
Hari yang dinanti-natikan Alza dan Tiara telah tiba. Jam 5 pagi, Tiara sudah dibawa ke hotel Wijaya. Tiara dan Alza berangkatnya terpisah, sejak acara pingit mereka belum ada bertatap muka sama sekali.
Saat ini Tiara sedang dirias, pengantin Jawa modern oleh Gunawan. Begitu pun dengan Alza di tempat terpisah.
"Om bagaimana keadaan diluar, tidak ada masalah kan?" tanya Alza pada Om Indra.
"Sampai saat ini masih aman terkendali, Om sudah menempatkan pengamanan sebanyak mungkin. Dan pihak media yang meliput acara kamu, sudah di briefing Ryan agar semuanya bisa tertib." jawab Om Indra.
" Bagus lah Om kalau begitu. Oh iya Om, aku belum melihat Kak Axel, aku berharap Om benar-benar memperhatikan gerak-geriknya. Kita harus jaga-jaga, karena kita tidak pernah tahu, rencana apa yang ada dalam otaknya." bisik Alza pada Om Indra.
"Kamu tenang saja, kamu fokus saja dengan pernikahaanmu, biar Om yang akan mengurus semuanya. Sekarang Om akan mengecek keadaan diluar dulu." ucap Om Indra.
***
Sementara Axel yang mereka bicarakan sedang berbicara empat mata dengan tamunya.
Axel memang sudah tidak bisa menghentikan pernikahaan Alza dan Tiara. Tapi setidaknya Axel ingin memberi kado manis, sebagai hadiah pernikahan mereka, yaitu Pak Joko.
Pak Joko orang satu kampung Tiara, yang diundang khusus oleh Axel.
"Pak ini ada catatan, Pak joko harus bisa menghapal semua isi catatan tersebut, Pak Joko sudah membawa bukti-bukti pembayaran utang keluarga Tiara dulu kan?" ucap Axel.
"Sudah Tuan, ini!" ucap Pak Joko sambil menujukkannya pada Axel.
"Sekarang Pak Joko hapal isi catatannya, gampang saja. Bapak tinggal mengarang cerita kalau Tiara sengaja menjebakku dan juga Alza. Dia hanya ingin harta kami saja. Setelahnya Bapak menujukkan foto pernikahannku bersama Tiara. Bapak juga menunjukkan bukti-bukti utang ini. Agar semua orang benar-benar yakin dan percaya, kalau Tiara perempuan tidak baik." jelas Axel.
"Baik, Tuan." ucap Pak Joko.
"Dan Ini uang untuk Bapak, aku harap Bapak bisa bekerja sama dengan baik kali ini." ucap Axel.
Pak Joko mengangguk mengerti. Pak joko seperti mendapat jeckpot besar saja. Diundang khusus datang ke Jakarta, dapat uang banyak lagi. Untung kemarin dia tidak memaksa, untuk ikut bersama rombongan keluarga Tiara.
Begitu Pak Joko pergi, dengan semangat Axel langsung bersiap-siap. Dia tidak ingin melewatkan momen terbaiknya nanti. Membayangkan keluarga Tiara dipermalukan, sudah membuatnya sesenang ini. Sudah pasti sepanjang acara orang-orang akan mencibirnya.
***
Keadaan di sekitar hotel Wijaya masih terpantau dengan aman. Meski masih sangat pagi, suasana sekitar sudah terlihat ramai.
Terutama panitia yang sudah di pilih Ryan, mereka semua tampak sibuk menjalankan tugasnya masing-masing.
Keluarga dan kerabat yang menginap di hotel Wijaya sudah mulai berdatangan. Terlebih keluarga yang dari kampung, mereka sudah siap menunggu di tempat acara.
"Ryan apa semuanya aman," tanya Om Indra.
"Sejauh ini masih aman Pak," jawab Ryan mantap.
"Ya sudah aku ke yang lainnya ya, kamu berjaga diluar terus tidak apa-apa kan?" tanya Om Indra.
"Tentunya tidak apa-apa dong Pak, Saya justru senang melakukannya." ucap Ryan sambil mengacungkan jempolnya pada Om Indra.
