yang dia cari. Kotak itu adalah didalam kotak itu terdapat anting yang di desain khusus darurat untuk Bianca, dan satu kotak lagi cincin yang memiliki senjata rahasia di dalam nya. Perhiasan itu di berikan oleh papa fenina dan umi Reina saat Bianca berusia 15 thn.


Setelah melihat lihat keadaan rumah Lama dia pergi kesebuah mini maret membeli 4 tas berisi sembako. Dia mengantar ya kerumah Bu Risa yang lama. Dia ingin silaturahmi dengan tetangga yang dulu membantu dia dan Bu Risa saat Bu Risa susah dulu. Sesampainya di sana para tetangga itu langsung berkumpul mengelilingi mobil mewah milik Bianca yang terparkir di depan rumah kumuh milik Bu Risa. Bianca keluar dari mobil


"assalamualaikum" salam Bianca


"waalaikumsalam,nak Bian? Apa kabar kamu? Sekarang sudah sukses ya" ucap ibu yang bernama Naya


"alhamdulillah bu naya sekarang kehidupan Bian udah cukup" ucap Bianca


"syukurlah mana Bu Risa?" tanya bu Ratih


"ibu...., ibu udh meninggal sehari setelah kami pindah. Dia nolongin Bian , akhirnya Bu Risa yng meninggal" ucap Bian sedih


"innalilahi" ucap bu Nia


"sabar ya nak" ucap bu Naya mengelus pundak Bianca


"kamu makin cantik ya" ucap bu Ratih mengelus tangan Bianca


"oia bu ini Bian bawa sembako buat ibu ibu karena dulu sering bantuin Bian sama ibuk" ucap Bianca membagi 4 tas sembako itu pada 4 ibu ibu yang sudah ngumpul


"masyaallah, kamu baik banget beruntung bu Risa rawat kamu kemaren" ucap tante linda. Dia masih muda namun sudah janda anak satu dia menikah muda suaminya sudah meninggalkannya dengan wanita lain.

__ADS_1


"iya Bian juga makasih sama ibu ibu yang bantuin kami waktu susah" ucap Bian


"bu hari ini Bian mau bawa ibu ibu jalan jalan ibu mau?" tanya bianca


"emangnya mau kemana atuh?" tanya bu Nia


"jalan jalan dulu aja" ucap Bianca


"yaudah ibu ganti baju dulu" ucap bu Ina yang disusul oleh bu ratih dan tante linda


"Bian ibu kemarin bikinin kamu kebaya tapi ibu gak tau pas atau nggak kamu mau cobain dulu?" tanya bu Naya lembut


"aduh buk repotin aja"


"gak usah sungkan sama ibu ayo cobain dulu" ucap bu Naya


Setelah selesai mencoba Bianca lupa mobilnya sudah di bawa oleh Amara. Setelah ibu ibu sudah berkumpul dengan baju yang rapi Bianca menelepon Andra


"bntar ya bu Bianca telfon Dulu minta antar mobil" ucap Bianca


"iya monggo"


"hallo mas?"


"kamu dh kangen aku ya sayang?" ucap Andra pede di balik telfon


"bukan aku pengen minta tolong kirimin mobil yang agak gede aku mau jalan jalan bareng ibu ibu yang tinggal dekat rumah ibu, mereka dulu sering bantuin aku sama ibu" ucap Bianca


"ok tunggu di sana nanti max antar, ada uang?"


"yahh kayaknya sih ketinggalan deh" jawab Bianca berbohong


"yaudah nanti max kasih kartu, pinnya sama dengan ponselmu"


"iya"


"tunggu sebentar ya bu" ucap Bianca


"habis telfon siapa?" tanya bu ratih penasaran


"calon bu"


"sekarang kamu sudah punya pacar, pasti beruntung banget pacar kamu" ucap bu Nia


"insyaallah 2 minggu lagi Nikah, minggu depan Bian antar undanganya deh ibu ibu datang ya" ajak Bianca. Taklama datang sebuah mobil fortuner putih terbaru. Turun lah max dari mobil itu menghampiri Bianca.


"Nona ini mobil yang dikirim tuan untuk nona, dan ini kartu untuk nona belanja" ucap max sambil membungkuk lalu pergi


"ayo masuk bu" ajk Bianca


Bianca membawa mereka ke mall terbesar di kota itu ibu ibu itu berteriak mengagumi besarnya gedung itu, seperti tidak pernah melihat gedung sebesar itu.


.


.


"wahhhh gede banget" ucap bu Nia


"iya bu" ucap Bianca tersenyum


"ayo masuk bu" ucap Bianca membawa mereka masuk kesebuah toko pakaian


"mbak tolong carikan beberapa pakaian yang cocok untuk mereka" ucap Bianca duduk di sofa tunggu


taklama keluar ibu ibu dengan berbagai pakaian yang cukup pas dan cocok dengan mereka.setelah mereka mengenakan pakaian terakhir Bianca menyuruh mereka tetap memakai pakaian itu.


