
Setelah dari toko jam Bianca pergi ketoko perhiasan dan membelikan beberapa perhiasan pada ibu ibu itu. Tiba tiba hp bu Rarih berbunyi. Bianca yang melihat hp buratih tiba tiba teringat bahwa Amara belum memiliki hp. Diapun pergi ketoko hp dan membeli hp untuk amara dia juga mengingat sikembar yang sudah bisa bermain hp. Akhirnya dia membeli sebuah ipad untuk sikembar.
"ini berapa mbak?"tanya bu Nia yang ingin membelikan hp untuk anak nya
" 6 jt bu"
"yang murah ada?" tanya bu ina
"yang ini aja mbak di bungkus" ucap Bianca menunjuk hp yang lebih mahal dibanding yang di tunjuk bu Nia
"baik"
"saya cari yang murah aja" ucap bu Nia
"gak apa apa bu"
"oia mbak saya minta 4 hp kek gitu dengan versi dan warna yang berbeda" ucap Bianca
"baik"
"berapa semua sama hp yang saya pesan dan ipad tadi"
"42 jt mbak"
Setelah membayar Bianca mengajak mereka untuk membeli perlengkapan wanita seperti aksesori, tas, dll dan tempatnya lebih murah.
"wah murah murah ya" ucap bu Naya
"iya"
Setelah para ibu ibu borong discon di sana mereka pergi menemani Bianca untuk membeli mainan baru untuk si kembar.
"halo Alan apa semua ok?" tanya Andra
"baik bos"
"apa dia tidak belanja?"
"belanja tuan! Malah sangat banyak"
"tapi tidak ada tagihan sedikitpun Masuk kesini"
"tidak mungkin tuan nona membeli barang hampir menghabiskan 2M tuan mungkin Nona menggunakan uang miliknya"
"tadi dia bilang dia tidak bawa uang"
"kalau begitu saya tidak tau tuan"
"suruh lah dia pulang biar dia istirahat"
"baik tuan"
***
"Nona tuan menyuruh saya menyampaikan pesan" ucap Alan
"apa?"
"tuan menyuruh Nona segera pulang agar bisa istirahat"
"cih brani sekali dia memerintahku" ucap Bianca
"nona anda brani sekali berkata begitu andai aku bisa begitu nona" ucap para pengawal membatin
*Tut tut
"apa lagi?" tanya Andra
"brani sekali mau memerintah ku"
"hey aku ini calon suami mu aku berhak"
"cih ingat mas masih calon"
"terserah, cepatlah pulang aku akan kerumahmu sebentar lagi ini sudah malam" ucap Andra
"iya ya"
"love you" ucap andra
__ADS_1
"hemm"
***
"bu ayo ke rumah"
"iya ini dah malam nanti suami ibu cariin"
"kan makan malam di rumah Bian kan bu"
"iya"
Selama perjalanan hanya terdengar suara kendaraan lalu lalang. Sesampainya di rumah Bianca mereka tampak kaget dengan ke indahan rumah Bianca. Bianca mempersiapkan mereka duduk di ruang tamu dan menyuguhkan minuman. Sementara Bianca merapikan barang belanja nya yang tak jauh dari pintu masuk.
"sayang" triak Andra
"heemm?"
"sedang apa kau?"
"mengangkat barang belanjaan"
"Alaaan! Triak Andra
" iya bos? "
" untuk apa kau disini? Aku menyuruhmu membantunya sekarang kau biarkan dia mengangkat belanjaannya"
"maaf bos aku tidak tau"
"mas sudah lah biar saja"
"huuffh, pergi kau"
"baik bos"
" biar aku yang angkat" ucap Andra mengangkat belanjaan Bianca kedalam kamar diikuti oleh Bianca. Setelah sampai di kamar terlihat sikembar sedang main dengan mainan nya. Bianca mengeluarkan ipad yang di beli dan membukakan film cartoon untuk sikembar. Setelah itu Bianca bergegas mandi keren tubuhnya sudah lengket.
Setelah mandi Bianca membawa Keynzo ikut bersamanya karena Andra ingin bermain dengan Keyla. Bianca menggendong Keynzo yang sibuk memainkan rambutnya yang sudah diluruskan di salon tadi.
"maaf bu lama ya?"
"tidak ko" jawab bu Naya
"adik angkat Bian yang Bian adopsi" ucap Bianca
"imut ya" ucap bu ina
"oia nak besok anak ibu, isabella mau ulang tahun kamu datang ya" ajak bu Nia
"jam berapa bu?"
"acara nya di Kafe GX jam 2 tapi kalau mau datang duluan datang aj ke rumah ibu"
"iya bu"
"mari makan bu"ajak Bianca.
Setelah makan mereka pulang diantar oleh Alan. Di perjalanan mereka tidak berhenti memuji muji Bianca yang baik dan cantik. Alan hanya mengiyakan bila ditanya. Setelah sampai Alan membantu mengangkat barang belanjaan satu demi satu rumah. Setelah selesai Alan kembali kerumah Bianca.
"buk udh pulang?" tanya suami bu naya
"sudah pak"
"banyak banget belanjanya" ucap suami nya
"ini semua di kasih Bianca anak yang di tampung Bu Risa dulu"
"yang cantik dan seksi itu?" tanya sang suami
"brani sekali kau mengatakan wanita lain seksi kau lupa kau sudah bukan bujangan lagi pak"
"iya buk bapak tau yaudah"
***
Setelah kepergian mereka Bianca kembali kekamar dan bermain dengan sikembar dan Andra. Setelah bermain Bianca menidurkan sikembar yang lelah bermain. Taklama Fenina pulang. Fenina habis pergi belanja juga dia tidak tau bahwa Bianca juga belanja.
