
"Aku ingin jujur pada Bang Alza, sebenarnya ...."
"Citt ...." terdengar suara mobil yang direm mendadak.
" Maaf Tuan muda, kalian tidak apa-apa kan?" tanya Pak supir khawatir, begitu melihat Alza sedang melindungi tubuh Tiara agar tidak terbentur kerena mobil berhenti mendadak.
"Tidak Pak, tapi kenapa bapak ngerem mobilnya mendadak begitu, bahaya kan!" ucap Alza.
"Maafkan aku Tuan muda. Barusan aku melihat orang berbaring di tengah jalan, aku takut dia kena tabrak. Lho!" Pak supir terkejut begitu tidak melihat lagi orang yang tadi barbaring.
Tiba-tiba mereka dikejutkan sama 3 orang bertopeng dan memukul keras kaca mobil Alza.
"CEPAT KELUAR!" ucap 3 orang laki-laki bertopeng tersebut sambil mengedor-ngedor semakin keras.
"Bagaimana ini Tuan muda?" Pak supir terlihat ketakutan.
"Bang, aku takut bagaimana ini?" tanya Tiara khawatir, terlebih lagi gedoran di mobil Alza semakin keras.
Alza juga sebenarnya khawatir, tapi dia tidak boleh gentar. Dia harus bisa melindungi Tiara.
"Kamu jangan takut ya! aku akan keluar menghadapi mereka. Apapun yang terjadi kamu jangan keluar dari mobil!" ucap Alza meyakinkan Tiara.
Tiara menganggukkan kepalanya pertanda mengerti.
"Ayo pak kita hadapi bersama!" ucap Alza pada Pak supir.
Alza dan Pak supir keluar dari mobil.
"Ada apa ini, apa yang kalian inginkan?" tanya Alza begitu berhadapan dengan laki-laki bertopeng itu.
"Kami ingin gadis di dalam mobil itu, cepat serahkan dia pada kami, atau kalau tidak nyawa kalian akan melayang!" ancam orang mereka.
"Tidak akan! saya tidak akan pernah menyerahkan dia pada kalian." tegas Alza.
"Kamu berani pada kami! hiyat ...." orang bertopeng itu mau memukul Alza tapi Alza berhasil menghindar.
Perkelahian pun terjadi. Sekarang Alza sendirian yang harus menghadapi mereka bertiga. Pak supir terkena pukul langsung jatuh tergeletak.
Orang bertopeng itu sedikit kesusahan melawan Alza padahal mereka 3 lawan satu. Alza jago bela diri ternyata. Alza sudah sabuk hitam. Dari kecil papanya sudah mendidiknya sedemikian rupa karana dia sangat tahu kalau dunia bisnis itu kejam. Paling tidak harus bisa melindungi diri dari kejahatan, seperti sekarang ini.
Saat Alza lengah, salah satu orang bertopeng langsung masuk kedalam mobil dan menarik Tiara keluar.
Fokus Alza terbelah saat melihat Tiara ditarik paksa. Alza sampai kena pukulan, saat tiba-tiba orang bertopeng datang satu lagi, entah dari mana.
Tiara berusaha melepaskan dirinya dari orang bertopeng itu. Dengan sekuat tenaga Tiara menginjakkan heelsnya di kaki orang bertopeng itu, dan kemudian menendangnya sekuat tenaga. Tiara kemudian melepas heelnya dan memukuli orang itu sekuat tenaga, sampai-samai orang itu sudah tidak sanggup untuk berdiri.
__ADS_1
Tiara melihat ke arah Alza yang masih berusaha melawan orang bertopeng itu. Saat Alza berusaha menghajar satu orang, mata Tiara malihat orang bertopeng di belakang Alza mengeluarkan senjata tajam.
Tiara berlari sekuat tenaga dia harus menyelamatkan Alza.
"Ouch! ...."
Tiara tertusuk pisau orang bertopeng itu. Orang bertopeng itu terkejut melihat Tiara yang terkena sasarannya. Dia langsung memerintahkan teman-temannya untuk segera lari. Mereka hanya diperintahkan untuk membawa Tiara dan jangan sampai melukainya.
"TIARA!" teriak Alza langsung menopang tubuh Tiara.
Alza cepat-cepat membuka jaznya, dan secepatnya mengikatkannya pada luka tusukan Tiara.
"Kamu harus bertahan Tiara, kamu gadis yang kuat." ucap Alza sangat khawatir dan juga takut, terlebih lagi saat melihat darah Tiara yang begitu banyak keluar.
Tiara sekuat tenaga menahan sakitnya, Tiara berusaha tersenyum untuk meyakinkan Alza, kalau dia baik-baik saja.
"Ma...afkan aku Bang Alza," ucap Tiara dan langsung tidak sadarkan diri.
