
Pak Danu terkejut melihat mobil mewah berhenti depan rumahnya, lebih terkejut lagi saat melihat Tiara dan Alza turun dari mobil itu.
"Loh ... nak Alza kenapa balik lagi? dan ini mobil siapa?" heran Pak Danu.
"Ini mobil omnya Alza Pak, dan perkenalkan ini Om Indra." Jelas Alza sambil memperkenalkan omnya.
Indra langsung menjabat tangan Pak Danu.
"Pak sebaiknya kita bicarakan didalam saja!" ucap Tiara.
"Ini Pak tujuan saya sebenarnya datang kesini, mau minta penjelasan kepada Tiara tentang buku nikah ini. Saya menemukannya di kamar Alza. Niat saya sebenarnya mau menanyakan tentang Alza kepada Tiara, kerena sudah lebih seminggu kami kehilangan Alza, tapi saya malah dikejutkan saat melihat Alza ada disini. Saya juga ingin membawa Tiara ke Jakarta karena mama Alza sangat ingin bertemu menantunya." jelas Om Indra begitu mereka sudah duduk di dalam rumah.
"Menantu ... buku nikah?" tanya Pak Danu bingung sambil mengambil buku nikah yang diserahkan Om Indra.
"Loh ini kan buku nikahnya Tiara dengan nak Alza, tapi bukan dengan nak Alza yang ini, tapi Alza yang lain." ujar Pak Danu heran dan semakin bingung.
"Nah itu dia Pak, semua data yang tertulis disini adalah datanya Alza yang ini (sambil memegang Alza yang duduk disampingnya), juga tanda tangannya. Sementara Alza bilang dia belum pernah menikah dengan Tiara begitupun Tiara, dan juga Bapak bilang kalau yang menikah dengan Tiara adalah Alza yang lain. Aku yakin ada orang yang mengaku-ngaku sebagai Alza. Apa kami bisa bertemu dengan Alza suaminya Tiara?" tanya Om Indra.
"Kami juga belum pernah belum pernah bertemu lagi dengan Alza yang menikah dengan Tiara. Setelah mereka menikah di KUA, nak Alza medapat telepon, katanya ibunya dilarikan kerumah sakit. Dia langsung pamit dan pulang ke Jakarta saat itu juga, dengan membawa buku nikah ini." Jelas pak Danu.
"Terus bagaimana dengan keluarganya?" tanya Om Indra
"Kami juga gak tahu keluarganya Om, katanya semua keluarganya ada di Jakarta. Kalau Seperti ini bagaimana setatusku sekarang?" ucap Tiara bingung.
Bagaimana ceritanya orang yang menikah bersamanya di KUA tapi menggunakan identitas orang lain, lalu yang jadi suaminya yang mana?
"Kalau menurut Om karena kalian memiliki buku nikah, ya yang jadi suami kamu sekarang Alza yang ini (menunjuk Alza) karena semua yang tertulis disini adalah data kalian berdua, ini beneran tanda tangan kamu kan?" tanya Om Indra.
"Iya benar om, dan aku ingat banget, dia waktu itu tanda tangan dengan hati-hati sekali." ucap Tiara.
"Kalau begitu kalian setatusnya menikah sekarang walaupun pernikahan ini tidak jelas. Mengenai buku nikah ini Om akan menyelidikinya." ucap Om Indra.
Mendengar penjelasan Om Indra, Alza dan Tiara saling menatap. Terlihat kebingungngan di mata mereka. Namun ada yang berbeda dengan Alza ada rasa senang dihatinya, mungkin dia akan dibilang egois tapi dia tidak mau jadi orang munafik karena memang dia menginginkan Tiara selalu ada disisinya. Mungkin juga ini cara Tuhan mempertemukan mereka, dari pernikahan palsu ini.
__ADS_1
"Dan kamu Alza bagaimana caranya kamu bisa ada disini?" tanya om Indra.
"Alza juga gak tahu Om, seminggu yang lalu Tiara dan adik-adiknya menemukan aku pingsan di Danau. Kata dokter sebagian ingatan Alza hilang." jelas Alza.
"Ya sudah sebaiknya kita pulang ke Jakarta, supaya bisa langsung diperiksa dokter yang ada di Jakarta." ucap Om Indra.
"Lalu bagaimana dengan Tiara?" tanya Alza langsung. Dia tidak mungkin meninggalkan Tiara disini, biar bagaimanapun dia setatusnya suami Tiara sekarang.
"Ya Tiara harus ikut! apa kamu tahu, saat ini rumah kamu selalu dipenuhi wartawan. Berita pernikahan kamu sangat heboh, Om gak tau siapa yang membocorkannya yang jelas semua ini harus segera dijelaskan di depan media." jelas Om Indra.
