Danau Cintaku

Danau Cintaku
Berastagi


__ADS_3

"Pak bawa barangnya saja, biar kami naik mobil jemputan hotel saja!" suruh Alza pada supir yang sudah menjemput mereka.


"Baik Pak Alza, Bapak mau mampir dulu atau mau langsung ke hotel?" tanya Pak supir.


"Langsung ke hotel saja pak, nama hotelnya Sibayak. Bapak tahu kan dimana letaknya?" tanya Alza.


"Tahu Pak saya kan orang Berastagi juga," ucap Pak supir.


"Baiklah, kalau begitu kita bertemu disana ya," ucap Alza.


"Baik, Pak." ucap Pak supir kemudian menjalankan mobilnya.


"Mau makan dulu atau mau langsung ke hotel?" tanya Alza pada yang lainnya.


"Makan di Berastagi saja lah nak Alza," ucap Pak Danu.


Mereka akhirnya naik mobil jemputan hotel.


"Kenapa ini dingin sekali, huu ... " ucap Mama Ike begitu mobil mereka mendekati daerah Berastagi.


"Iya Nyonya Besar seperti di puncak ya," ucap Ana.


"Apa puncak sedingin ini?" tanya Riski.


"Iya sedingin ini, ini sih benaran seperti di puncak, tuh kan banyak orang jualan jagung bakar di pinggir jalan. sayang udah malam, pemandangannya jadi tak terlihat deh." ucap Ana.


Sementara Alza dan Tiara yang duduk di belakang terlihat tertidur pulas. Alza menyenderkan Tiara padanya, agar tidurnya semakin nyaman.


"Kita sebentar lagi akan sampai di Berastagi, kalian mau singgah makan jagung bakar untuk menghangatkan tubuh, atau mau makan yang lain?" tanya Pak supir.


Yang lainnya terlihat berpikir. Mau makan jagung tapi inginnya cepat-cepat sampai di hotel.


"Sebentar lagi kita akan sampai di daerah pemerasan susu sapi, kalian mau mencobanya? Susu kuda juga ada, yang langsung dari pemerasan kudanya." ucap Pak Supir lagi.


Mendengar susu kuda murni, Mama Ike lumayan tertarik, itu kan banyak manfaatnya.


"Mau susu kudanya saja Pak, tapi itu beneran murni kan?" jawab Mama Ike.


"Di jamin Buk, kalau kalian mau, kalian bisa melihatnya langsung, tempatnya juga pinggir jalan ini." ucap Pak Supir.


"Ya sudah Pak beli itu saja," ucap Mama Ike.


Pak supir menghentikan mobilnya di pinggir jalan, tempat penjual susu kuda murni.


Mama Ike, Ridho ikut Pak supir membeli susu kudanya. Mama Ike penasaran itu susu kudanya beneran murni atau tidak, takutnya tipuan lagi.


Alza yang merasakan mobil berhenti terbangun dari tidurnya.


"Apa kita sudah sampai?" tanya Alza.


"Sebentar lagi Bang Alza," ucap Riski.


"Lho yang lainnya mana?" tanya Alza begitu milihat kursi kosong di depannya.


"Mau beli susu Bang," ucap Riski.


"Susu?" bingung Alza.


"Iya Tuan Muda, Nyonya Besar sepertinya tertarik dengan susu kuda." jawab Ana.


Beberapa menit kemudian Ridho dan yang lainnya kembali ke mobil.


"Kenapa kalian lama sekali?" tanya Riski begitu Ridho dan yang lainnya masuk mobil, dan Pak supir kembali menjalankan mobilnya.


"Itu tuh si Ridho, ikutan meras susunya." ucap Mama Ike.


"Kamu beneran meras susu Dho? yah ..." tanya Riski, dia nyesal kenapa gak ikut.


"Iya dong haha ... dan ini hasil perasanku, dikasih bonus." ucap Ridho sambil menunjukkan botol aqua berukuran sedang, berisi susu hanya 1/4.


"Nih kalian minium dulu! Bagus ni kalau di minum, susunya benar-benar murni, banyak manfaatnya. Mama juga sudah pesan untuk kita bawa pulang ke Jakarta nanti" ucap mama Ike.

__ADS_1


Mereka menikmati minum susu di sisa perjalanan.


Beberapa menit kemudian sampailah mereka di hotel tujuan mereka di hotel Sibayak Berastagi.