***
Alza dari tadi melirik jamnya terus, dia sudah siap bersama dengan keluarganya. Alza sudah tidak sabar ingin melihat Tiara. Alza benar-benar merindukan kesayangannya itu. 2 hari tidak melihat Tiara, sudah seperti setahun saja rasanya.
__ADS_1
Begitupun dengan Tiara, dia sudah terlihat cantik dengan kebaya putihnya. Sama halnya dengan Alza, Tiara juga benar-benar tidak sabar ingin melihat Alza.
Sebentar lagi acara akan dimulai, sebelum acara akad. Mereka akan melakukan acara sungkeman terlebih dahulu.
Di tempat acara sudah banyak saudara terdekat dari ke dua mempelai. Para fotografer dan video shooting juga sudah siap dengan tugasnya masing-masing. Begitupun dengan awak media yang mau meliput.
Acara sungkeman akan dimulai.
Pak Danu dan Mama Ike, sudah siap duduk di kursi mereka.
Tiara sudah siap menunggu kedatanggan Alza bersama dengan keluarga terdekatnya. Alza bersama keluarganya, secara perlahan masuk ketempat acara sungkeman.
Begitu Tiara dan Alza saling bertatap muka, ada binar kerinduan yang begitu dalam di mata keduanya. Tiara sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak terjatuh, begitu melihat Alza, rasanya sungguh berdebar-debar, dan juga gugup. Beginikah rasanya menjadi raja dan ratu sehari.
Begitupun dengan Alza, dia benar-benar pangling melihat kecantikan Tiara, auranya benar-benar keluar. Ingin rasanya Alza langsung berlari kearah Tiara dan memeluknya dengan erat, hanya saja itu hanya bisa sebatas keinginan untuk saat ini. Kerena mereka masih harus mengikuti jalannya acara.
Alza dan Tiara sudah siap berlutut di depan Pak Danu dan Mama Ike.
Mereka menjabat dan mencium tangan Pak Danu juga Mama Ike. Mereka meminta maaf juga menyampaikan rasa trima kasihnya untuk Pak Danu dan Mama Ike. Tidak lupa juga Alza dan Tiara meminta ijin dan restu pada Pak Danu dan Mama Ike, untuk mereka memulai hidup yang baru.
Tiara menangis sampai tersendu-sendu, saat memeluk Pak Danu. Tiara teringat akan perjuangan Pak Danu untuknya, begitupun saat memeluk Mama Ike. Alza sekuat tenaga menahan air matanya, namun saat memeluk Mama Ike, air mata Itu keluar juga. Suasana terlihat begitu haru. Di tambah lagi kedua mempelai, yang masing-masing sudah kehilangan salah satu orang tuanya. Semua yang hadir tampak menahan air mata melihatnya.
Pak Danu dan Mama Ike juga memberi nasihatnya untuk Alza dan Tiara. Mereka juga mendoakan Tiara dan Alza.
***
Sebentar lagi mereka akan melaksanakan akad nikah. Semuan yang hadir tampak mempersiapkan diri.
"Axel kamu kemana saja sih Nak?" tanya Mama Ike begitu melihat Axel yang baru datang.
"Ya sudah ayo beri salam pada yang lain. Kamu tahu kan acaranya diliput banyak media, mereka dari tadi mempertanyakan keberadaanmu. Jangan sampai orang berpikir yang tidak-tidak tentang keluarga kita. Mama mohon jangan buat malu keluarga kita ya Nak." ucap Mama Ike.
"Iya Ma," ucap Axel.
Keluarga kita tidak aka malu Ma. Hanya saja aku tidak bisa janji, untuk tidak membuat acar ini kacau. Aku benar-benar muak melihat semuanya. batin Axel.
Mama Ike dan Axel pun ikut bergabung bersama yang lainnya.
Semuanya sudah siap di depan Pak penghulu.
Alza benar-benar merasa gugup sekarang. Seumur hidupnya baru kali ini, dia merasakan benar-benar gugup seperti ini. Tiara yang duduk disebelahnya pun tidak kalah gugupnya. Tiara menundukkan kepalanya tidak berani menatap ke Alza.
Tepat jam 9 pagi, Ijab qobul akan di mulai.
Pak Danu selaku wali nikah Tiara mejabat tangan Pak penghulu.