"Kalau Tiara ikut ke Jakarta bagaimana dengan keluarga Tiara Om?" tanya Tiara.
Tiara gak akan mau pergi kalau keluarganya tidak ikut bersama dengannya.
"Ya semuanya ikut ke Jakarta, kamu tenang saja ... semua kebutuhan kalian akan ditanggung suamimu ini." Jelas Im Indra.
Alza melihat keraguan diwajah Tiara "Kamu tenang saja Tiara, aku tidak akan menelantarkan kalian, kalian saja sangat baik padaku selama aku ada disini, aku juga masih berhutang nyawa pada kalian. Aku akan membalasnya dengan menjamin kehidupan kalian selama di Jakarta." ujar Alza berusaha meyakinkan Tiara.
Tiara melihat kesungguhan di mata Alza.
"Kalau Bapak sih terserah Tiara saja, bagi Bapak selama kita bersama pasti kita semua bisa melewatinya." ucap pak Danu.
Karena bagi pak Danu yang penting anaknya bahagia, tentang Jakarta dia sangat tahu seperti apa itu Jakarta, dia lahir disana. Banyak susah senang dia lewati di sana, dan karena ibu Tiaralah makanya dia ada disini.
"Lalu bagaimana dengan sekolah Riski dan Ridho?" tanya Tiara. Tiara gak mau hanya karena ke Jakarta Riski dan Ridho harus putus sekolah.
"Biar Om Indra dan Bapak yang akan mengurus surat pindah mereka dan juga menjemputnya. Sekarang sebaiknya kita membereskan barang-barang kalian terlebih dahulu." ujar Alza. Karena bagi Alza yang penting Tiara setuju berangkat ke Jakarta untuk urusan yang lain sangat gampang bagi Alza mengurusnya.
***
Tiara dibantu Alza membereskan semua barang-barangnya. Apapun yang dikerjakan Tiara, Alza selalu siap siaga untuk membantunya. Tiara sekali-kali melihat senyum di wajah Alza, wajah kusut selama beberapa hari ini tidak terlihat sama sekali, entah apa yang dipikirkannya. Tiara sampai heran melihatnya.
Setelah semua selesai Tiara berpamitan pada Bibi tetangga rumahnya dan jangan lupakan Alza yang selalu berada disebelahnya.
__ADS_1
"Bik ... Tiara mau pamit pergi ke Jakarta, Tiara titip rumah Tiara ya Bik. Ladang Tiara bibik gunakan saja untuk berladang. Ayam dan sayuran kebun belakang Bibi ambil saja semua, selama Tiara ada di Jakarta." pamit Tiara.
"Dan ini Bik, Alza titip ini sama dokter Danang. Sampaikan padanya, tetap lah jadi dokter yang baik hati untuk semua orang, juga titip salam Alza dan juga keluarga Tiara untuknya." ucap Alza sambil menyerahkan amplop berisi uang sisa penjualan jamnya.
"Iya kalian baik-baik disana jangan lupa, pulangnya bawa oleh-oleh yang banyak." ucap Bibi Tiara.
***
Kediaman Wijaya.
Di depan gerbang ada banyak wartawan, Axel bersusah payah masuk kedalam rumahnya.
"Tuan Axel apa benar Alza sudah menikah diam-diam?"
"Siapa yang menjadi istrinya?"
"Apa karena istri Alza berasal dari kampung sehingga ibu anda tidak merestuinya?"
Masih banyak lagi pertanyaan wartawan yang didengar Axel, tapi tidak ada yang ditanggapinya.
***
"Ma kenapa bisa banyak wartawan di depan rumah kita?" tanya Axel pura-pura tidak tahu, padahal ini kan bagian dari rencana dia.
"Sepertinya ada yang membocorkan pernikahan Alza, mama tidak tahu maksudnya apa? tapi mungkin saja ini ulah dari saingan bisnis keluarga kita, yang sirik melihat kesuksesan Alza." jelas mama Ike
"Lalu Om Indra ada dimana?" tanya Axel.
"Indra ke kampung istrinya Alza, mama ingin mengenalnya. Mama meminta om kamu membawanya kesini. Biar bagaimanapun dia adalah bagian keluarga ini sekarang." jelas Mama Ike.
Seperti mendapat bonus besar, itulah yang dirasakan Axel. Dia tidak perlu susah-susah memikirkan cara untuk membawa istri Alza itu kesini. Setelah sampai disini Axel hanya perlu mengancamnya sedikit saja. Dia yakin, istri Alza gadis bodoh, dan kampungan itu pasti akan menuruti semua kata-katanya.
Bersambung ....
__ADS_1
Selalu menunggu vote, like dan komen kalian teman-teman.