Danau Cintaku

Danau Cintaku
Perhatian Alza


__ADS_3

Pagi hari tiba. Perawat masuk ke ruangan Tiara mau memeriksa keadaan Tiara. Perawat itu terkejut sekaligus malu, melihat Alza dan Tiara yang sedang tertidur pulas sambil berpelukan di atas ranjang.


Perawat itu akhirnya keluar, tidak jadi memeriksa Tiara. Dia merasa tidak enak kalau harus membangunkan Tiara.


Alza yang berpura-pura tidur pun membuka matanya. Alza sudah bangun saat mendengar ada yang membuka pintu. Namun karena merasa begitu nyaman dengan posisinya saat ini, dia enggan membuka matanya.


Alza menatap Tiara yang sedang tidur dalam dekapan. Sungguh Alza merasa sangat bahagia saat ini. Alza mencium pelan pipi Tiara. Seandainya saja hubungan mereka sudah jelas, dia tidak perlu melakukan ini seperti pencuri. Tunggu! Alza akhirnya menyadari sesuatu yang begitu penting sekarang.


Aku harus secepatnya mengutarakan perasaanku pada Tiara, aku yakin kami memiliki rasa yang sama saat ini. Aku ingin secepatnya kami menikah secara resmi. Jadi aku tidak perlu khawatir lagi dengan status tidak jelas ini. batin Alza.


Alza mendengar pintu dibuka, Alza kembali pura-pura tidur.


" Ya ampun ini dua sejoli, di rumah sakit juga, masih sempat-sempatnya ya. Perawat sampai menunggu diluar karena kalian," ucap Mama Ike begitu masuk ruangan Tiara dan melihat mereka tidur sedang berpelukan.


Tiara yang mendengar suara Mama Ike langsung terbangun dan membuka matanya. Wajah Tiara terasa panas mengingat posisi Tidur mereka saat ini.


" Maaf Ma, ini tidak seperti yang pikirkan. Semalam Bang Alza tidak bisa tidur jadi aku berusaha membuatnya tertidur. Bang Alza bangun!" ucap Tiara merasa tidak enak sama Mama Ike.


"Tidak apa-apa sayang, itu bukan salah kamu. Mama yakin itu hanya akal-akalan Alza saja." ucap Mama Ike.


Mama Ike beralih ke Alza dan menarik telinga Alza.


"Alza bangun! kamu ini pasti berusaha merayu Tiara kan semalam? sudah tahu istrinya lagi sakit. Mama memang menginginkan cucu, tapi tidak saat Tiara sakit juga dong nak!" ucap Mama Ike.


"Aduh! sakit Ma, iya ... iya Alza bangun, Mama ini tega banget menyiksa anaknya." ucap Alza mengusap telinganya.


"Lagian sudah tahu istrinya sakit, masih saja mencari kesempatan." omel Mama Ike.


"Jangan salahkan Alza saja dong Ma, ini semua karena menantu mama itu, dia yang nyuruh Alza naik. Karena anak Mama ini sangat pengertian dan penyayang gak mungkin kan aku menolak." jelas Alza.


"Bukan begitu, Bang Alza yang lihatin terus dan bilang gak bisa tidur." protes Tiara.


"Sudah ... sudah kalian ini. Sekarang Alza turun, ini Tiara mau diperiksa dulu." Ucap Mama Ike.


Alza turun dari ranjang Tiara, ada senyum diwajahnya.


Pagi yang sungguh menyenangkan, batin Alza.


***

__ADS_1


Hasil pemeriksaan Tiara cukup baik, mereka semua begitu lega mendengarnya.


"Aakk ... ya ampun, pintarnya kesayangan Abang Alza ini, jadi makin sayang." ucap Alza begitu Tiara menerima suapannya.


"Bang Alza ih, godain terus. Sini aku makan sendiri saja." pinta Tiara.


"No ... no dan no kamu masih sakit dan belum bisa banyak bergerak." tolak Alza.


"Ya sudah, aakk ...." Tiara membuka mulutnya.


"Nah gitu dong! lagian ni ya, enakan disuapin dari pada makan sendiri." ucap Alza.


Tiara hanya memutar bola matanya dan manaikkan sebelah alisnya sebagai bentuk perotesnya.


" Haha ... hei siapa yang mengajari kamu melakukan itu? itu gak sopan!" ucap Alza, namun merasa lucu melihatnya.


"Aku hanya melihatnya saat menonton tv, katanya kita bisa memakai bahasa tubuh kalau ingin protes. Aku kan kalah jawab terus kalau ngomong sama Alza. ucap Tiara.