"TIARA! Tidak! Tidak Tiara! kamu tidak boleh pergi meninggalkan aku." Alza berteriak sambil membangunkan Tiara, air matanya sampai jatuh tak tertahankan.
Saat Alza berusaha membangunkan Tiara. Mobil yang dibawa Om Indra berhenti di dekat mereka.
"Alza apa yang terjadi?" tanya Om indra khawatir begitu melihat kondisi mereka saat ini.
"Cerita panjang Om, sebaiknya kita cepat-cepat membawa Tiara kerumah sakit." jawab Alza.
" Sebaiknya kamu jagain Tiara dibelakang saja, Om yang akan menyetir." ucap Om Indra begitu mereka semua masuk mobil termasuk Pak supir yang tak sadarkan diri.
Om Indra melajukan mobil secapat mungkin. Sementara mobil satunya dibawa Gunawan, mereka tidak mau lagi jauh tertinggal di belakang. Tadinya karena membeli makanan pinggir jalan, mereka sampai jauh tertinggal. Mereka juga tidak pernah menduga akan terjadi kajadian seperti ini.
***
"Kenapa kalian bodoh sekali! menculik 1 perempuan saja tidak becus." marah Axel pada anak buahnya.
"Maafkan kami bos, kami tidak tahu kalau laki-laki yang ikut bersamanya ternyata jago bela diri. Dan kami juga tidak menyangka kalau perempuan itu mengorbankan dirinya demi melindungi laki-laki itu." jelas anak buah Axel.
"Mengorbankan diri apa maksudnya?" tanya Axel.
"Saat saya ingin munusuk laki-laki itu dengan pisau dia tiba-tiba datang melindung laki-laki itu." ucap anak buah Axel.
" Jadi Tiara mengorbankan dirinya demi Alza, KURANG AJAR!" Marah Axel sambil mengepalkan kuat tangannya.
"Tapi mereka terlihat sweet deh bos, seperti di filem-filem gitu." ucap anak buah Axel.
"Apa katamu? kurang ajar! keluar sana! KELUAR!" Axel benar emosi, sampai-sampai dia menendang kursi dan meja disikitarnya. Axel benar-benar marah mendengar Tiara yang mengorbankan dirinya demi Alza dan lagi-lagi rencananya gagal total.
__ADS_1
Sekarang dia harus mencari tahu bagaimana keadaan Tiara.
***
Tiara sedang diperiksa dokter di ruang UGD. Sementara keluarga yang lain sudah menunggu di depan ruang UGD.
Riski dan Ridho memeluk Pak Danu, mereka benar-benar khawatir pada Tiara.
Alza sedang ditenangkan Mama Ike.
"Ma, bagaimana kalau Tiara tidak bisa diselamatkaan, darahnya keluar banyak banget Ma. Alza takut Ma," ucap Alza khawatir dipelukan Mama Ike.
"Kamu itu jangan berpikir macam-macam begitu! kamu tahu kan, menantu mama itu anak yang kuat, dia pasti bisa melewati ini semua." ucap Mama Ike.
"Tapi Alza sangat takut Ma, kenapa Tiara harus mengorbankan dirinya untuk melindungi Alza." ucap Alza.
"Tiara pasti tahu apa yang terbaik yang ingin dilakukannya. Sebaiknya sekarang kita berdoa untuk keselamatan Tiara." ucap Mama Ike.
Pintu ruang UGD terbuka terlihat dokter yang menangani Tiara keluar.
Semua keluarga langsung berdiri.
"Bagimana keadaannya dok?" tanya Alza tidak sabar.
"Keadaan pasien keritis, luka tusukannya terlalu dalam sehingga dia kehilangan banyak darah. Kami ...."
"Ambil darah saya saja dok, saya golongan darah O. sudah pasti bisa kan!" ucap Alza memotong pembicaraan dokter. Alza semakin takut dan khawatir begitu mendengar Tiara keritis.
***
Disinilah Alza sekarang, di ruangan yang sama dengan Tiara. Alza sedang melakukan transfusi darah.
Alza menatap Tiara yang berbaring dengan tenang, wajah Tiara yang terlihat sangat pucat.
Tiara kamu gadis yang kuat, kamu harus bisa melewati ini semua. Demi aku Tiara aku mohon, batin Alza.
Setelah selesai melakukan transfusi darah. Alza berjalan mendekat ke arah Tiara.
Alza duduk disamping ranjang Tiara, menggenggam tangan Tiara. Alza mengamati wajah pucat Tiara.
Alza benar-benar merasa bersalah sekarang. Dia merasa telah gagal menjaga Tiara wanita yang begitu dicintainya.
"Sayang buka matamu! aku mohon, jangan tinggalkan aku Tiara." bisik Alza di telinga Tiara.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya teman-teman.