D Ganti

D Ganti
Kabar baik


__ADS_3

"kaakkkk" tangis fenita keras membuat security dan resepsionis tadi gemetar


"ada apa dek? Mengapa menangis?, kalian semua saya pecat" ucap Fendy lantang


"pak maaf pak kami tidak tau kalau nona ini adik bapak dia membawa senjata tadi" ucap security


"kak aku bertemu mad Andra dia memeluk ku aku sudah mengatakan padanya aku mencintainya aku juga bilang aku akan kembali bila urusan kita telah selesai aku tidak mengatakan apapun tentang kakak" jelas fenita memeluk fendy


"dekk sudah lah jangan bersedih lagi ini sudah takdir ya, bila kau ingin kembali maka....." ucap Fendy terpotong


"dek bangun dek" teriak Fendy membangunkan fenita yang pingsan


"siap kan mobil" teriak Fendy pada alan


Fendy membawa fenita meniju rumah-sakit terdekat. Disana Fendy sudah seperti kesetanan memanggil dokter.


"bagaimana keadaan adik saya?" tanya Fendy teriak


"selamat adik bapak hamil, kandungan ya berusia 7 minggu. Dia hanya terlalu lelah dan mohon untuk diatur pola makannya" ucap Sang dokter tersenyum


"hamil? Bagaimana mungkin" ucap Fendy belum terima adiknya hamil


"mohon maaf pak saya ingin menyampaikan sesuatu"


"silahkan"


"iya kandungan nona nita masih sangat muda terlebih dia masih berusia 18 tahun, itu akan Sangat beresiko karena badannya belum siap untuk itu. Oleh arena itu saya harap bapak dapat mengendalikan emosi ya agar selalu senang dan menjaga pola makannya, saya akan memberikan beberapa resep vitamin itu akan membantu nona nita"jelas dokter


"baik trimakasih dok"


Fendy langsung masuk ke ruang sang adik, melihat sang adik tertidur mengingatkan ya pada ibunya yang sampai saat ini tidak di ketahui. Taklama fenita bangun dengan memegang kepalanya. Dipandang ya sekeliling dilihatnya seorang pria duduk di sampingnya dengan mata terpejam.


"kak kk" panggil fenita serak

__ADS_1


"kamu sudah sadar?"


"kak kepala aku sakit"


"iya bentar ya kakak panggilan dokterya"


Fendy langsung berlari keluar memanggil dokter. Dokter yang menangani fenita hanya bisa geleng geleng dengan Fendy yang panik. Dokterlangsung memeriksa fenita.


"bagaimana adik saya?"


"dia sudah tidak apa apa sebentar lagi sudah boleh pulang, dan ini vitamin nya"


"terima kasih"


"dek mana lagi yang sakit?" tanya Fendy memegang pipi fenita


"tidak ada, kak aku kenapa?" tanya fenita


"sudah dengan mas andra setelah kami menikah, ada apa?" tanya fenita sedih mengingat andra


"dokter ilang kalau kamu sedang mengandung dan usianya 7 minggu"


"benarkah?" tanya fenita antusias sambil memegang perutnya, Fendy hanya menjawabnya dengan anggukan.


"kak bagaimana ini? Urusan kita saja belum siap aku tidak akan bisa membantu jika aku sedang hamil"


"dek kau tau kakak sudah pergi ketempat itu tapi mereka sudah lebih cepat memindahkan papa dan mama ketempat lain" ucap Fendy jujur


"kenapa kakak tidak mengajak ku?"


"hanya kamu yang kakak punya dek bila kau ikut aku akan cemas bila kau tidak ikut aku masih ad dirimu yg bisa mengurus perusahaan ku dan membantu mama jika aku tidak selamat"


"kakak tidak bisa berbicara seperti itu"

__ADS_1


"yaudah kamu siap siap abis ini kita pulang"


"hem"


Fenita langsung bersiap untuk pulang. Fendy menebus vitamin untuk fenita. Sesampainya di rumah Fendy langsung membaringkan fenita yang sudah tertidur dimobil sedari tadi.


Fendy merasa kasihan pada adiknya. Dia mencium kening fenita dantanpa sadar mengeluarkan air mata. Setelah puas memandang wajah sang adik dia pun kembali kekamar ya.


Melemper tubuhnya diatas kasur, memandang langit langit kamar. Dia masih tak rela bila adiknya itu kembali pada Andra lama memikirkan itu Fendy pun tertidur.


***


Pagi sudah tiba matahari sudah muncul. Fenita terbangun dari tidurnya dengan mata sedikit bengkak. Fenita yang mengingat semua kejadian tentang dia diikuti oleh Dikan dia pun sudah tak mau menutupi jati dirinya.


Ponsel fenita berbunyi


"apa ini fenita?" tanya pria dibalik telfon


"iya saya sendiri ini siapa ya?" tanya fenita


"sayang" ucap Andra


"mas kamu kenapa?" tanya fenita panik mendengar suara Andra


"kamu dimana? Aku merindukanmu" ucap Andra menangis


"mas aku ada kabar untuk mu begini saja nanti siang kita bertemu aku akan mengirimkan alamatnya pada mu aku akan menyampaikan sesuatu pada mu, sekarang kamu makan ya syang kau bersiap lah dan berdoa dan lah yang ganteng aku tidak mau punya suami jelek" ucap fenita menangis haru mendengar suara yang amat dirindukan


"baik aku akan merapikan diri ku aku akan makan" ucap Andra bersemangat


"baiklah aku akan pergi dulu Sampai jumpa nanti" ucap fenita mematikan telfonnya


Fenita kembali menuju kamar-mandi merendahkan dirinya didalam bethtub. Sekitar setengah jam fenita keluar dari kamar mandi. Mengenakan pakaian yang terbilang dibawah sederhana. Fenita sudah tidak mau lg menutupi jati dirinya karena kakak nya sudah gagal, terlebih Andra sudah bertemu dengan dirinya namun dia masih tetap harus menutupi jati dirinya sebelum fenika tinggal dengannya. Fenita memakan sarapan ya dengan lahap. Fendy yang melihat itu cukup senang.

__ADS_1


__ADS_2