Pak supir yang membawa barang mereka, sudah menunggu mereka di depan hotel.


***


Tiara sedang duduk santai di sofa kamar mereka, sambil memainkan HPnya.


"Sayang ini sudah jam 10 lho kamu gak tidur?" tanya Alza yang ikut duduk di samping Tiara.


"Belum mengantuk Bang, kelamaan tidur di jalan sepertinya. Bang Alza," panggil Tiara.


"Kenapa?" tanya Alza yang dari tadi sibuk memainkan rambut panjang Tiara.


"Bang Alza sudah menghubungi fotografernya?" tanya Tiara.


"Oh iya, hampir lupa aku. Oya kata Ryan, fotografernya alamatnya di Tigapanah, kamu tahu itu dimana?" tanya Alza.


"Tahu dong Bang, itu tidak dekat sekolah Riski dan Ridho." ucap Tiara.


"Berarti tidak jauh, dari kampung kamu ya? ya sudah aku hubungi sekarang, semoga dia belum Tidur." ucap Alza. Alza kemudian menghubung fotografernya.


"Gimana Bang?" tanya Tiara begitu Alza mematikan sambungan teleponnya.


"Katanya kita bertemunya jam 10 di Sapo Juma, kamu tahu itu dimana?" tanya Alza.


"Tahu Bang gak jau dari kampungku itu, 15 menit juga sampai dari rumah." Ucap Tiara.


"Apa tempatnya bagus?" tanya Tiara.


"Lumayan bagus Bang, daerah wisatanya sangat favorit, dan banyak orang melakukan prewed disana. " jelas Tiara.


" Baiklah kalau begitu. Sayang ..." panggil Alza sambil menarik Tiara kepelukannya.


"Kamu tidak merasa dingin? dinginnya sampai ke tulang-tulang ya." ucap Alza mengeratkan pelukannya.


"Enggak, kan ada yang meluk, hangatnya terasa sampai ke tulang-tulang." ucap Tiara.


"Dasar, cium dong ...." ucap Alza mesra.


Mata Tiara terbelalak mendengarnya.


"1 kali saja, pliss" ucap Alza.


Tiara kemudian mengangukkan kepalanya.


Mendapat ijin Tiara, Alza langsung menarik tungkuk Tiara dan mencium bibir Tiara dalam. Alza Mel**at bibir Tiara, dan Tiara juga tidak mau kalah, lansung membalas ciuman Alza. Alza melepas sebentar ciumannya untuk mencuri nafas, setelahnya kembali mencium Tiara. Bibir Tiara benar-benar candu baginya.


Begitu tautan bibir mereka terlepas, Alza langsung memeluk erat Tiara.


" Sayang, sekarang kamu sudah bisa tidur ya." suruh alza.


"Tapi aku belum mengantuk Bang," ucap Tiara.


"Kamu mau aku menyanyi supaya bisa tidur?" ujar Alza.


"Mau, mau Bang Alza." ucap Tiara.


Alza kemudian membawa Tiara bersandar dalam pelukannya. Alza menyanyikan lagu romantis untuk Tiara mengelus pelan rambut Tiara.


Tidak lama kemudian Tiara sudah tertidur lalap dalam pelukannya. Alza pelan-pelan memindahkan Tiara ke atas kasur dan kemudian ikut tidur bersama Tiara.


***


Pagi-pagi sekali, Alza dan yang lainnya sudah selesai sarapan. Jam 6 pagi mereka sudah siap berangkat ke kampung Tiara.


Kali ini Alza sendiri yang menjadi Pak supirnya, Alza sudah menyuruh supirnya pulang dulu kerumahnya. Pak Danu duduk di depan bersama Alza sebagai penunjuk jalan.

__ADS_1


"Segar banget ya," ucap Mama Ike.


"Iya Ma, kalau berastagi memang terkenal dinginnya, makanya bule-bule suka datang kesini." ucap Riski.


" Bule beneran?" tanya Ana yang duduk di kursi belakang bersama barang-barang yang mau di bawa ke kampung Tiara.


"Iya dong Kak Ana, tuh lihat tuh ada bule yang lari pagi, itu tuh juga ada yang mau belanja. Kalau itu namanya pasar buah Berastagi. Selain jual berbagai macam buah disana juga menjual berbagai macam sovenir khas tanah Karo." Jelas Ridho.



"Kok kamu tahu banget tentang Berastagi Dho, aku saja baru tahu." ucap Tiara.