Karena sama sama lelah akhirnya mereka terlelap tanpa memperhatikan keberadaan Andra yang menatap mereka tidur dengan pulas. Setelah itu Andra kembali kerumah ya.
__ADS_1
Paginya Bianca bersiap menuju rumah bu Nia. Karena anak nya yang kira kira ber umur 16 tahun mengadakan pesta ulang tahun. Bu ina seorang janda, suaminya meninggal 5 tahun lalu karena adanya kebakaran di tempat kerja suami bu ratih dan bu Nia. Bu Nia memiliki 2 anak, yang pertama bernama faiz berusia 18 tahun. Semantara isabella berusia 16 tahun.
Setelah kepergian suami ter cinta bu Nia bekerja dia sebuah perusahaan menjadi OG.
Jam menunjukkan pukul 9 Bianca turun dari kamar menuju dapur. Sudah ada Amara yang memasak di sana. Amara tampak cantik saat berkapaian sederhana.
Bianca mengingat ia membeli kan ponsel untuk Amara dia pun naik dan mengambil ponsel tersebut dan memberikannya pada Amara yang tengah memasak.
Amara sangat senang mendapat ponsel dari Bianca, pasalnya dia bosan di rumah dan ingin memberi kabar pada teman temannya di sekolah. Amara lebih muda 2 tahun di banding Bianca. Bianca juga berencana membiayai sekolah Amara hingga lulus nanti.
Setelah sarapan Bianca pamit akan pergi menghadiri acara ulang tahun abell (isabella). Bianca pergi menuju rumah bi Nia. Bianca pergi menggunakan mobil yang di berikan Andra padanya. Pasalnya Andra tidak suka mobil yang Bianca beli. Karena mobil Bianca adalah keluaran lama jadi Andra mengganti mobil Bianca dengan mobil yang lebih mahal dan keluaran terbaru.
Bianca juga pergi menggunakan gaun bermerek yang sempat di beli Fenina kemarin. Fenina memberi gaun itu pada Bianca. Bianca mengucapkan salam dan selamat pada abell, namun tak di gubris. Bianca hanya duduk melihat tingkah abell yang kurang ajar pada bu ina. Bianca melihat abell yang memakai semua barang yang di beli Bianca kemarin.
(pakaian Bianca)
*********
Bianca yang duduk di ruang ramu rumah bu Nia bisa mendengar suara teriakan Abel yang memarahi dan memakai Bu Nia, karena baju yang Abell kenakan tidak sebagus baju yang di kenakan Bianca.
"bu, ibu lihat dong cewe yang diluar itu aja baju nya labih bagus daripada aku."
"iya nak ibu tau dia kan mampu belinya" jawab Bu Nia pada Abell
"harusnya ibu juga mampu beliin aku baju gitu, aku malu buu teman aku nanti datang liat aku pakai baju jelek gini. Teman aku tu orang kaya semua" teriak Abell
Sedang Bianca yang mendengar itu merasa sikap abell pada bu Nia sudah kelewatan. Akhirnya Bianca berdiri dan mengetuk pintu kamar Bu Nia. Bu Nia yang mendengar itu langsung keluar dengan mata yang sedikit merah.
"loh mata ibu kenapa?" tanya Bianca pura pura tidak tau
"tidak apa apa terharu aja liat anak ibu udh segede gini"
"ohh gitu, ibu ko belum siap siap"
"saya gk ikut nak nanti anak saya malu" ucap Bu Nia
"betul itu kak Bian ibu gk usah ikut malu maluin aku aja" kata Abell ketus
"lho ko gitu Bell" tanya Bianca
"kak Bian aja yang ikut sama kak faiz nanti soalnya teman Abell tu kaya kaya semua, yang mereka tau itu Abel ini anak orang kaya bukan miskin kek gini" ucap Abell membuat Bianca kaget.
Bianca hanya menghenduskan nafas mendengar ucapan abell. Bianca mengajak Bu Nia dan Abell pergi.bianca membawa mereka kesebuah butik terkenal disana.
"kalian siap siap ya Bian mau bawa kalian pergi ke suatu tempat" ajak Bianca
"yes pasti kak Bian mau ajak aku shoping" ucap Abell dalam hati
Sesampainya di butik Bianca membelikan sebuah gaun untuk Bu Nia agar tidak membuat Abell malu. Bianca juga membelikan sebuah gaun yang lebih mewah dari pada gaun Bianca. Tentu saja lebih murah dari gaun bianca.
(gaun yang dibeli Bianca untuk abell)
Setelah selesai belanja mereka menunggu taksi yang sudah di pesan. Mereka memang naik taksi karena mobil Bianca hanya muat 2 orang. Setelah sampai di rumah Bu Nia Bianca juga memanggil perias tempat salon langganan Bianca, yang juga teman Andra.
*Tut Tut tut
"Hay bebs mau salon?" ucap pria gemulai itu
"iya sekarang di jln xx, 5 menit gk sampai gk gw bayar" ucap Bianca menahan tawa
"hey bebs jangan main ancam, lagian kalau kamu tidak bayar aku bisa minta bebebs Andra" ancam pria itu yang bernama Marvel yang biasa di panggil arel.
"cih cepat lah kemari"
"ok bebs"
Sekitar 20 menit arel datang membawa koper kecil berisi alat make up. Dengan gaya gemulai nya itu datang menyapa Bianca dan memeluk Bianca.
"Hay bebs, kamu sudah cantik untuk apa ku rias?" tanya arel
"bukan aku, tapi dia" ucap Bianca menunjuk Abell
"ok gampang"
"sekalian ibunya"
__ADS_1
"ok bebs"
Jam menunjukkan pukul 12 Bu Nia dan Abell telah selesai di rias, arel sudah kembali kesalon.