"tidak usah ganti lagi bu pakai baju itu aja" ucap Bianca


"mbak bungkus semua dan pisahkan pakaian setiap orang" ucap Bianca


"baik"


"berapa totalnya?" tanya Bianca pada kasir


"30jt nona"


"pakai ini saja" ucap Bianca mengeluarkan kartu miliknya. Dia tidak menggunakan kartu dari Andra karena dia hanya mengerjai Andra


"astaga nak mahal banget balikin aja" ucap bu Naya


"gak papa bu emang baju merek itu mahal" jelas Bianca


"duh banyak banget papper bag nya siapa yang bawa" ucap Bianca dalan hatiku


*Tut Tut Tut tut


"udh kangen sayang?" tanya Andra di balik telfon


"bukan"


"terus kenapa? Uangnya kurang?" tanya andra


"aku tidak kuat bawa barangnya, kamu kan banyak anak buah bisa aku pinjam 4 orang saja" ucap Bianca

__ADS_1


"kamu dimana?"


"di mallx di toko x"


"tunggu disana nanti aku suruh Alan kesana"


"ok"


***


"siapa nak?" tanya tante linda


"pacar tante" jawab Bianca


"ooh"


Taklama


"selamat siang nona kami disuruh membantu nona" ucap Alan


"Nama?" tanya Bianca singkat


"Alan nona"


"baiklah kmu angkat barang itu ingat setiap orang bawa belanjaan satu orang dan ingat yang mana orangnya" jelas Bianca agar tidak tertukar


"baik"


Segera mereka pergi kesebuah toko tas dan sepatu yang tidak jauh dari toko pakaian tadi. Lagi lagi Bianca membeli tas mahal untuk ibu ibu itu meski sudah di tolak


"sudah nak ini kemahalan jangan beli lagi" ucap bu naya


"tidak papa bu"


"brapa mbak?" tanya Bianca


"250jt bu dan ini surat surat tanda tas tas ini asli"


Bianca langsung membayar tanpa ragu sedang ibu ibu itu hanya tercenang dengan tas yang seharga mobil dan rumah mewah. Mereka juga pergi kesalon untuk perawatan.


"Alan" panggil bianca


"iya nona?"


"kau rapikan lah rambut mu dan teman mu itu aku yang bayar" ucap Bianca


"tidak perlu" jawab alan


"mbak rapikan rambutnya" perintah Bianca


"jika kalian menolak aku akn bilang pada bos kalian aku tidak puas dengan kerja kalian" ucap Bianca mengancam yang langsung membuat mereka menurut


"bu nanti malam ibu ibu makan di rumah Bian aja untuk orang rumah ibu nanti Bian kirimkan makanan"


"memangnya kami bisa menolak mu?" tanya tante linda yang disambut oleh tawa mereka


Setelah selesai dari salon Bianca masuk sebuah salon khusus perawatan kuku. Bianca menyuruh pelayan untuk melakukan perawatan pada kuku ibu ibu itu. Sementara Bianca pergi bersama Alan membeli minuman. Setelah selesai membeli minuman Bianca kembali untuk melakukan perawatan pada kukunya.


"Nona orang nya baik ya" ucap salah satu pengawal


"iya pantas aja si bos tergila gila"


"eh tapi kemarin ku dengar dia hampir bunuh orang dengan sadis di markas"


"ia aku juga dengar"


"katanya cowo itu mau perkosa sahabat dia terus dia gk terima"


"ooh gitu, terus gimana cowo itu?"


"kasian cowo itu seorang dia gk bisa apa apa"


"kasian ya"


"eh tapi tau gak gimana nona nyiksa dia"


"gimana?"


"di cambuk terus mandi air garam lalu dikasih obat perangsang pas udh di ubun ubun rasanya, masa depannya di gores gores pakai pisau baru di mandiin garam lagi"


"iih serem" ucap mereka sambil memegang masa depan mereka sendiri


"abis tu dia minta satu wanita malam untuk main sama cowo yang masa depannya udh keluar darah. Cowo itu cuma teriak triak. Karna berisik lidahnya di potong, matanya di congkel, kukunya di cabut, jarinya dipotong satu satu baru di lempar tengah jalan"


"serem ya mirip bos"


"iya iya mirip"


"hey kalian, ayo kami sudah siap, kalian gosip saja" triak Bianca


"ehh iya Nona maaf" ucap Alan


Setelah selesai Bianca menuju sebuah toko jam terbesar di mall tersebut dan membeli beberapa jam untuk anak ibu ibu itu tanpa mereka ketahui. Bianca membuat beberapa note kecil didalam kotak jam tersebut

__ADS_1


__ADS_2