" Tahu dong Kak Tiara, kalau lagi ujian conversation bahasa inggir, kami dibawa kesini sama guru kami. Kami juga disuruh nyari bule sendiri dan harus bicara bahasa inggris." jelas Ridho.


" Berarti lancar dong bahasa Inggrisnya?" tanya Alza.


"Gak terlalu lancar juga Bang Alza hanya saja lumayan bisalah. Oh iya bukannya kita mau langsung zarah kan, beli bunganya disini saja." ucap Riski begitu mobil mereka melewati banyak penjual bunga pinggir jalan.


"Iya benar juga, aku beli dulu ya." ucap Alza lalu meminggirkan mobilnya.


"Kamu mau jual bunga apa gimana?" heran Mama Ike begitu melihat Alza membawa bunga banyak banget ke dalam mobil.


"Aku juga tidak tahu akan sebanyak ini Ma, aku beli Rp200.000 campur-campur gitu, gak taunya di kasih sebanyak itu." jelas Alza.


"Cuma Rp200.000 sebanyak ini, kenapa murah sekali?" bingung Mama Ike.


"Disini memang pusatnya bunga Ma, makanya lumayan murah, tuh lihat di pinggir jalan banyak tanaman bunganya kan." ucap Riski menujuk jalan yang mereka lewati.



"Benar juga ya, bagus-bagus lagi. Pantas saja ini bunganya juga terlihat seperti baru dipetik, segar banget." ucap Mama Ike.


"Iya Kalau Berastagi memang paling terkenal bunga dan buahnya. Buah jeruk Medan yang sering Mama makan itu dari Berastagi. Disini juga setahun sekali akan diadakan pesta bunga dan buah gitu seperti PRJ kalau di Jakarta." jelas Ridho.


"Benar-benar cantik ya bunga-bunganya," kagum Ana. Ana dari tadi sibuk memfoto apa saja yang menurutnya menarik.


Sepanjang perjalana Riski dan Ridho bergantian menjelaskan tentang apa saja yang di mereka lewati. Tiara juga ikut menjadi pendengar setia, karena dia juga tidak begitu tahu tempat ini, tahunya cuma ladang, rumah dan pasar dekat kampungnya saja.


Tepat jam 7 Alza beserta yang lainnya sampai juga di rumah Tiara.


Bibi Tiara yang sedang menyapu halaman rumahnya, heran melihat mobil berhenti di depannya.


"Bibik!" panggil Tiara begitu turun dari mobil.


"Tiara kamu pulang Nak ... ya ampun tambah cantik ya anak bibik ini sekarang." ucap Bibik Tiara sambil memeluk Tiara.


"Bibik bisa saja," ucap Tiara.


"Bibik, kami gak di sambut," ucap Riski dan Ridho kompak.


"Hai kalian juga pulang semua, wah ramai ya." ucap Bibik Tiara begitu semua keluar dari mobil dan langsung menyalami mereka satu persatu.


"Kalau ini, mamanya Bang Alza, Bik." ucap Tiara memperkenalkan Mama Ike.


Mama Ike hanya menjabat erat, tangan Bibi Tiara karena bingung harus berbicara seperti apa.


Setelah salaman dengan bibinya, Tiara membawa Mama Ike masuk ke rumahnya.


" Maaf ya Ma, beginilah keadaan rumah kami di kampung." Ucap Tiara pelan.


Mama Ike benar-benar terkejut melihat kondisi rumah Tiara, rumah Tiara benar-benar tidak layak huni menurutnya.


Mama Ike memperhatikan sekeliling Rumah Tiara dan juga Tiara secara bergantian.


Begitu melihat rumah Tiara, apakah Mama Ike masih bisa bersikap baik seperti biasa, ataukah sebaliknya? Seperti yang sering kita lihat, di cerita-cerita ikan terbang?


Bersambung ....


Untuk bab ini anggap iklan ya guys sekalian promosi gitu tentang kampungku Berastagi. Siapa tahu ada mau nambah wawasan kan. Ini karena keseringan nonton ikan terbang nih. Yang pernah nonton pelakor di ikan terbang pasti pernah melihat iklan dalam ceritanya, dan itu selalu menarik perhatianku.


Aku memang pecinta daerah Indonesia banget guys. Rasa ingin tahuku untuk setiap daerahnya sangat tinggi.

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komennya ya tema-teman yang baik hati. SEMANGAT!


__ADS_2