"Saya nikahkan dan kawinkan ananda Alza Angga Wijaya bin Alm. Andy Wijaya dengan anak kandung saya yang bernama Tiara Hemawan binti Danu Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu buah rumah makan lengkap dengan isi-isinya dibayar tunai." ucap Pak Danu.
"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Hermawan binti Danu Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu buah rumah makan lengkap dengan isi-isinya dibayar tunai." ucap Alza dalam 1 kali tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi, sah?" tanya Pak Penghulu.
"SAH ...." teriak yang hadir kompak.
__ADS_1
"Alhamdulillah,"
Alza dan Tiara begitu merasa lega sekarang, mereka akhirnya sah menjadi suami istri. Alza dan Tiara saling menatap dan sambil tersenyum malu-malu.
Setelahnya mereka melakukan pemakaian cincin.
Dengan perlahan Alza memakaikan cincin di jari manis Tiara. Begitupun dengan Tiara dengan hati-hati memakaikan cincin di jari manis Alza.
Kemudian Tiara mencium tangan Alza suaminya, sebagai tanda hormatnya pada Alza. Alza pun membalasnya dengan mencium lama kening Tiara, sebagai bukti cintanya pada Tiara. Tidak lupa juga Alza mengucapkan doa-doanya pada Tiara dalam ciumannya. Ciuman penuh cinta, tanpa ada nafsu didalamnya. Tiara begitu merasa damai dan nyaman saat Alza menciumnya.
"Bang Alza sudah dong, nanti lagi dilanjut ciumannya," teriak Ridho dari belakang mereka.
Alza tersadar dan langsung melepas ciumannya sambil menahan malu, akibat terlalu menghayati, Alza sampai lupa tempat. Alza dan Tiara saling menatap dan tersenyum malu.
Semua yang hadir tampak menahan tawa melihatnya, kecuali 1 orang yang dari tadi begitu muak melihatnya.
Sekarang tiba saatnya Alza dan Tiara akan menandatangani buku nikah mereka. Buku nikah yang sesungguhnya.
Saat Alza akan menandatanganinya, terdengar teriakan seseorang.
"TUNGGU!" ucapnya.
Semua yang hadir tampak heran melihatnya. Tiara yang mengenali siapa orang itu, terlihat gugup. Dia adalah Pak Joko.
Pihak keamanan yang melihatnya langsung berlari kearah Pak Joko, dan berusaha menariknya keluar tempat acara.
"Pak, kalau Bapak ingin menyampaikan sesuatu, jangan sekarang tapi nanti, akan ada saatnya." ucap pihak keamanan, berusaha menarik Pak Joko,
"Tapi ini sangat penting, saya tidak ingin menundanya lagi. Saya bahkan rela datang jauh-jauh dari Medan, hanya untuk menyampaikan ini." Ucap Pak Joko kekeh.
"Iya kami tahu, tapi bukan sekarang Pak, semuanya ada waktunya." ucap pihak keamanan.
"Tapi saya inginnya sekarang," ucap Pak Joko terlihat marah.
Axel tersenyum manis dari tempat duduknya. Axel benar-benar tidak sabar menunggu pertunjukan selanjutnya.
Sementara OM Indra yang tidak ingin terjadi keributan, langsung berjalan ke arah Pak Joko dan pihak keamanan.
"Sudah biarkan saja," ucap Om Indra pada pihak keamanan yang menahan Pak Joko.
"Tapi Pak," ucap pihak keamanan.
"Tidak apa-apa biarkan dia bicara, mungkin dia ingin menyapaikan sesuatu yang begitu penting. Kita tidak mungkin membuang-buang waktu hanya untuk melihat kalian tarik menarik kan?" ucap Om Indra.
Pihak keamanan akhirnya melepas Pak Joko.
"Ya sudah Pak silahkan, apa yang ingin Bapak sampaikan." ucap Om Indra pada pak Joko.
Tiara terihat gelisah di tempatnya berdiri, dia takut Pak Joko menyampaikan sesuatu yang tidak-tidak tentangnya.
Alza yang mengerti kegelisahan istrinya, langsung meraih tangan Tiara, dan menggenggamnya. Alza berusaha memberi kekuatan pada Tiara lewat gengamannya.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komennya ya teman-teman. Semangat!