
Tiara dan Alza berjalan beriringan ke depan rumah.
"Bang Alza selamat bekerja ya," ucap Tiara.
" Tiara juga, hari ini kegiatan kamu sangat banyak. HPnya jangan lupa selalu di bawa ya! Langsung hubungi aku kalau terjadi sesuatu." ucap Alza.
"Iya," jawab Tiara.
"Peluk dulu sini! Bakalan kangen 1 harian ini gak bertemu." ucap Alza sambil memeluk Tiara.
"Sudah ih Bang, malu kalau ada yang lihat." ucap Tiara sambil melepas pelukannya.
"Malu kenapa? pelukan sama istri sendiri ini. Ya sudah aku berangkat ya," ucap Alza tak lupa mengecup kening Tiara.
Axel menatap mereka tajam dari kejauhan.
Apa benar hubungan mereka sudah sejauh itu? Tidak-tidak ini tidak boleh dibiarkan. Aku yakin hubungan mereka tidak seintim itu. Aku sangat kenal seperti apa Alza. Dia tidak mungkin berbuat lebih pada orang yang baru dikenalnya. batin Axel.
***
Tiara dan Mama Ike sudah sampai di mol besar kota Jakarta. Sepulang dari mengantar Riski dan Ridho ke sekolah barunya, mereka langsung pergi belanja.
Mama Ike membawa Tiara ke butik langganannya.
"Tiara ayo pilih nak! yang mana yang kamu suka?" suruh Mama Ike.
Tiara tampak sungkan untuk memilihnya, baju yang dibeli Alza saja belum terpakai semuanya. Ini sudah beli baju lagi.
" Gak usah sungkan gitu, kamu harus punya berbagai macam baju. Nih, sepertinya ini cocok, Mama bantu pilihkan saja ya!" ujar Mama Ike.
Tiara hanya menganggukkan kepalanya.
Begitu selesai belanja di butik. Mama Ike membawa Tiara ke toko pakaian dalam.
Tiara sampai terkejut sekaligus malu.
"Tiara kamu pilih yang mana yang pas untuk ukuran kamu ya!" suruh Mama Ike.
" Tidak usah Ma, aku sudah punya." ucap Tiara berusaha menolak. Tiara masih gak menyangka sekaligus terharu. Mama Ike ternyata memperhatikannya sampai ke pakaian dalamnya. Seumur hidupnya baru kali ini diperhatikan seperti ini. Tiara benar-benar merasa memiliki Ibu sekarang.
"Sudah tidak usah malu begitu sama Mama, kita ini sama-sama perempuan. Tiara anak perempuan Mama satu-satunya sekarang. Jadi kamu wajib memberitahukan semuanya pada Mama. Dan juga kata Ana kamu hanya punya 4 pasang di rumah dan itu pun sudah tidak layak pakai." jelas Mama Ike.
"Mama ...." ucap Tiara tidak kuat menahan haru dan langsung memeluk Mama Ike. Masih tampak jelas diingatan Tiara yang begitu ketakutan saat mendapat haid pertamanya. Untung ada Bibi sebelah rumahnya yang menjelaskan. Dan sekarang sudah ada Mama Ike yang begitu memperhatikan kebutuhan terdalamnya.
Mama Ike melepas pelukan Tiara dan menghapus air matanya.
__ADS_1
" Sudah ya, sekarang kamu pilih sesuai ukuran kamu." ucap Mama Ike.
" Ini ma," ucap Tiara sambil menunjukkan Bra Cd set.
Mama Ike akhirnya membelikan Tiara pakaian dalam semua warna yang tersedia sesuai ukuran Tiara.
Tiara terkejut begitu kasir menyebutkan jumblah harga yang harus dibayar.
Mahal sekali, biasanya aku beli harganya cuma 10.000 satu. batin Tiara.
Tiara dan mama Ike masih melanjutkan belanja dan tidak lupa singgah di supermarket.
***
Tiara sedang belajar berjalan memakai sepatu high heels.
Gunawan meletakkan buku diatas kepala Tiara.
Tiara berjalan perlahan menjaga keseimbangan tubuhnya.
"Hahaha ... Nyonya muda terlihat seperti robot berjalan." Ana tidak kuat menahan tawa melihat Tiara yang begitu kaku. Ana senang sekarang Alza menugaskannya hanya untuk memasak dan melayani segala keperluan Tiara saja.
"Sekarang pakai ini!" suruh Gunawan. Gunawan meletakkan galah kecil sebesar tangkai sapu di punggung Tiara. Tiara menahan galah dengan kedua tangannya.
"Ini gunanya, supaya badan kamu tetap tegap. Sekarang ayo jalan lagi!" ucap Gunawan.
