
Sepulang sekolah fenita mengendarai motor. Tanpa di sadari seseorang telah mengikutinya dari belakang. Mengikuti fenita seperti kebiasaan Dikan setelah tau siapa fenita.fenita sampai digerbang sebuah rumah mewah yaitu rumah Fendy. Didepan rumah dia sudah disambut oleh 2 malaikat yang sudah menunggu dirinya. Dia mencium dikembar dan bermain sebentar.
Taklama fenita merasa membutuhkan sesuatu tetapi dia tidak tau. Dia memutuskan untuk berbelanja sekalian jalan jalan. Dia mengganti pakaiannya.
Dia menggunakan celana jins pendek dengan baju hitam yang memperlihatkan sebelah bahuny
Dia mengendarai mobil milik fendy
Dikan melihat fenita keluar dengan mobil yang sangat mewah pun kaget. Tetapi dia tetap mengikuti fenita. Fenita masih saja menggunakan masker. Fenita menuju sebuah vape store.
"mau apa dia kesini?" ucap dikan
Sementara fenita sudah masuk ketok vape itu dia membeli vape untuk dirinya sendiri.
"saya mau cari vape terbagus disini" ucap fenita
"oh, ini ada 5 yang terbaik dan terbagus ditoko kami" ucap pemilik toko. Kemudian pemilik toko menjelaskan bagian bagaikan dan cara pengguna disetiap vape.
Fenita memilih vape yang tidak terlalu besar, sekitar sebesar 2 jari tangan orang dewasa.
"ini juga ada liquid nya ada berbagai rasa" ucap pemilik toko menawarkan pada fenita
"yang ini aj" ucap fenita menunjuk liquid dengan rasa grape
"total ya 400 rb" ucap penjaga toko
Fenita membayar secara Cash. Fenita melakukan mobilnya menuju sebuah mall. Fenita mengunci mobilnya. Dikan masih terus mengikuti fenita namun fenita sudah menyadari ya. Indra fenita yang kuat sudah bisa mencium aroma tubuh Dikan yang mengikutinya.
Taklama ponsel fenita berbunyi. Tampak dari belakang fenita tengah mengangkat telfon Dikan yang penasaran mencoba mendekat
"dek kmu dimana?" tanya fendy
"aku di mall lagi belanja"
__ADS_1
"ooh gitu"
"kak aku beli vape aku pengen nge ape tp tenang aja gk sering sering kok kalau dirumah aja" ucap fenita takut kakak nya marah
"dek dek kamu ini udah dibeli baru ijin" ucap Fendy pasrah
"lebih baik dimarai dari pada ijin" ucap fenita
"lagian kakak gak isa nolak permintaan kamu dek" ucap fendy
"makasih kak"
"ya sudah kakak meeting dulu"
"ok bos"
Fenina masuk sebuah toko kaca mata. Fenina membeli softlens dan mengecek kesehatan matanya. Setelah keluar dia melihat toko alat musik dia masuk kedalam toko itu. Sementara Dikan dia sudah membeli masker dan masuk ketok itu dengan memakai masker. Tentu saja fenita tau tapi dia tidak takut.
"ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga toko
"saya lihat lihat dulu" ucap fenita.
"mbak saya beli piano ini" ucap fenita
"baik mbak mari"
Fenita menelfon Amara. Dia menyuruh Amara meletakkannya didepan tangga rumahnya didalam ruang keluarga.
"halga piano itu 30 juta mbak dan itu harga yang sudah dipotong discon"
Fenita membayar dengan kartu miliknya.dia taklupa meminta penjaga toko mengantar ya kerumah. Fenita mengunjungi toko jam tangan. Dia membeli sebuah jam-tangan transparan dengan harga fantastis
(hanya contoh jamnya saja)
Taklupa fenita juga mampir sebuah toko yang menjual tas dan sepatu.
__ADS_1
Fenita membeli sebuah tas jinjing berwarna putih dengan sepatu cats berarwa putih juga.
Setelah keluar toko itu fenita memutuskan untuk mampir kesebuah salon. Namun langkahnya berhenti. Fenita melihat Liana dan Fenina hendak masuk kesalan dimana dia juga akan bersalah di sana.
Fenita mengirungkan niatnya untuk pergi kesalon itu. Dia memutuskan untuk meni pedi. Dikan hanya memerhatikan fenita dari sebuah kafe disebrang tempat fenita menicure.
Fenita tau bahwa itu adalah Dikan dia tidak terlalu memerdulikan pria itu. Setelah selesai menicure kini kuku fenita telah cantik dengan warna yang indah.
Sementara ditempat lain.
"selamat siang ada yang bisa dibantu" ucap penjaga salon
"saya mau cat rambut" ucap fenina
"loh mabk kesini lagi? Aduh baru seminggu mbak kesini cat rambut masa rambutnya sudah berubah warna lagi sih mabk" ucap pelayan salon pada liana
"loh mabk saya baru pertama kali kesini" ucap liana sambil melihat fenina
"ahh mbak boong aja jelas minggu lalu saya yang cat rambut mbak" ucap penjaga toko
"saya? Mbak yakin? Mbak tau alamat nya? Atau ada foto nya?" tanya Liana
"alamatnya saya gk ada fotonya ada"
"boleh saya lihat?" tanya liana
"boleh mabk, kemarin saja sempat foti sama mbak nya"
"kak feni beneran ini kak Bian" ucap Liana antusias
"beneran?" ucap fenina berpura pura
"iya"
"yaudah nanti kita bilang sama Andra ya sekarang salon dulu"
"iya"
__ADS_1
Setelah selesai mereka menuju tempat dimana fenita menicure.