"Hahaha ... baiklah aku mengerti sekarang. Tapi ingat baik-baik ya kamu hanya boleh melakukan itu di depanku. Kalau orang lain melihat kamu bisa dianggap tidak sopan nanti." jelas Alza merasa lucu, ada saja tingkah Tiara yang membuatnya tertawa.


"Gitu tuh Na, kalau orang jatuh cinta, dunia terasa milik berdua, kita ini hanya dianggap nyamuk saja." ucap Mama Ike sedikit keras, supaya orang yang sedang khasmaran itu sadar, di ruangan ini tidak hanya mereka berdua.


Mendengar ucapan Mama Ike, Alza dan Tiara saling tatap kemudian tersenyum malu.


"Iya Nyonya besar, Ana seperti menonton drakor secara live." ucap Ana.


"Drakor, apa itu drakor Ana?" tanya Alza marasa asing dengan kata itu.


"Tuan muda tidak tahu apa itu drakor? ya ampun hari gini tidak tahu apa itu drakor. Akhirnya aku tahu juga kekurangan Tuan muda. Itu lo Tuan muda, drama orang-orang Korea." jelas Ana.


"Oh," ucap Alza cuek.


"Cuman oh doang, ya ampun Tuan muda." Ana merasa gemas dengan jawaban Alza. "Nyonya muda, nyonya muda harus nonton drakor, Nyonya besar saja suka nonton drakor, ya kan Nyonya besar?" tanya Ana.


Mama Ike mengangukkan kepalanya. Mereka memang sering nonton drakor bersama. Ditambah lagi Mama Ike tidak ada kerjaan lain, selain bermain dengan si Manis.


"Mau! mau Kak Ana," ucap Tiara antusias.


" Kamu mau nonton?" tanya Alza.

__ADS_1


" Iya Bang aku penasaran, dan ingin belajar lebih banyak lagi. Siapa tahu dari nonton drakor pengetahuanku semakin bertambah." Jelas Tiara.


Alza mengusap sayang rambut Tiara. Tiara memang begitu bekerja keras dan harus belajar lebih banyak tentang hal-hal yang baru ditemuinya.


***


Setelah beberapa hari dirawat keadaan Tiara sudah sangat baik dan sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.


"Pelan-pelan ya!" ucap Alza membantu Tiara naik ke atas kasur mereka. Selama Tiara sakit Alza benar-benar memperlakukannya seperti seorang ratu. Pekerjaannya semua di kerjakannya di rumah sakit. Tiara bahkan menatap kasihan pada Ryan yang kerjanya semakin repot karena Alza.


"Sudah Bang aku bisa sendiri, aku sudah sangat sehat sekarang. Kata dokter juga aku sudah bisa beraktivitas." ucap Tiara. Tiara begitu bosan selama sakit, kerjanya hanya makan dan tidur saja. Tiara sudah rindu memasak.


"Tidak, untuk hari ini, kamu di kamar saja, kamu masih perlu beristirahat. Besok baru boleh beraktivitas, itu pun cuma bisa masak." ucap Alza.


" Tapi aku bosan Bang di kamar terus, jalan-jalan keliling rumah, boleh ya?" pinta Tiara memelas.


" Nanti saja, saat aku pulang kantor, aku yang akan membawamu keliling. Tenang saja ada Ana yang akan menemanimu selama aku kerja." jelas Alza.


Tok ... tok ... tok ....


"Nah itu pasti Ana," ucap Alza langsung jalan kearah pintu dan membukanya. "Masuk Ana!" suruh Alza.


"Halo Nyonya muda dan Tuan muda aku datang sesuai pesanan. Aku juga sudah menyiapkan cemilan sehat untuk Nyonya muda." ucap Ana.


" Terima kasih Ana, jaga baik-baik Tiara selama aku kerja ya. Langsung telpon kalau terjadi sesuatu," ucap Alza.


"Siap Tuan muda," ucap Ana semangat.


Alza jalan mendekat kearah Tiara dan mengecup lama keningnya.


" Aku kerja dulu ya, kamu baik-baik di rumah. Aku perginya gak akan lama. Jangan rindu ya, biar aku saja." ucap Alza.


Tiara hanya menganggukkan kepalanya, mukanya terasa panas, dia malu karena ada Ana disini.


Ana senyum-senyum saja melihat tuan muda dan nyonya mudanya. Ana sudah mulai terbiasa melihat drama live seperti ini.


Bersambung ....


Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman.

__ADS_1


__ADS_2