Ini susah dan sakit sekali, kerja di ladang saja tidak seperti ini. Batin Tiara.
HP Tiara berdering ada panggilan masuk.
" Nyonya muda ada video call dari Tuan muda," ucap Ana sambil menyerahkan HP Tiara.
"Cie Nyonya muda langsung langsung dihubungi sama sang penyemangat nie. Aku keluar saja ah takut ganggu orang yang lagi kangen-kangenan." ucap Ana.
Tiara tersenyum malu-malu menanggapi ledekan Ana.
Sementara Tiara sedang bervideo ria dengan Pak presdir. Gunawan nyusul Mama Ike ke dapur mencari makan.
"Hai, Nyonya muda lagi apa sekarang?" tanya Alza.
"Lagi belajar pakai sepatu high heels Bang, kakiku sampai merah-merah dan sakit." curhat Tiara.
"Kasihan Nyonya muda kita, ya sudah sebagai penyemangat entar aku kasih hadiah. Kamu mau dibeliin apa?" tanya Alza.
"Hadiah terus, gak usah Bang kemarin saja Abang sudah membelikan Aku HP. Tadi Mama juga sudah belanja banyak buatku." Tiara berusaha menolak.
__ADS_1
" Tapi aku ingin membelikannya , ayo sebutkan apa yang kamu inginkan! kemaren-kemaren kan semuanya atas kemauanku. Sebutkan pliss," pinta Alza dengan wajah memohon.
Melihat wajah memohon Alza, Tiara jadi bingung. Mau ngasih hadiah saja sampai memohon gitu. Batin Tiara.
"Ya sudah, abang belikan aku boneka ya! aku tadi melihat banyak boneka di kamar Kak Ana. Aku dari kecil tidak pernah punya boneka." ucap Tiara.
Alza mau tertawa mendengar permintaan Tiara, Tiara akan selalu apa adanya.
" Ya sudah nanti Abang bawain, kamu harus makin semangat belajarnya!" ucap Alza.
"Iya makasih Bang Alza, Abang juga semangat ya kerjanya." ucap Tiara.
Setelah mendapat telpon dari Alza semangat Tiara semakin bertambah, kakinya yang sakit pun seolah tidak diperdulikannya.
***
Alza membuka pintu kamarnya, dia mendapati Tiara sudah tertidur. Alza berjalan perlahan menuju Tiara dan meletakkan boneka besar yang dibawanya disamping Tiara.
Begitu selesai mandi Alza langsung naik keatas kasurnya. Alza memeriksa kaki Tiara yang memerah. Alza benar-benar gak tega melihatnya.
Alza mengusap pelan rambut Tiara.
" Maafkan aku Tiara, kamu belajar begitu keras hari ini. Kamu juga harus menahan sakit, tapi mau bagaimana lagi kamu memang harus bisa melakukan semua itu. Minggu depan adalah ulang tahun perusahaan dan pasti akan banyak media yang meliput. Aku hanya ingin kamu bisa tampil di depan umum sesempurna mungkin." gumam Alza.
Tiara merasa ada yang mengusap-usap kepalanya.
"Bang Alza! Bang Alza sudah pulang? maaf aku gak menunggu Abang pulang kerja, kakiku terasa sakit kalau jalan." ucap Tiara.
" Enggak apa-apa, aku tahu kamu pasti sangat bekerja keras untuk hari ini." ucap Alza.
"Iya Bang, belajarnya sangat susah aku bahkan sampai jatuh beberapa kali. Tapi aku baca dari Google, ternyata perempuan yang sudah bisa jalan pakai high heels, mereka juga sangat bekerja keras." Jelas Tiara.
Alza tersenyum mendengarnya. Bagaimana mungkin Alza tidak semakin jatuh hati padanya.Tiaranya pasti tidak akan mengeluh dan begitu pekerja keras.
" Iya kamu benar sekali, semuanya butuh proses. Sekarang tinggal bagaimana kitanya saja, mau maju, mundur atau jalan ditempat. Dan karena hari ini Tiara sudah begitu bekerja keras, maka sudah saatnya aku menyerahkan hadiahnya." ujar Alza.
" Oh iya, mana hadiahku?" tagih Tiara.
" Tuh di belakang kamu, gimana suka tidak?" tanya Alza.
"WAH! besar sekali, lebih besar dari aku. Ah, nyamannya." ucap Tiara sambil memeluk erat bonekanya.
Alza geleng-geleng kepala melihatnya. Sejak mengenal Tiara hidupnya penuh dengan warna.
Bersambung ....
__ADS_1
Jangan lupa vote, like dan komen teman-teman.